Yang Ditulis Lukas 5:1-39

5  Suatu hari, sewaktu orang-orang berdesakan untuk mendekati Yesus dan mendengarkan firman Allah, Yesus sedang berdiri di tepi Danau Genesaret.+  Dia melihat dua perahu di tepi danau, tapi nelayan-nelayannya sudah turun dari perahu itu dan sedang mencuci jala mereka.+  Dia naik ke salah satu perahu, yang adalah milik Simon, dan meminta Simon untuk membawa perahu itu sedikit menjauh dari darat. Lalu dia duduk dan mulai mengajar orang-orang dari perahu itu.  Setelah selesai berbicara dengan orang-orang itu, dia berkata kepada Simon, ”Bawa perahu ini ke tempat yang dalam, dan turunkan jala kalian.”  Tapi Simon menjawab, ”Guru, kami sudah kerja keras semalaman dan tidak dapat apa-apa.+ Tapi aku akan turunkan jalanya seperti perintahmu.”  Begitu mereka menurunkan jala, mereka menangkap banyak sekali ikan, dan jala mereka mulai robek.+  Maka mereka memberi isyarat kepada teman-teman mereka di perahu lain untuk datang dan membantu mereka. Teman-teman mereka pun datang dan bersama-sama memenuhi kedua perahu itu dengan ikan, sehingga keduanya hampir tenggelam.  Melihat hal ini, Simon Petrus berlutut di depan Yesus dan berkata, ”Aku tidak layak ada di dekatmu, Tuan, karena aku orang berdosa.”  Dia dan orang-orang yang ada bersamanya sangat heran bisa menangkap ikan sebanyak itu. 10  Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus+ yang adalah rekan bisnis Simon, juga merasa begitu. Tapi, Yesus berkata kepada Simon, ”Jangan takut lagi. Mulai sekarang kamu akan jadi penjala manusia.”+ 11  Maka mereka membawa perahu-perahu itu kembali ke darat. Lalu, mereka meninggalkan segalanya dan mengikuti dia.+ 12  Di waktu lain, ketika Yesus berada di sebuah kota, ada seorang pria yang penuh kusta! Sewaktu melihat Yesus, dia sujud dan memohon, ”Tuan, kalau Tuan mau, Tuan bisa membuat saya sembuh.”*+ 13  Maka, dia mengulurkan tangannya dan menyentuh orang itu sambil berkata, ”Saya mau! Sembuhlah.”* Saat itu juga kustanya hilang.+ 14  Lalu, Yesus melarang orang itu memberi tahu siapa-siapa.+ Yesus berkata, ”Pergi dan perlihatkan dirimu kepada imam. Berikan persembahan yang Musa tetapkan,+ sebagai bukti bahwa kamu sudah sembuh.”+ 15  Tapi berita tentang Yesus terus menyebar, dan banyak orang datang untuk mendengarkan dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka.+ 16  Meski begitu, dia sering pergi ke tempat sepi untuk berdoa. 17  Suatu hari, sewaktu Yesus mengajar, ada orang-orang Farisi dan guru-guru Taurat yang duduk di sana. Mereka datang dari setiap desa di Galilea dan Yudea, juga dari Yerusalem. Yehuwa memberi Yesus kuasa untuk menyembuhkan.+ 18  Saat itu, beberapa orang membawa seorang pria lumpuh dengan tandu, dan mereka berusaha membawanya masuk dan menempatkan dia di depan Yesus.+ 19  Tapi, mereka tidak bisa membawanya masuk karena ada banyak orang. Jadi mereka naik ke atap, membuat lubang, lalu menurunkan orang lumpuh itu dan tandunya persis di depan Yesus. 20  Melihat iman mereka, Yesus berkata kepada orang lumpuh itu, ”Dosamu diampuni.”+ 21  Maka para ahli Taurat* dan orang Farisi mulai membahasnya. Mereka berkata, ”Memangnya dia siapa sampai berani menghina Allah? Yang bisa mengampuni dosa kan cuma Allah!”+ 22  Tapi Yesus tahu pikiran mereka. Maka, dia berkata kepada mereka, ”Kenapa kalian berpikir seperti itu dalam hati? 23  Mana yang lebih gampang untuk dikatakan: ’Dosamu diampuni,’ atau, ’Bangunlah dan berjalanlah’? 24  Tapi, agar kalian tahu bahwa Putra manusia punya kuasa di bumi untuk mengampuni dosa . . .” Lalu dia berkata kepada orang lumpuh itu, ”Berdirilah, angkat tandumu, dan pulanglah ke rumahmu.”+ 25  Orang itu pun berdiri di depan mereka, mengangkat tandu tempat dia berbaring, lalu pulang ke rumahnya sambil memuliakan Allah. 26  Semua orang terkagum-kagum+ dan mulai memuliakan Allah. Dengan sangat takjub, mereka berkata, ”Kita melihat hal yang luar biasa hari ini!” 27  Setelah itu, Yesus pergi dan melihat pemungut pajak bernama Lewi sedang duduk di kantor pajak. Yesus berkata kepadanya, ”Jadilah pengikutku.”+ 28  Lewi pun berdiri dan meninggalkan segalanya, dan mulai mengikuti Yesus.+ 29  Lalu, Lewi mengadakan pesta besar untuk Yesus di rumahnya, dan banyak pemungut pajak dan orang-orang lain ikut makan bersama mereka.+ 30  Maka, orang-orang Farisi dan para ahli Taurat* mereka mulai protes* kepada murid-murid Yesus, ”Kenapa kalian makan dan minum bersama pemungut pajak dan orang berdosa?”+ 31  Yesus menjawab, ”Orang sehat tidak butuh tabib, tapi orang sakit butuh.+ 32  Saya datang bukan untuk memanggil orang benar, tapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.”+ 33  Mereka berkata kepada Yesus, ”Murid-murid Yohanes sering berpuasa dan berdoa dengan sungguh-sungguh, begitu juga murid-murid orang Farisi, tapi murid-muridmu makan dan minum.”+ 34  Yesus menjawab, ”Kalian tidak bisa menyuruh sahabat-sahabat pengantin laki-laki berpuasa selama dia bersama mereka, kan? 35  Tapi akan tiba saatnya pengantin itu+ benar-benar diambil dari mereka, dan saat itulah mereka berpuasa.”+ 36  Dia juga memberi mereka perumpamaan ini: ”Kalau ada baju tua yang robek, tidak ada yang akan menambalnya dengan kain dari baju yang baru. Kalau ada yang melakukannya, tambalan itu akan robek dan tidak cocok dengan baju tua itu.+ 37  Juga, tidak ada yang menyimpan anggur baru dalam kantong kulit* yang sudah tua. Kalau dia lakukan itu, anggur baru itu akan membuat kantongnya pecah dan anggurnya tumpah, dan kantong itu akan rusak. 38  Sebaliknya, anggur baru harus disimpan dalam kantong baru. 39  Orang yang sudah mencicipi anggur tua akan berkata, ’Yang tua itu enak,’ dan dia tidak mau minum anggur yang baru.”

