Langsung ke konten

Langsung ke menu sekunder

Langsung ke daftar isi

Saksi-Saksi Yehuwa

Indonesia

Sadarlah!  |  Desember 2012

Sapi dengan Dua Mantel Bulu

Sapi dengan Dua Mantel Bulu

DENGAN tanduknya yang melebar, poni panjang yang terjuntai di depan matanya, dan bulu tebal acak-acakan yang menutupi tubuhnya yang gempal, sapi gunung gampang dikenali.

Penghuni gunung yang tangguh ini—salah satu dari jenis sapi tertua—telah berkembang biak dengan baik selama berabad-abad di tengah cuaca yang ekstrem di dataran tinggi dan kepulauan di Skotlandia. Awalnya, sapi gunung ada dua jenis, sapi yang berukuran lebih besar dan berbulu merah di dataran tinggi terpencil dan sapi yang lebih kecil, biasanya berwarna hitam, di kepulauan di pesisir barat. Kini, kedua jenis itu dianggap sebagai satu ras, dan warnanya bervariasi dari merah, hitam, cokelat kekuningan, kuning, sampai nyaris putih.

Poni sapi gunung yang panjang dan lucu itu penting sekali baginya. Pada musim dingin, poninya menangkal terpaan angin kencang, hujan, dan salju. Pada musim panas, itu melindunginya dari serangga terbang yang bisa menyebabkan infeksi.

Walau sekelompok ternak sering disebut ”sekawanan”, kelompok sapi gunung disebut ”sekandang”. Istilah ini muncul karena pada zaman dulu, pada malam hari, para peternak yang menyewa lahan memasukkan sapi-sapi ke kandang batu untuk melindungi ternak mereka dari cuaca buruk dan serigala.

Mantel yang Menakjubkan

Tidak seperti ternak lain, sapi gunung punya dua lapis mantel bulu. Mantel bagian luar adalah bulu panjang yang acak-acakan, kadang mencapai 33 sentimeter. Mantel bulu yang berminyak ini membuat air hujan dan salju tidak menempel. Mantel bagian dalam  adalah bulu lembut yang menjaga sapi gunung tetap hangat.

Jim, yang telah bertahun-tahun mengurus sapi gunung menjelaskan, ”Sulit sekali menyampo mereka, karena tidak gampang membasahi seluruh bulunya.” Berkat bulunya yang tebal, sapi gunung bisa bertahan hidup dan berkembang biak di pegunungan yang selalu diterpa hujan dan angin dingin, di mana ternak lain tidak bisa bertahan hidup.

Jika cuaca terlalu panas dan kering di musim kemarau, mantel bulu luar sapi gunung yang mudah beradaptasi ini akan rontok. Ketika cuaca kembali dingin dan lembap, mantel bulu luarnya akan tumbuh kembali.

Aset yang Berharga

Sewaktu merumput, domba cenderung menghancurkan tanaman karena mereka memakan akar dan tunas, sedangkan sapi, termasuk sapi gunung, tidak. Sapi gunung malah memperbaiki kondisi padang rumput. Bagaimana? Dengan tanduknya yang panjang dan kuat serta moncongnya yang lebar, sapi gunung bisa menghancurkan semak belukar yang dihindari kebanyakan ternak lain. Pembersihan ini membuat rumput dan pohon bisa bertumbuh.

Dua lapis mantel bulu sapi gunung memberi keuntungan besar lain. Karena sapi gunung tidak membutuhkan lapisan lemak tambahan agar tetap hangat, dagingnya lebih rendah lemak dan kolesterol serta lebih kaya protein dan zat besi ketimbang sapi jenis lain. Dan, untuk menghasilkan daging yang berkualitas tinggi ini, tidak perlu pakan yang mahal!

Sebuah Pengingat

Sejak dulu, sapi gunung biasa tinggal dekat dengan manusia. Orang Skotlandia zaman dulu memelihara sapi gunung di lantai bawah rumah mereka. Sapi-sapi ini turut menghangatkan lantai atas, tempat sang pemilik tinggal.

Walau ternak yang jinak biasanya tenang dan penurut, sapi gunung kadang bisa berbahaya. Misalnya, induk sapi gunung yang menjaga bayinya bisa agresif. Orang juga perlu berhati-hati terhadap kawanan sapi gunung dengan tidak menerobos kawanan itu tetapi mengambil jalan putar untuk melewati mereka.

Karena kesanggupannya beradaptasi, sapi gunung adalah jenis ternak yang disukai di banyak bagian dunia. Mereka bertahan hidup jauh di utara—di Alaska dan Skandinavia—dan bisa ditemukan merumput di ketinggian 3.000 meter di Pegunungan Andes. Mereka juga bisa hidup nyaman di kawasan yang lebih hangat.

Skotlandia bukan hanya terkenal karena tartan, kilt, dan seruling berkantong, tetapi juga karena sapi gunung yang rupawan dan sangat unik ini. Apakah di tempat Anda ada sapi bermantel bulu rangkap dua?