Yang Ditulis Markus 12:1-44

12  Lalu dia mulai berbicara kepada orang-orang dengan perumpamaan, ”Ada orang yang membuat kebun anggur,+ memasang pagar di sekelilingnya, membuat tempat pemerasan anggur, dan mendirikan menara penjaga.+ Lalu, dia menyewakannya kepada para penggarap dan pergi ke luar negeri.+  Sewaktu musim panen tiba, dia mengutus seorang budak kepada para penggarap itu untuk mengambil sebagian buah dari kebun anggur itu.  Tapi mereka menangkap budak itu, memukulinya, dan menyuruhnya pergi dengan tangan kosong.  Dia mengutus budak lain lagi, tapi mereka memukul kepala budak itu dan merendahkannya.+  Dia mengutus budak lain, tapi mereka membunuhnya. Dia mengutus banyak budak lain, tapi sebagian mereka pukuli dan sebagian mereka bunuh.  Sekarang hanya satu orang lagi yang dia punya, yaitu anaknya yang dia sayangi.+ Terakhir, dia mengutus anaknya kepada mereka karena berpikir, ’Mereka akan menghormati anakku.’  Tapi para penggarap itu berkata satu sama lain, ’Dia ahli warisnya.+ Ayo kita bunuh dia, dan warisannya akan jadi milik kita.’  Maka mereka menangkap dia, membunuhnya, dan menyeretnya ke luar kebun.+  Apa yang akan dilakukan pemilik kebun anggur itu? Dia akan datang dan membunuh para penggarap itu, lalu menyerahkan kebunnya kepada orang lain.+ 10  Apa kalian tidak pernah baca? Sebuah ayat berkata, ’Batu yang ditolak tukang bangunan telah menjadi batu yang utama.+ 11  Itu berasal dari Yehuwa, dan itu luar biasa bagi kita.’”+ 12  Mendengar itu, para pemimpin agama ingin menangkap Yesus, karena mereka tahu bahwa merekalah yang dia maksud dalam perumpamaannya. Tapi mereka takut kepada orang-orang, maka mereka pergi meninggalkan dia.+ 13  Lalu, mereka mengutus beberapa orang Farisi dan pengikut partai Herodes kepada Yesus untuk membuat dia terjebak kata-katanya sendiri.+ 14  Sewaktu tiba, mereka berkata kepadanya, ”Guru, kami tahu Guru berkata dengan benar dan tidak berupaya untuk disukai orang, karena Guru tidak memandang penampilan luar seseorang, tapi mengajarkan jalan Allah sesuai dengan kebenaran. Nah, apa kita boleh membayar pajak kepala kepada Kaisar? 15  Kita harus bayar atau tidak?” Yesus tahu mereka munafik, maka dia berkata, ”Kenapa kalian menguji saya? Coba beri saya satu uang logam dinar untuk saya lihat.” 16  Mereka memberikannya, dan dia berkata, ”Gambar dan nama siapa ini?” Mereka menjawab, ”Kaisar.”+ 17  Lalu Yesus berkata, ”Berikan milik Kaisar kepada Kaisar,+ tapi milik Allah kepada Allah.”+ Mereka pun kagum mendengar kata-katanya. 18  Lalu orang-orang Saduki, yang tidak percaya adanya kebangkitan,+ menemui dia dan bertanya,+ 19  ”Guru, Musa menulis bahwa kalau ada pria yang mati dan meninggalkan seorang istri tapi tidak punya anak, kakak atau adiknya harus menikahi jandanya dan memberikan keturunan untuk saudaranya itu.+ 20  Nah, ada tujuh pria kakak beradik. Yang sulung menikah, tapi ketika mati, dia tidak punya keturunan. 21  Lalu, yang kedua menikahi jandanya tapi mati tanpa punya keturunan, dan yang ketiga juga begitu. 22  Ketujuh-tujuhnya mati tanpa punya keturunan. Terakhir, wanita itu juga mati. 23  Pada kebangkitan, wanita itu akan jadi istri siapa? Ketujuh pria itu pernah menikahi dia.” 24  Yesus menjawab, ”Kalian tidak mengerti Kitab Suci ataupun kuasa Allah. Karena itulah kalian keliru.+ 25  Sewaktu bangkit dari antara orang mati, pria dan wanita tidak menikah atau dinikahkan, tapi mereka seperti malaikat di surga.+ 26  Tapi mengenai kebangkitan orang mati, apa kalian belum pernah baca kisah tentang semak berduri dalam kitab Musa? Saat itu, Allah berkata kepada Musa, ’Aku adalah Allah Abraham, Allah Ishak, dan Allah Yakub.’+ 27  Dia adalah Allah orang hidup, bukan Allah orang mati. Kalian sangat keliru.”+ 28  Salah satu ahli Taurat yang datang ke situ mendengar mereka berselisih. Dia tahu bahwa Yesus telah menjawab mereka dengan bagus, maka dia bertanya, ”Perintah mana yang paling penting di antara semua perintah?”+ 29  Yesus menjawab, ”Ini yang paling penting: ’Israel, dengarlah! Yehuwa itu Allah kita, Yehuwa itu esa, 30  dan kasihilah Yehuwa Allahmu dengan sepenuh hati, sepenuh jiwa, seluruh pikiran, dan seluruh kekuatanmu.’+ 31  Yang kedua, ’Kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri.’+ Tidak ada perintah lain yang lebih penting daripada kedua perintah itu.” 32  Ahli Taurat itu berkata, ”Jawaban Guru bagus dan sesuai dengan kebenaran bahwa ’Allah itu esa, dan tidak ada Allah lain selain Dia’.+ 33  Dan, mengasihi Dia dengan sepenuh hati, seluruh pikiran,* dan seluruh kekuatan, juga mengasihi sesama seperti diri sendiri, itu jauh lebih penting daripada memberikan persembahan bakaran dan korban.”+ 34  Karena melihat bahwa pria itu menjawab dengan cerdas, Yesus berkata kepadanya, ”Kamu tidak jauh dari Kerajaan Allah.” Setelah itu, tidak ada yang berani menanyai dia lagi.+ 35  Tapi sewaktu sedang mengajar di bait, Yesus bertanya, ”Kenapa para ahli Taurat bilang Kristus itu putra Daud?+ 36  Daud yang dibimbing kuasa kudus+ berkata, ’Yehuwa berkata kepada Tuanku, ”Duduklah di sebelah kanan-Ku sampai Aku membuat musuh-musuhmu takluk di bawah kakimu.”’+ 37  Daud sendiri menyebut dia Tuan, jadi bagaimana mungkin dia putra Daud?”+ Sekumpulan besar orang yang ada di situ pun mendengarkan dia dengan senang. 38  Sewaktu mengajar, Yesus berkata, ”Hati-hati dengan ahli-ahli Taurat yang suka berjalan ke sana kemari memakai jubah panjang dan ingin diberi salam hormat di tempat-tempat umum+ 39  serta ingin tempat duduk paling depan di rumah ibadah* dan tempat yang paling terhormat di perjamuan pesta.+ 40  Mereka merampas rumah* janda-janda, dan berdoa panjang lebar untuk pamer.* Orang-orang itu akan mendapat hukuman yang lebih parah.”* 41  Lalu, Yesus duduk menghadap kotak-kotak sumbangan+ dan mulai mengamati orang-orang yang memasukkan uang ke situ. Banyak orang kaya memasukkan banyak uang logam.+ 42  Lalu, seorang janda miskin datang dan memasukkan dua uang logam yang nilainya sangat kecil.+ 43  Maka Yesus memanggil murid-muridnya dan berkata, ”Sesungguhnya kukatakan, janda miskin ini memasukkan lebih banyak daripada semua orang lain yang memasukkan uang ke kotak sumbangan.+ 44  Mereka semua memberi dari kelebihan harta mereka. Tapi dia, meski berkekurangan,* memasukkan semua miliknya, semua yang dia miliki untuk menunjang hidupnya.”+

