Langsung ke konten

Langsung ke menu sekunder

Langsung ke daftar isi

Saksi-Saksi Yehuwa

Indonesia

Alkitab Online | KITAB SUCI TERJEMAHAN DUNIA BARU (EDISI 1999) Lihat edisi revisi 2017

Kisah 27:1-44

27  Setelah diputuskan bahwa kami akan berlayar ke Italia,+ mereka pun menyerahkan Paulus dan beberapa tahanan lain kepada seorang perwira bernama Yulius, dari pasukan Agustus.  Kami naik ke sebuah kapal dari Adramitium yang akan segera berlayar ke tempat-tempat di sepanjang pesisir distrik Asia, lalu kami berangkat berlayar; Aristarkhus,+ orang Makedonia dari Tesalonika, ikut bersama kami.  Pada hari berikutnya, kami mendarat di Sidon, dan Yulius memperlakukan Paulus dengan kebaikan manusiawi+ dan mengizinkan dia untuk pergi menemui sahabat-sahabatnya dan menikmati pemeliharaan mereka.+  Setelah bertolak dari sana, kami berlayar di balik perlindungan Siprus, karena angin berlawanan;  dan kami berlayar mengarungi laut lepas di sepanjang Kilikia dan Pamfilia lalu berlabuh di Mira di Likia.  Tetapi di sana perwira itu menemukan sebuah kapal dari Aleksandria+ yang akan berlayar menuju Italia, dan ia menyuruh kami naik ke kapal itu.  Selama berhari-hari, kami berlayar dengan perlahan-lahan dan tiba di Knidus dengan susah payah, karena angin menghalangi kami maju. Lalu kami berlayar di balik perlindungan Kreta di Salmone,  dan setelah menyusurinya dengan susah payah, kami tiba di suatu tempat yang disebut Pelabuhan Indah, dekat kota Lasea.  Mengingat sudah banyak waktu berlalu dan saat itu berbahaya untuk berlayar sebab bahkan waktu puasa [hari pendamaian]+ telah lewat, Paulus pun memberi saran, 10  dengan mengatakan kepada mereka, ”Hai, kamu sekalian, aku menyadari bahwa pelayaran akan disertai kerusakan dan kerugian besar, bukan saja atas muatan dan kapalnya, tetapi juga atas jiwa kita.”+ 11  Akan tetapi, perwira itu lebih mengindahkan juru mudi dan pemilik kapal daripada apa yang dikatakan Paulus. 12  Karena tidak menyenangkan untuk melewatkan musim dingin di pelabuhan itu, mayoritas orang menyarankan untuk berlayar dari sana, untuk melihat apakah mereka dapat mencapai Feniks guna melewatkan musim dingin di situ, yaitu sebuah pelabuhan di Kreta yang terbuka ke arah timur laut dan ke arah tenggara. 13  Lagi pula, angin selatan bertiup dengan lembut, sehingga mereka berpikir bahwa tujuan mereka pasti akan tercapai, lalu mereka mengangkat jangkar dan menyusuri pantai Kreta. 14  Akan tetapi, tidak lama kemudian, turunlah angin badai yang hebat,+ yang disebut Euroakuilo, melanda kapal itu. 15  Kapal itu diseret dengan kuat dan kepalanya tidak dapat bertahan melawan angin, karena itu kami menyerah dan dibawa hanyut. 16  Sekarang kami melaju di balik perlindungan sebuah pulau kecil yang disebut Kauda, namun kami hampir tidak dapat menguasai sekoci+ di buritan. 17  Setelah menaikkannya ke kapal, mereka mulai menggunakan alat-alat penolong untuk mengikat bagian bawah kapal; dan karena takut terdampar di Sirtis, mereka menurunkan tali temali layar dan dengan demikian dihanyutkan. 18  Namun karena kami telah diombang-ambingkan dengan kuat oleh badai yang hebat, keesokan harinya mereka mulai meringankan+ kapal; 19  dan pada hari ketiga, dengan tangan mereka sendiri, mereka membuang takal kapal. 20  Selama beberapa hari, matahari ataupun bintang-bintang tidak kelihatan, dan badai yang tidak kecil+ terus melanda kami, maka akhirnya putuslah segala harapan kami untuk diselamatkan. 21  Dan karena sudah lama mereka tidak makan, bangkitlah Paulus berdiri di tengah-tengah mereka+ dan berkata, ”Hai, kamu sekalian, seharusnya kamu menuruti saranku dan tidak berlayar dari Kreta serta menanggung kerusakan dan kerugian ini.