”Hormatilah segala macam orang, kasihilah semua saudara seiman, takutlah kepada Allah, dan hormatilah raja.”​—1 PETRUS 2:17.

1, 2. (a) Petunjuk siapa yang harus kita ikuti? (b) Pertanyaan apa yang akan kita bahas?

SAAT kita kecil, orang tua kita kadang meminta kita melakukan hal yang tidak kita sukai. Memang, kita menyayangi mereka dan tahu bahwa seharusnya kita taat. Tapi kadang, kita tetap tidak suka menaati mereka.

2 Yehuwa, Bapak kita di surga, menyayangi kita. Dia mengurus kita dan memastikan bahwa kita punya semua yang kita butuhkan untuk menikmati hidup. Dia memberi kita petunjuk supaya berhasil. Kadang, Dia menggunakan orang lain untuk memberi kita petunjuk. Kita perlu menghormati wewenang Yehuwa. (Amsal 24:21) Tapi, mengapa mengikuti petunjuk tidak selalu mudah? Mengapa Yehuwa meminta kita mengikuti petunjuk? Dan, bagaimana caranya menghormati wewenang Yehuwa?​—Lihat Catatan No. 9.

MENGAPA ITU SULIT?

3, 4. (a) Mengapa manusia menjadi tidak sempurna? (b) Mengapa kadang kita tidak suka mengikuti petunjuk dari orang lain?

3 Sebagai manusia, kita punya keinginan untuk memberontak. Ini mulai muncul sejak pria dan wanita  pertama, Adam dan Hawa, berdosa. Meski mereka diciptakan sempurna, mereka memberontak terhadap wewenang Allah. Sejak itu, semua manusia lahir dalam keadaan tidak sempurna. Inilah salah satu alasan mengapa kadang kita tidak suka mengikuti petunjuk dari Yehuwa atau orang lain. Alasan lainnya adalah karena orang yang digunakan Yehuwa untuk memberi kita petunjuk adalah orang yang tidak sempurna juga.​—Kejadian 2:15-17; 3:1-7; Mazmur 51:5; Roma 5:12.

4 Karena tidak sempurna, kadang kita menjadi sombong. Kesombongan membuat kita sulit mengikuti petunjuk. Contohnya, pada zaman Israel dulu, Yehuwa memilih Musa untuk memimpin umat-Nya. Tapi, seorang pria bernama Korah, yang sudah lama melayani Yehuwa, menjadi sombong dan sangat tidak menghormati Musa. Sebaliknya, meski Musa adalah pemimpin umat Allah, dia tidak sombong. Bahkan, Alkitab menjelaskan bahwa dia adalah pria yang paling rendah hati pada zaman itu. Tapi, Korah tetap tidak mau mengikuti petunjuk dari Musa. Dia bahkan meyakinkan banyak orang untuk bersama-sama memberontak melawan Musa. Apa akibatnya? Mereka semua dibunuh. (Bilangan 12:3; 16:1-3, 31-35) Alkitab memberikan banyak contoh tentang bahayanya kesombongan.​—2 Tawarikh 26:16-21; lihat Catatan No. 10.

5. Bagaimana orang menyalahgunakan kekuasaan mereka?

5 Sepanjang sejarah, banyak orang menyalahgunakan kekuasaan mereka. (Baca Pengkhotbah 8:9.) Contohnya adalah Saul. Sewaktu Yehuwa memilihnya menjadi raja Israel, dia baik dan rendah hati. Tapi, dia  membiarkan kesombongan dan perasaan iri berakar dalam hatinya sehingga dia mulai menindas Daud yang tidak bersalah. (1 Samuel 9:20, 21; 10:20-22; 18:7-11) Belakangan, Daud menjadi salah satu raja terbaik di Israel. Meski begitu, Daud sempat menyalahgunakan kekuasaannya. Dia berzina dengan Bat-syeba, istri Uria, lalu mencoba menyembunyikan kesalahannya dengan mengutus Uria ke medan pertempuran agar Uria terbunuh.​—2 Samuel 11:1-17.

ALASAN KITA MENGHORMATI WEWENANG YEHUWA

6, 7. (a) Karena mengasihi Yehuwa, apa yang akan kita lakukan? (b) Bagaimana contoh Yesus membantu kita tetap taat meski tidak mudah?

