Matius 27:1-66

27  Begitu sudah pagi, semua imam kepala dan pemimpin bangsa itu berunding tentang bagaimana Yesus bisa dihukum mati.+  Setelah mengikat dia, mereka membawa dia dan menyerahkannya kepada Gubernur Pilatus.+  Ketika Yudas, pengkhianatnya, melihat bahwa Yesus sudah divonis mati, dia menyesal dan mengembalikan 30 keping perak itu kepada para imam kepala dan pemimpin.+  Dia berkata, ”Saya berdosa karena saya mengkhianati orang* yang tidak bersalah.” Mereka berkata, ”Apa urusannya dengan kami? Itu urusanmu!”  Dia pun melempar keping-keping perak itu ke dalam bait. Lalu, dia pergi dan gantung diri.+  Para imam kepala mengambil keping-keping perak itu dan berkata, ”Ini tidak boleh ditaruh di tempat penyimpanan yang suci, karena ini uang darah.”  Setelah berunding, mereka menggunakan uang itu untuk membeli tanah perajin tanah liat sebagai pekuburan untuk orang-orang yang tidak dikenal.  Itu sebabnya sampai sekarang tanah itu disebut Tanah Darah.+  Dengan begitu, apa yang dikatakan melalui Nabi Yeremia ini menjadi kenyataan: ”Mereka mengambil ke-30 keping perak itu,+ harga yang ditetapkan atas orang itu, yang ditetapkan oleh beberapa orang Israel, 10  dan mereka menggunakannya untuk membeli tanah perajin tanah liat, seperti yang Yehuwa perintahkan kepadaku.”+ 11  Yesus sekarang berdiri di hadapan Gubernur, dan Gubernur bertanya kepadanya, ”Apakah kamu Raja Orang Yahudi?” Yesus menjawab, ”Benar seperti yang kamu katakan.”+ 12  Tapi, ketika dituduh oleh para imam kepala dan pemimpin, dia tidak menjawab.+ 13  Lalu Pilatus berkata kepadanya, ”Apa kamu tidak dengar betapa banyaknya tuduhan mereka kepadamu?” 14  Tapi dia tidak menjawabnya, sepatah kata pun tidak, sehingga Gubernur sangat heran. 15  Setiap Perayaan Paskah, Gubernur biasanya membebaskan seorang tahanan untuk orang banyak, siapa pun yang mereka pilih.+ 16  Saat itu, ada penjahat terkenal yang sedang ditahan, yang bernama Barabas.+ 17  Jadi ketika orang-orang berkumpul, Pilatus berkata kepada mereka, ”Kalian ingin saya bebaskan yang mana untuk kalian: Barabas atau Yesus yang disebut Kristus?” 18  Pilatus sadar bahwa mereka menyerahkan Yesus karena iri. 19  Lagi pula, ketika Pilatus sedang duduk di kursi penghakiman, istrinya mengirim pesan ini kepadanya: ”Jangan berurusan dengan orang benar itu. Hari ini aku sangat menderita dalam mimpiku karena dia.” 20  Tapi para imam kepala dan pemimpin meyakinkan kumpulan orang itu untuk meminta agar Barabas dibebaskan,+ sedangkan Yesus dihukum mati.+ 21  Maka Gubernur menjawab mereka, ”Dari dua orang ini, yang mana yang kalian ingin saya bebaskan untuk kalian?” Mereka menjawab, ”Barabas.” 22  Pilatus berkata kepada mereka, ”Kalau begitu, Yesus yang disebut Kristus harus saya apakan?” Mereka semua menjawab, ”Bunuh dia di tiang!”+ 23  Dia bertanya, ”Kenapa? Kejahatan apa yang dia lakukan?” Tapi mereka terus berteriak lebih keras, ”Bunuh dia di tiang!”+ 24  Melihat bahwa upayanya tidak berhasil, dan orang-orang malah semakin rusuh, Pilatus mengambil air dan mencuci tangannya di depan mereka sambil berkata, ”Saya tidak bertanggung jawab atas darah orang ini.* Kalian yang harus bertanggung jawab.”* 25  Semua orang itu menjawab, ”Kami dan anak-anak kami bertanggung jawab atas darahnya.”+ 26  Kemudian dia membebaskan Barabas untuk mereka, tapi menyuruh agar Yesus dicambuk.+ Lalu dia menyerahkan Yesus kepada mereka untuk dihukum mati di tiang.+ 27  Kemudian, para prajurit gubernur membawa Yesus ke tempat tinggal gubernur dan memanggil seluruh pasukan untuk berkumpul mengerumuninya.+ 28  Mereka melepaskan pakaiannya, lalu memakaikan jubah merah padanya.+ 29  Mereka juga membuat* mahkota dari tanaman berduri dan menaruh itu di kepalanya, serta menaruh sebatang kayu* di tangan kanannya. Lalu sambil berlutut di depannya, mereka mengejek dia dengan berkata, ”Hidup Raja Orang Yahudi!” 30  Mereka meludahi dia+ serta mengambil kayu itu dan mulai memukuli kepalanya. 31  Akhirnya, setelah mengejek-ejek dia, mereka melepaskan jubah itu darinya dan memakaikan baju luarnya, lalu membawa dia untuk dipakukan di tiang.+ 32  Ketika berjalan keluar, mereka bertemu dengan orang Kirene bernama Simon. Mereka memaksa orang itu mengangkat* tiang siksaan Yesus.