TAHUKAH kau bangunan apa ini? Ini adalah sebuah kemah istimewa untuk beribadat kepada Yehuwa. Ini juga disebut tabernakel. Orang-orang Israel selesai membangun kemah ini setahun setelah mereka meninggalkan Mesir. Tahukah kau siapa yang merencanakan pembangunannya?

Ini adalah rencana dari Yehuwa. Sewaktu Musa berada di atas Gunung Sinai, Yehuwa memberitahukan dia bagaimana caranya membangun kemah itu. Ia berkata untuk membuatnya sedemikian rupa supaya mudah dilepas-lepaskan. Dengan cara ini bagian-bagiannya dapat diangkut ke tempat lain, dan di sana dipasang lagi. Jadi sewaktu orang-orang Israel berpindah dari satu tempat ke lain tempat di padang gurun, mereka mengangkut kemah itu bersama mereka.

Jika kau melihat ke dalam ruangan kecil di bagian belakang dari kemah, kau dapat melihat sebuah kotak. Ini disebut peti perjanjian. Ada dua malaikat atau kerub terbuat dari emas, pada kedua ujungnya. Allah menulis lagi Sepuluh Hukum pada dua loh batu, karena Musa telah memecahkan yang pertama. Dan batu ini disimpan dalam peti perjanjian. Juga, sebuah pinggan berisi manna disimpan dalamnya. Kauingatkah apa itu manna?

Harun, saudara dari Musa dipilih Yehuwa untuk menjadi imam besar. Ia memimpin orang-orang dalam beribadat kepada Yehuwa. Dan putra-putranya adalah imam-imam juga.

Sekarang perhatikan ruangan yang lebih besar dari kemah. Besarnya dua kali ruangan yang kecil. Apakah kaulihat kotak kecil itu, dengan asap keluar dari padanya? Ini adalah mezbah di mana imam-imam membakar bahan yang wangi yang disebut kemenyan. Kemudian ada sebuah kaki lampu yang mempunyai tujuh lampu. Benda yang ketiga yang ada di dalam ruangan itu adalah sebuah meja. Di atasnya ditaruh 12 potong roti.

Pada halaman dari tabernakel ada sebuah bejana besar, yang diisi dengan air. Imam-imam memakainya untuk mencuci. Juga terdapat mezbah yang besar. Di sini binatang-binatang mati dibakar sebagai korban bagi Yehuwa. Tabernakel ini terdapat persis di tengah perkemahan, dan orang-orang Israel tinggal di dalam kemah-kemah mereka di sekitarnya.