Catatan Kaki

 Atau ”pengertian”.
 Lit.: ”sinagoga”.
 Atau ”harta”.
 Atau ”hanya sebagai kedok”.
 Atau ”berat”.
 Atau ”miskin”.

Keterangan Tambahan

perumpamaan: Atau ”parabel”. Dari kata Yunani parabole, yang artinya ”penempatan di samping (bersama-sama)”, dan bisa memaksudkan parabel (cerita pendek), peribahasa, atau perumpamaan. Yesus sering menjelaskan sesuatu dengan ’menempatkannya di samping’ hal lain, atau menyamakannya dengan hal lain. (Mrk 4:30) Perumpamaannya singkat dan biasanya berupa cerita karangan yang berisi pelajaran rohani atau moral.

menara penjaga: Dari menara ini, orang bisa melihat ke sekeliling dan menjaga kebun anggur dari pencuri dan binatang.​—Yes 5:2.

menyewakannya: Biasa dilakukan di Israel abad pertama. Dalam cerita ini, pemiliknya sudah menyiapkan banyak hal sehingga dia punya alasan yang lebih kuat untuk mengharapkan bagian.

perumpamaan: Lihat keterangan tambahan Mat 13:3.

menara penjaga: Lihat keterangan tambahan Mat 21:33.

menyewakannya: Lihat keterangan tambahan Mat 21:33.

batu yang utama: Atau ”batu penjuru utama; batu terpenting”. Ungkapan Ibrani di Mz 118:22 dan ungkapan Yunani di ayat ini sebenarnya berarti ”kepala sudut”. Meski ada banyak pendapat, tampaknya itu memaksudkan batu yang ditaruh di atas sudut dua tembok, yang membuat keduanya tetap menyatu. Yesus mengutip nubuat ini dan menunjukkan bahwa dialah ’batu utama’ yang dinubuatkan. Batu tertinggi pada sebuah bangunan terlihat dengan jelas. Begitu juga, Yesus Kristus adalah batu tertinggi di atas bait rohani, yang menggambarkan sidang Kristen kaum terurap.