+ 33  Ketika mereka tiba di tempat yang disebut Golgota, yang artinya Tempat Tengkorak,+ 34  mereka memberi dia minuman anggur yang dicampur empedu,+ tapi setelah mencicipinya, dia tidak mau meminumnya. 35  Setelah memakukan dia di tiang, mereka membagi-bagi baju luarnya dengan melempar undi,+ 36  dan mereka duduk di sana untuk menjaga dia. 37  Mereka juga memasang papan di atas kepalanya, yang bertuliskan tuduhan terhadapnya. Isinya: ”Inilah Yesus, Raja Orang Yahudi.”+ 38  Waktu itu, dua perampok juga dihukum mati di tiang di sampingnya, satu di kanannya dan satu di kirinya.+ 39  Orang-orang yang lewat menghina dia,+ dan mereka menggeleng-gelengkan kepala+ 40  sambil berkata, ”Kamu yang katanya mau merobohkan bait dan membangunnya dalam tiga hari,+ selamatkan dirimu! Kalau kamu putra Allah, turun dari tiang siksaan!”+ 41  Para imam kepala bersama para ahli Taurat dan pemimpin mulai mengejek-ejek dia seperti itu, dengan berkata,+ 42  ”Orang lain dia selamatkan, tapi dirinya sendiri tidak bisa dia selamatkan! Dia kan Raja Israel.+ Dia harusnya turun dari tiang siksaan, dan kita akan percaya kepadanya. 43  Dia percaya kepada Allah, jadi biarlah Allah sekarang menyelamatkan dia kalau Allah senang kepadanya,+ karena dia bilang, ’Saya Putra Allah.’”+ 44  Bahkan para perampok yang ada di tiang di sampingnya juga menghinanya seperti itu.+ 45  Dari jam 12 siang, seluruh daerah itu menjadi gelap sampai jam 3 sore.+ 46  Sekitar jam tiga sore, Yesus berseru dengan suara keras, ”Eli, Eli, lama sabakhtani?” yang artinya, ”Allahku, Allahku, kenapa Engkau meninggalkan aku?”+ 47  Mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di situ mulai berkata, ”Orang ini panggil-panggil Elia.”+ 48  Salah satu dari mereka langsung berlari mengambil bunga karang, merendamnya dalam anggur asam, menaruhnya pada sebatang kayu, dan memberikan itu kepadanya untuk diminum.+ 49  Tapi yang lain-lain berkata, ”Biarkan saja dia! Coba lihat apa Elia akan datang untuk menyelamatkan dia.” 50  Lalu Yesus berseru lagi dengan suara keras dan meninggal.+ 51  Tiba-tiba, tirai di tempat suci+ robek menjadi dua,+ dari atas sampai ke bawah,+ dan bumi berguncang, dan bukit-bukit batu terbelah. 52  Makam-makam pun terbuka, dan banyak jenazah dari orang suci yang sudah tidur dalam kematian terlempar ke luar 53  dan terlihat oleh banyak orang. (Setelah Yesus dibangkitkan, orang-orang yang berada di daerah makam-makam itu masuk ke kota suci.) 54  Ketika perwira dan orang-orang yang menjaga Yesus melihat gempa bumi dan semua yang terjadi, mereka menjadi sangat takut dan berkata, ”Dia pasti Putra Allah.”*+ 55  Di situ, ada banyak wanita yang memandang dari jauh, yang sudah menemani Yesus dari Galilea untuk mengurus kebutuhannya.+ 56  Di antara mereka ada Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus dan Yoses, serta ibu anak-anak Zebedeus.+ 57  Ketika sudah sore, seorang pria kaya dari Arimatea datang. Namanya Yusuf, dan dia juga telah menjadi murid Yesus.+ 58  Dia menemui Pilatus dan meminta jenazah Yesus,+ lalu Pilatus menyuruh agar jenazah itu diserahkan kepadanya.+ 59  Yusuf mengambil jenazah Yesus, membungkusnya dengan kain linen halus yang bersih,+ 60  dan membaringkannya di makam baru miliknya,+ yang telah dia gali di bukit batu. Dia pun menggulingkan sebuah batu besar untuk menutup makam itu, lalu pergi. 61  Tapi Maria Magdalena dan Maria yang lain tetap berada di situ, duduk di depan kuburan itu.+ 62  Besoknya, sehari setelah hari Persiapan Sabat,+ para imam kepala dan orang Farisi berkumpul di hadapan Pilatus. 63  Mereka berkata, ”Pak, kami ingat bahwa ketika penipu itu masih hidup, dia berkata, ’Setelah tiga hari, saya akan dibangkitkan.’+ 64  Jadi perintahkanlah agar kuburan itu dijaga ketat sampai hari ketiga, supaya murid-muridnya tidak datang mencuri jenazahnya+ dan berkata kepada orang-orang, ’Dia sudah dibangkitkan dari antara orang mati!’ Kalau itu terjadi, tipuan yang terakhir ini akan lebih parah daripada yang sebelumnya.” 65  Pilatus berkata, ”Kalian boleh membawa penjaga. Jagalah kuburan itu seketat mungkin.” 66  Maka mereka pergi lalu menutup rapat kuburan itu dengan batu dan menempatkan penjaga di situ.

