Langsung ke konten

Langsung ke menu sekunder

Langsung ke daftar isi

Saksi-Saksi Yehuwa

Indonesia

Alkitab Online | KITAB SUCI TERJEMAHAN DUNIA BARU (EDISI 1999) Lihat edisi revisi 2017

Matius 27:1-66

27  Ketika pagi tiba, semua imam kepala dan para tua-tua bangsa itu mengadakan perundingan menentang Yesus agar dapat menghukum mati dia.+  Dan, setelah mengikat dia, mereka membawanya dan menyerahkannya kepada Gubernur Pilatus.+  Kemudian Yudas, yang mengkhianatinya, melihat dia telah dihukum, merasa menyesal dan mengembalikan tiga puluh+ keping perak itu kepada imam-imam kepala dan para tua-tua,  sambil mengatakan, ”Aku telah berbuat dosa dengan menyerahkan darah orang yang adil-benar.”+ Mereka mengatakan, ”Apa urusannya dengan kami? Itu urusanmu!”+  Maka ia melemparkan keping-keping perak itu ke dalam bait dan keluar, lalu pergi menggantung diri.+  Tetapi imam-imam kepala mengambil keping-keping perak itu dan berkata, ”Menurut hukum tidak diperbolehkan menjatuhkannya ke dalam perbendaharaan suci, karena ini adalah harga darah.”  Setelah berunding, mereka membeli dengan uang itu tanah tukang tembikar untuk mengubur orang-orang yang tidak dikenal.  Itulah sebabnya sampai hari ini tanah itu disebut ”Tanah Darah”.+  Maka genaplah apa yang dikatakan melalui nabi Yeremia, yang mengatakan, ”Dan mereka mengambil ketiga puluh keping perak itu,+ harga yang ditetapkan atas pria itu, yaitu dia yang oleh beberapa dari antara putra-putra Israel telah ditetapkan harganya, 10  dan mereka memberikannya untuk tanah tukang tembikar,+ menurut apa yang Yehuwa telah perintahkan kepadaku.” 11  Yesus sekarang berdiri di hadapan gubernur; dan gubernur mengajukan pertanyaan kepadanya, ”Apakah engkau raja orang Yahudi?”+ Yesus menjawab, ”Engkau sendiri mengatakannya.”+ 12  Tetapi, ketika ia dituduh+ oleh imam-imam kepala dan para tua-tua, ia tidak memberikan jawaban.+ 13  Kemudian Pilatus mengatakan kepadanya, ”Tidakkah engkau mendengar betapa banyak perkara yang mereka berikan sebagai kesaksian menentangmu?”+ 14  Namun ia tidak menjawabnya, tidak, sepatah kata pun tidak, sehingga gubernur sangat heran.+ 15  Pada setiap perayaan, gubernur mempunyai kebiasaan untuk melepaskan seorang tahanan bagi orang banyak, orang yang mereka inginkan.+ 16  Tepat pada waktu itu mereka sedang menahan seorang tahanan yang dikenal mempunyai nama buruk yang bernama Barabas.+ 17  Jadi sewaktu mereka berkumpul, Pilatus mengatakan kepada mereka, ”Yang mana yang kamu ingin aku lepaskan bagimu, Barabas atau Yesus yang disebut Kristus?”+ 18  Sebab ia sadar bahwa mereka telah menyerahkan dia+ karena dengki.+ 19  Lagi pula, sementara ia duduk di kursi penghakiman, istrinya mengutus seseorang kepadanya, untuk mengatakan, ”Jangan melibatkan diri dengan pria yang adil-benar+ itu, sebab dalam mimpi+ hari ini aku sangat menderita oleh karena dia.” 20  Akan tetapi, imam-imam kepala dan para tua-tua membujuk orang banyak itu untuk meminta Barabas dilepaskan,+ tetapi Yesus dibinasakan. 21  Maka sebagai tanggapan gubernur mengatakan kepada mereka, ”Yang mana dari keduanya yang kamu ingin aku lepaskan bagimu?” Mereka mengatakan, ”Barabas.”