Langsung ke konten

Langsung ke menu sekunder

Langsung ke daftar isi

Saksi-Saksi Yehuwa

Indonesia

Alkitab Online | KITAB SUCI TERJEMAHAN DUNIA BARU (EDISI 1999) Lihat edisi revisi 2017

Bilangan 22:1-41

22  Kemudian putra-putra Israel berangkat dan berkemah di padang gurun Moab+ di seberang Sungai Yordan dekat Yerikho.  Balak+ putra Zipor melihat segala sesuatu yang telah dilakukan orang Israel kepada orang Amori.  Maka orang Moab menjadi sangat takut kepada bangsa itu, karena mereka banyak; dan orang Moab merasa gentar sampai mual terhadap putra-putra Israel.+  Lalu orang Moab mengatakan kepada para tua-tua Midian,+ ”Jemaat ini akan melahap semua daerah di sekitar kita seperti lembu melahap tumbuh-tumbuhan hijau di ladang.” Balak+ putra Zipor adalah raja Moab pada waktu itu.  Ia kemudian mengirim utusan untuk memanggil Bileam+ putra Beor di Petor,+ yang terletak dekat Sungai+ di negeri putra-putra bangsanya, dan mengatakan, ”Lihat! Suatu bangsa telah keluar dari Mesir. Ketahuilah! Mereka telah menutupi bumi sejauh mata memandang,+ dan mereka tinggal tepat di depanku.  Maka datanglah; kutuklah+ bangsa ini bagiku, karena mereka lebih perkasa daripadaku. Mungkin aku dapat memukul mereka dan aku dapat mengusir mereka dari negeri ini; karena aku tahu benar bahwa orang yang kauberkati akan mendapat berkat dan orang yang kaukutuk akan kena kutuk.”+  Maka para tua-tua Moab dan para tua-tua Midian mengadakan perjalanan dan di tangan mereka, mereka membawa upah untuk menenung+ dan pergi kepada Bileam+ dan menyampaikan perkataan Balak kepadanya.  Setelah itu dia mengatakan kepada mereka, ”Menginaplah di sini malam ini, aku pasti akan memberikan jawaban kepadamu sesuai dengan apa yang Yehuwa katakan kepadaku.”+ Maka para pembesar Moab itu tinggal bersama Bileam.  Kemudian Allah datang kepada Bileam dan berfirman,+ ”Siapakah orang-orang yang bersamamu itu?” 10  Maka Bileam mengatakan kepada Allah yang benar, ”Balak+ putra Zipor, raja Moab, telah mengutus orang kepadaku, untuk mengatakan, 11  ’Lihat! Bangsa yang keluar dari Mesir itu, mereka menutupi bumi sejauh mata memandang.+ Datanglah, sumpahilah mereka bagiku.+ Mungkin aku dapat berperang melawan mereka dan mengusir mereka.’” 12  Tetapi Allah berfirman kepada Bileam, ”Jangan pergi bersama mereka. Jangan mengutuk bangsa itu,+ karena mereka diberkati.”+ 13  Pada pagi hari Bileam bangun dan mengatakan kepada para pembesar Balak, ”Pulanglah ke negerimu, karena Yehuwa tidak mengizinkan aku pergi bersamamu.” 14  Maka para pembesar Moab berangkat dan sampai kepada Balak, lalu mengatakan, ”Bileam tidak mau ikut bersama kami.”+ 15  Akan tetapi, Balak mengutus lagi para pembesar lain yang lebih terhormat dan dalam jumlah yang lebih besar daripada yang sebelumnya. 16  Kemudian mereka sampai kepada Bileam dan mengatakan kepadanya, ”Inilah yang dikatakan Balak putra Zipor, ’Janganlah menahan diri untuk datang kepadaku. 17  Karena aku pasti akan memberikan kehormatan besar kepadamu,+ dan semua yang kaukatakan kepadaku akan kulakukan.+ Jadi, datanglah. Sumpahilah bangsa itu untukku.’” 18  Tetapi jawab Bileam kepada hamba-hamba Balak, ”Sekalipun Balak memberi aku rumahnya yang penuh dengan perak dan emas, aku tidak dapat melampaui perintah Yehuwa, Allahku, dengan melakukan hal yang kecil atau besar.+ 19  Kamu sekalian, tinggallah juga di sini malam ini agar aku mengetahui apa yang akan Yehuwa katakan selanjutnya kepadaku.”+ 20  Kemudian Allah datang kepada Bileam pada malam hari dan berfirman kepadanya, ”Jika orang-orang ini memang datang untuk memanggilmu, bangunlah, pergilah bersama mereka. Tetapi hanya firman yang akan kusampaikan kepadamu yang boleh kaukatakan.”