Yang Ditulis Matius 18:1-35

18  Pada waktu itu, murid-murid mendekati Yesus dan bertanya, ”Siapa sebenarnya yang terbesar dalam Kerajaan surga?”+  Maka, Yesus memanggil seorang anak kecil untuk berdiri di tengah-tengah mereka,  dan dia berkata, ”Sesungguhnya kukatakan kepada kalian, kalau kalian tidak berubah dan menjadi seperti anak kecil,+ kalian tidak akan masuk ke Kerajaan surga.+  Jadi, siapa pun yang merendahkan diri seperti anak kecil ini adalah yang terbesar dalam Kerajaan surga.+  Dan siapa pun yang menerima anak kecil seperti ini demi namaku menerima aku juga.+  Tapi, siapa pun yang menjadi sandungan bagi salah satu dari orang-orang kecil yang beriman kepadaku ini, lebih baik sebuah batu gilingan besar digantungkan di lehernya, lalu dia ditenggelamkan ke laut lepas.+  ”Sungguh celaka dunia ini karena menjadi batu sandungan! Memang, batu-batu sandungan pasti akan ada, tapi sungguh celaka orang yang menimbulkan batu sandungan!  Maka, kalau tanganmu atau kakimu membuatmu tersandung, potong saja dan buang.+ Lebih baik kamu cacat atau buntung tapi mendapat kehidupan, daripada punya dua tangan atau dua kaki tapi dilemparkan ke api kekal.+  Juga, kalau matamu membuatmu tersandung, cungkil saja dan buang. Lebih baik kamu punya satu mata tapi mendapat kehidupan, daripada punya dua mata tapi dilemparkan ke Gehena yang bernyala-nyala.+ 10  Jangan sampai kalian memandang rendah satu pun dari orang-orang kecil ini, karena aku memberi tahu kalian bahwa malaikat-malaikat mereka di surga selalu ada di hadapan Bapakku yang di surga.+ 11  —— 12  ”Bagaimana menurut kalian? Kalau seseorang punya 100 domba dan salah satunya tersesat,+ dia akan meninggalkan 99 dombanya di gunung dan pergi mencari satu yang tersesat itu, kan?+ 13  Kalau dia menemukannya, dia pasti lebih senang karena menemukan yang satu itu daripada karena 99 lainnya yang tidak tersesat. 14  Begitu juga, Bapakku yang di surga tidak mau satu pun dari orang-orang kecil ini hilang.+ 15  ”Kalau saudaramu berbuat dosa, ungkapkan kesalahannya* antara kamu dan dia saja.+ Kalau dia mendengarkan kamu, kamu sudah mendapatkan saudaramu.*+ 16  Tapi kalau dia tidak mendengarkan, ajaklah satu atau dua orang lagi, karena supaya suatu keterangan* dianggap benar,* itu harus dikatakan oleh* dua atau tiga saksi.+ 17  Kalau dia tidak mendengarkan* mereka, bicaralah kepada sidang jemaat. Kalau sidang jemaat pun tidak dia dengarkan,* anggap dia seperti orang dari bangsa lain+ dan seperti pemungut pajak.+ 18  ”Sesungguhnya kukatakan, apa pun yang kalian ikat di bumi adalah hal-hal yang sudah terikat di surga, dan apa pun yang kalian lepaskan di bumi adalah hal-hal yang sudah terlepas di surga.+ 19  Sekali lagi aku memberi tahu kalian dengan sesungguhnya, kalau dua dari antara kalian di bumi sepakat untuk meminta sesuatu yang penting, itu akan dikabulkan oleh Bapakku yang di surga.+ 20  Sebab di mana pun dua atau tiga orang berkumpul dalam namaku,+ aku ada di situ bersama mereka.” 21  Lalu Petrus datang dan berkata kepadanya, ”Tuan, kalau saudaraku berdosa kepadaku, berapa kali aku harus mengampuni dia? Sampai tujuh kali?” 22  Yesus berkata kepadanya, ”Aku katakan kepadamu, bukan sampai tujuh kali, tapi sampai 77 kali.+ 23  ”Karena itulah Kerajaan surga bisa disamakan seperti seorang raja yang mengadakan perhitungan dengan budak-budaknya. 24  Sewaktu dia mulai mengadakan perhitungan, orang yang berutang 10.000 talenta dibawa ke hadapannya. 25  Tapi karena orang itu tidak mampu membayarnya, majikannya itu menyuruh agar dia, istrinya, anak-anaknya, dan segala miliknya dijual untuk membayar utangnya.+ 26  Maka budak itu sujud kepadanya dan berkata, ’Sabarlah kepada saya. Saya akan melunasi semuanya.’ 27  Karena kasihan, majikan budak itu membebaskan dia dan menghapus utangnya.+ 28  Tapi ketika budak itu keluar dan bertemu budak lain yang berutang 100 dinar kepadanya, dia menarik temannya itu dan mulai mencekiknya, sambil berkata, ’Bayar utangmu.’ 29  Maka temannya itu sujud dan memohon-mohon kepadanya, ’Sabarlah kepada saya. Saya akan lunasi utang saya.’ 30  Tapi budak itu tidak mau mendengarkan temannya, dan malah menjebloskan dia ke penjara sampai dia bisa melunasi utangnya. 31  Sewaktu budak-budak lain melihat apa yang terjadi, mereka sangat sedih, dan mereka pergi melaporkan semuanya itu kepada majikan mereka. 32  Lalu majikannya memanggil budak itu dan berkata, ’Budak yang jahat, saya menghapus semua utangmu saat kamu memohon-mohon kepada saya. 33  Bukankah kamu seharusnya juga mengasihani sesama budak itu, seperti saya mengasihani kamu?’+ 34  Karena begitu marah, majikannya itu memenjarakan dia sampai dia melunasi semua utangnya. 35  Bapakku yang di surga juga akan memperlakukan kalian seperti itu+ kalau kalian masing-masing tidak mengampuni saudara kalian dari hati.”+

