Yang Ditulis Markus 1:1-45

1  Beginilah dimulainya kabar baik tentang Yesus Kristus, Putra Allah:  Ini seperti yang tertulis dalam kitab Nabi Yesaya, yaitu, ”(Aku mengirim utusan-Ku mendahuluimu,* yang akan menyiapkan jalan untukmu.)+  Seseorang berseru di padang belantara, ’Siapkan jalan bagi Yehuwa! Buatlah jalan-jalan-Nya mulus.’”+  Yohanes Pembaptis ada di padang belantara. Dia memberitakan tentang baptisan yang melambangkan pertobatan untuk pengampunan dosa.+  Karena itu, seluruh penduduk di Yerusalem dan seluruh daerah Yudea datang menemui dia, dan mereka dibaptis olehnya di Sungai Yordan serta mengakui dosa mereka secara terbuka.+  Yohanes memakai pakaian dari bulu unta dan ikat pinggang kulit.+ Makanannya adalah belalang+ dan madu hutan.+  Dia memberitakan, ”Setelah saya, akan datang orang yang lebih berkuasa daripada saya. Saya bahkan tidak layak untuk membungkuk dan melepaskan ikatan tali sandalnya.+  Saya membaptis kalian dengan air, tapi dia akan membaptis kalian dengan kuasa kudus.”+  Pada waktu itu, Yesus datang dari Nazaret di Galilea dan dibaptis di Sungai Yordan oleh Yohanes.+ 10  Segera setelah keluar dari air, dia melihat langit terbuka, dan kuasa kudus turun seperti burung merpati ke atas dirinya.+ 11  Lalu ada suara terdengar dari langit, ”Kamulah Putra-Ku, yang Kukasihi. Aku berkenan kepadamu.”+ 12  Segera setelah itu, kuasa kudus menggerakkan dia untuk pergi ke padang belantara. 13  Dia tetap berada di padang belantara selama 40 hari dan digoda oleh Setan.+ Dia tinggal di antara binatang liar, tapi para malaikat melayani dia.+ 14  Setelah Yohanes ditangkap,+ Yesus pergi ke Galilea.+ Dia memberitakan kabar baik dari Allah+ 15  dan berkata, ”Waktunya sudah tiba, dan Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah,+ dan berimanlah pada kabar baik.” 16  Ketika berjalan di tepi Laut Galilea, dia melihat Simon dan Andreas saudaranya.+ Mereka sedang menebarkan jala ke laut,+ karena mereka nelayan.+ 17  Jadi Yesus berkata kepada mereka, ”Ayo ikut aku. Aku akan menjadikan kalian penjala manusia.”+ 18  Mereka langsung meninggalkan jala mereka dan mengikuti dia.+ 19  Setelah berjalan sedikit lagi, dia melihat Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang sedang memperbaiki jala di perahu,+ 20  dan dia langsung memanggil mereka. Mereka pun meninggalkan ayah mereka Zebedeus di perahu bersama para pekerjanya, lalu pergi mengikuti dia. 21  Kemudian mereka pergi ke Kapernaum. Pada hari Sabat, dia masuk ke rumah ibadah dan mulai mengajar.+ 22  Mereka kagum dengan cara dia mengajar, karena dia mengajar sebagai orang yang berwenang, tidak seperti para ahli Taurat.*+ 23  Di rumah ibadah itu ada orang yang kesurupan roh najis, dan dia berteriak, 24  ”Apa urusanmu dengan kami, Yesus orang Nazaret?+ Apa kamu ke sini untuk binasakan kami? Aku tahu betul siapa kamu, Yang Kudus dari Allah!”+ 25  Tapi Yesus membentaknya, ”Diam, keluar dari orang ini!” 26  Roh najis itu pun membuat orang itu kejang-kejang dan berteriak sekeras-kerasnya, lalu keluar dari orang itu.+ 27  Semua orang menjadi heran dan mulai membicarakan peristiwa itu. Mereka berkata, ”Apa ini? Ini ajaran baru! Dia punya kuasa untuk mengusir roh-roh najis, dan mereka taat kepadanya.” 28  Maka, cerita tentang dia tersebar dengan cepat ke mana-mana di seluruh daerah Galilea. 29  Mereka keluar dari rumah ibadah itu dan pergi ke rumah Simon dan Andreas bersama Yakobus dan Yohanes.+ 30  Waktu itu, ibu mertua Simon+ terbaring karena sakit demam, dan mereka segera memberi tahu Yesus tentang dia. 31  Maka Yesus mendekati dia dan memegang tangannya untuk membantunya bangun. Demamnya pun hilang, dan dia mulai menyiapkan makanan untuk mereka. 32  Pada malam hari, setelah matahari terbenam, orang-orang membawa kepadanya semua yang sakit dan yang kesurupan.+ 33  Seluruh penduduk kota berkumpul tepat di depan pintu. 34  Maka, dia menyembuhkan banyak orang yang menderita berbagai penyakit+ dan mengusir banyak roh jahat,+ tapi dia tidak mengizinkan roh-roh itu bicara, karena mereka tahu dia adalah Kristus.+ 35  Pagi-pagi sekali, ketika hari masih gelap, dia bangun dan keluar ke tempat yang sepi, dan di sana dia mulai berdoa.+ 36  Tapi Simon dan murid-murid lainnya mencari dia ke mana-mana. 37  Ketika bertemu dia, mereka berkata, ”Semua orang mencarimu.” 38  Tapi dia berkata, ”Ayo pergi ke tempat lain, ke kota-kota dekat sini, supaya aku bisa memberitakan kabar baik di situ juga, karena untuk itulah aku datang.”+ 39  Lalu dia pergi memberitakan kabar baik di rumah-rumah ibadah di seluruh Galilea dan mengusir roh-roh jahat.+ 40  Seorang penderita kusta datang kepadanya dan memohon sambil berlutut, ”Kalau Tuan mau, Tuan bisa membuat saya sembuh.”*+ 41  Yesus pun tergerak oleh rasa kasihan,+ lalu dia mengulurkan tangannya dan menyentuh orang itu dan berkata, ”Saya mau! Sembuhlah.”*+ 42  Saat itu juga kustanya hilang, dan dia tidak najis lagi. 43  Lalu, Yesus segera menyuruh dia pergi dan dengan tegas memerintahkan, 44  ”Jangan beri tahu apa pun kepada siapa pun, tapi pergi dan perlihatkan dirimu kepada imam. Berikan persembahan yang Musa tetapkan,+ sebagai bukti bahwa kamu sudah sembuh.”+ 45  Tapi setelah pergi, orang itu mulai bercerita ke mana-mana tentang apa yang dia alami. Karena itu, Yesus tidak bisa lagi terang-terangan masuk ke sebuah kota, dan dia tinggal di luar kota di tempat yang sepi. Tapi, orang-orang tetap berdatangan kepadanya dari mana-mana.+

Catatan Kaki

 Lit.: ”di hadapan mukamu”.
 Atau ”penulis”.
 Atau ”tidak najis”.
 Atau ”Jadilah tidak najis”.

Keterangan Tambahan

Markus: Nama Romawi yang menjadi nama belakang ”Yohanes” yang disebutkan di Kis 12:12. Ibunya adalah Maria, salah satu murid Yesus yang pertama, yang tinggal di Yerusalem. Yohanes Markus adalah ”sepupu Barnabas” (Kol 4:10) dan rekan seperjalanannya. Markus juga bepergian bersama Paulus dan para utusan injil Kristen lainnya di abad pertama. (Kis 12:25; 13:5, 13; 2Tim 4:11) Meski tidak ada catatan tentang siapa yang menulis Injil ini, para penulis abad kedua dan ketiga M menunjukkan bahwa penulisnya adalah Markus.

