TAHUKAH engkau siapa orang-orang ini yang sedang berbicara dengan Yakub? Setelah dalam perjalanan berhari-hari lamanya, Yakub bertemu dengan mereka dekat sebuah sumur. Mereka sedang menjaga domba-domba. Yakub bertanya, ’Dari manakah saudara-saudara?’

’Dari Haran,’ kata mereka.

’Apakah kalian mengenal Laban?’ tanya Yakub.

’Ya,’ jawab mereka. ’Lihatlah, itu Rahel anak perempuan Laban, datang dengan kawanan domba ayahnya.’ Dapatkah engkau melihat Rahel di sana, datang dari jauh?

Ketika Yakub melihat Rahel dengan kawanan domba pamannya, iapun datang dan menggulingkan batu dari sumur, agar domba-domba itu dapat minum. Kemudian Yakub mencium Rahel, dan ia memperkenalkan dirinya. Rahel sangat gembira, lalu ia pergi pulang dan menceritakan pengalamannya kepada ayahnya, Laban.

Laban sangat senang karena Yakub dapat tinggal di rumahnya. Dan waktu Yakub meminang Rahel, gembiralah hati Laban. Walaupun demikian, untuk mendapat Rahel, Laban minta agar Yakub bekerja di ladangnya selama tujuh tahun. Karena Yakub sangat mencintai Rahel, ia mau berbuat ini. Tetapi ketika tiba waktunya untuk perkawinan, tahukah engkau apa yang terjadi?

Laban memberikan anaknya yang lebih tua, Lea, untuk Yakub. Bukan Rahel. Ketika Yakub setuju untuk bekerja selama tujuh tahun lagi untuk Laban, maka Laban juga memberikan Rahel menjadi istri Yakub. Pada zaman itu Allah mengizinkan orang-orang beristri lebih dari satu. Tetapi zaman sekarang, seperti dikatakan oleh Alkitab, tiap-tiap orang hanya boleh mempunyai satu istri.