Langsung ke konten

Langsung ke daftar isi

Saksi-Saksi Yehuwa

Pilih bahasa Indonesia

 PASAL 12

Diorganisasi untuk Melayani ”Allah Kedamaian”

Diorganisasi untuk Melayani ”Allah Kedamaian”

INTI PASAL INI

Yehuwa mengorganisasi umat-Nya secara progresif

1, 2. Apa yang berubah dalam Zion’s Watch Tower Januari 1895, dan apa tanggapan saudara-saudara?

SEWAKTU John A. Bohnet, seorang Siswa Alkitab yang bersemangat, menerima majalah Zion’s Watch Tower Januari 1895, ia terpukau oleh apa yang dilihatnya. Majalah itu punya sampul baru yang menarik—gambar mercusuar yang menjulang di tengah lautan yang bergelora, memancarkan cahayanya di langit yang gelap. Pengumuman dalam majalah itu tentang desain barunya berjudul ”Baju Baru Kami” (Our New Dress).

2 Karena sangat terkesan, Saudara Bohnet mengirim sepucuk surat kepada Saudara Russell. ”Senang melihat MENARA yang semarak,” tulisnya. ”Tampilannya sangat bagus.” Siswa Alkitab yang setia lainnya, John H. Brown, menulis tentang sampul itu, ”Luar biasa. Fondasi menara itu kokoh sekali saat ombak dan badai menerpanya.” Sampul baru itu adalah perubahan pertama yang saudara-saudara kita lihat pada tahun itu—tetapi itu bukan yang terakhir. Pada bulan November, mereka mendapati satu lagi perubahan besar. Yang menarik, lagi-lagi tentang laut yang bergelora.

3, 4. Problem apa yang dibahas dalam Watch Tower 15 November 1895, dan perubahan apa yang sangat besar pengaruhnya?

3 Sebuah artikel panjang yang dimuat dalam Watch Tower 15 November 1895, mengemukakan suatu problem: Persoalan yang bagaikan gelombang badai mengganggu kedamaian dalam persekutuan, atau organisasi, Siswa-Siswa Alkitab. Saudara-saudara semakin sengit mempersoalkan siapa yang semestinya menjadi pemimpin di sidang jemaat setempat. Guna membantu saudara-saudara melihat apa yang diperlukan untuk mengoreksi semangat bersaing yang memecah belah, artikel itu menyamakan organisasi dengan sebuah kapal. Lalu, dengan terus terang mengakui bahwa mereka yang menjalankan kepemimpinan gagal mempersiapkan organisasi yang bagaikan kapal untuk menghadapi badai. Apa yang harus dilakukan?

4 Artikel itu menyatakan bahwa kapten yang cakap memastikan agar pelampung tersedia di dalam kapal dan bahwa awak kapal siap menghadapi keadaan yang paling buruk saat badai datang. Demikian juga, orang-orang yang memimpin organisasi perlu memastikan bahwa semua sidang jemaat siap menghadapi  serangan badai. Untuk melakukannya, artikel itu mengumumkan suatu perubahan yang sangat besar pengaruhnya. Di dalamnya diimbau agar segera, ”setiap paguyuban, memilih para penatua” untuk ”’mengawasi’ kawanan”.Kis. 20:28.

5. (a) Mengapa penyelenggaraan baru tentang penatua merupakan langkah maju yang tepat waktu? (b) Pertanyaan apa saja yang akan kita bahas?

5 Penyelenggaraan baru tentang penatua tersebut merupakan langkah maju yang tepat waktu dalam menciptakan struktur sidang yang stabil. Hal itu membantu saudara-saudara kita melewati gelombang dahsyat akibat Perang Dunia I. Selama puluhan tahun berikutnya, perbaikan lebih lanjut dalam pengorganisasian membantu umat Allah lebih diperlengkapi untuk melayani Yehuwa. Nubuat Alkitab mana yang meramalkan perkembangan ini? Perubahan apa saja dalam pengorganisasian yang telah Saudara saksikan? Apa manfaatnya bagi Saudara?

”Aku Akan Mengangkat Damai Sebagai Pengawas”

6, 7. (a) Apa arti nubuat di Yesaya 60:17? (b) Apa yang ditunjukkan dengan disebutkannya ”pengawas” dan ”pemberi tugas”?