Yang Ditulis Markus: Tidak ada penulis Injil yang mencatat bahwa merekalah yang menulis Injil mereka. Tampaknya, tidak ada judul pada teks aslinya. Di beberapa manuskrip Injil Markus, terdapat judul Euaggelion Kata Markon (”Kabar Baik [atau, ”Injil”] Menurut Markus”). Beberapa manuskrip lainnya menggunakan judul yang lebih pendek, yaitu Kata Markon (”Menurut Markus”). Tidak bisa dipastikan kapan judul-judul seperti itu ditambahkan atau mulai digunakan. Ada yang berpendapat bahwa itu dilakukan pada abad kedua M, karena judul yang lebih panjang ditemukan di beberapa manuskrip Injil yang berasal dari akhir abad kedua atau awal abad ketiga. Menurut beberapa pakar, kata ”injil” (lit.: ”kabar baik”) digunakan sebagai judul karena kata-kata pertama buku Markus berbunyi, ”Beginilah dimulainya kabar baik tentang Yesus Kristus, Putra Allah.” Kemungkinan, nama penulisnya juga digunakan sebagai bagian dari judul supaya orang bisa mengenali buku-buku itu dengan mudah.

kabar baik: Pemunculan pertama kata Yunani euaggelion, yang diterjemahkan ”injil” dalam beberapa Alkitab bahasa Indonesia. Kata Yunani yang berkaitan, euaggelistes, yang diterjemahkan ”penginjil”, berarti ”pemberita kabar baik”.​—Kis 21:8; Ef 4:11, ctk.; 2Tim 4:5, ctk.

kabar baik: Dari kata Yunani euaggelion, gabungan dari kata eu, yang artinya ”baik”, dan aggelos, yang artinya ”pembawa kabar; orang yang memberitakan (mengumumkan)”. (Lihat Daftar Istilah.) Kata ini diterjemahkan menjadi ”injil” di beberapa Alkitab bahasa Indonesia. Ungkapan yang berkaitan dengan kata ini, yang diterjemahkan menjadi ”penginjil” (Yunani, euaggelistes) berarti ”pemberita kabar baik”.​—Kis 21:8; Ef 4:1, ctk.; 2Tim 4:5, ctk.

kabar baik: Lihat keterangan tambahan Mat 4:23; 24:14 dan Daftar Istilah.

kabar baik tentang Yesus Kristus: Ungkapan Yunaninya bisa juga diterjemahkan ”kabar baik Yesus Kristus”, maksudnya, kabar baik yang diberitakan Yesus.

Putra Allah: Meski beberapa manuskrip menghapus istilah ”Putra Allah”, ada lebih banyak manuskrip tua yang memuat istilah ini.

Nabi Yesaya: Kutipan setelahnya adalah gabungan dari nubuat di Mal 3:1 dan Yes 40:3. Kedua nubuat itu berbicara tentang Yohanes Pembaptis. Kata-kata Maleakhi ditaruh dalam kurung untuk membedakannya dari kata-kata Yesaya, yang ditulis di Mrk 1:3. Kutipan dari Yesaya menyoroti isi berita Yohanes, sedangkan kutipan dari Maleakhi menyoroti peran Yohanes sebagai utusan. Seluruh kutipan itu dikatakan berasal dari Yesaya, mungkin karena bagian yang ingin ditekankan ada di kutipan dari Yesaya.

Yehuwa: Dalam teks asli Ibrani, Yes 40:3 yang dikutip di sini memuat nama Allah, yang ditulis dengan empat huruf mati Ibrani (jika ditransliterasi, YHWH). (Lihat Lamp. C.) Matius menunjukkan bahwa Yesaya sebenarnya menubuatkan tentang Yohanes Pembaptis yang menyiapkan jalan bagi Yesus, wakil Allah. Dalam Injil Yohanes, Yohanes Pembaptis sendiri menunjukkan bahwa nubuat itu berbicara tentang dirinya.​—Yoh 1:23.

Buatlah jalan-jalan-Nya mulus: Bisa jadi merujuk ke kebiasaan para penguasa zaman dulu. Mereka menyuruh orang menyiapkan jalan yang akan dilewati kereta kerajaan dengan menyingkirkan batu-batu besar, bahkan membangun jalan raya dan meratakan bukit.

Yehuwa: Dalam teks asli Ibrani, Yes 40:3 yang dikutip di sini memuat nama Allah, yang ditulis dengan empat huruf mati Ibrani (jika ditransliterasi, YHWH). (Lihat Lamp. C.) Markus menunjukkan bahwa ayat itu menubuatkan apa yang akan dilakukan ”Yohanes Pembaptis” (Mrk 1:4) untuk menyiapkan jalan bagi Yesus.​—Lihat keterangan tambahan Mat 3:3.

Buatlah jalan-jalan-Nya mulus: Lihat keterangan tambahan Mat 3:3.

Pembaptis: Atau ”Pembenam”. Tampaknya, julukan ini ditambahkan ke nama Yohanes untuk menunjukkan bahwa ciri khas Yohanes adalah membaptis dengan membenamkan orang ke dalam air. Penulis sejarah Yahudi, Flavius Yosefus, pernah menulis tentang ”Yohanes, yang diberi julukan Pembaptis”.

Padang Belantara Yudea: Lereng tandus yang sebagian besar tidak berpenghuni, yang ada di bagian timur pegunungan Yehuda. Lereng ini menurun ke tepi barat Sungai Yordan dan Laut Mati, yang terletak kira-kira 1.200 m di bawahnya. Yohanes memulai pelayanannya di salah satu bagian dari wilayah ini, di sebelah utara Laut Mati.

Bertobatlah: Kata Yunaninya bisa diterjemahkan menjadi ”berubah pikiran” dan maknanya adalah mengubah cara berpikir, sikap, atau niat. Di konteks ini, ’bertobat’ berarti membuat perubahan untuk menyenangkan Allah dan bersahabat dengan-Nya.​—Lihat keterangan tambahan Mat 3:8, 11 dan ”Tobat” di Daftar Istilah.

buah yang membuktikan pertobatan: Bukti dan tindakan yang akan menunjukkan bahwa para pendengar Yohanes sudah mengubah pikiran atau sikap mereka.​—Luk 3:8; Kis 26:20; lihat keterangan tambahan Mat 3:2, 11 dan ”Tobat” di Daftar Istilah.

membaptis kalian: Atau ”membenamkan kalian”. Kata Yunani baptizo berarti ”mencelup; membenamkan”. Contoh-contoh lain dalam Alkitab menunjukkan bahwa sewaktu seseorang dibaptis, seluruh tubuhnya dibenamkan. Suatu hari, Yohanes membaptis di sebuah tempat di Lembah Yordan dekat Salim ”karena di situ ada banyak air”. (Yoh 3:23) Saat Filipus membaptis pejabat Etiopia, mereka ”turun ke air”. (Kis 8:38) Kata Yunani yang sama juga digunakan dalam Septuaginta di 2Raj 5:14, yang menyebutkan bahwa Naaman ”membenamkan diri tujuh kali dalam Sungai Yordan”.

bertobat: Atau ”berubah pikiran”.​—Lihat keterangan tambahan Mat 3:2, 8 dan ”Tobat” di Daftar Istilah.

