Langsung ke konten

Langsung ke menu sekunder

Langsung ke daftar isi

Saksi-Saksi Yehuwa

Indonesia

Kerajaan Allah Memerintah!

 PASAL 13

Pemberita Kerajaan Membawa Kasus Mereka ke Pengadilan

Pemberita Kerajaan Membawa Kasus Mereka ke Pengadilan

INTI PASAL INI

Sesuai dengan nubuat Yesus, rakyatnya menghadapi tentangan resmi atas pekerjaan pengabaran mereka

1, 2. (a) Pemimpin agama berhasil melakukan apa sehubungan dengan pengabaran, tetapi apa tanggapan rasul-rasul? (b) Mengapa rasul-rasul tidak menaati larangan untuk mengabar?

PERISTIWANYA tidak lama setelah Pentakosta 33 M. Sidang jemaat Kristen di Yerusalem baru berumur beberapa minggu. Jelas, Setan melihat inilah saat yang tepat untuk beraksi. Sebelum sidang jemaat itu menjadi kuat, ia ingin menghancurkannya. Setan buru-buru mengatur keadaan agar pemimpin agama melarang pekerjaan pengabaran Kerajaan. Tetapi, para rasul dengan berani terus mengabar, dan banyak pria dan wanita menjadi ”orang-orang yang percaya akan Tuan”.Kis. 4:18, 33; 5:14.

Rasul-rasul bersukacita ”karena mereka telah dinilai layak untuk dihina demi namanya”

2 Karena murka, para penentang kembali menyerang—kali ini dengan memenjarakan semua rasul. Namun, pada waktu malam, malaikat Yehuwa membuka pintu-pintu penjara, dan pagi-pagi para rasul sudah kembali mengabar! Lagi-lagi mereka ditahan dan dibawa ke hadapan para penguasa, yang mendakwa bahwa para rasul melanggar ketetapan untuk tidak mengabar. Sebagai jawaban, rasul-rasul dengan berani menyatakan, ”Kita harus menaati Allah sebagai penguasa sebaliknya daripada manusia.” Karena sangat marah, para penguasa ingin ”menyingkirkan” rasul-rasul. Tetapi, di saat yang genting tersebut, Gamaliel, guru Hukum yang dihormati, angkat suara memperingatkan para penguasa, ”Perhatikanlah dirimu sendiri . . . Jangan mencampuri perkara orang-orang ini, tetapi biarkan mereka.” Tak disangka-sangka, para penguasa mendengarkan sarannya dan melepaskan para rasul. Apa yang dilakukan pria-pria yang setia ini? Mereka tanpa gentar terus ”mengajar dan menyatakan kabar baik tentang Kristus, yaitu Yesus”.Kis. 5:17-21, 27-42; Ams. 21:1, 30.

3, 4. (a) Metode apa yang Setan gunakan untuk menyerang umat Allah? (b) Apa yang akan kita bahas dalam pasal ini dan dua pasal berikutnya?

3 Kasus pengadilan pada 33 M itu adalah tentangan resmi pertama atas sidang Kristen, tetapi itu bukan yang terakhir. (Kis. 4:5-8; 16:20; 17:6, 7) Pada zaman kita, Setan masih terus memengaruhi para penentang ibadat sejati untuk memanas-manasi kalangan berwenang agar melarang pekerjaan pengabaran kita. Para penentang melancarkan berbagai tuduhan atas umat Allah. Antara lain bahwa kita mengganggu ketertiban  umum—para pembuat onar. Kita juga disebut penghasut; tuduhan lainnya, kita wiraniaga komersial—para penjaja barang. Pada waktu yang tepat, saudara-saudara kita menghadap pengadilan untuk membuktikan bahwa tuduhan seperti itu tidak benar. Apa hasilnya? Bagaimana keputusan pengadilan puluhan tahun silam memengaruhi Saudara secara pribadi dewasa ini? Mari kita selidiki beberapa kasus pengadilan untuk melihat bagaimana itu berperan dalam ”membela dan secara hukum meneguhkan kabar baik”.Flp. 1:7.

4 Di pasal ini kita akan melihat bagaimana kita membela hak kita untuk punya kebebasan mengabar. Dalam dua pasal berikut kita akan menyelidiki beberapa pertarungan kita di bidang hukum untuk tetap bukan bagian dari dunia dan hidup menurut standar Kerajaan.