6 Seperti yang telah kita bahas di Pasal 9, Yesaya menubuatkan bahwa Yehuwa akan memberkati umat-Nya sehingga jumlah mereka bertambah. (Yes. 60:22) Namun, Yehuwa berjanji untuk melakukan lebih banyak lagi. Dalam nubuat yang sama, Ia berkata, ”Sebagai ganti tembaga aku akan mendatangkan emas, dan sebagai ganti besi, aku akan mendatangkan perak, sebagai ganti kayu, tembaga, sebagai ganti batu, besi; dan atasmu aku akan mengangkat damai sebagai pengawas dan keadilbenaran sebagai pemberi tugas.” (Yes. 60:17) Apa arti nubuat itu? Bagaimana itu berlaku bagi kita dewasa ini?

Penggantian itu adalah perubahan, bukan dari yang buruk ke yang baik, melainkan dari yang baik ke yang lebih baik

7 Nubuat Yesaya menyatakan bahwa satu bahan akan menggantikan bahan lainnya. Tetapi, perhatikan bahwa penggantian itu adalah perubahan, bukan dari yang buruk ke yang baik, melainkan dari yang baik ke yang lebih baik. Menggantikan tembaga dengan emas adalah suatu peningkatan mutu, begitu pula dengan bahan lain yang disebutkan. Jadi, melalui gambaran ini, Yehuwa menubuatkan bahwa keadaan umat-Nya akan bertambah baik selangkah demi selangkah. Perbaikan seperti apa yang dimaksudkan oleh nubuat itu? Dengan disebutkannya ”pengawas” dan ”pemberi tugas”, Yehuwa menunjukkan bahwa cara umat-Nya diurus dan diorganisasi akan mengalami peningkatan yang bertahap.

8. (a) Siapa yang menghasilkan perubahan yang disebutkan dalam nubuat Yesaya? (b) Apa manfaatnya bagi kita? (Lihat juga kotak ” Ia dengan Rendah Hati Menerima Koreksi”.)

8 Siapa yang menghasilkan kemajuan dalam pengorganisasian ini? Yehuwa menyatakan, ”Aku akan mendatangkan emas, . . . Aku akan mendatangkan perak, . . . dan Aku akan mengangkat damai.” Ya, peningkatan dalam organisasi sidang dihasilkan, bukan oleh upaya manusia, melainkan oleh Yehuwa sendiri. Dan sejak Yesus dilantik sebagai Raja, Yehuwa menghasilkan peningkatan ini melalui Putra-Nya. Apa manfaatnya bagi kita? Ayat yang sama mengatakan bahwa peningkatan ini akan menghasilkan ”kedamaian” dan ”keadilbenaran”. Seraya kita menerima bimbingan Allah dan membuat penyesuaian, kedamaian akan ada di antara kita dan kasih akan keadilbenaran menggerakkan kita melayani Yehuwa, yang rasul Paulus gambarkan sebagai ”Allah kedamaian”.Flp. 4:9.

9. Apa fondasi yang tepat untuk ketertiban dan persatuan sidang, dan mengapa?

 9 Mengenai Yehuwa, Paulus juga menulis, ”Allah bukanlah Allah kekacauan, tetapi Allah kedamaian.” (1 Kor. 14:33) Perhatikan bahwa Paulus tidak mengontraskan kekacauan dengan ketertiban, tetapi dengan kedamaian. Mengapa? Pertimbangkan ini: Ketertiban itu sendiri tidak selalu menghasilkan kondisi yang damai. Sebagai contoh, kelompok serdadu bisa berbaris dengan tertib menuju medan laga, tetapi gerakan mereka yang tertib itu menghasilkan perang, bukan kedamaian. Karena itu, sebagai orang Kristen, kita ingin selalu ingat fakta penting ini: Setiap struktur yang tertib yang tidak berlandaskan kedamaian, cepat atau lambat akan runtuh. Sebaliknya, kedamaian ilahi akan menggalang ketertiban yang langgeng. Maka, kita sangat bersyukur karena organisasi kita dibimbing dan dimurnikan oleh ”Allah yang memberikan kedamaian”! (Rm. 15:33) Kedamaian yang Allah berikan merupakan fondasi bagi ketertiban yang berguna dan persatuan sejati yang sangat kita nikmati dan hargai dalam sidang-sidang di seluruh dunia.—Mz. 29:11.