+ 21  Setelah itu Bileam bangun pada pagi hari, memasang pelana pada keledai betinanya dan pergi bersama para pembesar Moab.+ 22  Maka kemarahan Allah berkobar karena dia pergi; lalu malaikat Yehuwa berdiri di jalan untuk melawan dia.+ Dia menunggang keledai betinanya, dan dua pelayannya menyertai dia. 23  Ketika keledai itu melihat malaikat Yehuwa berdiri di jalan dengan pedang terhunus di tangannya,+ keledai itu mencoba menyimpang dari jalan, untuk masuk ke ladang, tetapi Bileam memukul keledai itu untuk membelokkannya kembali ke jalan. 24  Tetapi malaikat Yehuwa terus berdiri di jalan yang sempit di antara kebun-kebun anggur dengan tembok batu di sebelah sini dan tembok batu di sebelah sana. 25  Keledai itu terus melihat malaikat Yehuwa dan mengimpitkan dirinya ke tembok sehingga mengimpit kaki Bileam ke tembok; dan dia memukulinya lagi. 26  Malaikat Yehuwa lewat lagi dan berdiri di tempat yang sempit, tanpa ada jalan untuk menyimpang ke kanan atau ke kiri. 27  Ketika keledai itu melihat malaikat Yehuwa, ia bertiarap sementara Bileam masih ada di atasnya, sehingga berkobarlah kemarahan Bileam,+ lalu terus memukuli keledai itu dengan tongkatnya. 28  Akhirnya Yehuwa membuka mulut keledai itu+ dan dia mengatakan kepada Bileam, ”Apa yang telah kulakukan kepadamu sehingga engkau memukuli aku tiga kali?”+ 29  Bileam mengatakan kepada keledai itu, ”Karena engkau telah berlaku kejam terhadapku. Seandainya ada pedang di tanganku, pasti aku telah membunuhmu!”+ 30  Kemudian keledai betina itu mengatakan kepada Bileam, ”Bukankah aku keledaimu yang telah kautunggangi sepanjang hidupmu sampai hari ini? Pernahkah aku memperlakukan engkau seperti ini?”+ Yang dijawabnya, ”Tidak!” 31  Lalu Yehuwa membuka mata Bileam,+ sehingga dia melihat malaikat Yehuwa berdiri di jalan dengan pedang terhunus di tangannya. Segera dia berlutut dan sujud dengan muka ke tanah. 32  Kemudian malaikat Yehuwa mengatakan kepadanya, ”Mengapa engkau memukuli keledaimu tiga kali? Lihat! Aku—aku keluar untuk memberikan perlawanan, karena jalanmu sangat bertentangan dengan kehendakku.+ 33  Keledai itu melihat aku dan mencoba menyimpang dari hadapanku tiga kali.+ Seandainya ia tidak menyimpang dari hadapanku! Maka pada saat ini engkau telah kubunuh,+ tetapi ia akan kubiarkan hidup.” 34  Mendengar ini Bileam mengatakan kepada malaikat Yehuwa, ”Aku telah berdosa,+ karena aku tidak tahu bahwa engkaulah yang berdiri di jalan untuk menemui aku. Sekarang, jika hal itu buruk di matamu, biarlah aku pulang.” 35  Tetapi malaikat Yehuwa mengatakan kepada Bileam, ”Pergilah bersama orang-orang itu;+ tetapi hanya firman yang akan kusampaikan kepadamu yang boleh kausampaikan.”+ Maka Bileam melanjutkan perjalanan bersama para pembesar Balak. 36  Ketika Balak mendengar bahwa Bileam telah datang, ia segera keluar untuk menyongsongnya di Kota Moab, yang terletak di tepi Wadi Arnon, di ujung wilayah itu.+ 37  Kemudian Balak mengatakan kepada Bileam, ”Bukankah sebenarnya aku telah mengutus orang kepadamu untuk memanggilmu? Mengapa engkau tidak datang kepadaku? Apakah aku memang tidak sanggup menghormatimu?”+ 38  Maka Bileam mengatakan kepada Balak, ”Lihat, aku telah datang kepadamu sekarang. Apakah aku akan sanggup mengatakan sesuatu?+ Perkataan yang akan ditaruh Allah pada mulutku, itulah yang akan aku katakan.”+ 39  Kemudian Bileam pergi bersama Balak dan mereka tiba di Kiriat-huzot. 40  Lalu Balak mempersembahkan korban ternak dan domba+ dan mengirimkan sebagian kepada Bileam dan para pembesar yang bersamanya. 41  Pada pagi hari Balak menjemput Bileam dan membawanya ke Bamot-baal,+ agar dia melihat seluruh bangsa itu dari sana.+

Catatan Kaki