Sebuah ayat: Dari kata Yunani grafe. Kata ini memiliki bentuk tunggal sehingga yang dimaksud adalah satu ayat, yaitu Mz 118:22, 23.

batu yang utama: Lihat keterangan tambahan Mat 21:42.

Yehuwa: Dalam teks asli Ibrani, Mz 118:22, 23 yang dikutip di sini memuat nama Allah yang ditulis dengan empat huruf mati Ibrani (jika ditransliterasi, YHWH).​—Lihat Lamp. C.

pengikut partai Herodes: Lihat Daftar Istilah.

pajak kepala: Pajak tahunan, mungkin sebesar 1 dinar, atau upah satu hari kerja, yang diwajibkan oleh pemerintah Romawi atas semua yang terdaftar melalui sensus.​—Luk 2:1-3.

Kaisar: Kaisar Romawi yang memerintah sewaktu Yesus melayani di bumi adalah Tiberius. Yang dimaksud dengan istilah ”Kaisar” tidak hanya kaisar yang sedang memerintah, tapi juga penguasa yang ditunjuk pemerintah Romawi, atau Negara, dan wakil-wakilnya yang terlantik. Paulus menyebut mereka ”pemerintah”, dan Petrus menyebut mereka ”raja” dan ”gubernur”.​—Rm 13:1-7; 1Ptr 2:13-17; Tit 3:1; lihat Daftar Istilah.

dinar: Koin perak Romawi dengan tulisan nama Kaisar. Ini adalah uang logam yang orang Romawi minta sebagai ”pajak kepala” dari orang Yahudi. (Mrk 12:14) Di zaman Yesus, para pekerja di kebun atau ladang biasanya diupahi 1 dinar untuk 12 jam kerja, dan Kitab-Kitab Yunani Kristen sering memakai satuan dinar sewaktu menyebutkan nilai uang. (Mat 20:2; Mrk 6:37; 14:5; Why 6:6) Berbagai koin tembaga dan koin perak digunakan di Israel, termasuk koin perak yang dibuat di Tirus dan dipakai untuk pajak bait. Tapi, untuk membayar pajak kepada Roma, orang kemungkinan besar memakai dinar perak yang bergambar Kaisar.​—Lihat Daftar Istilah dan Lamp. B14.

Gambar dan nama: Di sisi depan koin dinar yang umum kala itu, ada gambar kepala Kaisar Romawi Tiberius yang memakai mahkota daun. Ada juga tulisan Latin: ”Kaisar Tiberius Agustus, putra Agustus sang dewa”. Tiberius memerintah dari tahun 14 sampai 37 M.​—Lihat juga Lamp. B14.

Gambar dan nama: Lihat keterangan tambahan Mat 22:20.

berikan: Lit.: ”kembalikan”. Karena yang membuat uang logam adalah Kaisar, dia berhak meminta sebagian uang itu dikembalikan. Tapi, Kaisar tidak berhak meminta seseorang untuk membaktikan hidupnya atau mengabdi kepada dia, karena yang memberi manusia ”kehidupan, napas, dan segala sesuatu” adalah Allah. (Kis 17:25) Jadi, seseorang hanya boleh ’memberikan’ hidupnya dan mengabdi kepada Allah, yang berhak meminta agar manusia mengabdi kepada-Nya saja.

milik Allah kepada Allah: ”Memberikan milik Allah” mencakup beribadah kepada-Nya dengan sepenuh hati, mengasihi Dia dengan sepenuh jiwa, dan setia menaati Dia sepenuhnya.​—Mat 4:10; 22:37, 38; Kis 5:29; Rm 14:8.

Berikan: Lihat keterangan tambahan Mat 22:21.

milik Kaisar kepada Kaisar: Dalam Injil, Yesus menyebutkan kaisar Romawi hanya dalam jawabannya pada peristiwa ini, yang dicatat di sini, di Mat 22:21, dan di Luk 20:25. ”Memberikan milik Kaisar” mencakup membayar untuk jasa pemerintah serta menghormati dan tunduk kepada pemerintah sampai batas tertentu.​—Rm 13:1-7.

milik Allah kepada Allah: Lihat keterangan tambahan Mat 22:21.

orang-orang Saduki: Dalam Injil Markus, mereka hanya disebutkan di ayat ini. (Lihat Daftar Istilah.) Sebutan ”Saduki” (Yunani, Saddoukaios) mungkin berkaitan dengan Zadok (sering ditulis Saddouk dalam Septuaginta). Zadok adalah imam besar di zaman Salomo, dan keturunannya kemungkinan besar menjadi imam selama berabad-abad.​—1Raj 2:35.