10. (a) Peningkatan apa saja yang terjadi pada tahun-tahun awal dalam organisasi kita? (Lihat kotak ” Kepengawasan Menjadi Lebih Baik”.) (b) Pertanyaan apa saja yang akan dibahas?

10 Kotak ” Kepengawasan Menjadi Lebih Baik” memberi kita gambaran sekilas tentang perubahan yang berguna dan tertib yang terjadi dalam organisasi kita selama tahun-tahun awal. Tetapi, perubahan apa ’dari tembaga menjadi emas’ yang Yehuwa hasilkan belum lama ini melalui Raja kita? Bagaimana penyesuaian dalam kepengawasan memperkuat kedamaian dan persatuan sidang-sidang di seluruh dunia? Bagaimana hal itu membantu Saudara secara pribadi untuk melayani ”Allah kedamaian”?

Bagaimana Kristus Memimpin Sidang

11. (a) Penelitian akan Alkitab menghasilkan penyesuaian apa dalam pemahaman? (b) Apa tekad saudara-saudara dalam badan pimpinan?

11 Dari 1964 hingga 1971, badan pimpinan mengawasi proyek penelitian Alkitab yang menyeluruh yang antara lain menyelidiki cara sidang Kristen abad pertama berfungsi. * Berkenaan dengan struktur organisasi, dipahami bahwa pengawasan sidang-sidang abad pertama dijalankan oleh badan penatua dan bukan oleh satu penatua, atau pengawas. (Baca Filipi 1:1; 1 Timotius 4:14.) Sewaktu pokok itu lebih dipahami, badan pimpinan menyadari bahwa Raja mereka, Yesus, sedang membimbing mereka membuat perbaikan dalam struktur organisasi umat Allah—dan saudara-saudara di badan pimpinan bertekad untuk tunduk kepada arahan sang Raja. Mereka segera membuat penyesuaian agar organisasi semakin selaras dengan penyelenggaraan penatua yang digariskan dalam Alkitab. Apa saja penyesuaian yang dibuat pada awal 1970-an?

12. (a) Penyesuaian apa yang diterapkan pada badan pimpinan? (b) Bagaimana Badan Pimpinan sekarang diorganisasi? (Lihat kotak ” Badan Pimpinan Mengurus Kepentingan Kerajaan”, halaman 130.)

12 Penyesuaian pertama diterapkan pada badan pimpinan itu sendiri. Hingga saat itu, kelompok saudara terurap tersebut terdiri dari tujuh anggota dewan direksi Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania. Tetapi, pada 1971, badan  pimpinan diperbesar dari 7 menjadi 11 anggota dan tidak lagi disebut dewan direksi. Mereka memandang setiap anggota sama kedudukannya dan jabatan ketua mulai dirotasi setiap tahun menurut abjad.

13. (a) Pengaturan apa yang berlangsung selama 40 tahun? (b) Apa yang dilakukan Badan Pimpinan pada 1972?

13 Penyesuaian berikutnya memengaruhi setiap sidang. Dalam hal apa? Dari 1932 hingga 1972, pengawasan sidang terutama dilakukan oleh seorang saudara saja. Hingga 1936, saudara yang dilantik untuk tugas itu disebut direktur dinas. Belakangan, nama itu diganti menjadi hamba paguyuban, lalu hamba sidang, dan akhirnya menjadi pengawas sidang. Saudara-saudara yang dilantik tersebut dengan bergairah mengurus kesejahteraan rohani kawanan. Pengawas sidang biasanya membuat keputusan untuk sidang tanpa meminta pendapat hamba lain di sidang. Namun, selama 1972, Badan Pimpinan membuat persiapan untuk suatu perubahan yang bersejarah. Apa saja yang tercakup dalam perubahan ini?

14. (a) Penyelenggaraan baru apa yang mulai berlaku pada 1 Oktober 1972? (b) Bagaimana koordinator badan penatua menerapkan nasihat di Filipi 2:3?