Pembaptis: Atau ”Pembenam”. Bentuk kata Yunani yang dipakai di sini dan di Mrk 6:14, 24, ho baptizon, bisa juga diterjemahkan ”yang membaptis”. Bentuk kata bendanya, Baptistes, dipakai di Mrk 6:25; 8:28 serta di buku Matius dan Lukas. Walaupun kedua bentuk itu berbeda, maknanya sama. Karena itulah dua-duanya dipakai di Mrk 6:24, 25 dalam teks Yunaninya.​—Lihat keterangan tambahan Mat 3:1.

padang belantara: Maksudnya, Padang Belantara Yudea.​—Lihat keterangan tambahan Mat 3:1.

baptisan yang melambangkan pertobatan: Lit., ”baptisan pertobatan”. Baptisan tidak bisa menghapus dosa. Sebaliknya, orang yang dibaptis Yohanes menunjukkan di depan umum bahwa mereka bertobat. Mereka sudah berdosa karena melanggar Taurat, dan mereka memperlihatkan tekad untuk berubah. Pertobatan mereka ini turut menuntun mereka kepada Kristus. (Gal 3:24) Jadi, Yohanes menyiapkan orang-orang untuk ”melihat keselamatan dari Allah”.​—Luk 3:3-6; lihat keterangan tambahan Mat 3:2, 8, 11 dan ”Baptis”; ”Tobat” di Daftar Istilah.

membaptis kalian: Atau ”membenamkan kalian”. Kata Yunani baptizo berarti ”mencelup; membenamkan”. Contoh-contoh lain dalam Alkitab menunjukkan bahwa sewaktu seseorang dibaptis, seluruh tubuhnya dibenamkan. Suatu hari, Yohanes membaptis di sebuah tempat di Lembah Yordan dekat Salim ”karena di situ ada banyak air”. (Yoh 3:23) Saat Filipus membaptis pejabat Etiopia, mereka ”turun ke air”. (Kis 8:38) Kata Yunani yang sama juga digunakan dalam Septuaginta di 2Raj 5:14, yang menyebutkan bahwa Naaman ”membenamkan diri tujuh kali dalam Sungai Yordan”.

mengakui dosa mereka secara terbuka: Maksudnya, orang-orang mengakui di depan umum atau dengan terus terang bahwa mereka sudah melanggar perjanjian Taurat.

seluruh penduduk . . . seluruh daerah: Kata ”seluruh” dipakai di sini sebagai hiperbol. Tujuannya untuk menandaskan besarnya minat orang-orang terhadap pengabaran Yohanes. Ini tidak berarti setiap orang yang tinggal di Yudea atau Yerusalem datang kepadanya.

dibaptis: Atau ”dibenamkan”.​—Lihat keterangan tambahan Mat 3:11 dan ”Baptis” di Daftar Istilah.

mengakui dosa mereka secara terbuka: Lihat keterangan tambahan Mat 3:6.

pakaian dari bulu unta: Pakaian Yohanes yang terbuat dari bulu unta yang ditenun dan ikat pinggang kulit yang dipakainya mengingatkan orang pada pakaian Nabi Elia.​—2Raj 1:8; Yoh 1:21.

belalang: Serangga ini kaya protein dan menurut Taurat boleh dimakan.​—Im 11:21, 22.

madu hutan: Madu dari sarang lebah alami di padang belantara, bukan dari sarang lebah yang dibudidayakan manusia. Waktu itu, orang yang tinggal di padang belantara biasanya memakan belalang dan madu hutan.

pakaian dari bulu unta: Lihat keterangan tambahan Mat 3:4.

belalang: Lihat keterangan tambahan Mat 3:4.

madu hutan: Lihat keterangan tambahan Mat 3:4.

lebih berkuasa: Maksudnya, punya lebih banyak wewenang.

melepaskan sandalnya: Melepaskan dan membawakan sandal orang lain atau melepaskan ikatan tali sandalnya (Mrk 1:7; Luk 3:16; Yoh 1:27) dianggap sebagai tugas rendahan yang biasanya dilakukan budak.

lebih berkuasa: Lihat keterangan tambahan Mat 3:11.

sandalnya: Lihat keterangan tambahan Mat 3:11.

membaptis kalian: Atau ”membenamkan kalian”. Kata Yunani baptizo berarti ”mencelup; membenamkan”. Contoh-contoh lain dalam Alkitab menunjukkan bahwa sewaktu seseorang dibaptis, seluruh tubuhnya dibenamkan. Suatu hari, Yohanes membaptis di sebuah tempat di Lembah Yordan dekat Salim ”karena di situ ada banyak air”. (Yoh 3:23) Saat Filipus membaptis pejabat Etiopia, mereka ”turun ke air”. (Kis 8:38) Kata Yunani yang sama juga digunakan dalam Septuaginta di 2Raj 5:14, yang menyebutkan bahwa Naaman ”membenamkan diri tujuh kali dalam Sungai Yordan”.

membaptis kalian: Atau ”membenamkan kalian”.​—Lihat keterangan tambahan Mat 3:11 dan ”Baptis” di Daftar Istilah.

membaptis kalian dengan kuasa kudus: Atau ”membenamkan kalian dalam kuasa kudus”. Di sini, Yohanes Pembaptis memberitahukan bahwa Yesus akan menetapkan sebuah pengaturan baru, yaitu pembaptisan dengan kuasa kudus. Orang yang dibaptis dengan kuasa kudus Allah akan dijadikan putra rohani-Nya. Mereka akan memiliki harapan untuk hidup di surga dan memerintah sebagai raja atas bumi.​—Why 5:9, 10.

tahun ke-15 masa pemerintahan Kaisar Tiberius: Kaisar Agustus meninggal pada 17 Agustus 14 M (menurut kalender Gregorius). Pada 15 September, Tiberius setuju untuk dinyatakan sebagai Kaisar oleh Senat Romawi. Jika dihitung sejak Agustus meninggal, tahun ke-15 masa pemerintahan Tiberius dimulai dari bulan Agustus 28 M sampai Agustus 29 M. Tapi, jika dihitung dari saat dia dinyatakan sebagai Kaisar secara resmi, tahun ke-15 itu dimulai dari bulan September 28 M sampai September 29 M. Kelihatannya, Yohanes memulai pelayanannya pada musim semi (di belahan bumi utara) tahun 29 M, masih pada tahun ke-15 masa pemerintahan Tiberius. Pada tahun ke-15 itu, Yohanes pasti berusia sekitar 30 tahun. Pada usia itulah para imam Lewi mulai melayani di bait. (Bil 4:2, 3) Begitu juga, saat Yesus dibaptis oleh Yohanes dan ”memulai pekerjaannya”, menurut Luk 3:21-23, ”dia berumur kira-kira 30 tahun”. Yesus meninggal pada bulan Nisan di musim semi. Jadi, pelayanannya selama tiga setengah tahun tampaknya dimulai pada musim gugur, kira-kira di bulan Etanim (September/Oktober). Yohanes kemungkinan besar lebih tua enam bulan daripada Yesus, dan dia tampaknya memulai pelayanannya enam bulan sebelum Yesus. (Luk, psl. 1) Maka, bisa disimpulkan bahwa Yohanes memulai pelayanannya pada musim semi 29 M.​—Lihat keterangan tambahan Luk 3:23.

waktu itu: Menurut Luk 3:1-3, Yohanes Pembaptis memulai pelayanannya ”pada tahun ke-15 masa pemerintahan Kaisar Tiberius”, yaitu pada musim semi 29 M. (Lihat keterangan tambahan Luk 3:1.) Sekitar enam bulan kemudian, pada musim gugur 29 M, Yesus datang kepada Yohanes untuk dibaptis.​—Lihat Lamp. A7.

langit: Kata Yunaninya bisa berarti langit ataupun surga.