Pembuat Onar—Atau Pembela Kerajaan Allah yang Loyal?

5. Pada akhir 1930-an, mengapa para pemberita Kerajaan ditahan, dan tindakan apa yang dipertimbangkan saudara-saudara yang menjalankan kepemimpinan?

5 Pada akhir 1930-an, kota dan negara bagian di seluruh Amerika Serikat mengharuskan Saksi-Saksi Yehuwa punya surat izin melakukan pelayanan. Tetapi, saudara-saudara kita tidak mengurus izin tersebut. Izin bisa saja dibatalkan, dan mereka yakin bahwa pemerintah mana pun tidak punya wewenang menghalangi perintah Yesus kepada orang Kristen untuk mengabarkan berita Kerajaan. (Mrk. 13:10) Akibatnya, ratusan pemberita Kerajaan ditahan. Sebagai tanggapan, mereka yang menjalankan kepemimpinan dalam organisasi mempertimbangkan untuk mengajukan kasus ini ke pengadilan. Mereka ingin menunjukkan bahwa Negara telah menetapkan pembatasan yang tidak selaras dengan hukum atas hak para Saksi untuk bebas menjalankan ibadat. Dan, pada 1938, ada insiden yang akhirnya menjadi kasus yang penting. Apa yang terjadi?

6, 7. Apa yang terjadi dengan keluarga Cantwell?

6 Pada Selasa pagi tanggal 26 April 1938, Newton Cantwell, usia 60; istrinya, Esther; dan putra-putra mereka Henry, Russell, dan Jesse—kelimanya perintis istimewa—berangkat mengabar seharian ke kota New Haven, Connecticut. Mereka sebenarnya sudah mempersiapkan diri untuk pergi lebih dari satu hari. Mengapa? Mereka pernah ditahan beberapa kali dan mereka tahu mereka bisa ditahan lagi. Tetapi, hal itu tidak memadamkan semangat keluarga Cantwell untuk mengabarkan berita Kerajaan. Mereka tiba di New Haven dengan dua mobil. Newton mengemudi mobil yang dimuati lektur Alkitab dan fonograf jinjing, sementara Henry, 22 tahun, menyetir mobil berpengeras suara. Ya, seperti yang sudah diduga, selang beberapa jam mereka dicegat polisi.

7 Mula-mula Russell, 18 tahun, ditahan, kemudian Newton dan Esther. Dari jauh, Jesse, 16 tahun, melihat orang tua dan abangnya digiring polisi. Karena Henry sedang mengabar di bagian lain kota itu, Jesse yang masih muda sendirian. Namun, ia mengambil fonografnya dan terus mengabar. Dua pria Katolik  mempersilakan Jesse memutar rekaman ceramah Saudara Rutherford berjudul Enemies. Tetapi, sewaktu mendengar ceramah tersebut, pria-pria itu menjadi sangat marah sampai-sampai ingin menghantam Jesse. Dengan tenang, Jesse pergi dari situ, tetapi tidak lama kemudian, seorang polisi mencegatnya. Jesse pun akhirnya ditahan. Polisi tidak mendakwa Saudari Cantwell, tetapi mereka mendakwa Saudara Cantwell dan putra-putranya. Namun, mereka bebas dengan uang jaminan pada hari itu juga.

8. Mengapa pengadilan menyatakan Jesse Cantwell bersalah sebagai pembuat onar?

8 Beberapa bulan kemudian, pada September 1938, keluarga Cantwell menghadap pengadilan di New Haven. Newton, Russell, dan Jesse divonis bersalah meminta-minta sumbangan tanpa izin. Walau naik banding ke Pengadilan Tinggi Connecticut, Jesse dinyatakan bersalah merusak kedamaian—pembuat onar. Mengapa? Karena dua pria Katolik itu memberikan kesaksian di pengadilan bahwa rekaman ceramah yang mereka dengar menghina agama mereka dan membuat mereka tersinggung. Saudara-saudara yang bertanggung jawab dalam organisasi kita pun mengajukan banding ke Mahkamah Agung AS—pengadilan tertinggi di negeri itu.