Catatan Kaki

Lit.: ”darah”.
Atau ”tidak bersalah atas darah ini”.
Atau ”Ini urusan kalian sendiri”.
Atau ”menganyam”.
Atau ”buluh”.
Atau ”membawa”.
Atau ”putra suatu allah; putra dewa”.

Keterangan Tambahan

pemimpin: Atau ”tua-tua”. Lit.: ”pria-pria yang lebih tua”. Di Alkitab, kata Yunani presbyteros terutama memaksudkan orang-orang yang punya wewenang atau tanggung jawab di masyarakat atau bangsa tertentu. Kata itu kadang memaksudkan orang yang usianya memang lebih tua atau lansia (misalnya di Luk 15:25; Kis 2:17), tapi tidak selalu begitu. Di sini, yang dimaksud adalah para pemimpin bangsa Yahudi, yang sering disebutkan bersama para imam kepala dan para ahli Taurat. Para anggota Sanhedrin berasal dari ketiga kelompok itu.​—Mat 21:23; 26:3, 47, 57; 27:1, 41; 28:12; lihat ”Tua-tua; Penatua” di Daftar Istilah.

Gubernur Pilatus: Gubernur Romawi untuk Yudea, yang ditetapkan oleh Kaisar Tiberius pada 26 M dan berkuasa selama sepuluh tahun. Selain penulis Alkitab, para penulis lain juga menyebutkan Pilatus, seperti penulis sejarah bernama Tacitus, yang menyebutkan bahwa Pilatus mengeluarkan perintah eksekusi Kristus pada masa pemerintahan Tiberius. Ukiran tulisan ”Pontius Pilatus, Penguasa Daerah Yudea” dalam bahasa Latin ditemukan di teater Romawi kuno di Kaisarea, Israel.​—Lihat Lamp. B10 untuk daerah kekuasaan Pontius Pilatus.

menyesal: Dari kata Yunani metamelomai. Meski kata ini bisa bermakna positif (seperti di Mat 21:29, 32; 2Kor 7:8), tidak ada bukti bahwa Yudas benar-benar bertobat. Jika yang dimaksud adalah pertobatan di hadapan Allah, Alkitab memakai kata lain, yaitu metanoeo (diterjemahkan ”bertobat” atau ”bertobatlah” di Mat 3:2; 4:17; Luk 15:7; Kis 3:19), yang bermakna sungguh-sungguh mengubah pikiran, sikap, atau tujuan. Yudas kembali kepada orang-orang yang mengatur siasat licik bersamanya lalu bunuh diri. Tindakannya menunjukkan bahwa pikirannya tetap salah dan tidak menjadi lebih baik.

tidak bersalah: Beberapa manuskrip kuno memakai kata ”benar”.​—Bandingkan Mat 23:35.

bait: Dari kata Yunani naos, yang di sini bisa memaksudkan seluruh kompleks bait, termasuk halamannya, tidak hanya tempat suci di bagian dalam bait.

gantung diri: Menurut catatan Lukas tentang kematian Yudas di Kis 1:18, Yudas jatuh dan perutnya robek. Matius tampaknya menyoroti cara dia bunuh diri, sedangkan Lukas menyoroti akibatnya. Dari kedua catatan ini, bisa disimpulkan bahwa Yudas gantung diri di pinggir jurang, tapi talinya putus atau cabang pohon yang dipakainya patah. Akibatnya, dia jatuh ke atas bebatuan dan perutnya robek. Kesimpulan ini didukung oleh keadaan alam di sekitar Yerusalem.

tempat penyimpanan yang suci: Mungkin memaksudkan bagian bait yang disebut ”tempat kotak-kotak sumbangan” di Yoh 8:20, yang tampaknya berada di Halaman Kaum Wanita, tempat ditaruhnya 13 kotak sumbangan. (Lihat Lamp. B11.) Di bait, kelihatannya ada tempat penyimpanan utama untuk uang dari kotak-kotak sumbangan.

uang darah: Lit.: ”harga darah”. Maksudnya, uang untuk penumpahan darah, atau pembunuhan.

mereka menggunakan uang itu: Hanya Matius yang menyebutkan bahwa para imam kepala memakai 30 keping perak itu untuk membeli sebidang tanah. Kis 1:18, 19 menyebutkan bahwa yang membelinya adalah Yudas, tampaknya karena para imam kepala membelinya dengan uang dari Yudas.

tanah perajin tanah liat: Atau ”tanah tukang tembikar”. Sejak abad keempat, tanah ini diperkirakan berada di lereng selatan Lembah Hinom, tidak jauh dari tempat menyatunya lembah ini dengan Lembah Kidron. Kelihatannya, di situlah para perajin tanah liat bekerja. Seperti yang ditunjukkan di Mat 27:8 dan Kis 1:19, tanah ini belakangan disebut ”Tanah Darah”, atau Akeldama.​—Lihat Lamp. B12.

orang-orang yang tidak dikenal: Maksudnya, orang Yahudi yang berkunjung dari negeri lain atau orang yang bukan Yahudi.

sampai sekarang: Kata-kata ini menunjukkan bahwa peristiwa yang diceritakan itu ditulis belakangan, tidak segera setelah itu terjadi. Injil Matius mungkin ditulis sekitar tahun 41 M.

sehingga apa yang Yehuwa katakan melalui nabi-Nya menjadi kenyataan: Ungkapan ini dan yang mirip dengannya berulang kali muncul dalam Injil Matius, tampaknya untuk menekankan kepada para pembaca Yahudi bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan.​—Mat 2:15, 23; 4:14; 8:17; 12:17; 13:35; 21:4; 26:56; 27:9.

apa yang dikatakan melalui Nabi Yeremia ini menjadi kenyataan: Kelihatannya, kata-kata setelahnya dikutip dari Za 11:12, 13 walaupun Matius tidak memakai kata-kata yang persis sama. Dengan bimbingan Allah, dia menunjukkan bahwa ayat itu menjadi kenyataan dalam peristiwa yang dicatatnya. Di zaman Matius, kitab Yeremia berada di urutan pertama dari kitab para nabi, dan nama Yeremia mungkin digunakan untuk memaksudkan seluruh kumpulan kitab itu, termasuk kitab Zakharia.​—Lihat keterangan tambahan Mat 1:22.

apa yang dikatakan melalui Nabi Yeremia ini menjadi kenyataan: Kelihatannya, kata-kata setelahnya dikutip dari Za 11:12, 13 walaupun Matius tidak memakai kata-kata yang persis sama. Dengan bimbingan Allah, dia menunjukkan bahwa ayat itu menjadi kenyataan dalam peristiwa yang dicatatnya. Di zaman Matius, kitab Yeremia berada di urutan pertama dari kitab para nabi, dan nama Yeremia mungkin digunakan untuk memaksudkan seluruh kumpulan kitab itu, termasuk kitab Zakharia.​—Lihat keterangan tambahan Mat 1:22.

Yehuwa: Dalam teks asli Ibrani, ayat yang dikutip di sini (lihat keterangan tambahan Mat 27:9) memuat nama Allah yang ditulis dengan empat huruf mati Ibrani (jika ditransliterasi, YHWH).​—Lihat Lamp. C.