Segera: Dari kata Yunani euthys, yang disebutkan 11 kali di teks asli Markus pasal 1 dan pertama kali disebutkan di sini. (Mrk 1:10, 12, 18, 20, 21, 23, 28, 29, 30, 42, 43) Kata ini diterjemahkan ”segera; langsung; dengan cepat; saat itu juga”, bergantung konteksnya. Markus sering memakai kata ini (lebih dari 40 kali di Injilnya) untuk membuat catatannya lebih hidup dan dinamis.

dia: Kelihatannya memaksudkan Yesus. Seperti yang ditunjukkan di Yoh 1:32, 33, Yohanes Pembaptis juga melihat apa yang terjadi. Tapi, Markus tampaknya sedang menceritakan apa yang Yesus lihat.

langit: Lihat keterangan tambahan Mat 3:16.

langit terbuka: Allah tampaknya membuat Yesus mengingat kembali hal-hal tentang surga, dan pada saat ini, Allah mungkin sudah membuat Yesus mengingat kembali kehidupannya sebelum menjadi manusia. Kata-kata Yesus sendiri setelah dibaptis, khususnya doanya pada malam Paskah 33 M, menunjukkan bahwa dia sudah tahu tentang kehidupannya yang sebelumnya. Doa itu, yang mencerminkan kedekatannya dengan Bapaknya, juga menunjukkan bahwa dia mengingat hal-hal yang dia dengar dan lihat dari Bapaknya serta kemuliaan yang pernah dia nikmati di surga. (Yoh 6:46; 7:28, 29; 8:26, 28, 38; 14:2; 17:5) Semua hal itu mungkin diingat kembali oleh Yesus saat dia dibaptis dan diurapi.

seperti burung merpati: Burung merpati digunakan dalam ibadah dan kadang melambangkan sesuatu. Merpati dipersembahkan sebagai korban. (Mrk 11:15; Yoh 2:14-16) Merpati melambangkan kepolosan dan kemurnian. (Mat 10:16) Merpati yang dilepaskan Nuh membawa sehelai daun zaitun kembali ke bahtera. Itu menunjukkan bahwa air bah sudah surut (Kej 8:11) dan masa yang tenang serta penuh damai akan segera tiba (Kej 5:29). Jadi saat Yesus dibaptis, Yehuwa kemungkinan menggunakan merpati untuk menyoroti peran Yesus sebagai Mesias, Putra Allah yang tidak berdosa dan murni, yang akan mengorbankan nyawanya demi manusia. Dengan begitu, manusia bisa menikmati masa yang tenang dan damai selama dia memerintah sebagai Raja. Ketika kuasa kudus Allah turun ke atas Yesus setelah dia dibaptis, itu mungkin terlihat seperti merpati yang mengepak-ngepakkan sayapnya saat akan hinggap.

ke atas: Atau ”ke dalam”, maksudnya masuk ke dalam dirinya.

suara: Ini adalah yang kedua dari tiga peristiwa yang dicatat dalam Injil ketika Yehuwa berbicara langsung kepada manusia.​—Lihat keterangan tambahan Mrk 1:​11.

Aku berkenan kepadanya: Atau ”Aku senang sekali kepadanya; Aku sangat menyukai dia”. Ungkapan yang sama digunakan di Mat 12:18, yang dikutip dari nubuat di Yes 42:1 tentang Mesias, atau Kristus, yang dijanjikan. Pencurahan kuasa kudus dan kata-kata Allah tentang Putra-Nya menunjukkan dengan jelas bahwa Yesus-lah Mesias yang dijanjikan itu.​—Lihat keterangan tambahan Mat 12:18.

Aku berkenan kepadanya: Atau ”Aku senang sekali kepadanya”.​—Lihat keterangan tambahan Mat 3:17.

ada suara terdengar dari langit: Ini adalah yang pertama dari tiga peristiwa yang dicatat dalam Injil ketika manusia mendengar Yehuwa sendiri berbicara.​—Lihat keterangan tambahan Mrk 9:7.

Kamulah Putra-Ku: Sebagai makhluk roh, Yesus adalah Putra Allah. (Yoh 3:16) Sejak dilahirkan sebagai manusia, dia adalah ”anak Allah”, sama seperti Adam yang sempurna dulu. (Luk 1:35; 3:38) Tapi, kata-kata Allah di ayat ini pasti bukan sekadar pernyataan tentang siapa Yesus, karena selain mengatakan itu, Allah juga mencurahkan kuasa kudus. Dengan begitu, Allah tampaknya menunjukkan bahwa Yesus, yang waktu itu adalah manusia, dijadikan Putra rohani-Nya, atau ”dilahirkan kembali”. Yesus pun memiliki harapan untuk kembali ke surga serta diurapi kuasa kudus untuk menjadi Raja dan Imam Besar yang dilantik Allah.​—Yoh 3:3-6; 6:51; bandingkan Luk 1:31-33; Ibr 2:17; 5:1, 4-10; 7:1-3.

Aku berkenan kepadamu: Atau ”Aku senang sekali kepadanya; Aku sangat menyukai dia”. Ungkapan yang sama digunakan di Mat 12:18, yang dikutip dari nubuat di Yes 42:1 tentang Mesias, atau Kristus, yang dijanjikan. Pencurahan kuasa kudus dan kata-kata Allah tentang Putra-Nya menunjukkan dengan jelas bahwa Yesus-lah Mesias yang dijanjikan itu.​—Lihat keterangan tambahan Mat 3:17; 12:18.

kuasa kudus menggerakkan dia untuk pergi: Di sini, kata Yunani pneuma memaksudkan kuasa kudus Allah, yang bisa menjadi tenaga penggerak. Kuasa itu membuat seseorang tergerak atau terdorong untuk bertindak sesuai dengan kehendak Allah.​—Luk 4:1; lihat ”Ruakh; Pneuma” di Daftar Istilah.

Setan: Dari kata Ibrani satan, yang berarti ”penentang; musuh”.

Setan: Lihat keterangan tambahan Mat 4:10.

binatang liar: Pada zaman Yesus, binatang liar yang tinggal di daerah itu lebih banyak daripada sekarang. Padang belantara itu dihuni oleh babi hutan, hiena, macan tutul, singa, dan serigala. Di antara para penulis Injil, hanya Markus yang menyebutkan adanya binatang liar di sana. Dia sepertinya menulis terutama untuk orang-orang yang bukan Yahudi, termasuk orang Romawi dan yang lainnya, yang mungkin tidak tahu banyak tentang keadaan alam di Israel.

Kerajaan: Dari kata Yunani basileia, yang memaksudkan suatu pemerintahan yang dipimpin oleh raja, termasuk wilayah dan rakyatnya. Kata tersebut disebutkan 162 kali di Kitab-Kitab Yunani Kristen dan muncul pertama kali di ayat ini. Di buku Matius, kata ini disebutkan 55 kali dan kebanyakan memaksudkan pemerintahan Allah di surga. Matius sangat sering menggunakan kata itu sampai-sampai Injilnya bisa disebut Injil Kerajaan.​—Lihat ”Kerajaan Allah” di Daftar Istilah.

Kerajaan surga: Ungkapan ini muncul sekitar 30 kali dalam Injil Matius dan tidak ada dalam Injil lain. Injil Markus dan Lukas menggunakan ungkapan yang serupa, yaitu ”Kerajaan Allah”. Ini menunjukkan bahwa ”Kerajaan Allah” ada di surga dan memerintah dari sana.​—Mat 21:43; Mrk 1:15; Luk 4:43; Dan 2:44; 2Tim 4:18.