6 Karena mengasihi Yehuwa lebih daripada apa pun atau siapa pun, kita menghormati petunjuk dari Yehuwa dan kita mau membuat dia senang. (Baca Amsal 27:11; Markus 12:29, 30.) Sejak pasangan manusia pertama ada di Taman Eden, Setan ingin supaya manusia meragukan wewenang Yehuwa. Iblis ingin kita berpikir bahwa Yehuwa tidak berhak menentukan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Tapi ini bohong. Kita pasti setuju dengan kata-kata ini, ”Yehuwa, Allah kami yang penuh kuasa, Engkau layak dimuliakan dan dihormati, karena Engkau menciptakan segalanya.”​—Wahyu 4:11.

7 Sewaktu masih kecil, kita mungkin diajar untuk menaati orang tua meski kita tidak suka. Begitu juga, sebagai umat Yehuwa, ada saatnya kita tidak mudah untuk taat. Tapi, karena menyayangi dan  menghormati Yehuwa, kita mau melakukan segala sesuatu untuk menaati-Nya. Yesus memberi teladan untuk kita. Dia menaati Yehuwa meski harus repot dan tidak mudah. Itulah sebabnya Yesus berkata kepada Bapaknya, ”Biarlah yang terjadi bukan kehendakku, tapi kehendak-Mu.”​—Lukas 22:42; lihat Catatan No. 11.

8. Melalui apa saja Yehuwa memberi kita petunjuk? (Lihat kotak ” Dengarkan Nasihat”.)

8 Sekarang, Yehuwa memberi kita petunjuk dengan beberapa cara, misalnya melalui Alkitab dan penatua sidang. Kita menunjukkan bahwa kita menghormati wewenang Yehuwa dengan menghormati mereka yang Yehuwa gunakan untuk memberi kita petunjuk. Jika kita menolak bantuan mereka, itu sama saja seperti menolak Yehuwa. Sewaktu bangsa Israel menolak Musa, Yehuwa menganggap serius hal itu. Dia menganggap bahwa mereka menolak-Nya.​—Bilangan 14:26, 27; lihat Catatan No. 12.

9. Bagaimana kasih bisa membuat kita mengikuti petunjuk?

9 Jika kita menghormati wewenang, itu berarti kita juga mengasihi saudara-saudari kita. Coba bayangkan. Saat terjadi bencana alam, biasanya ada tim SAR yang bekerja sama untuk menyelamatkan sebanyak mungkin orang. Supaya tim ini bisa bekerja dengan baik, perlu ada seseorang yang mengatur tim itu, dan setiap anggota perlu mengikuti petunjuknya. Tapi, bagaimana jika ada yang tidak mau mengikuti petunjuk dan bertindak semaunya? Mungkin dia berniat baik, tapi tindakannya bisa membawa masalah bagi anggota tim lainnya dan bisa membuat mereka terluka parah. Begitu juga, jika kita tidak mengikuti petunjuk dari  Yehuwa dan orang yang Yehuwa beri wewenang tertentu, yang lain bisa menderita. Tapi jika kita menaati Yehuwa, ini berarti kita mengasihi saudara-saudari dan menghormati pengaturan Yehuwa.​—1 Korintus 12:14, 25, 26.

10, 11. Apa yang akan kita bahas?

10 Semua yang Yehuwa minta kita lakukan itu demi kebaikan kita. Jika kita menghormati wewenang dalam keluarga, sidang, dan saat berurusan dengan pemerintah, semua akan mendapat manfaat.​—Ulangan 5:16; Roma 13:4; Efesus 6:2, 3; Ibrani 13:17.

11 Kita bisa lebih mudah menghormati orang lain jika kita tahu alasan Yehuwa ingin kita melakukan itu. Mari kita bahas lebih dalam tentang cara menghormati wewenang dalam tiga segi kehidupan kita.

