Langsung ke konten

Langsung ke menu sekunder

Langsung ke daftar isi

Saksi-Saksi Yehuwa

Indonesia

Alkitab Online | KITAB SUCI TERJEMAHAN DUNIA BARU (EDISI 1999) Lihat edisi revisi 2017

Markus 4:1-41

4  Dan ia mulai lagi mengajar di tepi laut.+ Sekumpulan orang yang sangat besar jumlahnya berkumpul di dekatnya, sehingga ia naik ke sebuah perahu dan duduk di situ, di laut, sedangkan segenap kumpulan orang itu berada di tepi laut, di pantai.+  Maka ia mengajarkan banyak perkara dengan perumpamaan+ kepada mereka dan mengatakan kepada mereka dalam pengajarannya,+  ”Dengarkan. Lihat! Penabur keluar untuk menabur.+  Seraya dia menabur, sebagian benih jatuh di tepi jalan, dan burung-burung datang dan memakannya sampai habis.+  Benih lain jatuh di tempat berbatu-batu yang, tentu saja, tidak banyak tanahnya, dan benih itu segera tumbuh sebab tanahnya tidak dalam.+  Tetapi sewaktu matahari naik, ia hangus, dan karena tidak berakar ia pun layu.+  Dan benih lain jatuh di antara tanaman berduri, dan tanaman berduri itu tumbuh dan mencekiknya, sehingga ia tidak menghasilkan buah.+  Tetapi yang lain jatuh di tanah yang baik,+ lalu tumbuh serta berkembang, benih-benih itu mulai menghasilkan buah, dan hasilnya tiga puluh, enam puluh, dan seratus kali lipat.”+  Maka ia menambahkan perkataan, ”Hendaklah dia yang mempunyai telinga untuk mendengarkan, mendengarkan.”+ 10  Lalu pada waktu ia sendirian, orang-orang di sekelilingnya yang bersama-sama dengan kedua belas muridnya bertanya kepadanya tentang perumpamaan itu.+ 11  Ia selanjutnya mengatakan kepada mereka, ”Kepada kamu rahasia suci+ kerajaan Allah telah diberikan, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu dinyatakan dengan perumpamaan,+ 12  agar, meskipun memandang, mereka memandang tetapi tidak melihat, dan meskipun mendengar, mereka mendengar tetapi tidak mengerti maknanya, juga agar mereka jangan berbalik dan mendapat pengampunan.”+ 13  Selanjutnya, ia mengatakan kepada mereka, ”Kamu tidak tahu perumpamaan ini, maka bagaimana kamu dapat mengerti semua perumpamaan yang lain? 14  ”Penabur menabur firman.+ 15  Jadi, mereka ini adalah yang ada di pinggir jalan, tempat firman ditabur; tetapi segera setelah mereka mendengarnya, Setan datang+ dan mengambil firman yang ditabur di dalam diri mereka.+ 16  Demikian pula, inilah yang ditabur di tempat berbatu-batu: segera setelah mereka mendengar firman, mereka menerimanya dengan sukacita.+ 17  Dan mereka tidak berakar dalam diri mereka, tetapi mereka bertahan untuk suatu waktu; kemudian segera setelah kesengsaraan atau penganiayaan muncul oleh karena firman itu, mereka tersandung.+ 18  Masih ada yang lain yang ditabur di antara tanaman berduri; ini adalah orang-orang yang telah mendengar firman itu,+ 19  tetapi kekhawatiran+ sistem ini dan tipu daya kekayaan+ dan hasrat+ akan hal-hal yang lain menyusup masuk dan mencekik firman itu, sehingga ia tidak berbuah.+ 20  Akhirnya, yang ditabur di tanah yang baik adalah orang-orang yang mendengarkan firman itu dan menerimanya dengan baik dan berbuah tiga puluh dan enam puluh dan seratus kali lipat.”