Catatan Kaki

 Atau ”tidak najis”.
 Atau ”Jadilah tidak najis”.
 Atau ”penulis”.
 Atau ”penulis”.
 Atau ”menggerutu”.
 Atau ”kirbat”.

Keterangan Tambahan

Genesaret: Dataran yang hanya berukuran 5 kali 2,5 km, yang berbatasan dengan pesisir barat laut dari Laut Galilea. Di Luk 5:1, Laut Galilea disebut ”Danau Genesaret”.

Danau Genesaret: Nama lain Laut Galilea, sebuah danau air tawar di Israel sebelah utara. (Mat 4:18) Laut Galilea juga pernah disebut Laut Khineret (Bil 34:11) dan Laut Tiberias. (Yoh 6:1) Letaknya rata-rata 210 m di bawah permukaan laut. Panjangnya dari utara ke selatan 21 km, lebarnya dari timur ke barat 12 km, dan bagian terdalamnya sekitar 48 m. Genesaret adalah nama dataran kecil yang berbatasan dengan pesisir barat laut dari Laut Galilea. Menurut beberapa pakar, Genesaret mungkin adalah bentuk Yunani dari Khineret, sebuah nama Ibrani kuno.—Lihat keterangan tambahan Mat 14:34 dan Lamp. A7, Peta 3B, ”Kegiatan di Laut Galilea”.

di pantai: Di pesisir Laut Galilea dekat Kapernaum, ada tempat yang seperti amfiteater alami. Maksudnya, tempat itu berbentuk seperti huruf ”U” dan dataran di sekelilingnya sedikit menanjak. Jadi, akustik di situ bagus sehingga kumpulan besar orang bisa mendengar Yesus berbicara kepada mereka dari perahu.