kebangkitan: Dari kata Yunani anastasis, yang artinya ”bangun; berdiri”. Di Kitab-Kitab Yunani Kristen, kata ini digunakan sekitar 40 kali untuk memaksudkan kebangkitan orang mati. (Mat 22:23, 31; Kis 4:2; 24:15; 1Kor 15:12, 13) Dalam Yes 26:19 terjemahan Septuaginta, bentuk kata kerja dari anastasis dipakai untuk menerjemahkan kata kerja Ibrani ”hidup” di kalimat: ”Orang-orangmu yang mati akan hidup.”​—Lihat Daftar Istilah.

yang kedua menikahi jandanya: Dulu, jika seorang pria Ibrani mati sebelum punya anak laki-laki, ada pengaturan bahwa jandanya akan dinikahi oleh saudara pria itu supaya ada keturunan yang akan meneruskan garis keluarga pria itu. (Kej 38:8) Belakangan, pengaturan ini dimasukkan ke dalam Hukum Musa dan disebut perkawinan ipar. (Ul 25:5, 6, ctk.) Orang-orang di zaman Yesus melakukan perkawinan ipar, seperti yang ditunjukkan oleh kata-kata orang Saduki di ayat ini. Menurut Hukum Musa, seseorang bisa memilih untuk tidak melakukan perkawinan ipar. Tapi, jika dia ”tidak mau meneruskan garis keturunan saudaranya”, dia mempermalukan dirinya sendiri.​—Ul 25:7-10; Rut 4:7, 8.

Kitab Suci: Sering kali memaksudkan seluruh Kitab-Kitab Ibrani yang berasal dari Allah.

Kitab Suci: Lihat keterangan tambahan Mat 22:29.

Allah orang hidup: Di catatan tentang kisah yang sama di Luk 20:38, Yesus juga berkata, ”Di mata-Nya, mereka semua hidup.” Alkitab menunjukkan bahwa orang yang masih hidup tapi tidak memedulikan Allah dianggap sudah mati oleh-Nya. (Ef 2:1; 1Tim 5:6) Sebaliknya, hamba-hamba-Nya yang setia tapi sudah mati dianggap masih hidup oleh Yehuwa, karena janji-Nya untuk membangkitkan mereka pasti terjadi.​—Rm 4:16, 17.

dalam kitab Musa: Bagi orang Saduki, hanya tulisan Musa yang berasal dari Allah. Mereka tidak setuju dengan ajaran Yesus tentang kebangkitan, karena tampaknya, mereka menganggap ajaran itu tidak punya dasar di Pentateukh. Ada banyak ayat yang bisa Yesus kutip untuk membuktikan bahwa orang mati akan dibangkitkan, seperti Yes 26:19, Dan 12:13, dan Hos 13:14. Tapi, karena Yesus tahu tulisan mana yang diakui oleh orang Saduki, dia memakai kata-kata Yehuwa kepada Musa untuk meyakinkan mereka.​—Kel 3:2, 6.

Allah berkata kepada Musa: Yesus mengutip percakapan Yehuwa dengan Musa yang terjadi sekitar tahun 1514 SM. (Kel 3:2, 6) Waktu itu, Abraham sudah mati selama 329 tahun, Ishak 224 tahun, dan Yakub 197 tahun. Tapi, Yehuwa tidak berkata, ’Aku dulunya Allah mereka.’ Sebaliknya Dia berkata, ’Aku adalah Allah mereka.’​—Lihat keterangan tambahan Mrk 12:27.

Allah orang hidup: Di catatan tentang kisah yang sama di Luk 20:38, Yesus juga berkata, ”Di mata-Nya, mereka semua hidup.” Alkitab menunjukkan bahwa orang yang masih hidup tapi tidak memedulikan Allah dianggap sudah mati oleh-Nya. (Ef 2:1; 1Tim 5:6) Sebaliknya, hamba-hamba-Nya yang setia tapi sudah mati dianggap masih hidup oleh Yehuwa, karena janji-Nya untuk membangkitkan mereka pasti terjadi.​—Rm 4:16, 17.

Israel, dengarlah!: Kutipan dari Ul 6:4, 5 di sini lebih lengkap daripada yang ada di Injil Matius dan Lukas. Markus juga mengutip kata-kata pembuka dari apa yang disebut Syema, yaitu Ul 6:4-9; 11:13-21 yang dianggap sebagai pengakuan iman orang Yahudi. Nama Syema diambil dari kata pertama di ayat itu dalam bahasa Ibrani, yaitu syema, yang artinya ”Dengarkan!”