Kerajaan surga sudah dekat: Berita ini, tentang pemerintahan yang baru atas seluruh dunia, adalah tema pengabaran Yesus. (Mat 10:7; Mrk 1:15) Sekitar enam bulan sebelum Yesus dibaptis, Yohanes Pembaptis sudah mulai menyampaikan berita serupa. (Mat 3:1, 2) Tapi, berita Yesus memiliki makna yang lebih luas. Dia bisa berkata bahwa Kerajaan itu ”sudah dekat” karena dia sudah ada di antara orang-orang sebagai Calon Raja yang terurap. Tidak ada catatan bahwa setelah Yesus meninggal, para muridnya masih terus memberitakan bahwa Kerajaan itu ”sudah dekat” atau segera tiba.

Kerajaan: Di Alkitab, ”kerajaan” bisa memaksudkan berbagai hal, seperti ”wilayah atau negeri yang dikuasai raja”, ”kekuasaan sebagai raja”, dan ”keadaan diperintah oleh raja”. Yang dimaksud dengan ’mewarisi Kerajaan’ di sini adalah menerima manfaat atau berkat karena diperintah oleh Kerajaan Allah dan menikmati kehidupan di wilayah kerajaan itu.

Waktunya sudah tiba: Di konteks ini, ”waktunya” (Yunani, kairos) memaksudkan waktunya Yesus memulai pelayanannya di bumi dan orang-orang diberi kesempatan untuk beriman pada kabar baik, seperti yang dinubuatkan Alkitab. Di teks aslinya, kata Yunani yang sama dipakai untuk memaksudkan masa penghakiman yang dimulai ketika Yesus melayani di bumi (Luk 12:56; 19:44) dan ”waktu yang ditetapkan” untuk kematian Yesus.​—Mat 26:18

Kerajaan Allah: Istilah ini muncul 14 kali dalam Injil Markus. Matius hanya menyebutkannya empat kali (Mat 12:28; 19:24; 21:31, 43), tapi dia menggunakan istilah yang mirip, yaitu ”Kerajaan surga”, kira-kira 30 kali. (Bandingkan Mrk 10:23 dengan Mat 19:23, 24.) Yesus menjadikan Kerajaan Allah sebagai tema pengabarannya. (Luk 4:43) Kerajaan ini disebutkan lebih dari 100 kali di keempat Injil, kebanyakan dalam kata-kata Yesus.​—Lihat keterangan tambahan Mat 3:2; 4:17; 25:34.

Laut Galilea: Sebuah danau air tawar di Israel sebelah utara. (Kata Yunani yang diterjemahkan ”laut” bisa juga berarti ”danau”.) Laut Galilea juga pernah disebut Laut Khineret (Bil 34:11), Danau Genesaret (Luk 5:1), dan Laut Tiberias (Yoh 6:1). Letaknya rata-rata 210 m di bawah permukaan laut. Panjangnya dari utara ke selatan 21 km, lebarnya 12 km, dan bagian terdalamnya sekitar 48 m.​—Lihat Lamp. A7, Peta 3B, ”Kegiatan di Laut Galilea”.

menebarkan jala: Dari perahu kecil atau sambil berjalan di air, nelayan yang terampil bisa melemparkan jala berbentuk bundar sehingga jala itu terentang rata di permukaan air. Jala itu tampaknya berdiameter 6-8 m, dan pinggirannya diberi pemberat sehingga jala itu terbenam dan ikan terperangkap di dalamnya.

nelayan: Menjala ikan adalah pekerjaan yang umum di Galilea. Petrus dan Andreas saudaranya tidak bekerja sendiri-sendiri, tapi bekerja sama dalam usaha perikanan. Tampaknya, mereka juga bekerja bersama Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus.​—Mrk 1:16-21; Luk 5:7, 10.

Laut Galilea: Lihat keterangan tambahan Mat 4:18.

menebarkan jala: Lihat keterangan tambahan Mat 4:18.

nelayan: Lihat keterangan tambahan Mat 4:18.

penjala manusia: Permainan kata yang berasal dari ungkapan ”penjala ikan”, yang adalah pekerjaan Simon dan Andreas. Maksudnya, seperti nelayan yang menjala ikan, mereka akan mengumpulkan orang-orang yang akan masuk ke Kerajaan Allah. (Luk 5:10) Ungkapan ini juga bisa menunjukkan bahwa seperti menjala ikan, pekerjaan membuat murid juga membutuhkan kerja keras dan ketekunan, yang kadang hasilnya tidak banyak.

penjala manusia: Lihat keterangan tambahan Mat 4:19.

mengikuti dia: Waktu itu, Petrus dan Andreas sudah menjadi murid Yesus selama kira-kira enam bulan sampai setahun. (Yoh 1:35-42) Sekarang, Yesus mengundang mereka untuk mengikuti dia sepenuh waktu dan meninggalkan usaha perikanan mereka.​—Luk 5:1-11; lihat keterangan tambahan Mat 4:22.

mengikuti dia: Lihat keterangan tambahan Mat 4:20.

Yakobus . . . dan Yohanes saudaranya: Yakobus selalu disebutkan bersama Yohanes saudaranya, dan biasanya, dia disebutkan lebih dulu. Jadi, Yakobus mungkin lebih tua daripada Yohanes.​—Mat 4:21; 10:2; 17:1; Mrk 1:29; 3:17; 5:37; 9:2; 10:35, 41; 13:3; 14:33; Luk 5:10; 6:14; 8:51; 9:28, 54; Kis 1:13.

Zebedeus: Mungkin paman Yesus karena dia menikah dengan Salome, saudara perempuan Maria ibu Yesus. Jika begitu, Yohanes dan Yakobus adalah sepupu Yesus.​—Lihat keterangan tambahan Mrk 15:40.

Yakobus dan Yohanes: Lihat keterangan tambahan Mat 4:21.

Zebedeus: Lihat keterangan tambahan Mat 4:21.

nelayan: Menjala ikan adalah pekerjaan yang umum di Galilea. Petrus dan Andreas saudaranya tidak bekerja sendiri-sendiri, tapi bekerja sama dalam usaha perikanan. Tampaknya, mereka juga bekerja bersama Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus.​—Mrk 1:16-21; Luk 5:7, 10.

bersama para pekerjanya: Hanya Markus yang menyebutkan bahwa ada ’para pekerja’ dalam bisnis perikanan Zebedeus dan anak-anaknya. Mungkin, Markus mengetahui hal ini dari Petrus, yang sepertinya adalah rekan bisnis mereka dan saksi mata dari sebagian besar peristiwa yang dicatat Markus. (Luk 5:5-11; lihat juga ”Mengenal Buku Markus”.) Selain memiliki para pekerja, Zebedeus dan anak-anaknya juga memiliki lebih dari satu perahu, seperti yang ditunjukkan dalam catatan Lukas. Ini berarti bisnis mereka cukup sukses.​—Lihat keterangan tambahan Mat 4:18.

Kapernaum: Nama Ibrani yang berarti ”Desa Nahum” atau ”Desa Penghiburan”. (Nah 1:1, ctk.) Letaknya di pesisir barat laut dari Laut Galilea. Kota ini sangat penting selama pelayanan Yesus di bumi dan disebut ”kotanya sendiri” di Mat 9:1.