14 Ketimbang hanya satu saudara yang melayani sebagai pengawas sidang di setiap sidang, sekarang saudara-saudara lain yang memenuhi persyaratan Alkitab juga akan dilantik secara teokratis untuk melayani sebagai  penatua Kristen. Mereka membentuk badan penatua yang akan mengawasi sidang setempat. Penyelenggaraan yang baru itu berlaku pada 1 Oktober 1972. Kini, koordinator badan penatua tidak menganggap dirinya lebih penting dari penatua lain, melainkan ”sebagai pribadi yang lebih kecil”. (Luk. 9:48) Sungguh suatu berkat bagi persaudaraan sedunia memiliki saudara-saudara yang rendah hati seperti itu!Flp. 2:3.

Jelaslah, Raja kita yang penuh hikmat menyediakan gembala-gembala bagi para pengikutnya pada waktu yang tepat

15. (a) Apa saja manfaat penyelenggaraan badan penatua bagi sidang-sidang? (b) Apa yang memperlihatkan bahwa Raja kita bertindak dengan penuh hikmat?

15 Pendelegasian tanggung jawab sidang di antara anggota badan penatua terbukti sebagai peningkatan mutu. Pertimbangkan tiga manfaat ini: Yang pertama dan terutama, pengaturan itu membantu semua penatua—tidak soal seberapa berat tanggung jawab mereka di sidang—sadar betul bahwa Yesus adalah Kepala sidang. (Ef. 5:23) Kedua, seperti dikatakan di Amsal 11:14, ”Ada keselamatan [atau, ”keberhasilan”] jika penasihat banyak.” Seraya para penatua membahas hal-hal yang menyangkut kesejahteraan rohani sidang dan mempertimbangkan setiap saran, mereka dibantu untuk mencapai keputusan yang selaras dengan prinsip Alkitab. (Ams. 27:17) Yehuwa memberkati keputusan seperti itu, dan ini membuat mereka berhasil. Ketiga, dengan memiliki lebih banyak saudara yang memenuhi syarat untuk melayani sebagai penatua, organisasi dapat memenuhi kebutuhan yang terus bertambah akan pengawasan dan penggembalaan di sidang-sidang. (Yes. 60:3-5) Coba bayangkan—jumlah sidang di seluruh dunia meningkat dari sekitar 27.000 pada 1971  menjadi lebih dari 113.000 pada 2013! Jelaslah, Raja kita yang penuh hikmat menyediakan gembala-gembala bagi para pengikutnya pada waktu yang tepat.Mi. 5:5.

”Menjadi Teladan bagi Kawanan Itu”

16. (a) Apa tanggung jawab para penatua? (b) Bagaimana Siswa-Siswa Alkitab menanggapi nasihat Yesus untuk ’menggembalakan domba-domba’?

16 Pada masa awal Siswa-Siswa Alkitab, para penatua sudah mengerti bahwa mereka memiliki tanggung jawab membantu rekan seiman untuk bertekun melayani Allah. (Baca Galatia 6:10.) Pada 1908, sebuah artikel di Watch Tower membahas nasihat Yesus, ”Gembalakanlah domba-domba kecilku.” (Yoh. 21:15-17) Artikel itu memberi tahu para penatua, ”Sangatlah penting agar amanat sang Majikan sehubungan dengan kawanan mendapat tempat utama di hati kita, yang akan kita hargai dengan sepatutnya sebagai hak istimewa besar untuk memberi makan dan menjaga para pengikut Tuan kita.” Pada 1925, The Watch Tower kembali menandaskan pentingnya melayani sebagai gembala dengan mengingatkan para penatua, ”Gereja Allah adalah milik-Nya sendiri, . . . dan Ia akan meminta pertanggungjawaban atas hak istimewa mereka melayani saudara-saudara.”

