Langsung ke konten

Langsung ke menu sekunder

Langsung ke daftar isi

Saksi-Saksi Yehuwa

Indonesia

Sadarlah!  |  Desember 2012

Alkitab—Buku Nubuat yang Akurat—Bagian 8

”Biarlah Kerajaanmu Datang”

Alkitab—Buku Nubuat yang Akurat—Bagian 8

Ini adalah artikel terakhir dari seri delapan bagian dalam ”Sedarlah!” yang mengupas segi yang luar biasa dari Alkitab, yaitu nubuat, atau ramalannya. Seri artikel ini akan membantu Anda menjawab pertanyaan-pertanyaan: Apakah nubuat Alkitab sekadar hasil karya manusia yang cerdas? Apakah nubuat Alkitab menunjukkan adanya ilham ilahi? Mari kita pertimbangkan buktinya.

SELAMA kira-kira dua ribu tahun, orang-orang yang mengaku Kristen telah mendoakan kedatangan Kerajaan Allah. Kebiasaan ini didasarkan pada kata-kata Yesus sendiri. Ia mengajar murid-muridnya untuk berdoa, ”Biarlah kerajaanmu datang. Biarlah kehendakmu terjadi, seperti di surga, demikian pula di atas bumi.”Matius 6:10.

Kerajaan apa yang didoakan begitu banyak orang ini? Itu adalah pemerintahan surgawi Allah, dan Kerajaan itu akan menggantikan semua pemerintahan lainnya. Sebagai Raja yang dilantik dari Kerajaan ini, Yesus Kristus-lah yang melaksanakan kehendak Allah di surga dan di bumi. (Daniel 2:44; 7:13, 14) Pada waktunya, Allah akan menjawab doa itu dengan mengakhiri kefasikan dan penderitaan dan memberikan keselamatan bagi ”kumpulan besar” umat yang loyal yang tak terhitung banyaknya. (Penyingkapan [Wahyu] 7:9, 10, 13-17) Lalu, ”orang-orang adil-benar akan memiliki bumi, dan mereka akan mendiaminya selama-lamanya”.Mazmur 37:29.

Adakah cara untuk mengetahui keadaan spesifik apa saja yang bisa kita harapkan di bawah pemerintahan Kristus? Tentu saja! Kala Yesus di bumi, ia menunjukkan hasrat dan kesanggupannya untuk mengatasi problem manusia. Mari kita periksa empat nubuat Alkitab dan melihat bagaimana Yesus menyediakan gambaran tentang apa yang akan ia lakukan di seluruh bumi sebagai Raja di Kerajaan surgawi Allah.

 Nubuat 1:

”Yehuwa . . . menghentikan peperangan sampai ke ujung bumi. Busur ia patahkan dan tombak ia potong; pedati-pedati ia bakar dalam api.”Mazmur 46:8, 9.

Penggenapannya: Yesus Kristus, Sang ”Pangeran Perdamaian”, akan membawa ketenteraman yang permanen di planet kita. Melalui pelaksanaan program pendidikan yang penuh damai serta perlucutan senjata di seluruh dunia, Kerajaan Allah akan mempersatukan umat manusia dalam persaudaraan internasional yang sejati.Yesaya 2:2-4; 9:6, 7; 11:9.

Yang disingkapkan sejarah:

Yesus mengajar para pengikutnya, bukan untuk mengangkat senjata, melainkan untuk hidup damai satu sama lain. Ketika salah satu muridnya mencoba membela dia dengan senjatanya, Yesus berkata kepadanya, ”Kembalikan pedangmu ke tempatnya, karena semua orang yang mengangkat pedang akan binasa oleh pedang.” (Matius 26:51, 52) Yesus menyatakan bahwa orang Kristen sejati dikenali dari kasih yang mereka perlihatkan satu sama lain.Yohanes 13:34, 35.

Nubuat 2:

”Akan ada banyak biji-bijian di bumi; di puncak pegunungan akan ada kelimpahan.”Mazmur 72:16.