Catatan Kaki

Atau ”membawa saudaramu kembali ke jalan yang benar”.
Lit.: ”tegur dia”.
Lit.: ”dengan mulut”.
Lit.: ”teguh”.
Atau ”semua yang dikatakan”.
Atau ”tidak memperhatikan”.
Atau ”tidak dia perhatikan”.

Keterangan Tambahan

Sesungguhnya: Dari kata Yunani amen, transliterasi dari kata Ibrani amen, yang artinya ”jadilah demikian”, atau ”pasti”. Yesus sering menggunakan kata ini sebelum membuat pernyataan, janji, atau nubuat untuk menekankan bahwa kata-katanya sepenuhnya benar dan bisa dipercaya. Menurut beberapa pakar, dalam tulisan-tulisan keagamaan lain, kata ”sesungguhnya”, atau amin, tidak pernah digunakan untuk tujuan itu, dan hanya Yesus yang menggunakannya. Dalam catatan Injil Yohanes, Yesus sering menggunakan pengulangan kata ini (amen amen), yang diterjemahkan menjadi ”dengan sungguh-sungguh”.​—Lihat keterangan tambahan Yoh 1:51.

Sesungguhnya: Lihat keterangan tambahan Mat 5:18.

batu gilingan besar: Atau ”batu kilangan yang diputar keledai”. Lit.: ”batu kilangan keledai”. Batu seperti ini, yang diameternya mungkin 1,2-1,5 m, sangat berat sampai harus diputar oleh keledai.

batu sandungan: Dari kata Yunani skandalon, yang mungkin memaksudkan jebakan. Ada yang berpendapat bahwa itu adalah sepotong kayu yang dipasangi umpan dan ditaruh dalam jebakan. Kata ini bisa berarti rintangan apa pun yang membuat orang tersandung atau jatuh. Gambaran batu sandungan digunakan untuk memaksudkan tindakan atau keadaan yang membuat seseorang melakukan hal yang tidak pantas, tersandung atau jatuh ke dalam perbuatan yang bejat, atau jatuh ke dalam dosa. Di Mat 18:8, 9, kata kerja yang berkaitan, yaitu skandalizo, yang diterjemahkan ’membuat tersandung’, bisa juga diterjemahkan sebagai ”menjadi jerat; menyebabkan berdosa”.