9, 10. (a) Apa putusan Mahkamah Agung AS dalam kasus keluarga Cantwell? (b) Apa manfaatnya bagi kita?

9 Dari tanggal 29 Maret 1940, Hakim Ketua Charles E. Hughes beserta delapan hakim anggota mendengar argumen  yang disampaikan Saudara Hayden Covington, pengacara Saksi-Saksi Yehuwa. * Ketika jaksa negara bagian Connecticut mengutarakan argumennya untuk membuktikan bahwa para Saksi itu pembuat onar, seorang hakim bertanya, ”Bukankah Yesus juga membawa berita yang tidak disukai pada zamannya?” Jaksa itu menjawab, ”Ya betul, dan kalau tidak salah ingat, Alkitab juga mencatat akibat yang Yesus derita karena mengumumkan berita seperti itu.” Sungguh pernyataan yang membuat mata terbuka! Tanpa disengaja, sang jaksa menyamakan Saksi-Saksi dengan Yesus dan negara dengan orang-orang yang mendakwa Yesus. Pada tanggal 20 Mei 1940, Mahkamah dengan suara bulat memenangkan Saksi-Saksi.

Hayden Covington (depan, tengah), Glen How (kiri), dan yang lainnya keluar dari gedung pengadilan setelah sebuah kemenangan hukum

10 Mengapa putusan Mahkamah itu penting? Perlindungan atas hak untuk bebas beribadat menjadi luas cakupannya sehingga negara federal, negara bagian, ataupun pemerintah daerah tidak bisa membatasi kemerdekaan beragama. Mahkamah juga mendapati bahwa kelakuan Jesse ”tidak . . . menjadi ancaman bagi kedamaian dan ketertiban umum”. Maka, putusan itu dengan jelas meneguhkan bahwa Saksi-Saksi Yehuwa bukan pengganggu ketertiban umum. Sungguh kemenangan telak bagi hamba-hamba Allah! Apa manfaatnya bagi kita? Seorang pengacara yang adalah Saksi berkomentar, ”Karena punya hak untuk beribadat dengan bebas tanpa takut dibatasi secara tidak adil, kita dewasa ini sebagai Saksi bisa membagikan berita harapan kepada orang lain dalam lingkungan tempat tinggal kita.”

Penghasut—Atau Pemberita Kebenaran?

”Kebencian Quebec yang Berkobar kepada Allah dan Kristus dan Kebebasan Merupakan Aib bagi Seluruh Kanada”

11. Apa yang dikampanyekan saudara-saudara kita di Kanada, dan mengapa?

11 Pada 1940-an, Saksi-Saksi Yehuwa di Kanada menghadapi tentangan sengit. Maka, pada 1946, saudara-saudara kita di sana mengadakan kampanye 16 hari membagikan risalah berjudul ”Kebencian Quebec yang Berkobar kepada Allah dan Kristus dan Kebebasan Merupakan Aib bagi Seluruh Kanada” (Quebec’s Burning Hate for God and Christ and Freedom Is the Shame of All Canada) agar publik tahu bahwa Negara telah mengabaikan hak kebebasan beribadat. Risalah empat halaman ini dengan terperinci membeberkan huru-hara yang dipicu para klerus, tindakan brutal polisi, dan amuk massa terhadap saudara-saudara kita di provinsi Quebec. ”Dengan sewenang-wenang saksi-saksi Yehuwa terus ditahan,” kata risalah itu. ”Ada sekitar 800 dakwaan yang menumpuk terhadap saksi-saksi Yehuwa di Greater Montreal.”

12. (a) Apa tanggapan para penentang atas kampanye risalah itu? (b) Kejahatan apa yang dituduhkan kepada saudara-saudara kita? (Lihat juga catatan kaki.)