Kamu sendiri tahu jawabannya: Lit.: ”Kamu sendiri mengatakannya”. Ungkapan Yahudi ini meneguhkan bahwa kata-kata orang yang bertanya itu benar. Pertanyaan Yudas di ayat ini bisa juga diterjemahkan ”Apakah aku, Rabi?” Yesus seolah-olah menjawab, ”Kamu sudah mengatakan itu, dan kata-katamu itu benar.” Jawaban Yesus kelihatannya menunjukkan bahwa kata-kata Yudas sebenarnya adalah pengakuan bahwa dialah yang akan mengkhianati Yesus. Belakangan, sebelum Yesus memulai peringatan Perjamuan Malam Tuan, Yudas pasti sudah keluar dari ruangan itu, seperti yang ditunjukkan di Yoh 13:21-30. Di catatan Matius, Yudas baru disebutkan lagi di Mat 26:47 bersama kumpulan orang di Taman Getsemani.

Benar seperti yang kamu katakan: Lit.: ”Kamu sendiri mengatakannya”. Yesus bukannya tidak mau menjawab pertanyaan Kayafas. Yesus tahu bahwa Kayafas adalah imam besar, yang berwenang untuk meminta dia bersumpah untuk mengatakan apa yang benar. (Mat 26:63) Tampaknya, jawaban Yesus adalah ungkapan Yahudi yang meneguhkan benarnya suatu pernyataan. Dalam catatan Markus tentang kisah yang sama, Yesus disebutkan menjawab, ”Ya.”​—Mrk 14:62; lihat keterangan tambahan Mat 26:25; 27:11.

Apakah kamu Raja Orang Yahudi?: Di wilayah kekuasaan Romawi, tidak ada yang boleh menjadi raja tanpa persetujuan Kaisar. Jadi saat menanyai Yesus, Pilatus tampaknya berfokus untuk mencari tahu tentang tuduhan bahwa Yesus mengaku sebagai raja.

Benar seperti yang kamu katakan: Lit.: ”Kamu sendiri mengatakannya”. Jawaban ini tampaknya meneguhkan bahwa kata-kata Pilatus itu benar. (Bandingkan keterangan tambahan Mat 26:25, 64.) Meski Yesus mengakui kepada Pilatus bahwa dia memang raja, Pilatus tahu bahwa yang dimaksud Yesus bukanlah raja seperti yang Pilatus bayangkan, karena kerajaan Yesus ”bukan bagian dari dunia ini” sehingga bukan ancaman bagi Roma.​—Yoh 18:33-37.

biasanya membebaskan seorang tahanan: Kebiasaan ini disebutkan oleh keempat penulis Injil. (Mrk 15:6-15; Luk 23:16-25; Yoh 18:39, 40) Tidak ada dasar ataupun catatan tentang kebiasaan ini di Kitab-Kitab Ibrani. Tapi di zaman Yesus, kelihatannya kebiasaan ini sudah ada di kalangan orang Yahudi. Ini tidak aneh bagi orang Romawi, karena ada bukti bahwa mereka membebaskan tahanan untuk menyenangkan massa.

kursi penghakiman: Biasanya panggung di area terbuka, tempat para pejabat duduk untuk berbicara dengan hadirin dan mengumumkan keputusan mereka atas kasus tertentu.

mimpiku: Tampaknya berasal dari Allah. Matius adalah satu-satunya penulis Injil yang memasukkan kisah ini dalam catatannya yang terilham.

mencuci tangannya: Orang melakukan ini sebagai tanda bahwa dirinya tidak bersalah dan tidak bertanggung jawab dalam hal tertentu. Kebiasaan Yahudi ini disebutkan di Ul 21:6, 7 dan Mz 26:6.

Kami dan anak-anak kami bertanggung jawab atas darahnya: Maksudnya, ”Kami dan keturunan kami bertanggung jawab atas kematiannya”.

dicambuk: Kata kerja Yunaninya (fragelloo, ”mencambuk”) berasal dari kata flagellum dalam bahasa Latin, yang adalah cambuk orang Romawi. Alat yang mengerikan ini memiliki gagang dengan beberapa tali atau beberapa tali kulit yang masing-masing diikat menjadi simpul. Kadang, tali-tali itu diberi pemberat berupa logam atau potongan tulang yang tajam supaya cambukannya lebih menyakitkan. Pencambukan seperti ini mengakibatkan luka-luka memar yang parah, membuat daging tercabik-cabik, dan bahkan bisa mematikan.

tempat tinggal gubernur: Dari kata Yunani praitorion (dari kata Latin praetorium), yang memaksudkan kediaman resmi para gubernur Romawi. Di Yerusalem, tempat ini mungkin istana yang dibangun Herodes Agung, yang ada di sebelah barat laut dari kota atas, maksudnya dari kota Yerusalem bagian selatan. (Lihat Lamp. B12 untuk lokasinya.) Pilatus hanya tinggal di Yerusalem pada waktu-waktu tertentu, seperti ketika ada perayaan, karena ada kemungkinan terjadinya kerusuhan. Biasanya, dia tinggal di Kaisarea.

jubah merah: Jenis jubah yang biasanya dipakai oleh raja, pejabat, atau perwira. Menurut Mrk 15:17 dan Yoh 19:2, jubah ini berwarna ungu, tapi di zaman dulu, ”ungu” memaksudkan warna apa pun yang ada campuran merah dan birunya. Selain itu, warna yang terlihat oleh seseorang bisa bergantung pada dari mana dia melihatnya, pantulan cahaya, dan latarnya. Perbedaan dalam menyebutkan warna ini menunjukkan bahwa para penulis Injil tidak sekadar mengikuti catatan penulis lainnya.

berlutut: Di Timur Tengah kuno, orang berlutut untuk menunjukkan rasa hormat, terutama ketika memohon kepada orang yang berkedudukan tinggi.

mahkota . . . sebatang kayu: Selain diberi jubah merah (yang disebutkan di Mat 27:28), Yesus juga diberi mahkota duri dan tongkat dari sebatang kayu supaya dia terlihat seperti raja.

berlutut di depannya: Para prajurit juga mengejek Yesus dengan berlutut di depannya, karena orang biasanya berlutut untuk menghormati seorang penguasa.​—Lihat keterangan tambahan Mat 17:14.