+ 22  Pilatus mengatakan kepada mereka, ”Kalau begitu, apa yang harus kulakukan dengan Yesus yang disebut Kristus?” Mereka semua mengatakan, ”Biarlah dia dipantek!”+ 23  Ia mengatakan, ”Mengapa, perkara buruk apa yang telah dia lakukan?” Namun mereka terus berteriak lebih keras lagi, ”Biarlah dia dipantek!”+ 24  Setelah melihat bahwa hal itu tidak ada gunanya tetapi, bahkan timbul huru-hara, Pilatus mengambil air+ dan mencuci tangannya di hadapan orang banyak, dengan mengatakan, ”Aku tidak bersalah atas darah orang ini. Kamu sendiri yang harus mengurusnya.” 25  Maka semua orang itu mengatakan sebagai jawaban, ”Darahnya ditanggung oleh kami dan anak-anak kami.”+ 26  Kemudian ia melepaskan Barabas bagi mereka, tetapi ia menyuruh Yesus dicambuk+ dan menyerahkan dia untuk dipantek.+ 27  Kemudian prajurit-prajurit gubernur membawa Yesus ke istana gubernur dan mengumpulkan segenap pasukan tentara ke hadapannya.+ 28  Dan setelah menanggalkan pakaiannya, mereka mengenakan jubah merah marak padanya,+ 29  dan mereka menganyam sebuah mahkota dari tanaman berduri dan menaruhnya di atas kepalanya dan sebuah buluh di tangan kanannya. Dan, sambil berlutut di hadapan dia, mereka mengolok-oloknya,+ dengan mengatakan, ”Salam, hai, Raja orang Yahudi!”+ 30  Dan mereka meludahi+ dia dan mengambil buluh itu dan mulai memukul kepalanya. 31  Akhirnya, setelah mereka mengolok-olok+ dia, mereka menanggalkan jubah itu dan mengenakan pakaian luarnya padanya dan membawa dia untuk dipantek.+ 32  Sewaktu mereka keluar, mereka bertemu dengan seorang penduduk asli Kirene bernama Simon.+ Pria ini mereka paksa untuk mengangkat tiang siksaan Yesus. 33  Dan pada waktu mereka tiba di tempat yang disebut Golgota,+ yang artinya: Tempat Tengkorak, 34  mereka memberi dia anggur yang dicampur dengan empedu+ untuk diminum; namun, setelah mengecapnya, dia menolak untuk minum.+ 35  Setelah memantek+ dia, mereka membagi-bagikan pakaian luarnya+ dengan melempar undi,+ 36  dan sambil duduk, mereka menjaga dia di sana. 37  Juga, mereka memasang di atas kepalanya tuduhan terhadapnya, dengan tulisan: ”Inilah Yesus, Raja orang Yahudi”.+ 38  Kemudian dua orang perampok dipantek bersamanya, satu di kanannya dan satu di kirinya.+ 39  Maka orang-orang yang lewat mulai mencaci dia,+ dan sambil menggeleng-gelengkan+ kepala, 40  mereka mengatakan, ”Hai, engkau yang mau merobohkan bait+ dan membangunnya dalam tiga hari, selamatkanlah dirimu sendiri! Jika engkau putra Allah, turunlah dari tiang siksaan itu!”+ 41  Demikian pula imam-imam kepala bersama penulis-penulis dan para tua-tua mulai mengolok-olok dia, dan mengatakan,+ 42  ”Orang lain dia selamatkan; dirinya sendiri tidak dapat dia selamatkan! Dia Raja+ Israel; biarlah dia sekarang turun dari tiang siksaan dan kita akan percaya kepadanya.+ 43  Dia menaruh kepercayaannya kepada Allah; biarlah Ia sekarang menyelamatkan+ dia jika Ia menginginkan dia, karena dia mengatakan, ’Aku Putra Allah.’”+ 44  Bahkan perampok-perampok yang dipantek bersama dengan dia juga mulai mencelanya.