 MENGHORMATI WEWENANG DALAM KELUARGA

12. Dengan cara apa seorang suami menghormati wewenang dari Yehuwa?

12 Yehuwa-lah yang membentuk keluarga, dan Dia memberi peran kepada setiap anggota keluarga. Jika semua anggota keluarga menjalankan apa yang Yehuwa harapkan dari mereka, kehidupan keluarga bisa harmonis dan semua bisa mendapat manfaatnya. (1 Korintus 14:33) Yehuwa telah menetapkan suami sebagai kepala keluarga. Ini berarti Yehuwa ingin agar suami mengurus dan membimbing istri dan anak-anaknya dengan penuh kasih. Jadi, suami harus bertanggung jawab kepada Yehuwa. Seorang suami Kristen akan memperlakukan keluarganya dengan baik dan penuh kasih, seperti Yesus memperlakukan sidang. Jika suami  melakukan hal ini, itu berarti dia menghormati Yehuwa.​—Efesus 5:23; lihat Catatan No. 13.

Seorang ayah Kristen meniru Yesus dengan mengurus keluarganya

13. Dengan cara apa seorang istri menghormati wewenang?

13 Seorang istri Kristen juga punya peran yang penting dan terhormat. Dia mendukung suaminya, yang bekerja keras untuk menjadi kepala keluarga yang baik. Bersama suaminya, dia bertanggung jawab untuk mendidik anak-anak. Dia bisa mengajar mereka caranya menghormati wewenang melalui teladannya. (Amsal 1:8) Istri menghormati suaminya dan mendukung keputusan suaminya. Bahkan ketika dia tidak setuju dengan suaminya tentang sesuatu, dia akan menjelaskan perasaannya dengan cara yang baik dan penuh hormat. Jika seorang istri Kristen mempunyai suami yang tidak seiman, dia punya tantangan tersendiri. Tapi, jika dia menyayangi dan menghormati suaminya, mungkin suatu hari suaminya mau belajar tentang Yehuwa dan menyembah-Nya.​—Baca 1 Petrus 3:1.

14. Dengan cara apa anak-anak menghormati wewenang?

14 Anak-anak berharga bagi Yehuwa, dan mereka perlu dilindungi dan dibimbing. Jika anak-anak menaati orang tua mereka, mereka membuat orang tua mereka senang. Dan yang terpenting, jika mereka taat, mereka menghormati Yehuwa dan membuat Dia senang. (Amsal 10:1) Dalam banyak keluarga, ada anak-anak yang dibesarkan oleh orang tua tunggal. Ini bisa sangat sulit bagi orang tua dan anak itu sendiri. Tapi, jika anak-anak taat dan mendukung ibu atau ayah mereka, kehidupan keluarga bisa jauh lebih bahagia. Memang, tidak ada keluarga yang sempurna. Tapi, setiap keluarga bisa lebih bahagia jika masing-masing mengikuti  petunjuk dari Yehuwa. Hal ini akan membuat Yehuwa, yang membentuk semua keluarga, dimuliakan.​—Efesus 3:14, 15.

MENGHORMATI WEWENANG DALAM SIDANG

15. Dengan cara apa kita menghormati wewenang dalam sidang?

15 Yehuwa membimbing kita melalui sidang Kristen, dan Dia memberi Yesus semua wewenang atas sidang. (Kolose 1:18) Dan, Yesus memberi ”budak yang setia dan bijaksana” tanggung jawab untuk mengurus umat Allah di bumi. (Matius 24:45-47) Sekarang, ”budak yang setia dan bijaksana” adalah Badan Pimpinan. Mereka menyediakan apa yang kita butuhkan pada waktu yang tepat supaya iman kita tetap kuat. Para penatua, hamba pelayanan, dan pengawas wilayah mendukung sidang di seluruh dunia dan menerima petunjuk dari Badan Pimpinan. Saudara-saudara ini punya tanggung jawab untuk mengurus kita, dan mereka bertanggung jawab kepada Yehuwa. Jadi, kalau kita menghormati mereka, kita menghormati Yehuwa.​—Baca 1 Tesalonika 5:12; Ibrani 13:17; lihat Catatan No. 14.