Hidup: Atau ”Salam”. Lit.: ”Bahagialah”. Mereka menyerukan kata-kata ini kepada Yesus, seperti yang biasa mereka serukan kepada Kaisar, tampaknya untuk mengejek Yesus yang mengaku sebagai raja.

mengharuskan: Dulu, penguasa Romawi bisa mengharuskan rakyat untuk mengerjakan suatu tugas. Misalnya, mereka bisa mempekerjakan orang atau binatang secara paksa dan merampas apa saja yang dianggap perlu agar urusan pemerintah cepat selesai. Para prajurit Romawi pernah memaksa Simon dari Kirene untuk mengangkat tiang siksaan Yesus.​—Mat 27:32.

tiang siksaannya: Atau ”tiang eksekusi”. Dari kata Yunani stauros, yang pertama kali muncul di ayat ini. Dalam bahasa sastra Yunani, ini terutama memaksudkan tiang yang tegak lurus. Kadang, tiang siksaan digunakan untuk menggambarkan penderitaan, rasa malu, siksaan, dan bahkan kematian yang dialami seseorang karena menjadi pengikut Yesus.​—Lihat Daftar Istilah.

tiang siksaannya: Atau ”tiang eksekusinya”. Dalam bahasa sastra Yunani, kata stauros terutama memaksudkan tiang atau tonggak yang tegak lurus. Kata ini kadang menggambarkan penderitaan, rasa malu, siksaan, dan bahkan kematian yang dialami seseorang karena menjadi pengikut Yesus.​—Lihat Daftar Istilah.

Kirene: Kota di dekat pesisir Afrika Utara, di sebelah selatan-barat-daya pulau Kreta.​—Lihat Lamp. B13.

memaksa: Lihat keterangan tambahan Mat 5:41.

tiang siksaan: Atau ”tiang eksekusi”.​—Lihat ”Tiang”; ”Tiang siksaan” di Daftar Istilah; lihat juga keterangan tambahan Mat 10:38 dan 16:24, yang memakai ungkapan ini sebagai gambaran.

Golgota: Dari kata Ibrani gulgoleth, yang berarti ”tengkorak”. (Lihat Yoh 19:17; bandingkan Hak 9:53, yang memuat kata gulgoleth yang diterjemahkan ’kepala’.) Di zaman Yesus, Golgota terletak di luar tembok kota Yerusalem. Tapi, lokasinya tidak bisa dipastikan. (Lihat Lamp. B12.) Alkitab tidak mengatakan bahwa Golgota ada di atas bukit, tapi memang dikatakan bahwa beberapa orang melihat eksekusi itu dari jauh.​—Mrk 15:40; Luk 23:49.

empedu: Dari kata Yunani khole. Yang dimaksud bisa cairan pahit yang dibuat dari tumbuhan, bisa juga sesuatu yang pahit. Dengan mengutip Mz 69:21, Matius menunjukkan bahwa kejadian ini sesuai dengan nubuat di ayat itu. Dalam Septuaginta, kata Yunani khole di ayat itu digunakan untuk menerjemahkan kata Ibrani untuk ”racun”. Tampaknya, para wanita di Yerusalem menyiapkan minuman dari campuran anggur dan empedu untuk meringankan rasa sakit orang yang dieksekusi, dan orang Romawi tidak keberatan. Menurut catatan tentang kisah yang sama di Mrk 15:23, anggur itu ”dicampur mur”. Jadi, mungkin ada campuran mur dan empedu pahit di minuman itu.

dia tidak mau meminumnya: Yesus tampaknya ingin sadar sepenuhnya selama ujian imannya ini.

mereka membagi-bagi baju luarnya: Yoh 19:23, 24 menambahkan keterangan yang tidak disebutkan oleh Matius, Markus, dan Lukas. Dari keempat catatan Injil itu, bisa disimpulkan bahwa para prajurit Romawi tampaknya melempar undi untuk baju luar dan juga baju bagian dalam Yesus. Mereka membagi baju luar itu ”menjadi empat, satu untuk setiap prajurit” dan melempar undi untuk menentukan siapa yang mendapat bagian tertentu. Lalu, mereka melempar undi untuk baju bagian dalamnya tanpa membagi baju itu. Undi yang dilempar untuk pakaian Mesias sesuai dengan nubuat di Mz 22:18. Kelihatannya, pakaian penjahat yang dieksekusi biasanya menjadi milik para pelaksana eksekusi. Jadi sebelum eksekusi, pakaian dan hal-hal lain yang ada pada penjahat itu dilucuti sehingga dia semakin dipermalukan.

undi: Lihat Daftar Istilah.

perampok: Dari kata Yunani leistes, yang maknanya bisa mencakup perampok yang memakai kekerasan dan kadang bisa memaksudkan pemberontak. Kata yang sama dipakai untuk Barabas (Yoh 18:40), yang menurut Luk 23:19 dipenjarakan karena ”terlibat dalam pemberontakan” dan ”membunuh”. Dalam catatan tentang kisah yang sama di Luk 23:32, 33, 39, mereka disebut ”penjahat”, terjemahan dari kata Yunani (kakourgos) yang berarti ”orang yang berbuat jahat atau buruk”.

menggeleng-gelengkan kepala: Tindakan untuk menghina, merendahkan, atau mengejek, biasanya sambil mengatakan sesuatu. Tanpa sadar, orang-orang yang lewat itu membuat nubuat di Mz 22:7 menjadi kenyataan.

tiang siksaan: Atau ”tiang eksekusi”.​—Lihat ”Tiang”; ”Tiang siksaan” di Daftar Istilah; lihat juga keterangan tambahan Mat 10:38 dan 16:24, yang memakai ungkapan ini sebagai gambaran.

tiang siksaan: Atau ”tiang eksekusi”. Lihat keterangan tambahan Mat 27:32 dan ”Tiang”; ”Tiang siksaan” di Daftar Istilah.

tiang siksaan: Atau ”tiang eksekusi”.​—Lihat ”Tiang”; ”Tiang siksaan” di Daftar Istilah; lihat juga keterangan tambahan Mat 10:38 dan 16:24, yang memakai ungkapan ini sebagai gambaran.

tiang siksaan: Atau ”tiang eksekusi”. Lihat keterangan tambahan Mat 27:32 dan ”Tiang”; ”Tiang siksaan” di Daftar Istilah.