potong saja: Yesus sedang memakai hiperbol. Dia mengajarkan bahwa pengikutnya harus rela mengorbankan hal-hal yang sama berharganya dengan tangan, kaki, atau mata kalau itu bisa membuat dirinya tersandung, atau berbuat dosa dan menjadi tidak setia. (Mat 18:9) Jelaslah, dia tidak menganjurkan mutilasi atau menunjukkan bahwa pengikutnya seolah-olah dikendalikan sepenuhnya oleh tangan, kaki, atau mata mereka. Tapi maksudnya, mereka harus ’mematikan’ anggota tubuh tertentu, atau menganggap diri mereka tidak memilikinya lagi, daripada memakainya untuk berbuat dosa. (Bandingkan Kol 3:5.) Mereka tidak boleh membiarkan apa pun menghalangi mereka untuk hidup abadi.

Gehena: Berasal dari kata-kata Ibrani geh hinnom, yang artinya ”lembah Hinom,” terletak di sebelah selatan dan barat daya Yerusalem kuno. (Lihat Lamp. B12, peta ”Yerusalem dan Sekitarnya”.) Pada zaman Yesus, lembah ini sudah menjadi tempat pembakaran sampah. Jadi, kata ”Gehena” cocok untuk melambangkan pembinasaan total.​—Lihat Daftar Istilah.

malaikat-malaikat: Atau ”utusan-utusan”. Kata Yunaninya adalah aggelos, dan kata Ibraninya adalah malakh. Kedua kata itu berarti ”utusan” dan disebutkan hampir 400 kali dalam Alkitab. Kata-kata itu diterjemahkan menjadi ”malaikat” jika memaksudkan makhluk roh. Tapi jika itu manusia, terjemahannya menjadi ”utusan”. Sering kali, dari konteksnya pembaca bisa tahu siapa yang dimaksud. Jika bisa dua-duanya, di ayatnya kadang tertulis ”malaikat” dan di catatan kakinya tertulis ”utusan”, atau sebaliknya. (Kej 16:7; 32:3; Ayb 4:18, ctk.; 33:23, ctk.; Pkh 5:6, ctk; Yes 63:9, ctk.; Mat 1:20; Yak 2:25; Why 22:8; lihat ”Malaikat” di Daftar Istilah.) Di buku Wahyu yang berisi banyak gambaran, beberapa kata ”malaikat” kelihatannya memaksudkan manusia.​—Why 2:1, 8, 12, 18; 3:1, 7, 14.

Pasti itu malaikatnya: Dalam bahasa Ibrani maupun Yunani, kata yang diterjemahkan menjadi ”malaikat” punya arti ”utusan”. (Lihat keterangan tambahan Yoh 1:51.) Orang-orang yang mengucapkan kata-kata ”Pasti itu malaikatnya” mungkin mengira bahwa yang berdiri di gerbang adalah seorang malaikat yang Petrus utus. Pada waktu itu, kelihatannya sebagian orang Yahudi percaya bahwa setiap hamba Allah punya malaikatnya sendiri, atau dengan kata lain, punya malaikat pelindung. Firman Allah tidak pernah secara langsung mengajarkan tentang hal itu. Tapi, para pengikut Yesus pada waktu itu tahu bahwa sejak dulu, malaikat sering memberikan bantuan pribadi kepada umat Allah. Misalnya, Yakub mengatakan, ”Malaikat-Nya telah menyelamatkan aku dari semua kesusahan.” (Kej 48:16) Selain itu, Yesus juga pernah mengatakan tentang murid-muridnya, ”Malaikat-malaikat mereka di surga selalu ada di hadapan Bapakku.” Kata-kata Yesus itu menunjukkan bahwa para malaikat sangat peduli kepada setiap pengikut Kristus. (Lihat keterangan tambahan Mat 18:10.) Tapi yang jelas, orang-orang yang berkumpul di rumah Maria tidak mungkin berpikir bahwa Petrus sudah mati, menjadi makhluk roh, dan datang sebagai malaikat. Dari Kitab-Kitab Ibrani, mereka sudah tahu seperti apa keadaan orang mati.​—Pkh 9:5, 10.