Yehuwa itu Allah kita, Yehuwa itu esa: Ini adalah kutipan dari Ul 6:4. Di teks Ibraninya, kata untuk ”esa” bisa berarti hanya satu, atau tiada duanya. Yehuwa adalah satu-satunya Allah yang benar. Tidak ada allah lain, atau dewa-dewi, yang bisa menandingi Dia. (2Sam 7:22; Mz 96:5; Yes 2:18-20) Di buku Ulangan, Musa mengingatkan Israel bahwa mereka harus menyembah Yehuwa saja. Mereka tidak boleh mengikuti bangsa-bangsa di sekitar mereka, yang menyembah berbagai dewa-dewi. Ada dewa-dewi yang dianggap mengendalikan bagian tertentu dari alam, dan satu dewa bisa berubah menjadi bermacam-macam dewa. Kata Ibrani untuk ”esa” juga menunjukkan bahwa tujuan dan kegiatan Allah tidak saling bertentangan. Yehuwa bukan Allah yang berubah-ubah atau tidak bisa ditebak. Dia selalu stabil, setia, dan bisa dipercaya. Percakapan di Mrk 12:28-34 dicatat juga dalam Injil Matius dan Lukas, yang isinya sering kali sama dengan Injil Markus. Tapi, hanya Markus yang mengawali kutipan ini dengan kata-kata: ”Israel, dengarlah! Yehuwa itu Allah kita, Yehuwa itu esa.” Setelah pernyataan bahwa Yehuwa itu esa, ada perintah untuk mengasihi Dia. Ini menunjukkan bahwa kasih para penyembah-Nya juga tidak boleh terbagi.

Yehuwa . . . Yehuwa: Dalam teks asli Ibrani, Ul 6:4 yang dikutip di sini memuat nama Allah yang ditulis dengan empat huruf mati Ibrani (jika ditransliterasi, YHWH), dan nama itu disebutkan dua kali.​—Lihat Lamp. C.

jiwa: Atau ”segenap diri”.​—Lihat Daftar Istilah.

pikiranmu: Maksudnya, kemampuan berpikirmu. Untuk mengenal Allah dan semakin mengasihi-Nya, seseorang harus menggunakan kemampuan berpikirnya. (Yoh 17:3, ctk.; Rm 12:1) Dalam teks asli Ibraninya, Ul 6:5 yang dikutip di sini memuat tiga kata: ’hati, jiwa, dan kekuatan’. Tapi, kata yang ada di catatan Matius dalam bahasa Yunani adalah ”pikiran”, bukan ”kekuatan”. Ada beberapa hal yang mungkin menjadi alasannya. Pertama, bahasa Ibrani kuno tidak punya kata khusus untuk ”pikiran”. Tapi, maknanya sering kali sudah tercakup dalam kata Ibrani untuk ”hati”. Jika ”hati” disebutkan sebagai gambaran, yang dimaksud adalah seluruh batin seseorang, termasuk pikiran, perasaan, sikap, dan niatnya. (Ul 29:4; Mz 26:2; 64:6; lihat keterangan tambahan untuk hati di ayat ini.) Karena itu, kata ”hati” dalam Kitab-Kitab Ibrani sering diterjemahkan ”pikiran” dalam Septuaginta Yunani. (Kej 8:21; 17:17; Ams 2:10; Yes 14:13) Ada kemungkinan lain mengapa Matius memakai kata Yunani untuk ”pikiran” dan bukan ”kekuatan” saat mengutip Ul 6:5. Kata Ibrani yang diterjemahkan ”kekuatan” bisa mencakup kekuatan fisik dan juga kemampuan berpikir. Jadi, kemiripan makna kata-kata Ibrani dan Yunani inilah yang mungkin menjadi alasan mengapa para penulis Injil tidak menggunakan kata yang sama persis saat mengutip dari Ulangan.​—Lihat keterangan tambahan Mrk 12:30; Luk 10:27.

hati . . . jiwa . . . kekuatan . . . pikiranmu: Di ayat ini, seorang pria yang adalah ahli Taurat mengutip Ul 6:5, yang dalam teks asli Ibrani memuat tiga kata yaitu hati, jiwa, dan kekuatan. Tapi dalam catatan Lukas yang ditulis dalam bahasa Yunani, pria itu menyebutkan empat hal yaitu hati, jiwa, kekuatan, dan pikiran. Jawaban pria itu tampaknya menunjukkan bahwa di zaman Yesus, orang-orang umumnya memahami bahwa makna keempat kata Yunani itu tercakup dalam tiga kata Ibrani di kutipan aslinya.​—Untuk keterangan lebih lengkap, lihat keterangan tambahan Mrk 12:30.

Yehuwa: Dalam teks asli Ibrani, Ul 6:5 yang dikutip di sini memuat nama Allah yang ditulis dengan empat huruf mati Ibrani (jika ditransliterasi, YHWH).​—Lihat Lamp. C.

hati: Jika dipakai sebagai gambaran, biasanya memaksudkan seluruh batin seseorang. Tapi kelihatannya, saat ”hati” disebutkan bersama ”jiwa” dan ”pikiran”, artinya menjadi lebih sempit, yaitu emosi, keinginan, dan perasaan seseorang. Keempat kata yang dipakai di sini (hati, jiwa, pikiran, dan kekuatan) punya makna yang berkaitan, tidak terpisah satu sama lain. Ketiganya disebutkan untuk sangat menandaskan pentingnya mengasihi Allah dengan sepenuhnya.​—Lihat keterangan tambahan untuk pikiran dan kekuatanmu di ayat ini.