Sekitar jam sembilan pagi: Lit.: ”Sekitar jam ketiga”. Di abad pertama, orang Yahudi menggunakan hitungan 12 jam untuk siang hari, mulai dari terbitnya matahari kira-kira jam 6 pagi. (Yoh 11:9) Jadi, jam ketiga itu kira-kira jam 9 pagi, jam keenam kira-kira jam 12 siang, dan jam kesembilan kira-kira jam 3 sore. Karena kebanyakan orang tidak punya alat untuk menunjukkan waktu dengan persis, mereka biasanya hanya menyebutkan sekitar jam berapa sesuatu terjadi.​—Yoh 1:39; 4:6; 19:14; Kis 10:3, 9.

Sekitar jam sembilan pagi: Lit.: ”Sekitar jam ketiga”. Di abad pertama, orang Yahudi menggunakan hitungan 12 jam untuk siang hari, mulai dari terbitnya matahari kira-kira jam 6 pagi. (Yoh 11:9) Jadi, jam ketiga itu kira-kira jam 9 pagi, jam keenam kira-kira jam 12 siang, dan jam kesembilan kira-kira jam 3 sore. Karena kebanyakan orang tidak punya alat untuk menunjukkan waktu dengan persis, mereka biasanya hanya menyebutkan sekitar jam berapa sesuatu terjadi.​—Yoh 1:39; 4:6; 19:14; Kis 10:3, 9.

jam 12 siang: Lit.: ”jam keenam”.​—Lihat keterangan tambahan Mat 20:3.

jam 3 sore: Lit.: ”jam kesembilan”.​—Lihat keterangan tambahan Mat 20:3.

Eli, Eli, lama sabakhtani?: Meski ada pendapat bahwa ini adalah kata-kata bahasa Aram, sepertinya ini adalah kata-kata Ibrani di zaman itu, yang sedikit banyak terpengaruh bahasa Aram. Karena kata-kata itu ditransliterasi ke bahasa Yunani oleh Matius dan Markus, bahasa aslinya tidak bisa dipastikan.

Allahku, Allahku: Yesus memanggil Bapaknya yang di surga dan mengakui Dia sebagai Allahnya. Dengan begitu, Yesus membuat nubuat di Mz 22:1 menjadi kenyataan. Seruan Yesus yang sedang menderita ini mungkin mengingatkan pendengarnya pada banyak nubuat tentang dia di ayat-ayat lain Mz 22, yaitu bahwa dia akan diejek dan dihina, tangan kakinya akan diserang, dan pakaiannya akan dibagi-bagi berdasarkan undi.​—Mz 22:6-8, 16, 18.

Elia: Dari nama Ibrani yang artinya ”Allahku Adalah Yehuwa”.

anggur asam: Atau ”cuka anggur”. Mungkin memaksudkan minuman anggur yang encer dan sangat asam, yang dalam bahasa Latin disebut acetum (cuka) atau posca jika dicampur air. Ini adalah minuman murah yang biasanya diminum oleh orang miskin ketika haus, termasuk oleh prajurit Romawi. Kata Yunani oxos juga dipakai di Mz 69:21 terjemahan Septuaginta, yang menubuatkan bahwa Mesias akan diberi minum ”cuka”.

kayu: Atau ”tongkat”. Dalam catatan Yohanes, ini disebut ”tangkai hisop”.​—Yoh 19:29; Lihat ”Hisop” di Daftar Istilah.

untuk menyelamatkan dia: Di beberapa manuskrip kuno ada kalimat: ”Seorang pria lain mengambil tombak dan menusuk pinggangnya, lalu darah dan air keluar.” Tapi, kalimat ini tidak ada di manuskrip-manuskrip tepercaya lainnya. Ada kalimat yang serupa di Yoh 19:34, tapi menurut Yoh 19:33, Yesus sudah mati ketika itu terjadi. Kebanyakan pakar, termasuk para editor teks Yunani Nestle-Aland dan United Bible Society, berpendapat bahwa kalimat yang ada di catatan Yohanes itu belakangan ditambahkan ke catatan Matius oleh para penyalin. Westcott dan Hort memasukkan kalimat itu ke teks Yunani mereka dalam kurung ganda, tapi mereka berkata bahwa ”ada dugaan kuat bahwa kalimat itu ditambahkan oleh para penyalin”. Karena tulisan di berbagai manuskrip Injil Matius berbeda-beda, sedangkan tulisan di Injil Yohanes sangat jelas, bisa disimpulkan bahwa catatan di Yoh 19:33, 34 sesuai dengan urutan peristiwa yang sebenarnya, yaitu Yesus sudah mati sewaktu prajurit Romawi menusuknya dengan tombak. Jadi, kalimat ini tidak dimasukkan dalam Mat 27:49 di terjemahan ini.

meninggal: Atau ”berhenti bernapas”. Lit.: ”menyerahkan rohnya”. ”Roh” (Yunani, pneuma) di sini bisa memaksudkan ”napas” atau ”daya kehidupan”. Dalam catatan tentang kisah yang sama di Mrk 15:37, kata kerja Yunani yang digunakan adalah ekpneo (lit.: ”mengembuskan napas”, diterjemahkan ”meninggal”, atau seperti yang dikatakan catatan kaki, ”mengembuskan napas terakhir”). Ada yang berpendapat bahwa digunakannya kata Yunani untuk ”menyerahkan” menunjukkan bahwa Yesus sengaja berhenti berjuang untuk tetap hidup, karena semuanya sudah selesai, atau terlaksana. (Yoh 19:30) Dia dengan rela ”memberikan hidupnya sampai mati”.​—Yes 53:12; Yoh 10:11.