Kapernaum: Lihat keterangan tambahan Mat 4:13.

rumah ibadah: Lit.: ”sinagoga”. Lihat ”Sinagoga” di Daftar Istilah.

cara dia mengajar: Ini termasuk ajarannya.

tidak seperti para ahli Taurat: Para ahli Taurat biasanya mengajar berdasarkan kata-kata para rabi yang terpandang, sedangkan Yesus berbicara sebagai orang yang berwenang, sebagai wakil Yehuwa, yang mengajar berdasarkan Firman Allah.​—Yoh 7:16.

roh najis: Kadang Markus memakai istilah ini, dan kadang, istilah ”roh jahat”. (Bandingkan Mrk 1:23, 26, 27 dengan 1:34, 39; juga Mrk 3:11, 30 dengan 3:15, 22.) Istilah ”roh najis” menandaskan bahwa roh-roh itu najis secara rohani dan moral, dan pengaruh mereka bisa menajiskan manusia.

dia berteriak: Ketika pria itu meneriakkan kata-kata yang dicatat di ayat 24, Yesus membentak roh najis yang menjadi sumber kata-kata pria itu.​—Mrk 1:25; Luk 4:35.

apa urusanmu dengan kami?: Atau ”apa hubungannya antara kami dan kamu?” Ungkapan dari bahasa Semitik ini juga digunakan di Kitab-Kitab Ibrani. (Yos 22:24; Hak 11:12; 2Sam 16:10; 19:22; 1Raj 17:18; 2Raj 3:13; 2Taw 35:21; Hos 14:8) Ungkapan yang serupa dalam bahasa Yunani juga digunakan di Kitab-Kitab Yunani Kristen. (Mat 8:29; Mrk 1:24; 5:7; Luk 4:34; 8:28; Yoh 2:4). Arti persisnya bisa berbeda-beda tergantung konteksnya. Di ayat ini, ungkapan tersebut menunjukkan permusuhan dan penolakan. Ada yang menyarankan terjemahan seperti: ”Jangan ganggu kami!” atau ”Pergi sana!” Di konteks lain, ungkapan ini digunakan ketika seseorang tidak sependapat atau tidak mau melakukan apa yang disarankan, tanpa bernada merendahkan, sombong, atau mau bertengkar.

Apa urusanmu dengan kami . . . ?: Lihat keterangan tambahan Mat 8:29.

kami . . . Aku: Karena hanya ada satu roh najis yang disebutkan di ayat 23, roh yang mengendalikan pria itu tampaknya mengatakan ”kami” (jamak) ketika memaksudkan dirinya dan roh-roh jahat lainnya, lalu mengatakan ”aku” (tunggal) ketika memaksudkan dirinya saja.

Diam: Kata Yunaninya berkaitan dengan kata untuk ”berangus”. Meski roh najis itu tahu bahwa Yesus adalah Kristus, atau Mesias, dan menyebutnya ”Yang Kudus dari Allah” (ay. 24), Yesus tidak mengizinkan roh-roh jahat bersaksi tentang dia.​—Mrk 1:34; 3:11, 12.

ibu mertua Simon: Maksudnya, ibu mertua Petrus, atau Kefas. (Yoh 1:42) Kata-kata ini sesuai dengan catatan Paulus di 1Kor 9:5, yang menyebutkan bahwa Kefas sudah menikah. Tampaknya, ibu mertua Petrus tinggal di rumah Petrus dan Andreas saudaranya.—Mrk 1:29-31; lihat keterangan tambahan Mat 10:2, yang menjelaskan perbedaan nama-nama Petrus.

menderita demam tinggi: Matius dan Markus menulis bahwa ibu mertua Petrus ”terbaring dan sakit demam”. (Mat 8:14; Mrk 1:30) Hanya Lukas yang menyebutkan bahwa dia ”demam tinggi”. Lukas menunjukkan bahwa sakitnya cukup parah, mungkin karena dia adalah tabib (dokter).—Lihat ”Mengenal Buku Lukas”.

ibu mertua Simon: Lihat keterangan tambahan Luk 4:38.

sakit demam: Lihat keterangan tambahan Luk 4:38.

Malamnya: Maksudnya, setelah hari Sabat berakhir, seperti yang ditunjukkan dalam catatan tentang kisah yang sama di Mrk 1:21-32 dan Luk 4:31-40.

Saat malam tiba: Maksudnya, malam mulainya 14 Nisan.​—Lihat Lamp. A7 dan B12.

setelah matahari terbenam: Terbenamnya matahari adalah tanda berakhirnya hari Sabat. (Im 23:32; Mrk 1:21; lihat keterangan tambahan Mat 8:16; 26:20.) Jadi sekarang, semua orang Yahudi bisa mulai membawa keluarga atau teman mereka yang sakit untuk disembuhkan tanpa takut dikritik.​—Bandingkan Mrk 2:1-5; Luk 4:31-40.

yang sakit dan yang kesurupan: Kadang, roh-roh jahat yang mengendalikan orang yang kesurupan membuat orang itu menderita gangguan fisik. (Mat 12:22; 17:15-18) Tapi, Alkitab membedakan penyakit biasa dengan gangguan yang disebabkan roh-roh jahat. Apa pun penyebabnya, semuanya disembuhkan oleh Yesus.​—Mat 4:24; 8:16; Mrk 1:34.

Seluruh penduduk kota: Kata ”seluruh” di sini kelihatannya adalah hiperbol, mirip dengan yang ada di Mrk 1:5. Tujuannya untuk menunjukkan banyaknya orang yang datang.

mereka tahu dia adalah Kristus: Di beberapa manuskrip, kata-katanya adalah ”mereka mengenal dia”, yang bisa diterjemahkan ”mereka tahu siapa dia”. Catatan tentang kisah yang sama di Luk 4:41 berbunyi, ”Mereka tahu dia adalah Kristus.”

Semua orang: Sepertinya hiperbol yang menunjukkan banyaknya orang yang mencari Yesus.

memberitakan kabar baik . . . di seluruh Galilea: Pada saat inilah Yesus pertama kali berkeliling di Galilea untuk mengabar bersama keempat murid yang baru dipilihnya, yaitu Petrus, Andreas, Yakobus, dan Yohanes.​—Mrk 1:16-20; lihat Lamp. A7.

kusta: Penyakit kulit yang serius. Kusta dalam Alkitab tidak sama dengan kusta yang dikenal sekarang. Dulu, orang yang dinyatakan mengidap kusta diasingkan dari masyarakat sampai dia sembuh.​—Im 13:2, ctk., 45, 46; lihat Daftar Istilah.

kusta: Lihat keterangan tambahan Mat 8:2 dan Daftar Istilah.

berlutut: Di Timur Tengah kuno, orang berlutut untuk menunjukkan rasa hormat, terutama ketika memohon kepada orang yang berkedudukan tinggi. Markus adalah satu-satunya penulis Injil yang menyebut tentang ”berlutut” saat menceritakan peristiwa ini.

merasa kasihan: Dari kata Yunani splagkhnizomai, yang berkaitan dengan kata untuk ”usus” (splagkhna). Yang dimaksud adalah perasaan yang kuat, yang menggugah lubuk hati yang terdalam. Di bahasa Yunani, ini adalah salah satu ungkapan yang paling kuat untuk menggambarkan rasa iba.

dia . . . menyentuh orang itu: Menurut Hukum Musa, penderita kusta harus tinggal di tempat yang terasing agar orang lain tidak tertular. (Im 13:45, 46; Bil 5:1-4) Tapi, para pemimpin agama Yahudi menambahkan aturan-aturan lain. Misalnya, orang harus menjaga jarak setidaknya empat hasta dari penderita kusta, yaitu sekitar 1,8 m, tapi kalau cuacanya berangin, jaraknya menjadi 100 hasta, yaitu sekitar 45 m. Akibat peraturan seperti itu, penderita kusta diperlakukan dengan kejam. Dalam tulisan Yahudi kuno, ada dua rabi (guru) yang dianggap baik walaupun yang satu bersembunyi dari penderita kusta, dan yang lainnya melempari penderita kusta dengan batu agar mereka tidak mendekat. Sebaliknya, Yesus begitu kasihan melihat kesengsaraan seorang penderita kusta sampai-sampai dia melakukan sesuatu yang tidak mungkin dilakukan orang Yahudi lain. Yesus menyentuh orang itu. Padahal, dia bisa saja menyembuhkannya hanya dengan mengatakan sesuatu.​—Mat 8:5-13.