17. Bagaimana para pengawas dibantu menjadi gembala yang cakap?

17 Bagaimana organisasi Yehuwa membantu para penatua mengubah keterampilan mereka dalam menggembalakan dari ’besi menjadi perak’? Dengan menyediakan pelatihan. Pada 1959, Sekolah Pelayanan Kerajaan untuk pertama kalinya diselenggarakan bagi para pengawas. Salah satu sesi kelas membahas pokok ”Memberi Perhatian Pribadi”. Saudara-saudara yang bertanggung jawab tersebut dianjurkan ”membuat jadwal untuk mengunjungi para penyiar di rumah mereka”. Dalam sesi itu diperlihatkan cara-cara para gembala dapat membuat kunjungan mereka membina.  Pada 1966, Sekolah Pelayanan Kerajaan yang diperbarui dimulai. Di sekolah itu dibahas pokok ”Pentingnya Pekerjaan Penggembalaan”. Apa pokok utama yang dibahas dalam sesi kelas itu? Mereka yang menjalankan kepemimpinan ”hendaknya memberikan perhatian pengasih kepada kawanan domba Allah, tetapi tidak mengabaikan rumah tangga mereka dan partisipasi mereka dalam dinas”. Pada tahun-tahun belakangan ini, lebih banyak lagi sekolah yang diselenggarakan bagi para penatua. Apa hasil dari pelatihan berkesinambungan yang disediakan organisasi Yehuwa? Sekarang, sidang-sidang Kristen memiliki ribuan saudara yang cakap yang melayani sebagai gembala rohani.

Sekolah Pelayanan Kerajaan di Filipina, 1966

18. (a) Apa tanggung jawab yang berat yang dipercayakan kepada para penatua? (b) Mengapa Yehuwa dan Yesus menyayangi para penatua yang bekerja keras?

18 Para penatua Kristen ditetapkan oleh Yehuwa melalui Raja kita, Yesus, untuk mengemban tugas yang berat. Tugas apa? Memimpin domba-domba Allah melewati masa yang paling kritis dalam sejarah manusia. (Ef. 4:11, 12; 2 Tim. 3:1) Yehuwa dan Yesus sangat menyayangi para penatua yang bekerja keras ini karena mereka menaati perintah Alkitab, ”Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada dalam pemeliharaanmu . . . dengan rela . . . , dengan penuh semangat . . . , menjadi teladan bagi kawanan itu.” (1 Ptr. 5:2, 3) Mari kita bahas dua dari banyak cara para gembala Kristen menjadi teladan bagi kawanan dan sangat berperan dalam menciptakan perdamaian dan sukacita di sidang.

Bagaimana Para Penatua Dewasa Ini Menggembalakan Kawanan Domba Allah

19. Apa yang kita rasakan sewaktu berdinas dengan para penatua?

19 Pertama, para penatua bekerja sama dengan anggota sidang. Penulis Injil Lukas mengatakan tentang Yesus, ”Ia mengadakan perjalanan dari kota ke kota dan dari desa ke desa, memberitakan dan menyatakan kabar baik tentang kerajaan Allah. Dan kedua belas murid itu bersamanya.” (Luk. 8:1) Sama seperti  Yesus mengabar bersama rasul-rasulnya, para penatua teladan dewasa ini pun bekerja bersisian dengan rekan seiman mereka dalam pengabaran. Mereka menyadari bahwa dengan melakukannya, mereka turut menghasilkan semangat yang sehat di sidang. Bagaimana perasaan anggota sidang terhadap penatua seperti itu? Jeannine, seorang saudari yang usianya mendekati 90 tahun, berkomentar, ”Berdinas bersama penatua membuat saya bisa bercakap-cakap dan mengenalnya lebih dekat.” Steven, saudara yang berusia 30-an, mengatakan, ”Ketika seorang penatua mengabar dengan saya, saya tahu dia ingin membantu saya. Menerima bantuan seperti ini membuat saya sangat bersukacita.”

Seperti gembala mencari domba yang hilang, para penatua juga berupaya menemukan orang yang hilang dari sidang

20, 21. Bagaimana para penatua dapat meniru sang gembala dalam perumpamaan Yesus? Apa contohnya? (Lihat juga kotak ” Kunjungan Mingguan yang Membuahkan Hasil”.)

20 Kedua, organisasi Yehuwa melatih para penatua untuk menunjukkan kepedulian kepada mereka yang hilang dari sidang. (Ibr. 12:12) Mengapa para penatua hendaknya membantu orang-orang yang lemah rohani demikian, dan bagaimana mereka seharusnya melakukan hal itu? Perumpamaan Yesus tentang gembala dan domba yang hilang memberikan jawabannya. (Baca Lukas 15:4-7.) Sewaktu gembala dalam perumpamaan itu memperhatikan ada domba yang hilang, ia mencarinya seolah-olah hanya domba itu yang ia miliki. Bagaimana para penatua Kristen dewasa ini meniru teladan si gembala? Sama seperti gembala memandang domba yang hilang tetap berharga, para penatua juga memandang mereka yang hilang dari umat Allah tetap berharga. Mereka menganggap orang yang lemah rohani itu sebagai domba yang hilang—bukan tak tertolong lagi. Bahkan, si gembala memutuskan untuk ”mencari yang hilang itu sampai ia menemukannya”, demikian pula para penatua berinisiatif menemukan dan menolong mereka yang lemah.