Tiba-tiba: Dari kata Yunani idou, yang sering digunakan untuk membuat pembaca berfokus pada apa yang dikatakan selanjutnya, membayangkan kejadiannya, atau memperhatikan satu hal penting dalam cerita yang disampaikan. Kata ini bisa dipakai untuk menandaskan sesuatu, dan bisa juga untuk menunjukkan hal yang baru atau tidak terduga. Di Kitab-Kitab Yunani Kristen, kata ini paling sering muncul di Injil Matius dan Lukas serta di buku Wahyu. Kata yang serupa juga sering digunakan di Kitab-Kitab Ibrani.

langit: Kata Yunaninya bisa berarti langit ataupun surga.

langit terbuka: Allah tampaknya membuat Yesus mengingat kembali kehidupannya di surga sebelum menjadi manusia, termasuk hal-hal yang Bapaknya ajarkan kepadanya sebelum dia datang ke bumi.

seperti burung merpati: Burung merpati digunakan dalam ibadah dan kadang melambangkan sesuatu. Merpati dipersembahkan sebagai korban. (Mrk 11:15; Yoh 2:14-16) Merpati melambangkan kepolosan dan kemurnian. (Mat 10:16) Merpati yang dilepaskan Nuh membawa sehelai daun zaitun kembali ke bahtera. Itu menunjukkan bahwa air bah sudah surut (Kej 8:11) dan masa yang tenang serta penuh damai akan segera tiba (Kej 5:29). Jadi saat Yesus dibaptis, Yehuwa kemungkinan menggunakan merpati untuk menyoroti peran Yesus sebagai Mesias, Putra Allah yang tidak berdosa dan murni, yang akan mengorbankan nyawanya demi manusia. Dengan begitu, manusia bisa menikmati masa yang tenang dan damai selama dia memerintah sebagai Raja. Ketika kuasa kudus Allah turun ke atas Yesus setelah dia dibaptis, itu mungkin terlihat seperti merpati yang mengepak-ngepakkan sayapnya saat akan hinggap.

Tiba-tiba: Lihat keterangan tambahan Mat 3:16.

tirai: Ini adalah tirai yang indah di bait, yang memisahkan Ruang Mahakudus dan Ruang Kudus. Menurut sejarah Yahudi, panjang tirai ini sekitar 18 m, lebarnya sekitar 9 m, dan tebalnya sekitar 7,4 cm. Dengan membuat tirai yang berat ini robek menjadi dua, Yehuwa tidak hanya menyatakan kemarahan-Nya terhadap para pembunuh Putra-Nya, tapi juga menunjukkan bahwa jalan masuk ke surga kini terbuka.​—Ibr 10:19, 20; lihat Daftar Istilah.

tempat suci: Dari kata Yunani naos. Yang dimaksud di sini adalah bangunan utama bait. Di situ ada Ruang Kudus dan Ruang Mahakudus.

makam-makam: Atau ”makam-makam peringatan”.​—Lihat ”Makam peringatan” di Daftar Istilah.

terlempar ke luar: Dari kata kerja Yunani egeiro, yang berarti ”bangkit”. Kata ini bisa memaksudkan bangkit dari kematian, tapi sering memaksudkan hal lain juga. Misalnya, itu bisa berarti ”mengangkat ke luar” dari lubang atau ”bangkit berdiri”. (Mat 12:11; 17:7) Matius tidak berkata bahwa ’orang-orang suci’ itu ’bangkit’. Yang dia bicarakan adalah ”jenazah” mereka. Tampaknya, gempa bumi yang terjadi itu sangat kuat sehingga makam-makam terbuka dan jenazah di dalamnya terlempar ke luar.

orang-orang yang berada di daerah makam-makam: Atau ”mereka yang keluar dari antara makam-makam”. Kata kerja Yunaninya menunjukkan bahwa subjeknya itu jamak, berjenis maskulin, dan memaksudkan orang-orang, bukan jenazah-jenazah (berjenis netral dalam bahasa Yunani) yang disebutkan di ayat 52. Tampaknya, orang-orang ini sedang lewat dan melihat jenazah-jenazah itu terlempar ke luar akibat gempa bumi (ay. 51), lalu mereka masuk ke kota dan menceritakan apa yang mereka lihat.

perwira: Atau ”senturion”, komandan atas sekitar 100 prajurit dalam pasukan Romawi. Perwira tinggi ini mungkin hadir sewaktu Yesus diadili Pilatus dan mendengar orang Yahudi berkata bahwa Yesus mengaku sebagai Putra Allah.​—Mat 27:27; Yoh 19:7.

Magadan: Menurut beberapa pakar, meski tidak ada tempat yang sekarang disebut Magadan di daerah Laut Galilea, Magadan sama dengan Magdala, tempat yang dianggap sama dengan Khirbet Majdal (Migdal), sekitar 6 km di sebelah utara-barat-laut dari Tiberias. Dalam catatan lain tentang kisah yang sama (Mrk 8:10), daerah ini disebut Dalmanuta.​—Lihat Lamp. B10.

Zebedeus: Mungkin paman Yesus karena dia menikah dengan Salome, saudara perempuan Maria ibu Yesus. Jika begitu, Yohanes dan Yakobus adalah sepupu Yesus.

ibu dari anak-anak Zebedeus: Maksudnya, ibu dari Rasul Yakobus dan Rasul Yohanes. Menurut catatan Markus, yang mendekati Yesus adalah Yakobus dan Yohanes. Tampaknya, merekalah yang menginginkan kedudukan itu tapi memintanya lewat ibu mereka, Salome, yang mungkin adalah bibi Yesus​—Mat 27:55, 56; Mrk 15:40, 41; Yoh 19:25.

Maria Magdalena: Nama Magdalena (artinya ”Dari, atau Milik, Magdala”) membedakan Maria ini dari Maria yang lainnya. Nama ini mungkin berasal dari nama kota Magdala di pesisir barat dari Laut Galilea, yang letaknya kurang lebih di tengah-tengah antara Kapernaum dan Tiberias. Ada pendapat bahwa Maria berasal dari Magdala atau tinggal di sana.​—Lihat keterangan tambahan Mat 15:39.