16. Mengapa kita bisa yakin bahwa penatua dan hamba pelayanan dilantik dengan kuasa kudus?

16 Para penatua dan hamba pelayanan membantu sidang tetap setia dan bersatu. Memang, mereka juga tidak sempurna seperti kita. Jadi, bagaimana caranya mereka dipilih? Mereka harus memenuhi syarat yang ada dalam Alkitab. (1 Timotius 3:1-7, 12; Titus 1:5-9) Yehuwa menggunakan kuasa kudus-Nya untuk membantu para penulis Alkitab menuliskan syarat ini. Para penatua berdoa meminta kuasa kudus Yehuwa sewaktu berdiskusi tentang siapa yang akan dilantik sebagai  penatua atau hamba pelayanan. Jelaslah, sidang-sidang dibimbing Yesus dan Yehuwa. (Kisah 20:28) Pria-pria terlantik yang mendukung dan mengurus kita adalah pemberian dari Allah.​—Efesus 4:8.

17. Apa yang seorang saudari kadang perlu lakukan untuk menghormati wewenang dalam sidang?

17 Kadang, ada sidang yang tidak memiliki cukup penatua atau hamba pelayanan untuk melakukan semua tugas di sidang. Saudara terbaptis lainnya biasanya bisa membantu. Tapi, kalau tidak ada saudara, seorang saudari mungkin perlu melakukan tugas yang biasanya dilakukan oleh saudara terbaptis. Jika itu terjadi, dia akan mengenakan sesuatu untuk menutupi kepalanya, mungkin dengan syal atau topi. (1 Korintus 11:3-10) Dengan cara ini, dia menunjukkan bahwa dia menghormati Yehuwa dalam hal kekepalaan, baik dalam keluarga maupun sidang.​—Lihat Catatan No. 15.

MENGHORMATI PEMERINTAH

18, 19. (a) Apa yang kita pelajari dari Roma 13:1-7? (b) Dengan cara apa saja kita menghormati pemerintah dan orang lain yang mempunyai wewenang?

18 Sekarang, Yehuwa mengizinkan pemerintah untuk memiliki wewenang tertentu. Jadi, kita perlu menghormati mereka. Mereka menyediakan jasa bagi masyarakat dan mengatur negara dan berbagai organisasi supaya semua itu berjalan dengan lancar. Orang Kristen menaati petunjuk yang diberikan dalam Roma 13:1-7. (Baca.) Kita menghormati pemerintah serta mematuhi hukum di negara dan lingkungan tempat tinggal kita. Hukum-hukum ini mungkin memengaruhi keluarga, bisnis, dan harta kita. Contohnya, kita membayar pajak dan mengurus surat-surat yang  diwajibkan pemerintah. Tapi, apa yang akan kita lakukan jika pemerintah meminta kita melakukan sesuatu yang melanggar hukum Allah? Rasul Petrus menulis, ”Kami harus lebih taat kepada Allah sebagai penguasa kami daripada kepada manusia.”​—Kisah 5:28, 29.

19 Jika kita harus berurusan dengan pemerintah, seperti hakim atau polisi, kita perlu selalu menghormati mereka. Anak muda Kristen menghormati guru dan karyawan di sekolah mereka. Di tempat kerja, kita menghormati atasan kita meski karyawan yang lain mungkin tidak melakukannya. Dengan begitu, kita meniru Rasul Paulus yang menghormati pemerintah meski kadang tidak mudah. (Kisah 26:2, 25) Bahkan jika kita diperlakukan kurang baik, kita tetap menunjukkan hormat.​—Baca Roma 12:17, 18; 1 Petrus 3:15.

20, 21. Apa manfaatnya jika kita menghormati orang lain?

20 Di seluruh dunia, semakin sedikit orang yang menunjukkan hormat kepada orang lain. Tapi, umat Yehuwa berbeda. Kita ingin menghormati orang lain. Kita mengikuti petunjuk dari Rasul Petrus yang berkata, ”Hormatilah segala macam orang.” (1 Petrus 2:17) Orang lain bisa tahu jika kita menghormati mereka. Itulah sebabnya Yesus berkata, ”Pancarkan terang kalian dengan berbuat baik, supaya orang-orang bisa melihatnya dan memuliakan Bapak kalian.”​—Matius 5:16.

21 Jika kita saling menghormati dalam keluarga, sidang, maupun segi kehidupan kita yang lain, teladan kita bisa membuat orang lain ingin mengenal Yehuwa. Dan dengan menghormati orang lain, itu berarti kita menghormati dan menyayangi Yehuwa serta membuat Dia bahagia.