21 Apa yang dilakukan si gembala dalam perumpamaan itu ketika menemukan dombanya? Ia dengan lembut mengangkatnya, ”menaruhnya di atas bahunya”, dan membawanya kembali ke kawanan. Demikian pula, kepedulian tulus yang diperlihatkan penatua bisa dengan lembut mengangkat dan membantu orang yang lemah rohani kembali ke sidang. Itulah yang dialami Victor, seorang saudara di Afrika yang berhenti bergabung dengan sidang. Ia bercerita, ”Selama delapan tahun saya tidak aktif, para penatua terus berupaya membantu saya.” Apa yang khususnya mengesankan dia? Ia menjelaskan, ”Suatu hari, John, penatua yang dulu satu Sekolah Dinas Perintis dengan saya, mengunjungi saya dan memperlihatkan beberapa foto kami sewaktu mengikuti sekolah itu. Saya jadi teringat banyak sekali kenangan manis sehingga mulai merindukan sukacita yang pernah saya rasakan sewaktu melayani Yehuwa.” Tak lama setelah kunjungan John, Victor kembali bergabung dengan sidang. Sekarang ia melayani lagi sebagai perintis. Ya, para penatua Kristen yang peduli sangat membantu kita untuk memiliki sukacita.2 Kor. 1:24. *

 Kepengawasan yang Lebih Baik Memperkuat Persatuan Umat Allah

22. Bagaimana keadilbenaran dan damai memperkuat persatuan sidang Kristen? (Lihat juga kotak ” Kami Terkagum-kagum”.)

22 Sebagaimana telah disebutkan, Yehuwa menubuatkan bahwa keadilbenaran dan kedamaian akan terus meningkat di kalangan umat Allah. (Yes. 60:17) Kedua sifat tersebut melindungi persatuan sidang. Bagaimana caranya? Mengenai keadilbenaran, ”Allah kita; Yehuwa itu esa”. (Ul. 6:4) Standar keadilbenaran-Nya untuk sidang di satu negeri sama untuk sidang di negeri lainnya. Ya, standar-Nya tentang yang benar dan yang salah hanya satu, dan sama bagi ”semua sidang jemaat orang-orang kudus”. (1 Kor. 14:33) Jadi, sebuah sidang akan bertumbuh subur hanya bila standar Allah diterapkan. Mengenai kedamaian, Raja kita ingin agar kita tidak hanya menikmati kedamaian di sidang, tetapi juga menjadi ”suka damai”. (Mat. 5:9) Itu sebabnya, kita ”mengejar hal-hal yang menghasilkan perdamaian”. Kita berinisiatif menyelesaikan ketidaksepakatan yang sewaktu-waktu bisa timbul di antara kita. (Rm. 14:19) Dengan demikian, kita turut menghasilkan kedamaian dan persatuan di sidang kita.Yes. 60:18.

23. Sebagai hamba-hamba Yehuwa, apa yang kita nikmati dewasa ini?

23 Pada November 1895, ketika Watch Tower mengumumkan penyelenggaraan baru tentang penatua, saudara-saudara yang bertanggung jawab juga menyatakan keinginan mereka yang tulus. Keinginan apa? Mereka berharap dan berdoa agar penyelenggaraan yang baru dalam pengorganisasian ini bisa membantu umat Allah ”cepat bersatu dalam iman”. Selama puluhan tahun ini, kita bersyukur melihat bagaimana pengawasan yang diberikan oleh Yehuwa melalui Raja kita benar-benar telah melindungi persatuan kita dalam ibadat. (Mz. 99:4) Alhasil, dewasa ini umat Yehuwa di seluruh dunia bersukacita seraya berjalan ”menurut roh yang sama”, mengikuti ”jejak yang sama”, dan melayani ”Allah kedamaian” ”bahu-membahu”.2 Kor. 12:18; Baca Zefanya 3:9.

^ par. 11 Hasil penelitian yang mendalam itu diterbitkan dalam buku Aid to Bible Understanding.