Saya mau: Yesus tidak hanya mendengarkan permintaan orang itu, tapi dia juga mengatakan bahwa dia ingin sekali mengabulkannya. Ini menunjukkan bahwa dia melakukannya bukan hanya karena merasa wajib.

tergerak oleh rasa kasihan: Atau ”tergerak oleh rasa iba”. (Lihat keterangan tambahan Mat 9:36.) Di beberapa Alkitab yang dibuat belakangan, kata-kata ini diterjemahkan menjadi ”marah”. Tapi di kebanyakan manuskrip kuno, termasuk beberapa yang tertua dan paling tepercaya, Yesus dikatakan ”tergerak oleh rasa kasihan (iba)”. Konteksnya juga menunjukkan bahwa Yesus bertindak karena merasa kasihan, bukan karena marah.

menyentuh orang itu: Lihat keterangan tambahan Mat 8:3.

Saya mau: Lihat keterangan tambahan Mat 8:3.

Jangan beri tahu apa pun kepada siapa pun: Yesus sepertinya memberikan larangan ini karena dia tidak mau memuliakan dirinya atau menyimpangkan perhatian orang dari Allah Yehuwa dan kabar baik Kerajaan. Ini sesuai dengan nubuat di Yes 42:1, 2, yang berkata bahwa hamba Yehuwa tidak akan membuat suaranya ”terdengar di jalan”, atau menjadi pusat perhatian. (Mat 12:15-19) Yesus yang rendah hati sangat berbeda dengan orang munafik, yang dia kecam karena berdoa ”di persimpangan jalan utama supaya dilihat orang”. (Mat 6:5) Yesus tampaknya ingin agar orang percaya bahwa dia adalah Kristus karena bukti yang kuat, bukan karena berita tentang mukjizatnya yang luar biasa.

perlihatkan dirimu kepada imam: Menurut Hukum Musa, imam harus memastikan bahwa seorang penderita kusta sudah sembuh. Orang itu harus pergi ke bait dan membawa persembahan yang Musa tetapkan, sesuai dengan petunjuk di Im 14:2-32.

Media

Video Mengenal Buku Markus
Video Mengenal Buku Markus
Injil Markus—Beberapa Peristiwa Penting
Injil Markus—Beberapa Peristiwa Penting

Sebisa mungkin, susunannya dibuat berdasarkan urutan peristiwanya

Setiap Injil memiliki peta dengan keterangan dan rangkaian peristiwa yang berbeda-beda

1. Yohanes Pembaptis melayani di padang belantara di dekat Sungai Yordan (Mat 3:1, 2; Mrk 1:3-5; Luk 3:2, 3)

2. Yesus dibaptis di Sungai Yordan; Yehuwa menyebut Yesus sebagai Putra-Nya (Mat 3:13, 16, 17; Mrk 1:9-11; Luk 3:21, 22)

3. Yesus mulai mengabar di Galilea (Mat 4:17; Mrk 1:14, 15; Luk 4:14, 15)

4. Di pesisir Laut Galilea, Yesus mengundang empat muridnya untuk menjadi penjala manusia (Mat 4:18-22; Mrk 1:16-20)

5. Yesus mengajar di rumah ibadah di Kapernaum (Mrk 1:21; Luk 4:31, 38)

6. Yesus naik ke gunung di dekat Kapernaum dan memilih ke-12 rasul (Mrk 3:13-15; Luk 6:12, 13)

7. Yesus meredakan badai yang hebat di Laut Galilea (Mat 8:23-26; Mrk 4:37-39; Luk 8:22-24)

8. Mungkin di Kapernaum, seorang wanita menyentuh baju luar Yesus dan disembuhkan (Mat 9:19-22; Mrk 5:25-29; Luk 8:43, 44)

9. Di sebelah timur laut dari Laut Galilea, Yesus memberi makan sekitar 5.000 pria (Mat 14:19-21; Mrk 6:39-42, 44; Luk 9:14, 16, 17; Yoh 6:10, 11)

10. Yesus menyuruh murid-muridnya naik perahu ke arah Betsaida (Mat 14:22; Mrk 6:45)

11. Di daerah Tirus dan Sidon, Yesus menyembuhkan anak perempuan seorang wanita Sirofenisia (Mat 15:21, 22, 28; Mrk 7:24-26, 29)

12. Yesus melewati daerah Dekapolis saat menuju Laut Galilea (Mrk 7:31)

13. Yesus menyembuhkan pria buta di Betsaida (Mrk 8:22-25)

14. Yesus mengajar di Perea (Mat 19:1-3; Mrk 10:1, 2)

15. Yesus menyembuhkan pria buta di dekat Yerikho (Mat 20:29, 30, 34; Mrk 10:46, 47, 51, 52; Luk 18:35, 40-43)

16. Yesus membersihkan bait (Mat 21:12, 13; Mrk 11:15-17; Luk 19:45, 46)

17. Di dekat kotak sumbangan bait, di Halaman Kaum Wanita, Yesus melihat janda miskin yang menyumbangkan dua uang logam (Mrk 12:42-44; Luk 21:1-4)

18. Dalam perjalanan dari Gunung Zaitun, Yesus menubuatkan kehancuran bait (Mat 24:1, 2; Mrk 13:1, 2; Luk 21:5, 6)

19. Di kota Yerusalem, murid-murid menyiapkan Paskah (Mrk 14:13-16; Luk 22:10-13)

20. Yesus dibawa ke rumah Imam Besar Kayafas (Mat 26:57-59; Mrk 14:60-62; Luk 22:54)

21. Yesus diadili lagi oleh Sanhedrin, kali ini di ruang Sanhedrin (Mrk 15:1; Luk 22:66-69)

Padang Belantara
Padang Belantara

Di Alkitab, kata-kata yang diterjemahkan ”padang belantara” (Ibrani, midhbar dan Yunani, eremos) biasanya memaksudkan tanah yang tidak digarap dan penduduknya sedikit. Sering kali, ini memaksudkan padang yang gersang dengan semak-semak dan rumput, atau bahkan tempat menggembalakan ternak. Kata-kata itu juga bisa digunakan untuk daerah yang kering, atau gurun yang benar-benar tandus. Biasanya padang belantara yang dimaksud dalam Injil adalah Padang Belantara Yudea. Di sanalah Yohanes tinggal dan mengabar, dan di sana juga Yesus digoda oleh Iblis.​—Mrk 1:12.

Pakaian dan Penampilan Yohanes Pembaptis
Pakaian dan Penampilan Yohanes Pembaptis

Pakaian Yohanes terbuat dari bulu unta yang ditenun, dan dia memakai ikat pinggang kulit yang bisa dipakai untuk membawa barang-barang kecil. Pakaiannya mirip dengan pakaian Nabi Elia. (2Raj 1:8) Kain dari bulu unta itu kasar dan biasanya dipakai oleh orang miskin, sedangkan orang kaya mengenakan pakaian halus dari sutra atau linen. (Mat 11:7-9) Karena Yohanes adalah orang Nazir sejak lahir, mungkin rambutnya tidak pernah dipotong. Dari pakaian dan penampilan Yohanes, orang mungkin bisa langsung tahu bahwa hidupnya sederhana dan dibaktikan sepenuhnya untuk melakukan kehendak Allah.