12 Perdana Menteri Quebec Maurice Duplessis, yang bekerja sama erat dengan Kardinal Katolik Roma Villeneuve, bereaksi terhadap risalah itu dengan menyatakan ”perang tanpa belas kasihan” terhadap Saksi-Saksi. Jumlah tuntutan perkara segera berlipat dari 800 menjadi 1.600. ”Saking seringnya, kami sudah tidak ingat lagi berapa kali kami ditangkap polisi,” ujar seorang saudari perintis. Saksi-Saksi yang kedapatan membagikan risalah dituduh melakukan kejahatan menyebarkan ”pernyataan tertulis yang menghasut”. *

13. Siapa yang pertama kali didakwa atas tuduhan menghasut, dan apa putusan pengadilan?

 13 Pada 1947, Saudara Aimé Boucher dan putri-putrinya Gisèle, 18 tahun, dan Lucille, 11 tahun, menjadi orang-orang pertama yang didakwa atas tuduhan menghasut. Mereka membagikan risalah ”Kebencian Quebec” dekat perladangan mereka di perbukitan sebelah selatan Quebec City, tetapi sulit membayangkan mereka sebagai para pembuat onar yang melanggar hukum. Saudara Boucher yang sederhana dan lembut adalah pria yang pekerjaannya hanya mengurus perladangannya yang kecil dan sekali-sekali bepergian ke kota dengan kereta kudanya. Namun, keluarganya malah menanggung perlakuan kasar seperti disebutkan dalam risalah tersebut. Hakim di pengadilan, yang membenci Saksi, menolak bukti yang menunjukkan bahwa keluarga Boucher tidak bersalah. Ia sebaliknya menerima penilaian jaksa bahwa risalah itu membangkitkan rasa tidak senang dan karena itu keluarga Boucher mesti dinyatakan bersalah. Inti pandangan sang hakim: Mengatakan kebenaran adalah kejahatan! Aimé dan Gisèle pun dinyatakan bersalah menyebarkan pernyataan tertulis yang menghasut, bahkan Lucille yang masih kecil dikurung dua hari di bui. Saudara-saudara naik banding ke Mahkamah Agung Kanada, pengadilan tertinggi di negeri itu, yang setuju untuk memeriksa kasus ini.

14. Bagaimana saudara-saudara di Quebec menghadapi penindasan?

14 Sementara itu, saudara-saudari kita yang berani di Quebec terus mengabarkan berita Kerajaan meski menghadapi serangan sengit yang bertubi-tubi—sering kali dengan hasil yang luar biasa. Selama empat tahun setelah kampanye risalah pada 1946 itu, jumlah Saksi di Quebec meningkat dari 300 menjadi 1.000! *

15, 16. (a) Apa putusan Mahkamah Agung Kanada dalam kasus keluarga Boucher? (b) Apa pengaruh kemenangan ini atas saudara-saudara kita dan yang lainnya?

15 Pada Juni 1950, Mahkamah Agung Kanada, yang terdiri dari sembilan hakim, memeriksa kasus Aimé Boucher. Enam bulan kemudian, pada 18 Desember 1950, Mahkamah menjatuhkan putusan yang memenangkan kita. Mengapa? Saudara Glen How, pengacara untuk Saksi, menjelaskan bahwa Mahkamah sependapat dengan argumen pembela bahwa ”menghasut” berarti membangkitkan kekerasan atau memberontak terhadap pemerintah. Sedangkan risalah itu ”tidak berisi hasutan seperti itu sehingga bisa dianggap sebagai bentuk kebebasan berbicara yang tidak melanggar hukum”. Saudara How menambahkan, ”Saya melihat sendiri bahwa Yehuwa-lah yang memberikan kemenangan ini.” *

16 Ya, keputusan Mahkamah Agung itu merupakan kemenangan mutlak bagi Kerajaan Allah. Itu menghapus dasar tuntutan bagi 122 kasus lain yang mendakwa Saksi-Saksi di Quebec dengan tuduhan menghasut. Itu juga berarti bahwa warga Kanada dan Persemakmuran kini memiliki kebebasan menyuarakan keprihatinan mereka atas sikap pemerintah. Selain itu, kemenangan ini mematahkan serangan Gereja dan Negara di Quebec atas kemerdekaan Saksi-Saksi Yehuwa. *

 Penjaja Barang—Atau Pewarta Kerajaan Allah yang Bergairah?

17. Bagaimana beberapa pemerintah berupaya mengatur-atur kegiatan pelayanan kita?

17 Seperti orang Kristen masa awal, hamba-hamba Yehuwa dewasa ini ”bukan penjaja firman Allah”. (Baca 2 Korintus 2:17.) Namun, beberapa pemerintah berupaya mengatur-atur kegiatan pelayanan kita melalui undang-undang perniagaan. Mari kita perhatikan kasus yang mempersoalkan apakah Saksi-Saksi Yehuwa penjaja atau rohaniwan.

