Langsung ke konten

Langsung ke menu sekunder

Langsung ke daftar isi

Saksi-Saksi Yehuwa

Indonesia

Jalan Menuju Kehidupan Abadi—Sudahkah Anda Menemukannya?

 BAGIAN 7

Siapa yang Menjalankan Agama yang Benar?

Siapa yang Menjalankan Agama yang Benar?

1. Bagaimana kita bisa memiliki hubungan yang baik dengan Allah?

UNTUK memiliki hubungan yang baik dengan Allah, kita sama sekali tidak boleh terkait dengan agama palsu. Kita harus menjalankan agama yang benar. Sekarang, ada jutaan orang di seluruh dunia yang melakukannya.

2. Saksi-Saksi Yehuwa ada di berapa negeri, dan apa yang mereka lakukan?

2 Seperti telah dinubuatkan dalam Alkitab, orang-orang yang menjalankan agama yang benar akan menjadi suatu ”kumpulan besar” yang berasal ”dari semua bangsa dan suku dan umat dan bahasa”. (Penyingkapan [Wahyu] 7:9) Di lebih dari 235 negeri, jutaan Saksi-Saksi Yehuwa membantu orang-orang lain belajar tentang jalan-jalan Yehuwa dan persyaratan-Nya yang pengasih.

Mengenali Penganut Agama yang Benar

3. Saksi-Saksi Yehuwa menyembah siapa, dan apa yang tidak mereka lakukan?

3 Saksi-Saksi Yehuwa mengakui hanya Yehuwa yang patut disembah. Mereka tidak mau membungkuk di depan patung-patung atau lambang-lambang agama. (1 Yohanes 5:21) Mereka tidak ikut dalam kebiasaan menunggui jenazah semalaman atau upacara lain yang mendukung kepercayaan agama palsu dan ”ajaran hantu-hantu”. (1 Timotius 4:1) Namun, mereka menghibur orang-orang yang berduka dengan menjelaskan janji Allah bahwa akan ada kebangkitan orang mati di firdaus di bumi.​—Yohanes 5:28, 29; Kisah 24:15.

4. Bagaimana pendirian umat Allah soal ilmu gaib?

4 Saksi-Saksi sama sekali tidak terlibat dengan ilmu gaib, sihir, atau perdukunan, karena mereka tahu bahwa semua ini berasal dari Iblis. Mereka tidak mengandalkan ilmu gaib sebagai perlindungan, mereka hanya percaya kepada Yehuwa.​—Amsal 18:10.

5. Apa buktinya bahwa Saksi-Saksi Yehuwa ”bukan bagian dari dunia”?

5 Yesus mengatakan bahwa murid-muridnya ”bukan bagian dari dunia”. (Yohanes 17:16) Yesus tidak mau ikut dalam politik saat ia di bumi. (Yohanes 6:15) Saksi-Saksi pun tidak ikut politik, semangat nasionalisme, dan perjuangan kelompok-kelompok di dunia ini. Namun, mereka membayar pajak dan mematuhi hukum di negara tempat mereka tinggal.​—Yohanes 15:19; Roma 13:1, 7.

6. Petunjuk apa yang diikuti hamba-hamba Allah sehubungan dengan perkawinan dan perceraian?

6 Karena mematuhi peraturan pemerintah, Saksi-Saksi Yehuwa mengesahkan perkawinan mereka secara hukum. (Titus 3:1) Karena mengikuti petunjuk Allah, mereka tidak berpoligami. (1 Timotius 3:2) Karena menjalankan perintah Alkitab, jarang sekali perkawinan hamba-hamba Allah berakhir dengan perceraian.

7. Bagaimana Saksi-Saksi saling mengasihi?

7 Saksi-Saksi saling mengasihi. Kasih ini serta kasih akan Allah mempersatukan mereka dalam persaudaraan yang sejati, meski mereka berasal dari banyak suku dan bangsa. Saat terjadi bencana atau keadaan darurat, Saksi-Saksi saling membantu. Mereka menunjukkan kasih dalam kehidupan sehari-hari.​—Yohanes 13:35.

Saksi-Saksi Yehuwa di seluruh dunia bersatu dalam persaudaraan

8. Perbuatan buruk apa saja yang tidak dilakukan umat Allah?

8 Umat Yehuwa berupaya hidup jujur dan mengikuti kaidah moral. Mereka tidak mencuri, berbohong, berbuat amoral, mabuk, dan juga tidak melakukan bisnis yang tidak jujur. Suami tidak melakukan kekerasan dalam rumah tangga. Sebelum menjadi Saksi Yehuwa, beberapa dari mereka melakukan hal-hal itu, tetapi berkat bantuan Yehuwa mereka tidak lagi melakukannya. Di mata Allah, mereka telah ”dicuci bersih”.​—1 Korintus 6:9-11.