+ 21  Selanjutnya ia mengatakan kepada mereka, ”Pelita dibawa bukan untuk diletakkan di bawah keranjang takaran atau di bawah tempat tidur, bukan? Pelita dibawa untuk diletakkan di atas kaki pelita, bukan?+ 22  Karena tidak ada sesuatu yang tersembunyi, kecuali dengan tujuan akan disingkapkan; tidak ada sesuatu pun yang terselubung dengan cermat kecuali dengan tujuan akan dibukakan.+ 23  Barang siapa mempunyai telinga untuk mendengarkan, hendaklah dia mendengarkan.”+ 24  Ia selanjutnya mengatakan kepada mereka, ”Perhatikanlah apa yang kamu dengar.+ Dengan takaran yang kamu gunakan untuk menakar, kamu akan ditakar,+ ya, lebih banyak lagi akan ditambahkan kepadamu.+ 25  Karena barang siapa memiliki, ia akan diberi lebih banyak; tetapi barang siapa tidak memiliki, bahkan apa yang ia miliki akan diambil darinya.”+ 26  Maka ia selanjutnya mengatakan, ”Demikianlah kerajaan Allah seperti seorang pria yang menabur benih di tanah,+ 27  dan dia tidur pada malam hari dan bangun pada siang hari, dan benih itu bertunas serta menjadi tinggi, bagaimana terjadinya dia tidak tahu.+ 28  Tanah itu sendirilah yang menghasilkan buah secara bertahap, pertama-tama tunas, kemudian bulir, akhirnya bulir yang penuh dengan biji-bijian. 29  Tetapi segera setelah buahnya masak, dia mengayunkan sabit, karena waktu untuk memanen telah tiba.” 30  Dan ia selanjutnya mengatakan, ”Dengan apa kita akan menyamakan kerajaan Allah, atau dengan perumpamaan apa kita akan memaparkannya?+ 31  Seperti biji moster, yang pada waktu ditabur di tanah merupakan yang paling kecil dari segala benih yang ada di bumi+ 32  tetapi setelah ia ditabur, ia tumbuh dan menjadi lebih besar daripada semua sayuran lain serta menghasilkan cabang-cabang yang besar,+ sehingga burung-burung di langit+ dapat menemukan tempat berdiam di bawah naungannya.”+ 33  Maka dengan banyak perumpamaan+ semacam itu ia membicarakan firman kepada mereka, sejauh mereka sanggup mendengarkan. 34  Sesungguhnya, tanpa perumpamaan ia tidak akan berbicara kepada mereka, tetapi kepada murid-muridnya ia menjelaskan segala sesuatu secara pribadi.+ 35  Pada hari itu, setelah malam tiba, ia mengatakan kepada mereka, ”Marilah kita pergi ke pantai seberang.”+ 36  Maka, setelah mereka membubarkan kumpulan orang itu, mereka membawa dia dengan perahu itu, dan ia sudah berada di situ, dan ada perahu-perahu lain yang menyertai dia.+ 37  Kemudian suatu badai yang sangat hebat timbul, dan gelombang-gelombang terus menerpa ke dalam perahu, sehingga perahu hampir penuh dengan air.+ 38  Tetapi ia berada di buritan, sedang tidur di atas bantal. Maka mereka membangunkan dia dan mengatakan kepadanya, ”Guru, tidakkah engkau peduli bahwa kita hampir binasa?”+ 39  Ia pun bangun dan menghardik angin itu serta mengatakan kepada laut, ”Diam! Tenanglah!”+ Lalu angin pun reda, dan keadaan menjadi tenang sekali.+ 40  Maka ia mengatakan kepada mereka, ”Mengapa kamu kecut hati? Apakah kamu masih belum memiliki iman?” 41  Tetapi mereka merasakan ketakutan yang luar biasa, dan berkata satu sama lain, ”Siapakah sebenarnya orang ini, karena bahkan angin dan laut taat kepadanya?”+

Catatan Kaki