mengajar orang-orang dari perahu: Lihat keterangan tambahan Mat 13:2.

menangkap: Lit.: ”memerangkap”, seperti dalam jaring.

menderita demam tinggi: Matius dan Markus menulis bahwa ibu mertua Petrus ”terbaring dan sakit demam”. (Mat 8:14; Mrk 1:30) Hanya Lukas yang menyebutkan bahwa dia ”demam tinggi”. Lukas menunjukkan bahwa sakitnya cukup parah, mungkin karena dia adalah tabib (dokter).—Lihat ”Mengenal Buku Lukas”.

pria yang penuh kusta: Kusta yang disebutkan di Alkitab adalah penyakit kulit yang berat, tapi jenisnya tidak hanya seperti kusta zaman sekarang. Dulu, orang yang dinyatakan sakit kusta diasingkan dari masyarakat sampai dia sembuh. (Im 13:2, ctk., 45, 46; lihat ”Kusta” di Daftar Istilah.) Saat Matius dan Markus menceritakan kisah ini dalam Injil mereka, orang itu hanya disebut ”penderita kusta”. (Mat 8:2; Mrk 1:40) Tapi sebagai tabib (dokter), Lukas tahu bahwa penyakit itu ada tingkatannya. (Kol 4:14) Di sini, Lukas menulis bahwa pria ini ”penuh kusta”. Tampaknya, penyakit orang itu sudah parah.—Lihat keterangan tambahan Luk 4:38, yang menunjukkan pengamatan Lukas tentang tingkatan penyakit lain.

dia . . . menyentuh orang itu: Menurut Hukum Musa, penderita kusta harus tinggal di tempat yang terasing agar orang lain tidak tertular. (Im 13:45, 46; Bil 5:1-4) Tapi, para pemimpin agama Yahudi menambahkan aturan-aturan lain. Misalnya, orang harus menjaga jarak setidaknya empat hasta dari penderita kusta, yaitu sekitar 1,8 m, tapi kalau cuacanya berangin, jaraknya menjadi 100 hasta, yaitu sekitar 45 m. Akibat peraturan seperti itu, penderita kusta diperlakukan dengan kejam. Dalam tulisan Yahudi kuno, ada dua rabi (guru) yang dianggap baik walaupun yang satu bersembunyi dari penderita kusta, dan yang lainnya melempari penderita kusta dengan batu agar mereka tidak mendekat. Sebaliknya, Yesus begitu kasihan melihat kesengsaraan seorang penderita kusta sampai-sampai dia melakukan sesuatu yang tidak mungkin dilakukan orang Yahudi lain. Yesus menyentuh orang itu. Padahal, dia bisa saja menyembuhkannya hanya dengan mengatakan sesuatu.​—Mat 8:5-13.

Saya mau: Yesus tidak hanya mendengarkan permintaan orang itu, tapi dia juga mengatakan bahwa dia ingin sekali mengabulkannya. Ini menunjukkan bahwa dia melakukannya bukan hanya karena merasa wajib.

dia . . . menyentuh orang itu: Lihat keterangan tambahan Mat 8:3.

Saya mau: Lihat keterangan tambahan Mat 8:3.

perlihatkan dirimu kepada imam: Menurut Hukum Musa, imam harus memastikan bahwa seorang penderita kusta sudah sembuh. Orang itu harus pergi ke bait dan membawa persembahan yang Musa tetapkan, sesuai dengan petunjuk di Im 14:2-32.

perlihatkan dirimu kepada imam: Lihat keterangan tambahan Mrk 1:44.

Ketika Yesus berdoa: Lukas banyak menulis tentang doa dalam Injilnya. Beberapa doa Yesus hanya dicatat oleh Lukas. Misalnya, di ayat ini Lukas berkata bahwa Yesus berdoa saat dibaptis. Kata-kata penting dalam doa itu tampaknya dicatat oleh Paulus belakangan. (Ibr 10:5-9) Sering kali, hanya Lukas yang menyebutkan bahwa Yesus berdoa pada kesempatan tertentu. Ini dicatat di Luk 5:16; 6:12; 9:18, 28; 11:1; 23:46.