malaikat-malaikat mereka: Di Kitab-Kitab Ibrani maupun Kitab-Kitab Yunani Kristen, hamba Allah diyakinkan bahwa mereka selalu dilindungi oleh pasukan malaikat Yehuwa yang tidak kelihatan. (2Raj 6:15-17; Mz 34:7; 91:11; Kis 5:19; Ibr 1:14) Kata-kata yang diterjemahkan menjadi ”malaikat” pada dasarnya berarti ”utusan”. (Lihat keterangan tambahan Yoh 1:51.) Kata-kata Yesus tentang orang-orang kecil ini (murid-muridnya) dan ”malaikat-malaikat mereka” tidak bisa langsung dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa setiap orang Kristen yang berbakti diberi satu malaikat pelindung yang khusus. Tapi, para malaikat ikut menjaga kerohanian orang Kristen sejati secara keseluruhan, dan mereka sangat peduli kepada setiap pengikut Kristus.​—Lihat keterangan tambahan Kis 12:15.

ada di hadapan Bapakku: Atau ”bisa datang menghadap Bapakku”. Lit.: ”menatap muka Bapakku”. Karena makhluk roh bisa datang menghadap Allah secara langsung, hanya mereka yang bisa melihat muka Allah.​—Kel 33:20.

Di sini, beberapa manuskrip memuat kata-kata: ”Karena Putra manusia datang untuk menyelamatkan yang hilang.” Tapi, kata-kata ini tidak ada di manuskrip-manuskrip yang paling kuno dan paling tepercaya. Kata-kata yang mirip terdapat di ayat yang ditulis dengan bimbingan Allah, yaitu Luk 19:10. Ada pendapat bahwa seorang penyalin zaman dulu meminjam kata-kata itu dari catatan Lukas.​—Lihat Lamp. A3.

Bapakku: Dalam beberapa manuskrip tertulis ”Bapakmu”.

saudaramu: Lihat keterangan tambahan Mat 5:23.

saudaramu: Di beberapa konteks, kata Yunani adelfos (saudara) bisa memaksudkan keluarga jasmani. Tapi di sini, yang dimaksud adalah saudara seiman, atau sesama penyembah Allah, karena konteksnya tentang ibadah di bait Yehuwa pada zaman Yesus. Di konteks lain, kata ini bisa punya makna yang lebih luas, yaitu sesama.

sidang jemaat: Dari kata Yunani ekklesia, yang pertama kali muncul di ayat ini. Kata ini adalah gabungan dari dua kata Yunani, yaitu ek, yang berarti ”keluar”, dan kaleo, yang berarti ”memanggil”. Ini memaksudkan sekelompok orang yang dipanggil atau dikumpulkan untuk tujuan atau kegiatan tertentu. (Lihat Daftar Istilah.) Di ayat ini, Yesus menubuatkan dibentuknya sidang jemaat Kristen, yang terdiri dari orang Kristen terurap. Mereka adalah ”batu-batu yang hidup”, yang sedang ”dibangun menjadi rumah rohani”. (1Ptr 2:4, 5) Dalam Septuaginta, kata Yunani ini sering digunakan sebagai terjemahan dari kata Ibrani untuk ”jemaat”, yang biasanya memaksudkan seluruh bangsa Israel, umat pilihan Allah. (Ul 23:3; 31:30) Dan dalam teks asli Kis 7:38, kata yang berarti ”jemaat” dipakai untuk bangsa Israel yang dipanggil keluar dari Mesir. Begitu juga, ”sidang jemaat Allah” terdiri dari orang Kristen yang ’dipanggil keluar dari kegelapan’ dan ’dipilih dari dunia’.​—1Ptr 2:9; Yoh 15:19; 1Kor 1:2.