jiwa: Lihat keterangan tambahan Mat 22:37.

pikiran: Maksudnya, kemampuan berpikir. Untuk mengenal Allah dan semakin mengasihi-Nya, seseorang harus menggunakan kemampuan berpikirnya. (Yoh 17:3, ctk.; Rm 12:1) Dalam teks asli Ibraninya, Ul 6:5 yang dikutip di sini memuat tiga kata: ’hati, jiwa, dan kekuatan’. Tapi, dalam Injil Markus yang ditulis dalam bahasa Yunani, ada empat kata yang disebutkan: hati, jiwa, pikiran, dan kekuatan. Ada beberapa hal yang mungkin menjadi alasan perbedaannya. Kata ”pikiran” mungkin ditambahkan untuk melengkapi makna yang dimaksud di bahasa Ibraninya. Bahasa Ibrani kuno tidak punya kata khusus untuk ”pikiran”. Tapi, maknanya sering kali sudah tercakup dalam kata Ibrani untuk ”hati”, yang menggambarkan seluruh batin seseorang, termasuk pikiran, perasaan, sikap, dan niatnya. (Ul 29:4; Mz 26:2; 64:6; lihat keterangan tambahan untuk hati di ayat ini.) Karena itu, kata ”hati” dalam Kitab-Kitab Ibrani sering diterjemahkan ”pikiran” dalam Septuaginta Yunani. (Kej 8:21; 17:17; Ams 2:10; Yes 14:13) Selain itu, Markus mungkin memakai kata Yunani pikiran karena maknanya mirip dengan kata Ibrani untuk ”kekuatan”. (Bandingkan Mat 22:37, yang memuat kata ”pikiran” dan bukan ”kekuatan”.) Mungkin karena itulah ahli Taurat tersebut memakai kata ”pikiran” sewaktu menjawab Yesus (Mrk 12:33) dan para penulis Injil tidak menggunakan kata yang sama persis saat mengutip Ul 6:5.​—Lihat keterangan tambahan untuk kekuatanmu di ayat ini dan keterangan tambahan Mat 22:37; Luk 10:27.

kekuatanmu: Seperti yang disebutkan di keterangan tambahan untuk pikiran, Ul 6:5 memuat tiga kata dalam teks Ibraninya: ’hati, jiwa, dan kekuatan’. Makna kata Ibrani untuk ”kekuatan” mencakup kekuatan fisik dan kemampuan berpikir. Mungkin itulah salah satu alasan mengapa ”pikiran” disebutkan juga ketika ayat ini dikutip di Kitab-Kitab Yunani Kristen. Dan, bisa jadi itu juga alasannya Mat 22:37 menyebutkan ”pikiran” tapi tidak menyebutkan ”kekuatan” ketika mengutip ayat itu. Apa pun alasannya, menurut Injil Lukas (10:27) yang ditulis dalam bahasa Yunani, ahli Taurat itu menyebutkan empat hal, yaitu hati, jiwa, kekuatan, dan pikiran, ketika dia mengutip ayat yang sama dari Kitab-Kitab Ibrani. Jadi di zaman Yesus, orang-orang tampaknya memahami bahwa makna keempat kata Yunani itu tercakup dalam tiga kata Ibrani di kutipan aslinya.

sesamamu: Lit.: ”orang di dekatmu”. Kata Yunaninya tidak hanya memaksudkan tetangga seseorang, tapi juga siapa pun yang berurusan dengannya.​—Luk 10:29-37; Rm 13:8-10; lihat keterangan tambahan Mat 5:43.

Yang kedua: Jawaban Yesus atas pertanyaan ahli Taurat itu dicatat di Mrk 12:29, 30. Tapi di ayat ini, Yesus kemudian mengutip perintah terpenting kedua walaupun yang ditanyakan hanya yang pertama. (Im 19:18) Dia menekankan bahwa ”kedua perintah ini” saling berkaitan dan menjadi inti dari seluruh Taurat dan Kitab Para Nabi.​—Mat 22:40.

sesamamu: Lihat keterangan tambahan Mat 22:39.

persembahan bakaran: Lit.: ”persembahan bakaran yang utuh”. Dari kata Yunani holokautoma (dari kata holos, yang artinya ”utuh”, dan kaio, yang artinya ”membakar”). Kata ini hanya dipakai tiga kali di Kitab-Kitab Yunani Kristen, yaitu di sini dan di Ibr 10:6, 8. Dalam Septuaginta, kata ini digunakan sebagai terjemahan dari kata Ibrani olah, yaitu korban binatang yang dibakar habis dan dipersembahkan seluruhnya kepada Allah, tanpa ada bagian yang dimakan oleh orang yang mempersembahkannya. Septuaginta memuat kata Yunani ini di 1Sam 15:22 dan Hos 6:6. Mungkin, ayat-ayat itulah yang ada di pikiran ahli Taurat ini ketika berbicara dengan Yesus. (Mrk 12:32) Yesus bisa dikatakan sebagai ”persembahan bakaran”, karena dia mengorbankan dirinya seutuhnya, atau sepenuhnya.