untuk berdoa: Hanya Lukas yang menyebutkan tentang doa ketika menceritakan peristiwa perubahan rupa Yesus. Di ayat berikutnya juga dikatakan bahwa Yesus sedang berdoa sewaktu wajahnya berubah. (Luk 9:29) Sering kali, hanya catatan Lukas yang menyebutkan bahwa Yesus berdoa pada kesempatan tertentu, misalnya Luk 3:21; 5:16; 6:12; 9:18; 11:1; 23:46.

dia sering pergi ke tempat sepi untuk berdoa: Ini hanya disebutkan oleh Lukas. Kadang, hanya Lukas yang mencatat tentang Yesus berdoa. (Lihat keterangan tambahan Luk 3:21; 9:28.) Bentuk kata kerja Yunani di ayat ini menunjukkan bahwa Yesus memang punya kebiasaan berdoa. Kata Yunani untuk ”tempat sepi” (eremos) sering memaksudkan padang gurun atau padang belantara, tapi bisa juga berarti ”tempat sepi” mana pun. (Mat 14:13; Mrk 1:45; 6:31; Luk 4:42; 8:29) Yesus bukannya suka menyendiri. Dia senang berada bersama orang lain. (Mat 9:35, 36; Luk 8:1; 19:7-10; Yoh 11:5) Tapi, dia sering menjauh dari orang lain, karena yang lebih dia sukai adalah berada bersama Bapaknya. Dia mau berdua saja dengan Yehuwa agar bisa berdoa dengan leluasa.​—Mat 14:23; Mrk 1:35.

Yehuwa memberi Yesus kuasa: Atau ”kuasa Yehuwa ada pada dia”. Meski manuskrip Yunani memakai kata Kyrios (Tuan; Tuhan) di sini, ada alasan-alasan kuat untuk memakai nama Allah di ayat ini. Dari konteksnya, jelas bahwa Kyrios di sini memaksudkan Allah. Dan di Septuaginta, kata Yunani dynamis, yang bisa diterjemahkan ”kuasa” atau ”kekuatan”, dipakai ketika teks Ibraninya berbicara tentang kuasa atau kekuatan Yehuwa dan konteks di sekitarnya menyebutkan Tetragramaton.​—Mz 21:1, 13; 93:1; 118:15; lihat Lamp. C3 pengantar; Luk 5:17.

membuat lubang di atap: Banyak rumah di Israel abad pertama memiliki atap yang datar. Orang bisa naik ke sana dengan tangga yang menyatu dengan rumah atau tangga yang ditaruh di luar. Markus tidak menyebutkan jenis atap rumah ini. Tapi, atap biasanya dibuat dari balok-balok kayu yang ditutupi ranting dan lalang, lalu diplester dengan lapisan tanah liat. Ada juga rumah yang atapnya dipasangi genteng. Menurut teks asli catatan Lukas, pria ini diturunkan melalui atap seperti itu. (Lihat keterangan tambahan Luk 5:​19.) Orang-orang itu bisa dengan mudah membuat lubang yang cukup besar untuk menurunkan tandu ke ruangan yang penuh sesak itu.

naik ke atap, membuat lubang: Kisah tentang Yesus yang menyembuhkan pria lumpuh ini dicatat di Injil Matius (9:1-8), Markus (2:1-12), dan Lukas. Ketiganya saling melengkapi. Matius tidak menyebutkan bahwa pria itu diturunkan lewat atap, sedangkan Markus menjelaskan bahwa teman-teman pria itu membuat lubang di atap untuk menurunkan dia dan tandunya. Dan di teks asli catatan Lukas dikatakan bahwa pria itu diturunkan ”melalui genteng”. (Lihat keterangan tambahan Mrk 2:4.) Kata Yunani yang Lukas pakai (keramos) bisa berarti ”tanah liat”, yaitu bahan atap tersebut. Tapi karena bentuk kata itu jamak, tampaknya yang dimaksud adalah ”genteng”. Ada bukti bahwa rumah di Israel zaman dulu dipasangi genteng. Meski jenis atap di catatan Markus dan Lukas ini tidak bisa dipastikan, bisa jadi atap itu terbuat dari lapisan tanah liat, dan ada genteng yang ditaruh atau dipasang di atasnya. Tapi apa pun itu, jelas terlihat bahwa teman-teman pria lumpuh itu mau repot-repot membawanya ke hadapan Yesus. Tindakan mereka ini pasti membuktikan besarnya iman mereka, karena ketiga Injil itu berkata bahwa Yesus ”melihat iman mereka”.—Luk 5:20.

melihat iman mereka: Kata ”mereka” (jamak) menunjukkan bahwa Yesus tidak hanya memperhatikan betapa berimannya orang lumpuh itu, tapi juga orang-orang yang membawanya.