+ 45  Sejak jam keenam kegelapan meliputi+ seluruh negeri, sampai jam kesembilan.+ 46  Kira-kira jam kesembilan, Yesus berseru dengan suara keras, ”Eli, Eli, lama sabakhtani?” yaitu: ”Allahku, Allahku, mengapa engkau meninggalkan aku?”+ 47  Pada waktu mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di sana mengatakan, ”Pria ini memanggil Elia.”+ 48  Dan segera salah seorang dari mereka berlari mengambil bunga karang serta merendamnya dengan anggur asam,+ lalu menaruhnya pada sebatang buluh dan memberi dia minum.+ 49  Tetapi yang lain-lain mengatakan, ”Biarkan saja! Mari kita lihat apakah Elia datang menyelamatkan dia.”+ [[Seorang pria lain mengambil tombak dan menusuk pinggangnya, lalu keluarlah darah dan air.]]+ 50  Yesus berseru lagi dengan suara keras, dan menyerahkan rohnya.+ 51  Dan, lihat! tirai+ tempat suci sobek menjadi dua, dari atas sampai ke bawah,+ dan bumi berguncang, dan bukit-bukit batu terbelah.+ 52  Dan makam-makam peringatan terbuka dan banyak mayat orang kudus yang telah tidur terangkat ke luar, 53  (dan orang-orang, yang keluar dari antara makam-makam peringatan setelah dia dibangkitkan, masuk ke dalam kota kudus,)+ dan mayat-mayat itu terlihat oleh banyak orang. 54  Tetapi perwira itu dan orang-orang yang bersama dia menjaga Yesus, ketika mereka melihat gempa bumi dan perkara-perkara yang terjadi, menjadi sangat takut, dan mengatakan, ”Pastilah ini Putra Allah.”+ 55  Lagi pula, di sana ada banyak wanita yang memandang dari jauh,+ yang telah menyertai Yesus dari Galilea untuk melayani dia;+ 56  di antaranya adalah Maria Magdalena, juga Maria, ibu Yakobus dan Yoses, serta ibu putra-putra Zebedeus.+ 57  Lalu menjelang malam, datanglah seorang kaya dari Arimatea, bernama Yusuf, yang juga telah menjadi murid Yesus.+ 58  Pria ini menemui Pilatus dan meminta mayat Yesus.+ Kemudian Pilatus memerintahkannya agar diserahkan.+ 59  Dan Yusuf mengambil mayat itu, membungkusnya dalam linen halus yang bersih,+ 60  dan meletakkannya dalam makam peringatannya yang baru,+ yang telah ia gali di dalam bukit batu. Dan, setelah menggulingkan sebuah batu yang besar pada pintu makam peringatan itu, ia pergi.+ 61  Tetapi Maria Magdalena dan Maria yang lainnya tetap di sana, duduk di hadapan kuburan itu.+ 62  Hari berikutnya, yaitu setelah hari Persiapan,+ imam-imam kepala dan orang-orang Farisi berkumpul di hadapan Pilatus, 63  dan mengatakan, ”Pak, kami ingat bahwa penipu itu ketika masih hidup mengatakan, ’Setelah tiga hari+ aku akan dibangkitkan.’ 64  Karena itu perintahkanlah agar kuburan itu dijaga dengan ketat hingga hari ketiga, supaya murid-muridnya jangan sekali-kali datang dan mencuri+ dia dan mengatakan kepada orang-orang, ’Dia telah dibangkitkan dari antara orang mati!’ dan tipuan yang terakhir ini akan lebih buruk daripada yang pertama.” 65  Pilatus mengatakan kepada mereka, ”Kamu mempunyai penjaga.+ Pergilah, jagalah kuburan itu seketat mungkin seperti yang kamu tahu.” 66  Maka mereka pergi dan menjaga ketat kuburan itu dengan memeteraikan batunya+ dan menempatkan penjaga.

Catatan Kaki