18, 19. Bagaimana kalangan berwenang Denmark berupaya mengekang pekerjaan pengabaran?

18 Denmark. Pada 1 Oktober 1932, diberlakukan undang-undang yang mengilegalkan penjualan bahan tercetak tanpa surat izin. Tetapi, saudara-saudara kita tidak mengurus izin tersebut. Esok harinya, lima penyiar mengabar seharian di Roskilde, kota berjarak kira-kira 30 kilometer sebelah barat ibu kota Kopenhagen. Pada sore harinya, salah satu penyiar, August Lehmann, tidak muncul-muncul. Ia telah ditahan karena melakukan kegiatan menjual tanpa izin.

19 Pada 19 Desember 1932, August Lehmann dimejahijaukan. Ia menyatakan bahwa ia mengunjungi orang-orang untuk menawarkan lektur Alkitab, tetapi ia menolak tuduhan bahwa ia menjaja barang. Pengadilan sependapat dengannya dengan menyatakan, ”Terdakwa . . . sanggup membiayai diri sendiri, dan [ia] tidak mengambil keuntungan ekonomi apa pun dan tidak berniat melakukannya, kegiatannya ini justru menyebabkan ia rugi secara finansial.” Pengadilan berpihak kepada Saksi dengan menyatakan bahwa apa yang dilakukan Lehmann tidak bisa ”digolongkan sebagai berdagang”. Namun, musuh-musuh umat Allah bertekad mengekang pekerjaan pengabaran di seluruh negeri itu. (Mz. 94:20) Jaksa penuntut umum langsung naik banding ke Mahkamah Agung negeri itu. Apa tanggapan saudara-saudara kita?

20. Apa putusan Mahkamah Agung Denmark, dan apa tanggapan saudara-saudara?

20 Seminggu menjelang pemeriksaan Mahkamah Agung, Saksi-Saksi di seluruh Denmark menggalakkan kegiatan pengabaran mereka. Pada Selasa 3 Oktober 1933, Mahkamah Agung mengumumkan keputusannya. Mahkamah sependapat dengan pengadilan tingkat rendah bahwa August Lehmann tidak melanggar undang-undang. Putusan ini berarti bahwa Saksi-Saksi bisa terus mengabar dengan bebas. Sebagai ungkapan rasa syukur karena Yehuwa mengaruniakan kemenangan hukum ini, saudara-saudari lebih meningkatkan lagi kegiatan pengabaran mereka. Sejak keputusan Mahkamah tersebut, saudara-saudara kita di Denmark bisa melaksanakan pelayanan mereka tanpa campur tangan pemerintah.

Saksi-Saksi yang berani di Denmark pada 1930-an

21, 22. Apa keputusan Mahkamah Agung AS dalam kasus Saudara Murdock?

21 Amerika Serikat. Pada Minggu 25 Februari 1940, perintis Robert Murdock, Jr., dan tujuh Saksi lain ditahan ketika sedang mengabar di Jeannette, kota dekat Pittsburgh, di negara bagian Pennsylvania. Mereka didakwa tidak  membeli surat izin menawarkan lektur. Pada tingkat banding, Mahkamah Agung AS setuju untuk memeriksa kasus ini.

22 Pada 3 Mei 1943, Mahkamah Agung mengumumkan putusannya, yang membela Saksi-Saksi. Mahkamah tidak setuju jika ada peraturan yang mewajibkan seseorang memiliki izin sebab itu merupakan ”serangan atas hak yang diberikan oleh Undang-Undang Federal”. Mahkamah menganulir peraturan kota itu dengan menyatakannya sebagai ”hambatan atas kemerdekaan pers dan pengekangan atas kebebasan beribadat”. Ketika menyampaikan pendapat mayoritas Mahkamah, Hakim William O. Douglas menyatakan bahwa kegiatan Saksi-Saksi Yehuwa ”lebih dari sekadar mengabar; lebih dari sekadar membagikan lektur agama. Itu adalah kombinasi dari keduanya”. Ia menambahkan, ”Bentuk kegiatan agama ini menempati kedudukan yang mulia . . . yang sama seperti beribadat di gereja dan berkhotbah dari mimbar.”