+ 22  Namun, sekarang aku menyarankan agar kamu berbesar hati, sebab tidak seorang pun dari antara kamu akan kehilangan jiwa, selain dari kapal ini. 23  Karena tadi malam, berdiri di dekatku seorang malaikat+ dari Allah yang memiliki aku dan yang kepadanya aku memberikan dinas suci,+ 24  mengatakan, ’Jangan takut, Paulus. Engkau harus berdiri di hadapan Kaisar,+ dan, lihat! Allah telah mengaruniakan kepadamu semua orang yang berlayar bersamamu.’ 25  Karena itu, berbesarhatilah, pria-pria; sebab aku mempercayai Allah+ bahwa segalanya akan terjadi tepat seperti yang telah dikatakan kepadaku. 26  Akan tetapi, kita harus terdampar di sebuah pulau.”+ 27  Malam keempat belas tiba dan kami masih terombang-ambing di Laut Adria. Lalu pada tengah malam, awak kapal menduga bahwa mereka sedang mendekati suatu daratan. 28  Kemudian mereka mengukur kedalaman air dan mendapatinya dua puluh depa; maka mereka maju sedikit dan melakukan pengukuran lagi dan mendapatinya lima belas depa. 29  Dan karena takut bahwa kami akan kandas di tempat yang berbatu karang, mereka membuang empat jangkar dari buritan dan berharap hari menjadi siang. 30  Tetapi awak kapal berupaya melarikan diri dari kapal dan menurunkan sekoci ke laut dengan berpura-pura hendak menurunkan jangkar-jangkar dari haluan. 31  Karena itu Paulus mengatakan kepada perwira dan prajurit-prajurit itu, ”Jika orang-orang ini tidak tetap tinggal di dalam kapal, kamu tidak dapat selamat.”+ 32  Lalu prajurit-prajurit itu memotong tali-tali sekoci+ tersebut dan membiarkannya jatuh. 33  Ketika hari menjelang siang, Paulus menganjurkan semua orang untuk makan, dengan mengatakan, ”Hari ini adalah hari keempat belas kamu berjaga-jaga tanpa makan, tidak mengambil makanan sedikit pun bagi dirimu. 34  Karena itu aku menganjurkan kamu untuk makan, sebab hal ini adalah demi keselamatanmu; karena tidak satu helai pun dari rambut+ kepala setiap orang di antara kamu akan binasa.” 35  Setelah ia mengatakan hal ini, ia juga mengambil roti, mengucapkan syukur+ kepada Allah di hadapan mereka semua lalu memecah-mecahkannya dan mulai makan. 36  Maka mereka semua berbesar hati dan mereka pun mulai makan juga. 37  Seluruhnya, kami semua di kapal itu berjumlah dua ratus tujuh puluh enam jiwa. 38  Setelah makan kenyang, mereka meringankan+ kapal dengan membuang gandum ke laut. 39  Akhirnya ketika hari sudah siang, mereka tidak dapat mengenali daratan itu tetapi mereka melihat sebuah teluk yang berpantai, dan mereka bertekad untuk sedapat mungkin mendaratkan+ kapal itu ke sana. 40  Maka, mereka menjatuhkan jangkar-jangkar ke laut dengan memotong talinya. Pada waktu yang sama, mereka melonggarkan ikatan kemudi-kemudi sepak dan, setelah menaikkan layar depan ke arah angin, mereka menuju pantai. 41  Ketika mereka kandas pada beting yang kedua sisinya diterpa laut, mereka mendamparkan kapal dan haluannya tersangkut dan tidak dapat digerakkan lagi, tetapi buritannya pecah hingga hancur berkeping-keping.+ 42  Pada saat itu, para prajurit bertekad untuk membunuh tahanan-tahanan itu, agar tidak seorang pun berenang dan melarikan diri. 43  Tetapi perwira itu ingin menyelamatkan Paulus dan menahan mereka dari maksud tersebut. Lalu ia memerintahkan orang-orang yang bisa berenang untuk terjun ke laut dan mencapai darat lebih dahulu, 44  dan sisanya untuk melakukan yang sama, ada yang berpegang pada papan dan ada yang berpegang pada barang-barang dari kapal itu. Demikianlah mereka semua sampai di darat dengan selamat.+

Catatan Kaki