Melihat iman mereka: Lihat keterangan tambahan Mat 9:2.

Putra manusia: Istilah ini muncul sekitar 80 kali dalam Injil. Yesus memakainya untuk memaksudkan dirinya sendiri, kelihatannya untuk menekankan bahwa dia benar-benar manusia, yang dilahirkan seorang wanita, dan bahwa dia adalah manusia yang setara dengan Adam sehingga bisa membebaskan manusia dari dosa dan kematian. (Rm 5:12, 14, 15) Istilah ini juga menunjukkan bahwa Yesus adalah Mesias, atau Kristus.​—Dan 7:13, 14; lihat Daftar Istilah.

untuk mengampuni dosa . . .: Tanda titik tiga (elipsis) menunjukkan bahwa Yesus berhenti di tengah-tengah kalimat, lalu dia membuktikan kata-katanya dengan menyembuhkan orang lumpuh itu di depan umum.

Putra manusia: Lihat keterangan tambahan Mat 8:20.

mengampuni dosa . . .: Lihat keterangan tambahan Mat 9:6.

Lewi: Dalam catatan tentang kisah yang sama di Mat 9:9, murid ini disebut Matius. Ketika menceritakan tentang dia sewaktu dia masih menjadi pemungut pajak, Markus dan Lukas menyebut dia Lewi (Luk 5:27, 29), tapi ketika berbicara tentang dia sebagai salah satu rasul, mereka menyebutnya Matius (Mrk 3:18; Luk 6:15; Kis 1:13). Alkitab tidak menunjukkan apakah Lewi sudah punya nama Matius sebelum menjadi murid Yesus. Markus adalah satu-satunya penulis Injil yang menulis bahwa Matius Lewi adalah anak Alfeus.​—Lihat keterangan tambahan Mrk 3:​18.

kantor pajak: : Atau ”gerai pajak”. Ini mungkin bangunan kecil atau gerai tempat pemungut pajak duduk dan mengumpulkan pajak untuk ekspor, impor, dan barang-barang yang dibawa pedagang. Lewi, yang juga disebut Matius, bekerja di kantor pajak yang ada di Kapernaum atau di dekatnya.

Jadilah pengikutku: Kata kerja Yunaninya punya makna dasar ”mengikuti dari belakang”, tapi di konteks ini artinya ”mengikuti seseorang sebagai muridnya”.

Lewi: Dalam catatan tentang kisah yang sama di Mat 9:9, murid ini disebut Matius. Ketika menceritakan tentang dia sewaktu dia masih menjadi pemungut pajak, Markus dan Lukas menyebut dia Lewi (Mrk 2:14), tapi ketika berbicara tentang dia sebagai salah satu rasul, mereka menyebutnya Matius (Mrk 3:18; Luk 6:15; Kis 1:13). Alkitab tidak menunjukkan apakah Lewi sudah punya nama Matius sebelum menjadi murid Yesus.—Lihat keterangan tambahan Mrk 2:14.

kantor pajak: Lihat keterangan tambahan Mrk 2:14.

Jadilah pengikutku: Lihat keterangan tambahan Mrk 2:14.

Pemungut pajak: Banyak orang Yahudi mengumpulkan pajak bagi pemerintah Romawi. Orang-orang membenci mereka, karena mereka tidak hanya bekerja sama dengan pemerintah asing, tapi juga menagih lebih banyak daripada yang ditentukan pemerintah. Biasanya, pemungut pajak dijauhi sesama orang Yahudi, yang menganggap mereka sama rendahnya dengan orang berdosa dan pelacur.​—Mat 11:19; 21:32.

makan: Atau ”duduk berbaring di depan meja”. Duduk berbaring bersama-sama di depan meja menunjukkan keakraban. Maka di zaman Yesus, orang Yahudi umumnya tidak duduk berbaring, atau makan, bersama orang Yahudi yang mereka anggap hina atau orang dari bangsa lain.

pemungut pajak: Lihat keterangan tambahan Mat 5:46.

makan: Lihat keterangan tambahan Mrk 2:15.

berpuasa: Maksudnya, tidak makan selama jangka waktu tertentu. (Lihat ”Puasa” di Daftar Istilah.) Yesus tidak pernah menyuruh ataupun melarang muridnya berpuasa. Di bawah Hukum Musa, orang Yahudi yang tulus berpuasa dengan tujuan merendahkan diri di hadapan Yehuwa dan menunjukkan pertobatan.​—1Sam 7:6; 2Taw 20:3.