23. Mengapa kemenangan hukum tahun 1943 penting bagi kita dewasa ini?

23 Putusan Mahkamah Agung ini merupakan kemenangan hukum yang penting bagi umat Allah. Itu meneguhkan siapa  sebenarnya kita—rohaniwan Kristen, bukan wiraniaga komersial. Pada hari yang tak terlupakan itu, tahun 1943, Saksi-Saksi Yehuwa memenangkan 12 dari 13 kasus mereka di Mahkamah Agung, termasuk kasus Murdock. Keputusan-keputusan ini menjadi dasar yang kuat untuk kasus-kasus setelahnya di mana para penentang kita lagi-lagi menggugat hak kita untuk mengabarkan berita Kerajaan di tempat umum dan dari rumah ke rumah.

”Kita Harus Menaati Allah Sebagai Penguasa Sebaliknya Daripada Manusia”

24. Apa tanggapan kita bila pemerintah melarang pekerjaan pengabaran?

24 Sebagai hamba Yehuwa, kita sangat menghargai bila pemerintah memberi kita hak yang sah untuk bebas mengabarkan berita Kerajaan. Tetapi, bila pemerintah melarang pekerjaan pengabaran, kita akan menyesuaikan metode kita, terus melakukannya dengan berbagai cara. Seperti para rasul, ”kita harus menaati Allah sebagai penguasa sebaliknya daripada manusia”. (Kis. 5:29; Mat. 28:19, 20) Kita juga mengajukan perkara ke pengadilan agar pelarangan atas kegiatan kita dicabut. Perhatikan dua contoh.

25, 26. Bagaimana sampai petisi diajukan ke Mahkamah Agung Nikaragua, dan apa hasilnya?

25 Nikaragua. Pada 19 November 1952, utusan injil dan hamba cabang Donovan Munsterman menghadap Kantor Imigrasi di ibu kota Managua. Ia disuruh menemui Kapten Arnoldo García, sang kepala kantor. Sang kapten memberi tahu Donovan bahwa semua Saksi-Saksi Yehuwa ”dilarang untuk terus mengabarkan doktrin mereka dan meningkatkan aktivitas agama mereka”. Ketika ditanya alasannya, Kapten García menjelaskan bahwa Saksi-Saksi tidak punya izin dari menteri negara untuk melakukan pelayanan mereka dan bahwa mereka dituduh komunis. Siapa yang menuduh kita? Para klerus Katolik Roma.

Saudara-saudara di Nikaragua selama pelarangan

26 Saudara Munsterman segera naik banding ke Kementerian Negara dan Agama juga ke Presiden  Anastasio Somoza García, tetapi tidak berhasil. Maka, saudara-saudara menyesuaikan metode mereka. Mereka tidak menggunakan Balai Kerajaan, berhimpun di kelompok-kelompok kecil, dan tidak memberikan kesaksian di jalan, tetapi terus mengabarkan berita Kerajaan. Mereka juga mengajukan petisi ke Mahkamah Agung Nikaragua agar Mahkamah membatalkan pelarangan itu. Koran-koran meliput pelarangan dan isi petisi tersebut, dan Mahkamah Agung setuju untuk memeriksa kasus ini. Apa hasilnya? Pada 19 Juni 1953, Mahkamah Agung mengeluarkan keputusan bulat yang memenangkan Saksi-Saksi. Mahkamah mendapati bahwa pelarangan itu melanggar undang-undang yang menjamin kebebasan menyatakan pendapat, berhati nurani, dan mengamalkan keyakinan. Mahkamah juga memerintahkan agar hubungan antara pemerintah Nikaragua dan Saksi-Saksi dipulihkan ke keadaan semula.