sidang jemaat: Di bawah Hukum Musa, para hakim dan para pemimpin mewakili jemaat Israel dalam menangani kasus hukum. (Ul 16:18) Di zaman Yesus, orang yang melanggar hukum dibawa ke pengadilan setempat yang terdiri dari para pemimpin Yahudi. (Mat 5:22) Belakangan, para penatua dilantik oleh kuasa kudus untuk bertindak sebagai hakim di setiap sidang Kristen. (Kis 20:28; 1Kor 5:1-5, 12, 13) Untuk arti istilah ”sidang jemaat”, lihat keterangan tambahan Mat 16:18 dan ”Jemaat; Sidang jemaat” di Daftar Istilah.

seperti orang dari bangsa lain dan seperti pemungut pajak: Orang Yahudi tidak bergaul dengan orang-orang seperti itu.​—Bandingkan Kis 10:28.

apa pun yang kalian ikat . . . yang kalian lepaskan: Di sini, ”ikat” tampaknya berarti ”anggap bersalah; nyatakan bersalah”, dan ”lepaskan” berarti ”bebaskan dari tuduhan; nyatakan tidak bersalah”. Kata ”kalian” (jamak) menunjukkan bahwa selain Petrus, ada orang-orang lain yang terlibat dalam membuat keputusan seperti itu.​—Bandingkan keterangan tambahan Mat 16:19.

adalah hal-hal yang sudah terikat . . . adalah hal-hal yang sudah terlepas: Bentuk kata-kata kerja Yunani di ayat ini tidak biasa dan menunjukkan bahwa keputusan apa pun yang dibuat para murid (”apa pun yang kalian ikat”; ”apa pun yang kalian lepaskan”) sebenarnya sudah dibuat lebih dulu di surga. Semua keputusan para murid akan dibuat setelah keputusan yang sama dibuat di surga, bukan sebelumnya. Keputusan mereka akan didasarkan atas prinsip-prinsip yang sudah ditetapkan di surga. Jadi, ini tidak berarti bahwa surga akan mendukung atau meneguhkan keputusan yang dibuat di bumi. Sebaliknya, ini berarti para murid akan mendapat arahan dari surga. Mereka perlu dibimbing supaya apa yang mereka putuskan di bumi sesuai dengan apa yang sudah diputuskan di surga.​—Bandingkan keterangan tambahan Mat 16:19.

yang kamu ikat . . . yang kamu lepaskan: Atau ”yang kamu kunci . . . yang kamu buka”. Ini tampaknya memaksudkan keputusan untuk melarang atau mengizinkan suatu tindakan atau perubahan tertentu.​—Bandingkan keterangan tambahan Mat 18:18.

sudah diikat . . . sudah dilepas: Bentuk kata-kata kerja Yunani di ayat ini tidak biasa dan menunjukkan bahwa semua keputusan Petrus (”apa pun yang kamu ikat”; ”apa pun yang kamu lepaskan”) akan dibuat setelah keputusan yang sama dibuat di surga, bukan sebelumnya.​—Bandingkan keterangan tambahan Mat 18:18.

77 kali: Lit.: ”tujuh puluh kali tujuh”. Ungkapan Yunaninya bisa berarti ”70 dan 7” (77 kali) atau ”70 dikali 7” (490 kali). Di Kej 4:24 terjemahan Septuaginta, ungkapan Yunani yang sama dipakai untuk menerjemahkan ungkapan Ibrani untuk ”77 kali”. Jadi di Mat 18:22, ungkapan Yunani itu diterjemahkan menjadi ”77 kali” juga. Tidak soal bagaimana ungkapan ini dipahami, pengulangan angka tujuh berarti ”tidak terhingga” atau ”tanpa batas”. Dengan mengganti angka 7 yang disebutkan Petrus dengan angka 77, Yesus mengajar para pengikutnya agar tidak membatasi berapa kali mereka akan mengampuni. Ini berbeda dengan apa yang tertulis di Talmud Babilonia (Yoma 86b), yaitu, ”Kalau orang berbuat salah satu kali, dua kali, dan tiga kali, dia diampuni. Kalau empat kali, dia tidak diampuni.”