Melakukan Kehendak Allah

9. Apa kata sebuah buku tentang gereja-gereja spiritual di Afrika?

9 Memang, banyak agama mengaku memiliki kebenaran. Mereka mungkin menunjuk ke tindakan-tindakan  yang hebat untuk mendukung pengakuan mereka itu. Contohnya, sebuah buku yang menjelaskan tentang gereja-gereja spiritual di Afrika mengatakan, ”Penggunaan ilmu sihir dan peran dukun sebagian besar telah diambil alih oleh [kelompok Kristen baru] . . . Mereka mengaku memberi pertanda dan mengadakan mukjizat. Para nabi di antara mereka memberikan penglihatan dan menafsirkan mimpi. Mereka menggunakan air dan minyak suci, abu, lilin dan dupa untuk menyembuhkan dan mencegah penyakit.”

10, 11. Mengapa agama yang melakukan mukjizat dewasa ini belum tentu berasal dari Allah?

10 Anggota agama-agama ini mengaku bahwa mukjizat mereka adalah bukti bahwa agama mereka diberkati Allah. Tetapi, mukjizat yang mereka katakan bukanlah bukti bahwa suatu agama diperkenan Yehuwa. Setan memberi kuasa kepada beberapa orang penganut ibadat palsu untuk melakukan ”perbuatan penuh kuasa”. (2 Tesalonika 2:9) Lagi pula, Alkitab menubuatkan bahwa kesanggupan luar biasa yang berasal dari Allah seperti karunia bernubuat, berbahasa roh, dan memiliki pengetahuan khusus, akan ”ditiadakan”.​—1 Korintus 13:8.

11 Yesus memperingatkan, ”Bukan setiap orang yang mengatakan kepadaku, ’Tuan, Tuan’, akan masuk ke dalam kerajaan surga, melainkan orang yang melakukan kehendak Bapakku yang di surga. Banyak yang akan mengatakan kepadaku pada hari itu, ’Tuan, Tuan, bukankah kami bernubuat dengan namamu, dan mengusir hantu-hantu dengan namamu, dan melakukan banyak perbuatan penuh kuasa dengan namamu?’ Meskipun demikian, pada waktu itu aku akan mengaku kepada mereka: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari hadapanku, hai, orang-orang yang melanggar hukum.”​—Matius 7:21-23.

12. Siapa yang akan masuk Kerajaan Surga?

12 Jadi, siapa yang akan masuk Kerajaan Surga? Orang-orang yang melakukan kehendak Yehuwa.

Memberitakan Kerajaan Allah

13. Pekerjaan apa yang Allah berikan bagi umat-Nya sekarang, dan siapa yang melakukannya?

13 Apa yang Allah ingin kita lakukan dewasa ini? Yesus mengatakan, ”Kabar baik kerajaan ini akan diberitakan di seluruh bumi yang berpenduduk sebagai suatu kesaksian kepada semua bangsa.” (Matius 24:14) Ini adalah pekerjaan yang dilakukan Saksi-Saksi Yehuwa dengan penuh semangat.

14. Apa Kerajaan Allah itu, dan siapa yang akan memerintah dalam Kerajaan itu?

14 Di seluruh bagian ”bumi yang berpenduduk”, Saksi-Saksi Yehuwa mengumumkan Kerajaan Allah sebagai pemerintahan dari surga yang akan memerintah bumi dengan adil dan benar. Mereka mengajarkan bahwa Yehuwa telah melantik Yesus Kristus sebagai Raja Kerajaan itu, bersama 144.000 rekan penguasa yang dipilih dari antara manusia.​—Daniel 7:14, 18; Penyingkapan 14:1, 4.

15. Apa yang akan dibinasakan Kerajaan itu?

15 Saksi-Saksi menunjukkan dari Alkitab bahwa Kerajaan Allah akan membinasakan Setan dan segala sesuatu yang dikendalikannya. Semua agama palsu dan ajarannya yang tidak menghormati Allah dan yang memuliakan Iblis akan lenyap! (Penyingkapan 18:8) Semua pemerintahan manusia yang melawan Allah juga akan lenyap!​—Daniel 2:44.

16. Siapa yang akan menjadi rakyat dari pemerintahan Yesus Kristus, dan di mana mereka akan tinggal?

16 Selain itu, Saksi-Saksi Yehuwa memberi tahu bahwa Yesus Kristus akan memberikan berkat yang menakjubkan bagi semua yang menjalankan perintah Allah. Mereka akan menjadi rakyatnya di bumi. Alkitab berjanji, ”Ia akan membebaskan orang miskin yang berseru meminta tolong, juga orang yang menderita dan siapa pun yang tidak mempunyai penolong. Ia akan merasa kasihan terhadap orang kecil dan orang miskin, dan jiwa orang-orang miskin akan ia selamatkan.”​—Mazmur 72:12, 13.

17. Hanya siapa yang memberitakan Kerajaan Allah?

17 Tidak ada kelompok lain yang melakukan kehendak Allah dengan memberitakan kabar baik Kerajaan. Hanya Saksi-Saksi Yehuwa yang memberi tahu orang-orang di seluruh bumi tentang Kerajaan Allah.