27. Mengapa penduduk Nikaragua kaget atas keputusan Mahkamah, dan bagaimana saudara-saudara memandang kemenangan ini?

27 Penduduk Nikaragua kaget bahwa Mahkamah Agung berpihak kepada Saksi. Sebelumnya, pengaruh pemimpin agama begitu kuat sehingga Mahkamah biasanya menghindari konflik dengan mereka. Selain itu, kekuasaan pejabat pemerintah begitu besar sehingga Mahkamah jarang menyanggah keputusan mereka. Saudara-saudara kita yakin bahwa mereka menerima kemenangan ini karena mendapat perlindungan dari Raja mereka dan karena mereka terus mengabar.Kis. 1:8.

28, 29. Pada pertengahan 1980-an, perubahan apa yang terjadi di Zaire?

28 Zaire. Pada pertengahan 1980-an, ada kira-kira 35.000 Saksi di Zaire, kini Republik Demokratik Kongo. Agar bisa mengikuti aktivitas Kerajaan yang terus berkembang, kantor cabang membangun fasilitas baru. Pada Desember 1985, kebaktian internasional diselenggarakan di ibu kota, Kinshasa, dan 32.000 delegasi dari banyak bagian dunia memenuhi stadion kota. Tetapi kemudian, kondisi hamba-hamba Yehuwa mulai berubah. Apa yang terjadi?

29 Saudara Marcel Filteau, utusan injil dari Quebec, Kanada, yang pernah mengalami penindasan pada rezim Duplessis, melayani di Zaire kala itu. Ia menceritakan apa yang terjadi, ”Pada 12 Maret 1986, saudara-saudara yang bertanggung jawab menerima surat yang menyatakan perkumpulan Saksi-Saksi Yehuwa Zaire ilegal.” Pelarangan ini ditandatangani oleh presiden negeri itu, Mobutu Sese Seko.

30. Panitia Cabang perlu membuat keputusan berat apa, dan apa keputusannya?

30 Keesokan harinya, radio nasional mengumumkan, ”Kita tidak akan pernah lagi mendengar tentang Saksi-Saksi Yehuwa di [Zaire].” Penganiayaan pun menyusul. Balai-Balai Kerajaan dihancurkan, dan saudara-saudara kita dirampok, diciduk, dipenjarakan, dan dipukuli. Bahkan anak-anak Saksi dijebloskan ke penjara. Pada 12 Oktober 1988, pemerintah  menyita aset organisasi kita, dan Garda Sipil, suatu unit tentara, menduduki properti cabang. Saudara-saudara yang bertanggung jawab mengajukan banding kepada Presiden Mobutu, tetapi tidak mendapat jawaban. Di saat itu, Panitia Cabang harus membuat keputusan berat, ”Naik banding ke Mahkamah Agung, atau menunggu?” Timothy Holmes, utusan injil dan koordinator Panitia Cabang kala itu, mengenang, ”Kami berpaling kepada Yehuwa memohon hikmat dan bimbingan.” Setelah mempertimbangkannya dengan khusyuk, panitia merasa bahwa belum waktunya untuk menempuh jalur hukum. Sebaliknya, mereka berkonsentrasi mengurus saudara-saudari dan mencari cara untuk terus melakukan pekerjaan pengabaran.

”Selama proses persidangan, kami melihat bagaimana Yehuwa bisa mengubah segala sesuatu”

31, 32. Keputusan luar biasa apa yang diambil Mahkamah Agung Zaire, dan apa pengaruhnya atas saudara-saudara kita?

31 Beberapa tahun berlalu. Tekanan atas Saksi berkurang, dan hak asasi manusia di negeri itu kian direspek. Panitia Cabang menyimpulkan bahwa inilah waktunya untuk menggugat pelarangan dengan mengajukan banding ke Mahkamah Agung Zaire. Luar biasanya, Mahkamah Agung setuju memeriksa kasus ini. Lantas, pada 8 Januari 1993, hampir tujuh tahun setelah presiden memerintahkan pelarangan, Mahkamah menjatuhkan putusan bahwa tindakan pemerintah terhadap Saksi-Saksi menyalahi hukum, dan pelarangan pun dicabut. Bayangkan risikonya! Dengan mempertaruhkan kehidupan mereka, para hakim menganulir keputusan dari presiden negeri itu! Saudara Holmes berkata, ”Selama proses persidangan, kami melihat bagaimana Yehuwa bisa mengubah segala sesuatu.” (Dan. 2:21) Kemenangan ini memperteguh iman saudara-saudara. Mereka merasakan bahwa sang Raja,  Yesus, membimbing rakyatnya untuk tahu kapan dan bagaimana bertindak.