100 dinar: Meski 100 dinar tampak kecil dibanding dengan 10.000 talenta (60.000.000 dinar), itu sebenarnya tidak sedikit. Nilainya sama dengan upah 100 hari kerja.​—Lihat Lamp. B14.

10.000 talenta: Satu talenta saja sama dengan upah yang didapat seorang pekerja biasa setelah kira-kira 20 tahun. Jadi untuk melunasi utang sebesar ini, dia harus bekerja selama ribuan masa hidupnya. Jelaslah, di sini Yesus memakai hiperbol untuk menunjukkan bahwa utang itu tidak mungkin dilunasi. Jumlah 10.000 talenta perak sama dengan 60.​000.000 dinar.​—Lihat keterangan tambahan Mat 18:28;Talenta” di Daftar Istilah; dan Lamp. B14.

sujud kepadanya: Atau ”membungkuk kepadanya; menghormatinya”. Kata kerja Yunani proskyneo diterjemahkan ”menyembah” jika memaksudkan penyembahan kepada suatu allah atau dewa. Tapi di sini, kata ini memaksudkan rasa hormat dan ketundukan yang ditunjukkan seorang budak kepada majikannya.​—Lihat keterangan tambahan Mat 2:2; 8:2.

sujud: Atau ”membungkuk”. Dari kata Yunani proskyneo. Jika yang dimaksud adalah penyembahan kepada suatu allah atau dewa, kata ini diterjemahkan ”menyembah”. Tapi di konteks ini, para ahli perbintangan sedang mencari ”anak yang lahir sebagai raja orang Yahudi”. Jelaslah, yang dimaksud adalah penghormatan kepada seorang raja, bukan kepada suatu allah. Kata ini juga digunakan untuk memaksudkan hal yang sama di Mrk 15:18, 19, saat para prajurit yang mengejek Yesus ”sujud” kepadanya dan memanggilnya ”Raja Orang Yahudi”.​—Lihat keterangan tambahan Mat 18:26.

sujud kepadanya: Atau ”membungkuk kepadanya; menghormatinya”. Orang-orang yang disebutkan dalam Kitab-Kitab Ibrani juga membungkuk saat bertemu dengan nabi, raja, atau wakil Allah lainnya. (1Sam 25:23, 24; 2Sam 14:4-7; 1Raj 1:16; 2Raj 4:36, 37) Orang ini tampaknya tahu bahwa dia berbicara dengan wakil Allah, yang punya kuasa untuk menyembuhkan orang. Sangat cocok jika dia membungkuk untuk menghormati Calon Raja pilihan Yehuwa.​—Mat 9:18; untuk penjelasan lebih lanjut tentang kata Yunaninya, lihat keterangan tambahan Mat 2:2.

menghapus utangnya: Atau ”mengampuni dia dari utang”. Utang bisa menggambarkan dosa.​—Lihat keterangan tambahan Mat 6:12.

dosa: Atau ”utang”. Orang yang berdosa kepada orang lain sebenarnya berutang kepadanya, atau punya kewajiban kepadanya, sehingga harus meminta pengampunan atau pembebasan. Agar diampuni Allah, seseorang harus mengampuni dulu orang yang berdosa kepadanya.​—Mat 6:14, 15; 18:35; Luk 11:4.

