Langsung ke konten

Langsung ke menu sekunder

Langsung ke daftar isi

Saksi-Saksi Yehuwa

Indonesia

Alkitab Online | KITAB SUCI TERJEMAHAN DUNIA BARU (EDISI 1999) Lihat edisi revisi 2017

Bilangan 12:1-16

12  Miriam dan Harun mulai berbicara menentang Musa karena orang Kus yang diambilnya menjadi istri, oleh karena ia telah memperistri orang Kus.+  Mereka terus mengatakan, ”Apakah melalui Musa saja Yehuwa berbicara? Bukankah melalui kita juga ia berbicara?”+ Yehuwa mendengarkan.+  Musa adalah pria yang paling lembut,+ jauh melebihi semua orang yang ada di permukaan bumi.  Kemudian tiba-tiba Yehuwa berfirman kepada Musa dan Harun dan Miriam, ”Keluarlah, kamu bertiga, ke kemah pertemuan.” Maka keluarlah mereka bertiga.  Setelah itu Yehuwa turun dalam tiang awan+ dan berdiri di pintu masuk kemah serta memanggil Harun dan Miriam. Mendengar itu majulah mereka berdua.  Selanjutnya ia berfirman, ”Dengarlah kiranya perkataanku. Jika ada nabi di antaramu bagi Yehuwa, aku akan menyatakan diriku kepadanya dalam penglihatan.+ Dalam mimpi+ aku akan berbicara kepadanya.  Tidak demikian dengan hambaku, Musa!+ Seluruh rumahku telah dipercayakan kepadanya.+  Mulut dengan mulut aku berbicara kepadanya,+ dengan jelas, dan bukan dengan teka-teki;+ dan rupa Yehuwa-lah yang ia lihat.+ Maka mengapa kamu tidak takut berbicara menentang hambaku, Musa?”+  Lalu kemarahan Yehuwa berkobar terhadap mereka, dan ia pergi. 10  Awan pun berpindah dari atas kemah, dan lihat! Miriam terkena kusta, putih seperti salju.+ Kemudian Harun berpaling kepadanya, dan lihat! Miriam terkena kusta.+ 11  Segera Harun mengatakan kepada Musa, ”Maafkan aku, tuanku! Janganlah kiranya menganggap kami berdosa karena tindakan bodoh yang telah kami lakukan!+ 12  Janganlah kiranya membiarkan dia terus seperti orang mati,+ yang separuh dagingnya sudah termakan habis pada waktu keluar dari rahim ibunya!” 13  Musa berseru kepada Yehuwa, ”Oh, Allah! Sembuhkanlah kiranya dia!”+ 14  Kemudian Yehuwa berfirman kepada Musa, ”Seandainya bapaknya meludahi+ mukanya secara langsung, apakah dia tidak akan mendapat malu selama tujuh hari? Biarlah dia dikarantina+ selama tujuh hari di luar perkemahan,+ dan setelah itu baru dia diterima kembali.”+ 15  Maka Miriam dikarantina di luar perkemahan selama tujuh hari,+ dan bangsa itu tidak berangkat sampai Miriam diterima kembali. 16  Setelah itu bangsa tersebut berangkat dari Hazerot+ dan berkemah di padang belantara Paran.+

Catatan Kaki