sahabat-sahabatnya: Lit.: ”putra-putra ruangan pengantin”, ungkapan yang memaksudkan para tamu di pesta pernikahan, tapi khususnya para sahabat pengantin laki-laki.

sahabat-sahabat pengantin laki-laki: Lihat keterangan tambahan Mat 9:15.

anggur . . . dalam kantong kulit: Atau ”kirbat”. Di zaman Alkitab, orang biasanya menyimpan minuman anggur dalam kantong kulit. (1Sam 16:20) Kantong ini terbuat dari kulit utuh binatang peliharaan, seperti domba atau kambing. Kantong kulit yang sudah tua akan menjadi kaku dan tidak elastis lagi. Sebaliknya, kantong yang baru masih lentur dan bisa mengembang sehingga bisa menahan tekanan dari proses fermentasi anggur baru.​—Lihat ”Kirbat anggur” di Daftar Istilah.

anggur . . . dalam kantong kulit: Lihat keterangan tambahan Mat 9:17.

enak: Atau mungkin ”lebih enak”, menurut beberapa manuskrip.

Media

Sisa-Sisa Sebuah Perahu Nelayan Galilea
Sisa-Sisa Sebuah Perahu Nelayan Galilea

Musim kering 1985/1986 membuat permukaan air di Laut Galilea menurun sehingga terlihatlah sebagian dari sebuah perahu kuno yang terkubur di lumpur. Bagian itu panjangnya 8,2 m, lebarnya 2,3 m, dan tinggi maksimumnya 1,3 m. Sekarang, itu dipajang di sebuah museum di Israel. Menurut para arkeolog, perahu itu dibuat di antara abad pertama SM sampai abad pertama M. Video ini menunjukkan seperti apa kira-kira perahu aslinya ketika melaut sekitar 2.000 tahun yang lalu.

Ikan di Laut Galilea
Ikan di Laut Galilea

Alkitab sering mengaitkan Laut Galilea dengan ikan, penangkapan ikan, dan nelayan. Ada kira-kira 18 spesies ikan di Laut Galilea, tapi hanya sekitar 10 yang dicari para nelayan. Kesepuluh spesies ini bisa dibagi menjadi tiga kelompok utama dalam perdagangan ikan. Kelompok pertama terdiri dari tiga spesies ikan sungut (Barbus longiceps pada gambar) (1). Ada spesies dalam kelompok ini yang memiliki sungut (kumis) di kedua ujung mulutnya. Karena itulah namanya dalam bahasa Semitik adalah biny, yang artinya ”rambut”. Makanannya adalah moluska, siput, dan ikan kecil. Ukuran ikan sungut yang berkepala panjang bisa mencapai 75 cm dan beratnya bisa lebih dari 7 kg. Kelompok kedua disebut musht (Tilapia galilea pada gambar) (2), yang dalam bahasa Arab berarti ”sisir”, karena kelima spesiesnya memiliki sirip punggung yang bentuknya seperti sisir. Panjang salah satu jenis ikan ini bisa mencapai kira-kira 45 cm dan beratnya bisa sekitar 2 kg. Kelompok ketiga adalah sarden Khineret (Acanthobrama terrae sanctae pada gambar) (3), yang mirip seperti ikan haring kecil. Sejak dulu, orang sudah mengawetkan ikan ini dengan merendamnya di air asin.

Perahu Nelayan Abad Pertama
Perahu Nelayan Abad Pertama

Gambar ini dibuat berdasarkan sisa-sisa perahu nelayan abad pertama, yang ditemukan terkubur dalam lumpur di dekat pantai Laut Galilea, dan berdasarkan gambar mosaik yang ditemukan di sebuah rumah abad pertama di kota Migdal, yang terletak di pinggir laut. Perahu seperti ini mungkin memiliki sebuah tiang dengan layarnya dan dikendalikan oleh lima orang, yaitu empat pendayung dan satu nakhoda, yang berdiri di dek kecil di bagian belakang perahu. Panjang perahu ini kurang lebih 8 m. Di bagian tengah, lebarnya sekitar 2,5 m dan tingginya sekitar 1,25 m. Kelihatannya, perahu ini bisa memuat 13 orang atau lebih.