100 dinar: Meski 100 dinar tampak kecil dibanding dengan 10.000 talenta (60.000.000 dinar), itu sebenarnya tidak sedikit. Nilainya sama dengan upah 100 hari kerja.​—Lihat Lamp. B14.

ampunilah: Kata Yunani untuk ”ampunilah” atau ”mengampuni” di ayat ini pada dasarnya berarti ”membebaskan”, tapi bisa juga berarti ”menghapus utang”, seperti di Mat 18:27, 32.

menghapus semua utangmu: Atau ”mengampunimu dari semua utangmu”.​—Lihat keterangan tambahan Mat 6:12.

memenjarakan dia: Lit.: ”menyerahkan dia kepada penjaga penjara”. Kata Yunani yang dipakai untuk ”penjaga penjara”, basanistes, sebenarnya berarti ”penyiksa”, mungkin karena penjaga penjara biasanya menyiksa tahanan dengan kejam. Tapi, kata ini belakangan dipakai untuk penjaga penjara secara umum, tampaknya karena pengurungan itu sendiri sudah dianggap sebagai siksaan.​—Lihat keterangan tambahan Mat 8:29.

menyiksa: Istilah Yunaninya mirip dengan istilah untuk ”penjaga penjara” yang digunakan di Mat 18:34 (lihat keterangan tambahan). Kelihatannya, siksaan yang dimaksud roh-roh jahat itu adalah penahanan atau pengurungan di ”lubang yang sangat dalam”, yang disebutkan dalam catatan lain tentang kisah ini di Luk 8:31.

Media

Batu Gilingan Bagian Atas dan Bawah
Batu Gilingan Bagian Atas dan Bawah

Batu gilingan besar seperti di gambar ini ditarik oleh binatang ternak, seperti keledai, dan digunakan untuk menghaluskan biji-bijian atau memeras zaitun. Batu gilingan bagian atas bisa berdiameter 1,5 m dan diputar di atas batu yang lebih besar lagi.

Batu Gilingan
Batu Gilingan

Batu gilingan digunakan untuk menghaluskan biji-bijian menjadi tepung dan memeras minyak dari buah zaitun. Ada batu gilingan yang kecil sehingga bisa diputar dengan tangan, dan ada yang sangat besar sampai harus diputar oleh binatang. Mungkin, batu yang harus diputar Simson untuk orang Filistin adalah batu gilingan besar seperti di gambar ini. (Hak 16:21) Dulu, batu gilingan yang diputar binatang umum digunakan di Israel dan juga di banyak wilayah Kekaisaran Romawi.

Lembah Hinom (Gehena)
Lembah Hinom (Gehena)

Lembah Hinom, yang disebut Gehena dalam bahasa Yunani, adalah jurang di sebelah selatan dan barat daya Yerusalem kuno. Pada zaman Yesus, lembah ini adalah tempat pembakaran sampah. Jadi, ini cocok untuk melambangkan pembinasaan total.

Gembala dan Dombanya
Gembala dan Dombanya

Kehidupan seorang gembala tidak mudah. Dia harus menghadapi panas, dingin, dan kadang tidak tidur. (Kej 31:40; Luk 2:8) Dia melindungi kawanannya dari pencuri dan binatang pemangsa seperti singa, serigala, dan beruang. (Kej 31:39; 1Sam 17:34-36; Yes 31:4; Am 3:12; Yoh 10:10-12) Gembala juga menjaga agar domba-dombanya tidak terpencar (1Raj 22:17), mencari domba yang hilang (Luk 15:4), menggendong anak domba yang lemah atau kelelahan di dada (Yes 40:11) atau di bahunya, dan merawat yang sakit atau terluka (Yeh 34:3, 4; Za 11:16). Alkitab sering menggunakan gembala dan kegiatan mereka sebagai gambaran. Contohnya, Yehuwa digambarkan seperti Gembala yang mengurus domba-Nya, yaitu umat-Nya, dengan penuh kasih sayang. (Mz 23:1-6; 80:1; Yer 31:10; Yeh 34:11-16; 1Ptr 2:25) Yesus disebut ”gembala agung” (Ibr 13:20) dan ”gembala yang utama”, yang membimbing para pengawas di sidang Kristen untuk menggembalakan kawanan domba Allah dengan rela dan bersemangat, tanpa mencari keuntungan sendiri.​—1Ptr 5:2-4.