Penggenapannya: Kerajaan Allah akan melenyapkan malnutrisi, kekurangan makanan, dan kelaparan. Setiap orang akan mendapat makanan sehat yang berlimpah.

Yang disingkapkan sejarah:

Belas kasihan Yesus pada orang yang kelaparan sangat nyata, dan kesanggupan mukjizatnya untuk memberi makan kumpulan besar orang amat menakjubkan. Seorang saksi mata melaporkan, ”[Yesus] memerintahkan kumpulan orang itu duduk berbaring di atas rumput dan mengambil lima roti dan dua ikan itu, dan sambil menengadah ke langit, ia mengucapkan berkat dan setelah memecah-mecah roti ia membagikannya kepada murid-murid, selanjutnya murid-murid kepada kumpulan orang itu. Maka semuanya makan dan dikenyangkan, dan mereka mengumpulkan kelebihan pecahan roti, dua belas keranjang penuh. Padahal mereka yang makan ada kira-kira lima ribu pria selain wanita dan anak-anak kecil.”Matius 14:14, 19-21.

Nubuat 3:

”Tidak ada penghuni yang akan mengatakan, ’Aku sakit’.” (Yesaya 33:24) ”Mata orang buta akan terbuka, dan telinga orang tuli akan dibuka penyumbatnya. Pada waktu itu, orang timpang akan berjalan mendaki seperti rusa jantan, dan lidah orang bisu akan bersorak-sorai.”Yesaya 35:5, 6.

Penggenapannya: Kerajaan Allah akan menghapus segala jenis penyakit dan kelemahan fisik.  Orang buta akan melihat, dan orang tuli akan mendengar dan berbicara. Tidak ada lagi yang membutuhkan pengobatan, rumah sakit, atau dokter.

Yang disingkapkan sejarah:

Sewaktu mengajar orang-orang tentang Kerajaan Allah, Yesus dengan senang hati menyembuhkan penyakit dan cacat mereka. Jadi, Yesus mempertunjukkan secara kecil-kecilan apa yang akan ia lakukan di seluruh bumi sebagai Raja Kerajaan surgawi Allah.Lukas 7:22; 9:11.

Nubuat 4:

Allah ”akan menelan kematian untuk selama-lamanya”.Yesaya 25:8.

Penggenapannya: Selama pemerintahan Kristus sebagai Raja Kerajaan Allah, ”orang yang di dalam makam peringatan” akan dibangkitkan untuk hidup di bumi firdaus. (Yohanes 5:28, 29) Yesus akan menaklukkan kematian, musuh kita yang paling kejam, agar kita bisa menikmati kehidupan abadi.Mazmur 37:29.

Yang disingkapkan sejarah:

Setidaknya pada tiga peristiwa, Yesus mempertunjukkan kuasanya dengan menghidupkan kembali orang mati. (Lukas 7:11-15; 8:41-55; Yohanes 11:38-44) Setelah Yesus mati, sekitar 500 saksi mata bisa meneguhkan bahwa ia telah dibangkitkan.1 Korintus 15:3-8.

Seri artikel delapan bagian ini telah mengulas banyak nubuat Alkitab yang sudah tergenap. Semua nubuat itu, juga nubuat-nubuat lainnya, menunjukkan bahwa Alkitab bukan sekadar karya manusia yang cerdas. Sebaliknya, Alkitab menunjukkan adanya ilham ilahi. Tidak diragukan bahwa ”nubuat tidak pernah dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi manusia mengatakan apa yang berasal dari Allah”.2 Petrus 1:21.

Karena Alkitab adalah buku nubuat yang tidak pernah meleset, Anda punya alasan yang kuat untuk percaya bahwa ”hanya sedikit waktu lagi, orang fasik tidak akan ada lagi; dan engkau pasti akan memperhatikan tempatnya, dan ia tidak akan ada. Tetapi orang-orang yang lembut hati akan memiliki bumi, dan mereka akan benar-benar mendapatkan kesenangan yang besar atas limpahnya kedamaian”.Mazmur 37:10, 11.