Langsung ke konten

Langsung ke menu sekunder

Langsung ke daftar isi

Saksi-Saksi Yehuwa

Indonesia

Sadarlah!  |  November 2012

 Apakah Ini Dirancang?

Organ Penyeimbang Lalat

Organ Penyeimbang Lalat

Mengapa lalat rumah sanggup melakukan manuver aerobatik yang rumit dan penuh presisi? Saat diterpa embusan angin, mengapa serangga ini bisa segera menyeimbangkan diri dan tetap terbang? Antara lain karena kedua umbai mungil yang berfungsi sebagai penyeimbang, satu di belakang tiap sayap. *

Pikirkan: Organ penyeimbang berbentuk seperti jarum pentol. Selama terbang, organ ini berayun ke atas dan ke bawah dengan frekuensi yang sama dengan sayap tetapi ke arah yang berlawanan. Para ilmuwan mendapati bahwa organ penyeimbang ini berfungsi seperti giroskop yang canggih, membantu lalat tetap stabil saat terbang. *

Tanpa organ penyeimbang, lalat rumah (kiri) dan lalat kekeria bisa langsung jatuh ke tanah

Dengan kenop di ujungnya, organ penyeimbang ”bergerak ke satu arah tertentu, seperti pendulum jam”, kata Encyclopedia of Adaptations in the Natural World. Jika, sewaktu terbang, lalat mendadak berbelok, baik karena sengaja atau karena tiba-tiba diterpa angin, ”batang organ penyeimbang akan melintir”, kata ensiklopedia itu. ”Gerakan melintir itu dideteksi oleh gugusan padat ujung-ujung saraf yang terhubung pada organ penyeimbang, dan informasi itu dikirim ke otak sehingga lalat bisa mengambil tindakan yang tepat untuk tetap . . . pada haluannya.” Hasilnya, lalat sangat gesit dan sulit ditangkap.

Para insinyur melihat banyak sekali penerapan teknologi organ penyeimbang ini pada berbagai hal seperti robot, serangga terbang mikro, dan kendaraan ruang angkasa. ”Siapa sangka makhluk kecil menyebalkan ini bisa mengajar kita banyak hal?” tulis periset dirgantara Rafal Zbikowski.

Bagaimana menurut Anda? Apakah organ penyeimbang giroskopis lalat muncul karena evolusi? Atau, apakah ini dirancang?

^ par. 3 Organ penyeimbang ditemukan pada serangga bersayap dua, seperti lalat, nyamuk, dan agas.

^ par. 4 Giroskop biasanya berupa bingkai yang menyangga sebuah cakram yang berputar dengan cepat pada porosnya. Cakram itu cenderung tetap pada poros putarnya meski ada pergerakan dari luar, medan magnet, atau gravitasi. Karena itu, giroskop bisa digunakan sebagai kompas yang sangat bermanfaat.