Belalang
Belalang

Di Alkitab, kata ”belalang” bisa memaksudkan jenis belalang mana pun yang memiliki antena (organ peraba) pendek, terutama belalang yang bermigrasi dalam kawanan besar. Menurut sebuah riset di Yerusalem, 75 persen dari tubuh belalang gurun mengandung protein. Di zaman sekarang, jika belalang dijadikan makanan, bagian kepala, kaki, sayap, dan perutnya dibuang. Sisanya, yaitu bagian dadanya, bisa dimakan mentah atau setelah dimasak. Ada yang mengatakan bahwa serangga ini rasanya seperti udang atau kepiting dan kaya protein.

Madu Hutan
Madu Hutan

Ini adalah gambar sarang yang dibuat oleh lebah liar penghasil madu (1) dan potongan sarang madu (2). Madu yang Yohanes makan mungkin dihasilkan oleh spesies lebah liar Apis mellifera syriaca, yang berasal dari daerah itu. Lebah yang agresif ini cocok tinggal di Padang Belantara Yudea, yang iklimnya panas dan kering, tapi tidak cocok untuk diternak. Sejak abad kesembilan SM, orang yang tinggal di Israel sudah memelihara lebah madu di wadah tanah liat. Banyak dari sisa-sisa sarang lebah itu ditemukan di daerah yang dulunya perkotaan (sekarang Tel Rehov) di Lembah Yordan. Madu dari sarang itu dihasilkan oleh spesies lebah yang sepertinya diimpor dari daerah yang sekarang adalah Turki.

Sandal
Sandal

Sandal di zaman Alkitab hanyalah alas kaki datar yang terbuat dari kulit, kayu, atau bahan berserat lain yang diikatkan ke kaki dengan tali kulit. Sandal digunakan sebagai tanda untuk mengesahkan beberapa jenis transaksi dan sebagai gambaran. Misalnya, menurut Taurat, seorang janda harus melepaskan sandal milik pria yang tidak mau melakukan perkawinan ipar dengannya, dan keluarga pria itu akan mendapat nama yang tercela, yaitu, ”Keluarga orang yang sandalnya dilepaskan”. (Ul 25:9, 10) Untuk mengalihkan hak milik atau hak menebus sesuatu, pihak yang satu harus menyerahkan sandalnya kepada pihak yang lain. (Rut 4:7) Melepaskan ikatan tali sandal atau membawakan sandal seseorang dianggap tugas rendahan yang biasanya dilakukan budak. Yohanes Pembaptis menyebutkan tugas itu untuk menunjukkan bahwa dia lebih rendah daripada Kristus.

Sungai Yordan
Sungai Yordan

Yohanes membaptis Yesus di Sungai Yordan. Tapi, lokasi persis pembaptisannya tidak diketahui.

Pemandangan Lembah Yizreel
Pemandangan Lembah Yizreel

Ini adalah pemandangan yang terlihat dari sebuah tebing di dekat Nazaret jika seseorang menghadap ke selatan. Daerah yang subur ini adalah Lembah Yizreel, yang sering disebutkan dalam banyak kisah Alkitab. Pada gambar ini terlihat lembah tersebut membentang dari timur ke barat. (Yos 17:16; Hak 6:33; Hos 1:5) Bukit More bisa terlihat jelas di sebelah kiri, dan di lerengnya ada kota Nain. Di kota itulah Yesus membangkitkan anak laki-laki seorang janda. (Hak 7:1; Luk 7:11-15) Di bagian tengah di kejauhan, orang bisa melihat Gunung Gilboa. (1Sam 31:1, 8) Ada banyak tempat-tempat penting dalam sejarah Israel yang juga bisa terlihat dari tebing ini. Yesus mungkin pernah datang ke sini juga karena dia dibesarkan di Nazaret, tidak jauh dari situ.​—Luk 2:39, 40.

Padang Belantara Yudea, Sebelah Barat Sungai Yordan
Padang Belantara Yudea, Sebelah Barat Sungai Yordan

Di tempat tandus ini, Yohanes Pembaptis memulai pelayanannya dan Yesus digoda oleh Iblis.

Binatang Liar di Padang Belantara
Binatang Liar di Padang Belantara

Ada binatang-binatang yang tinggal di padang belantara tempat Yesus berada selama 40 hari 40 malam, misalnya singa (1), macan tutul (2), dan hiena bergaris (3). Selama ratusan tahun terakhir, singa sudah tidak ada lagi di daerah itu, tapi macan tutul dan hiena masih ada walaupun sudah jarang terlihat dalam beberapa tahun belakangan ini.

Menebarkan Jala
Menebarkan Jala

Nelayan di Laut Galilea menggunakan dua jenis jala yang ditebarkan: Yang satu terbuat dari jaring yang rapat untuk menangkap ikan kecil, dan yang lain terbuat dari jaring yang lebih renggang untuk menangkap ikan yang lebih besar. Cara menggunakan jala ini berbeda dengan pukat tarik (jaring yang diseret). Biasanya, untuk menggunakan pukat tarik, diperlukan setidaknya satu perahu dan sekelompok orang. Tapi, untuk menggunakan jala yang ditebarkan, hanya diperlukan satu orang. Dia bisa menebarkannya dari perahu atau sambil berdiri di pantai atau dekat pantai. Jala ini mungkin berdiameter 6 m atau lebih dan pinggirannya dipasangi pemberat dari batu atau timah. Kalau dilempar dengan benar, jala itu akan terentang rata di permukaan air. Pinggirannya yang dipasangi pemberat akan tenggelam lebih dulu ke dasar laut, dan ikan-ikan pun terperangkap di dalamnya. Setelah itu, seorang nelayan akan menyelam untuk mengangkat jala yang sudah berisi ikan atau perlahan-lahan menarik jala itu ke pantai. Dibutuhkan keterampilan dan upaya besar untuk bisa menggunakan jala dengan efektif.

Ikan di Laut Galilea
Ikan di Laut Galilea

Alkitab sering mengaitkan Laut Galilea dengan ikan, penangkapan ikan, dan nelayan. Ada kira-kira 18 spesies ikan di Laut Galilea, tapi hanya sekitar 10 yang dicari para nelayan. Kesepuluh spesies ini bisa dibagi menjadi tiga kelompok utama dalam perdagangan ikan. Kelompok pertama terdiri dari tiga spesies ikan sungut (Barbus longiceps pada gambar) (1). Ada spesies dalam kelompok ini yang memiliki sungut (kumis) di kedua ujung mulutnya. Karena itulah namanya dalam bahasa Semitik adalah biny, yang artinya ”rambut”. Makanannya adalah moluska, siput, dan ikan kecil. Ukuran ikan sungut yang berkepala panjang bisa mencapai 75 cm dan beratnya bisa lebih dari 7 kg. Kelompok kedua disebut musht (Tilapia galilea pada gambar) (2), yang dalam bahasa Arab berarti ”sisir”, karena kelima spesiesnya memiliki sirip punggung yang bentuknya seperti sisir. Panjang salah satu jenis ikan ini bisa mencapai kira-kira 45 cm dan beratnya bisa sekitar 2 kg. Kelompok ketiga adalah sarden Khineret (Acanthobrama terrae sanctae pada gambar) (3), yang mirip seperti ikan haring kecil. Sejak dulu, orang sudah mengawetkan ikan ini dengan merendamnya di air asin.

Sinagoga di Kapernaum
Sinagoga di Kapernaum

Tembok putih dari batu kapur pada foto ini adalah bagian dari sebuah sinagoga yang dibangun antara akhir abad kedua dan awal abad kelima. Ada pendapat bahwa bagian yang terbuat dari batu basal hitam, yang ada di bawah batu kapur itu, adalah reruntuhan sebuah sinagoga abad pertama. Jika pendapat itu benar, ini adalah salah satu lokasi tempat Yesus mengajar dan menyembuhkan orang yang kesurupan, yang disebutkan di Mrk 1:23-27 dan Luk 4:33-36.