Yehuwa: Dalam teks asli Ibrani, Mz 110:1 yang dikutip di sini memuat nama Allah yang ditulis dengan empat huruf mati Ibrani (jika ditransliterasi, YHWH).​—Lihat Lamp. C.

tempat-tempat umum: Atau ”pasar”. Dari kata Yunani agora. Di sini, yang dimaksud adalah area terbuka yang menjadi tempat jual beli dan tempat berkumpul dalam kota-kota di Timur Tengah kuno serta wilayah Romawi dan Yunani kuno.

tempat-tempat umum: Lihat keterangan tambahan Mat 23:7.

tempat duduk paling depan: Atau ”tempat duduk terbaik”. Tampaknya, ketua sinagoga dan para tamu terhormat duduk di bagian depan, dekat gulungan Kitab Suci, dan terlihat jelas oleh hadirin. Tempat itu mungkin dikhususkan untuk orang-orang terpandang seperti itu.

tempat duduk paling depan: Lihat keterangan tambahan Mat 23:6.

tempat penyimpanan yang suci: Mungkin memaksudkan bagian bait yang disebut ”tempat kotak-kotak sumbangan” di Yoh 8:20, yang tampaknya berada di Halaman Kaum Wanita, tempat ditaruhnya 13 kotak sumbangan. (Lihat Lamp. B11.) Di bait, kelihatannya ada tempat penyimpanan utama untuk uang dari kotak-kotak sumbangan.

kotak-kotak sumbangan: Menurut catatan sejarah Yahudi, kotak atau wadah untuk sumbangan ini berbentuk seperti trompet tanduk. Kemungkinan besar, ada lubang kecil di bagian atas, dan bagian bawahnya lebar. Orang-orang memasukkan uang ke dalamnya untuk berbagai persembahan. Kata Yunani yang dipakai di sini juga ada di Yoh 8:20. Kata itu juga bisa diterjemahkan ”tempat perbendaharaan”, yang kelihatannya terletak di Halaman Kaum Wanita. (Lihat keterangan tambahan Mat 27:6 dan Lamp. B11.) Menurut tulisan para rabi, ada 13 kotak sumbangan di sekeliling dinding halaman itu. Tampaknya, seluruh uang dari kotak-kotak sumbangan itu dikumpulkan di sebuah tempat penyimpanan di bait.

uang: Lit.: ”tembaga”, maksudnya uang logam atau koin dari tembaga. Kata Yunaninya juga dipakai untuk segala jenis uang.​—Lihat Lamp. B14.

dua uang logam: Lit.: ”dua lepta”, bentuk jamak dari kata Yunani lepton, yang artinya sesuatu yang kecil dan tipis. Satu lepton adalah uang logam senilai 1/128 dinar. Kelihatannya, ini adalah koin tembaga atau perunggu terkecil yang dipakai di Israel.​—Lihat ”Lepton” di Daftar Istilah dan Lamp. B14.

yang nilainya sangat kecil: Lit.: ”yaitu satu kuadran”. Dari kata Yunani kodrantes (dari kata Latin quadrans), yang memaksudkan uang logam tembaga atau perunggu Romawi senilai 1/64 dinar. Di sini, Markus menggunakan mata uang Romawi untuk menjelaskan nilai uang logam yang umumnya dipakai orang Yahudi.​—Lihat Lamp. B14.

Media

Tempat Pemerasan Anggur
Tempat Pemerasan Anggur

Di Israel, anggur dipanen selama bulan Agustus dan September, bergantung pada jenis anggur dan iklimnya. Biasanya, anggur ditaruh dalam bak dari batu kapur atau lubang yang dibuat pada batu cadas. Orang-orang biasanya memeras anggur dengan menginjak-injaknya tanpa alas kaki sambil bernyanyi.​—Yes 16:10; Yer 25:30; 48:33.

1. Anggur yang baru dipetik

2. Tempat Pemerasan Anggur

3. Saluran untuk hasil perasan

4. Tempat yang lebih rendah untuk mengambil hasil

5. Wadah tanah liat untuk minuman anggur

Kaisar Tiberius
Kaisar Tiberius

Tiberius lahir pada 42 SM, menjadi Kaisar Romawi kedua pada 14 M, dan meninggal pada Maret 37 M. Dia menjadi Kaisar selama masa pelayanan Yesus. Jadi, dialah Kaisar yang memerintah ketika Yesus berkata tentang koin untuk pajak, ”Berikan milik Kaisar kepada Kaisar, tapi milik Allah kepada Allah.”—Mat 22:17-21; Mrk 12:14-17; Luk 20:22-25.

