Wahyu 8:1-13

  • Meterai ketujuh dibuka (1-6)

  • Empat trompet pertama ditiup (7-12)

  • Tiga celaka diserukan (13)

8  Ketika Anak Domba itu+ membuka meterai ketujuh,+ surga menjadi sunyi selama kira-kira setengah jam.  Lalu saya melihat ada tujuh malaikat+ berdiri di depan Allah, dan mereka diberi tujuh trompet.  Lalu malaikat lain datang membawa tempat dupa* dari emas dan dia berdiri dekat mezbah.+ Dia diberi banyak sekali dupa,+ supaya dia bisa membakarnya di mezbah emas+ di depan takhta itu ketika doa semua orang suci terdengar.  Doa orang-orang suci dan asap dari dupa yang ada di tangan malaikat itu+ sama-sama naik ke hadapan Allah.  Lalu, malaikat itu segera mengisi tempat dupa tersebut dengan sedikit api dari mezbah dan melemparkannya ke bumi. Terdengarlah bunyi guntur dan suara-suara, juga ada kilat+ dan gempa bumi.  Tujuh malaikat yang memegang tujuh trompet itu+ bersiap-siap untuk meniup trompet mereka.  Malaikat yang pertama meniup trompetnya. Lalu hujan es dan hujan api yang bercampur darah turun dengan deras ke bumi.+ Maka terbakarlah sepertiga dari bumi, sepertiga dari pepohonan, dan semua tumbuhan hijau.+  Malaikat yang kedua meniup trompetnya. Lalu sesuatu yang kelihatan seperti gunung besar yang terbakar dilemparkan ke laut.+ Maka sepertiga dari laut menjadi darah,+  sepertiga dari makhluk-makhluk yang hidup* di laut pun mati,+ dan sepertiga dari kapal-kapal pun hancur. 10  Malaikat yang ketiga meniup trompetnya. Lalu sebuah bintang besar yang bersinar seperti lampu jatuh dari langit. Bintang itu jatuh ke sepertiga dari sungai-sungai dan ke sumber-sumber air.+ 11  Nama bintang itu adalah Tanaman Pahit. Maka sepertiga dari air menjadi pahit. Banyak orang mati karena air yang menjadi pahit itu.+ 12  Malaikat yang keempat meniup trompetnya. Lalu sepertiga dari matahari,+ sepertiga dari bulan, dan sepertiga dari bintang-bintang menjadi gelap.+ Tidak ada terang selama sepertiga dari siang dan sepertiga dari malam. 13  Lalu saya melihat seekor burung elang terbang di langit, dan saya mendengarnya berseru dengan lantang, ”Celaka, celaka, sungguh celaka+ orang-orang yang tinggal di bumi karena bunyi trompet tiga malaikat lainnya! Mereka akan segera meniupnya!”+

Catatan Kaki

Atau ”tempat untuk membakar dupa”.
Atau ”yang mempunyai jiwa”.