DUA tahun berlalu, dan Yusuf masih tetap berada di dalam penjara. Juru minuman itu tidak mengingat Yusuf. Pada suatu malam Firaun mendapat dua mimpi yang khusus dan ia bertanya-tanya, apa gerangan arti mimpinya itu. Engkau lihatkah ia sedang tidur di sana? Keesokan harinya ia memanggil orang-orang pandainya dan menceritakan kepada mereka apa yang ia telah mimpikan. Tetapi mereka tidak sanggup menjelaskan arti mimpi-mimpi itu.

Akhirnya teringatlah juru minuman kepada Yusuf. Ia berkata kepada Firaun, ’Ketika saya berada di dalam penjara, saya telah bertemu dengan seorang lelaki yang dapat menjelaskan arti dari mimpi.’ Dengan segera Firaun menyuruh memanggil Yusuf dari penjara.

Firaun menceritakan mimpinya kepada Yusuf, ’Saya melihat tujuh ekor sapi yang gemuk dan bagus. Kemudian saya melihat tujuh sapi yang sangat kurus seperti tulang berlapis kulit. Setelah itu, sapi-sapi yang kurus memakan habis sapi-sapi yang gemuk.

’Dalam mimpi saya yang kedua, saya lihat setangkai gandum yang terdiri dari tujuh bulir gandum yang berisi dan masak. Setelah itu saya lihat lagi tujuh bulir yang lain, yang kurus dan kering. Kemudian bulir-bulir gandum yang kurus menelan habis ketujuh bulir gandum yang bagus.’

Yusuf berkata kepada Firaun, ’Kedua mimpi itu mempunyai arti yang sama. Tujuh sapi yang gemuk dan tujuh bulir gandum yang berisi penuh, berarti tujuh tahun; dan ketujuh sapi yang kurus serta ketujuh bulir gandum yang kering berarti tujuh tahun yang lain. Akan ada tujuh tahun lamanya, di mana bahan makanan akan berlimpah-limpah di Mesir. Setelah itu akan datang tujuh tahun yang lain, di mana akan ada sedikit sekali bahan makanan.’

Maka Yusuf berkata lagi kepada Firaun, ’Pilihlah seorang yang bijaksana dan berilah kuasa kepadanya untuk mengumpulkan bahan makanan selama ketujuh tahun yang baik. Maka orang-orang tidak akan menderita kelaparan selama tujuh tahun berikutnya, di mana ada sedikit sekali bahan makanan.’

Firaun senang akan pemikiran itu. Lalu ia memilih Yusuf untuk melakukan pengumpulan bahan makanan dan menyimpannya. Setelah Firaun, Yusuflah orang yang terpenting di Mesir.

Delapan tahun kemudian, selama musim kelaparan, Yusuf melihat beberapa orang datang. Tahukah engkau siapa mereka? Mereka adalah kesepuluh kakak Yusuf. Ayah mereka Yakub telah menyuruh mereka ke Mesir, karena mereka telah kehabisan makanan di tempat tinggal mereka, Kanaan. Yusuf mengenali saudara-saudaranya, tetapi mereka tidak mengenali Yusuf. Tahukah mengapa? Karena Yusuf sudah dewasa dan karena ia mengenakan pakaian yang berbeda.

Yusuf teringat akan mimpinya pada waktu ia masih muda. Di dalam mimpinya ia melihat saudara-saudaranya datang tunduk dan menyembah kepadanya. Apakah kau masih ingat telah membaca hal ini? Maka Yusuf sekarang dapat mengerti, bahwa Allahlah yang telah mengirimnya ke Mesir, untuk maksud yang baik. Apakah yang akan Yusuf lakukan menurut pikiranmu? Marilah kita lihat.