Saksi-Saksi di Republik Demokratik Kongo bersukacita atas kebebasan mereka untuk beribadat kepada Yehuwa

32 Dengan dicabutnya pelarangan, kantor cabang memperoleh izin untuk mendatangkan para utusan injil, membangun fasilitas cabang yang baru, dan mengimpor lektur Alkitab. * Hamba Yehuwa di seluruh dunia sangat bersukacita menyaksikan bagaimana Yehuwa melindungi kesejahteraan rohani umat-Nya!Yes. 52:10.

”Yehuwa Adalah Penolongku”

33. Apa yang kita pelajari dari tinjauan singkat tentang kasus-kasus pengadilan ini?

33 Tinjauan kita atas beberapa pertarungan hukum ini membuktikan bahwa Yesus menepati janjinya, ”Aku akan memberikan kepadamu mulut dan hikmat, yang tidak akan sanggup dilawan atau dibantah.” (Baca Lukas 21:12-15.) Adakalanya, Yehuwa menggunakan orang-orang seperti Gamaliel untuk melindungi umat-Nya atau menggerakkan para hakim dan pengacara demi menegakkan keadilan. Yehuwa menumpulkan senjata para penentang kita. (Baca Yesaya 54:17.) Tentangan tidak dapat menghentikan pekerjaan Allah.

34. Mengapa kemenangan hukum kita begitu luar biasa, dan apa yang ditunjukkan olehnya? (Lihat juga kotak ” Kemenangan Penting di Pengadilan Tertinggi yang Memajukan Pengabaran Kerajaan”.”)

34 Mengapa kemenangan-kemenangan hukum kita luar biasa? Pikirkan ini: Saksi-Saksi Yehuwa tidak terpandang atau berpengaruh. Kita tidak ikut pemilu, tidak mendukung kampanye politik, dan tidak berupaya memengaruhi para politikus. Saudara-saudara kita yang menghadap pengadilan pun umumnya dianggap ”orang biasa dan tidak terpelajar”. (Kis. 4:13) Jadi, dari sudut pandang manusia, mustahil pengadilan mau berlawanan dengan para penentang kita yang punya pengaruh agama serta politik yang kuat dan memenangkan kita. Namun, pengadilan justru berulang kali menjatuhkan keputusan yang menguntungkan kita! Kemenangan-kemenangan hukum kita menunjukkan bahwa kita berjalan ”di bawah pengamatan Allah, bersama Kristus”. (2 Kor. 2:17) Maka, bersama rasul Paulus, kita menyatakan, ”Yehuwa adalah penolongku; aku tidak akan takut.”Ibr. 13:6.

^ par. 9 Kasus ini, Cantwell v. State of Connecticut, adalah yang pertama dari 43 kasus di Mahkamah Agung AS yang dibela oleh Saudara Hayden Covington. Ia meninggal pada 1978. Istrinya, Dorothy, melayani dengan setia hingga kematiannya pada 2015 di usia 92 tahun.

^ par. 12 Dakwaan ini berlandaskan undang-undang tahun 1606. Juri bisa menyatakan bahwa seseorang bersalah apabila mereka merasa bahwa ia menyebarkan permusuhan—sekalipun apa yang ia katakan itu benar.

^ par. 14 Pada 1950, 164 rohaniwan sepenuh waktu melayani di Quebec—termasuk 63 lulusan Gilead yang rela menerima tugas mereka tidak soal tentangan sengit menanti mereka.

^ par. 15 Saudara W. Glen How adalah penasihat hukum yang berani. Dari 1943 hingga 2003, ia dengan sangat ulung memperjuangkan ratusan pertarungan hukum bagi Saksi-Saksi Yehuwa di Kanada dan di luar Kanada.

^ par. 16 Untuk perincian lebih lanjut tentang kasus ini, lihat artikel ”Ini Bukan Pertempuran Kamu, tetapi Pertempuran Allah” di Sedarlah! 22 April 2000, halaman 18-24.

^ par. 32 Meski Garda Sipil akhirnya meninggalkan properti cabang, fasilitas cabang yang baru dibangun di lokasi lain.