Langsung ke konten

Langsung ke menu sekunder

Langsung ke daftar isi

Saksi-Saksi Yehuwa

Indonesia

Alkitab Online | KITAB SUCI TERJEMAHAN DUNIA BARU (EDISI 1999) Lihat edisi revisi 2017

Amsal 26:1-28

26  Seperti salju di musim panas dan seperti hujan di waktu panen,+ demikianlah kemuliaan tidak layak bagi orang bebal.+  Sama seperti burung mempunyai alasan untuk lari dan sama seperti burung layang-layang untuk terbang, demikianlah laknat tidak datang tanpa alasan yang nyata.+  Cambuk adalah untuk kuda,+ kekang+ adalah untuk keledai, dan tongkat adalah untuk punggung orang bebal.+  Jangan menjawab orang bebal menurut kebodohannya, agar engkau sendiri juga tidak menjadi sama dengan dia.+  Jawablah orang yang bebal menurut kebodohannya, agar ia tidak menjadi orang yang berhikmat di matanya sendiri.+  Seperti orang yang memotong kakinya, seperti orang yang meminum kekerasan, begitulah ia yang menyodorkan persoalan ke tangan orang yang bebal.+  Apakah kaki orang timpang telah mengambil air ke atas? Maka ada peribahasa dalam mulut orang-orang bebal.+  Seperti orang yang mengurung sebuah batu dalam tumpukan batu, demikianlah orang yang memberikan kemuliaan kepada orang bebal.+  Bagaikan lalang berduri di tangan pemabuk, demikianlah peribahasa dalam mulut orang-orang bebal.+ 10  Bagaikan pemanah yang menusuk segala sesuatu, begitulah dia yang mengupah orang yang bebal+ atau dia yang mengupah orang yang lewat. 11  Sama seperti anjing kembali ke muntahannya, orang bebal mengulangi kebodohannya.+ 12  Pernahkah engkau melihat orang yang berhikmat di matanya sendiri?+ Ada lebih banyak harapan bagi orang bebal+ daripada bagi dia. 13  Si pemalas berkata, ”Ada singa muda di jalan, ada singa di tengah-tengah lapangan.”+ 14  Pintu terus berputar pada porosnya, dan si pemalas pada pembaringannya.+ 15  Si pemalas menyembunyikan tangannya di dalam mangkuk pesta; ia terlalu letih untuk mengembalikannya ke mulutnya.+ 16  Si pemalas lebih berhikmat di matanya sendiri+ daripada tujuh orang yang memberikan jawaban menurut akal sehat. 17  Bagaikan orang yang mencengkeram telinga seekor anjing, begitulah orang yang lewat yang menjadi murka terhadap perselisihan orang lain.+ 18  Sama seperti orang gila yang melepaskan senjata-senjata lempar berapi,+ anak-anak panah dan kematian, 19  demikianlah orang yang mengakali sesamanya dan mengatakan, ”Bukankah aku hanya bermain-main?”+ 20  Apabila tidak ada kayu padamlah api, dan apabila tidak ada pemfitnah redalah pertengkaran.+ 21  Bagaikan arang untuk bara api dan kayu untuk api, demikianlah orang yang suka bertengkar untuk bernyalanya perselisihan.+ 22  Perkataan seorang pemfitnah adalah seperti sesuatu yang ditelan dengan rakus, yang turun ke bagian-bagian perut yang paling dalam.+ 23  Bagaikan glasir perak yang dilapiskan pada pecahan tembikar, begitulah bibir yang bersemangat disertai hati yang jahat.+ 24  Dengan bibirnya, si pembenci membuat dirinya tidak dapat dikenali, tetapi dalam batinnya ia menaruh tipu daya.+ 25  Meskipun ia membuat suaranya ramah,+ jangan percaya kepadanya,+ karena tujuh hal yang memuakkan+ ada dalam hatinya. 26  Kebencian ditutupi dengan tipu daya. Kejahatannya akan disingkapkan dalam jemaat.+ 27  Ia yang menggali lubang akan jatuh ke dalam lubang yang sama,+ dan ia yang menggulingkan batu—kepadanya batu itu akan kembali.+ 28  Lidah dusta membenci orang yang diremukkan olehnya,+ dan mulut yang suka menyanjung menyebabkan keruntuhan.+

Catatan Kaki