Yakobus: Juga disebut ”Yakobus Kecil”.​—Mrk 15:40.

Yoses: Di beberapa manuskrip kuno tertulis ”Yusuf”, bukan ”Yoses”. Mrk 15:40 berisi catatan tentang kisah yang sama, dan dalam kebanyakan manuskrip yang lebih tua, nama yang disebutkan di ayat itu adalah ”Yoses”.

ibu anak-anak Zebedeus: Maksudnya, ibu dari Rasul Yakobus dan Rasul Yohanes.​—Lihat keterangan tambahan Mat 4:21; 20:20.

Arimatea: Nama kota ini berasal dari kata Ibrani yang berarti ”ketinggian”. Di Luk 23:51, Arimatea disebut ”kota di Yudea”.​—Lihat Lamp. B10.

Yusuf: Keempat Injil memuat perincian yang berbeda-beda tentang Yusuf. Ini membuktikan bahwa karakter penulisnya berbeda-beda. Matius si pemungut pajak menulis bahwa Yusuf kaya. Markus, yang menulis untuk orang Romawi, berkata bahwa dia adalah ”anggota terhormat di Mahkamah Agung Yahudi”, yang menantikan Kerajaan Allah. Lukas, dokter yang beriba hati, berkata bahwa dia adalah ”orang yang baik dan benar”, yang tidak mendukung keputusan Mahkamah untuk menghukum Yesus. Dan, hanya Yohanes yang mencatat bahwa dia adalah ”murid Yesus tapi merahasiakannya karena takut kepada orang Yahudi”.​—Mrk 15:43-46; Luk 23:50-53; Yoh 19:38-42.

makam: Atau ”makam peringatan”. Makam ini bukan gua alami, tapi ruang yang dibuat dengan melubangi batu kapur yang lunak. Biasanya, di dalamnya ada semacam rak atau lekukan pada dinding, yang dijadikan tempat untuk membaringkan jenazah.​—Lihat ”Makam peringatan” di Daftar Istilah.

batu besar: Kelihatannya berbentuk bundar, karena ayat ini berkata bahwa batu ini digulingkan untuk menutup makam itu, dan Mrk 16:4 berkata bahwa ”batunya sudah digulingkan” dari pintu makam itu ketika Yesus dibangkitkan. Beratnya mungkin satu ton atau lebih.

Maria yang lain: Maksudnya, ”Maria ibu Yakobus dan Yoses”, yang disebutkan di Mat 27:56. Dia juga disebutkan di Mat 28:1; Mrk 15:40, 47; 16:1; Luk 24:10; Yoh 19:25.

Besoknya: Maksudnya, 15 Nisan. Hari setelah 14 Nisan selalu dijadikan hari Sabat, atau hari istirahat yang suci, tidak soal hari itu jatuh pada hari apa. Pada 33 M, 15 Nisan jatuh pada hari Sabat di minggu itu. Jadi, hari tersebut disebut Sabat ”besar”, atau ganda.​—Yoh 19:31; lihat Lamp. B12.

Persiapan: Sebutan untuk hari sebelum hari Sabat mingguan. Di hari itu, orang Yahudi bersiap-siap untuk Sabat dengan membuat makanan ekstra dan menyelesaikan pekerjaan yang tidak bisa ditunda sampai Sabat berakhir. Di konteks ini, hari Persiapan jatuh pada 14 Nisan.​—Mrk 15:42; lihat Daftar Istilah.

tiga hari tiga malam: Berbagai catatan lain di Alkitab menunjukkan bahwa kadang yang dimaksud istilah ini tidak sampai tiga hari, dan satu hari tidak selalu memaksudkan satu hari penuh.​—Kej 42:17, 18; 1Raj 12:5, 12; Mat 27:62-66; 28:1-6.

tiga hari: Istilah ini tidak selalu memaksudkan tiga hari penuh. Buktinya, orang-orang meminta agar makam itu ”dijaga ketat sampai hari ketiga”, bukan sampai hari keempat.​—Mat 27:64; lihat keterangan tambahan Mat 12:40.

tipuan yang terakhir ini akan lebih parah daripada yang sebelumnya: Mungkin maksudnya: Apa yang mereka sebut ”tipuan” ini, yaitu kebangkitan Yesus, akan lebih parah daripada yang sebelumnya, yaitu pengakuan Yesus bahwa dia adalah Mesias. Musuh-musuh Yesus sepertinya tahu bahwa jika dia dibangkitkan, pengakuannya sebagai Mesias akan terbukti benar.

penjaga: Mereka pastilah bukan petugas bait Yahudi, karena kalau begitu, para pemimpin Yahudi tidak perlu memintanya dari Pilatus. Belakangan, sewaktu jenazah Yesus hilang, para imam berjanji kepada para penjaga bahwa mereka akan memberikan penjelasan kepada gubernur kalau hal itu sampai terdengar olehnya. (Mat 28:14) Jadi, para penjaga itu tampaknya sekelompok prajurit Romawi yang ditempatkan atas perintah Pilatus.​—Mat 28:4, 11.

Media

Ukiran Nama Pontius Pilatus
Ukiran Nama Pontius Pilatus

Pada 1961, para arkeolog yang bekerja di teater Romawi kuno di Kaisarea, Israel, menemukan sebuah lempengan batu dengan ukiran nama Pilatus dalam huruf Latin yang terlihat dengan jelas (tiruannya ditunjukkan pada gambar). Namanya juga muncul beberapa kali dalam catatan sejarah untuk masa itu.

Gua Makam
Gua Makam

Biasanya, makam orang Yahudi adalah gua alami atau ruang yang dibuat dengan melubangi batu yang besar. Selain makam bagi para raja, makam biasanya terletak di luar kota. Makam-makam Yahudi yang ditemukan berbeda dengan makam pada umumnya karena sederhana. Kemungkinan besar, alasannya adalah di agama Yahudi, orang mati tidak boleh disembah, dan tidak ada ajaran bahwa seseorang hidup di alam roh setelah mati.