Pasar
Pasar

Ada pasar-pasar yang terletak di pinggir jalan, seperti yang terlihat pada gambar. Para pedagang sering kali menaruh banyak sekali barang di jalan sampai-sampai menghalangi orang yang lewat. Penduduk setempat bisa membeli perlengkapan rumah tangga, barang-barang dari tanah liat, barang-barang yang mahal dari beling, dan hasil pertanian. Karena waktu itu tidak ada kulkas, orang harus berbelanja ke pasar setiap hari. Di pasar, orang bisa mendengar berita-berita dari para pedagang atau pengunjung lainnya, anak-anak bisa bermain, dan orang yang menganggur bisa menunggu untuk ditawari pekerjaan. Di pasar, Yesus menyembuhkan orang dan Paulus mengabar. (Kis 17:17) Mereka sangat berbeda dengan ahli Taurat dan orang Farisi yang sombong, yang suka mencari perhatian dan dihormati di tempat-tempat umum seperti ini.

Tempat Duduk Paling Depan di Sinagoga
Tempat Duduk Paling Depan di Sinagoga

Video ini dibuat berdasarkan reruntuhan dari sinagoga abad pertama di kota Gamla, yang terletak sekitar 10 km di sebelah timur laut dari Laut Galilea. Tidak ada sinagoga abad pertama yang masih utuh di zaman sekarang. Jadi, bagian-bagiannya tidak bisa diketahui dengan pasti. Video ini menunjukkan beberapa bagian yang mungkin ada di banyak sinagoga zaman dulu.

1. Tempat duduk paling depan atau terbaik mungkin ada di panggung pembicara atau di dekatnya.

2. Panggung tempat seseorang membacakan Kitab Suci. Letak persisnya bisa berbeda-beda di setiap sinagoga.

3. Tempat duduk di pinggir tembok mungkin untuk orang-orang yang terpandang. Yang lain mungkin duduk dengan alas di lantai. Tampaknya ada empat baris tempat duduk di sinagoga di Gamla.

4. Sebuah peti berisi gulungan-gulungan Kitab Suci mungkin ditaruh di tembok belakang.

Pengaturan tempat duduk di sinagoga selalu mengingatkan hadirin bahwa orang-orang tertentu punya kedudukan lebih tinggi dari yang lain, seperti yang sering diperdebatkan murid-murid Yesus.​—Mat 18:1-4; 20:20, 21; Mrk 9:33, 34; Luk 9:46-48.

Tempat Terhormat pada Acara Makan
Tempat Terhormat pada Acara Makan

Di abad pertama, orang biasanya duduk dengan posisi separuh berbaring di depan meja untuk makan. Setiap orang bersandar pada siku kiri yang ditaruh di atas bantal dan makan dengan tangan kanan. Dalam budaya Yunani-Romawi, di ruang makan ada tiga pembaringan yang ditaruh di sekitar meja makan yang pendek. Orang Romawi menyebut ruang makan seperti ini triclinium (dari kata Yunani yang berarti ”ruangan dengan tiga pembaringan”). Dengan pengaturan ini, biasanya ada sembilan orang yang bisa duduk makan, tiga orang di setiap pembaringan. Tapi belakangan, pembaringan yang lebih panjang digunakan supaya bisa memuat lebih banyak orang. Dalam tradisi itu, setiap tempat di ruang makan ada artinya. Ada yang dianggap kurang terhormat (A), ada yang lebih terhormat (B), dan ada yang paling terhormat (C). Posisi di setiap pembaringan juga ada artinya. Seseorang dianggap lebih terhormat daripada orang yang duduk di sebelah kanannya dan lebih rendah daripada orang di sebelah kirinya. Pada acara makan yang resmi, biasanya tuan rumah duduk di paling kiri pada pembaringan yang kurang terhormat (1). Tamu kehormatan duduk di pembaringan tengah, persis di sebelah tuan rumah (2). Tidak bisa dipastikan kapan orang Yahudi menetapkan tradisi ini. Tampaknya, tradisi inilah yang Yesus maksudkan sewaktu mengajar pengikutnya tentang pentingnya kerendahan hati.

Kotak Sumbangan dan Janda Miskin
Kotak Sumbangan dan Janda Miskin

Menurut tulisan para rabi, di bait yang dibangun Herodes, ada 13 kotak sumbangan yang disebut kotak syofar. Kata Ibrani ”syohfar” berarti ”tanduk domba jantan”. Jadi, setidaknya ada bagian dari kotaknya yang berbentuk seperti tanduk, atau trompet tanduk. Ketika mendengar teguran Yesus kepada orang-orang yang seolah-olah meniup trompet saat memberi sedekah, ada yang mungkin teringat dengan bunyi uang logam yang dijatuhkan ke tempat sumbangan itu. (Mat 6:2) Dua uang logam kecil yang dijatuhkan janda miskin itu mungkin tidak terlalu terdengar. Tapi, Yesus menunjukkan bahwa janda itu dan sumbangannya berharga bagi Yehuwa.