Yang Ditulis Lukas 19:1-48

19  Lalu Yesus masuk ke Yerikho dan berjalan melewati kota itu.  Di situ, ada pria kaya bernama Zakheus. Dia kepala pemungut pajak.  Nah, dia ingin sekali melihat Yesus, tapi tidak bisa karena dia pendek dan ada banyak orang di situ.  Maka dia berlari mendahului orang-orang dan memanjat pohon ara,* agar bisa melihat Yesus yang akan lewat di situ.  Ketika sampai di situ, Yesus melihat ke atas dan berkata, ”Zakheus, cepat turun! Hari ini saya harus pergi ke rumahmu.”  Zakheus pun cepat-cepat turun dan menerima Yesus di rumahnya dengan gembira.  Tapi ketika melihat itu, orang-orang tidak senang dan berbisik-bisik, ”Dia bertamu ke rumah orang berdosa.”+  Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuan, ”Setengah harta saya akan saya berikan kepada orang miskin, Tuan. Siapa pun yang saya peras, uangnya akan saya kembalikan empat kali lipat.”+  Maka Yesus berkata, ”Hari ini, keselamatan telah datang atas orang ini dan keluarganya, karena dia pun anak Abraham. 10  Sebab Putra manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan orang yang tersesat.”+ 11  Sementara murid-muridnya mendengarkan itu, Yesus menceritakan satu lagi perumpamaan. Sebab dia sudah dekat Yerusalem, dan mereka menyangka bahwa Kerajaan Allah akan segera terlihat jelas begitu dia sampai di sana.+ 12  Dia berkata, ”Seorang bangsawan pergi ke negeri yang jauh+ untuk menjadi raja, dan setelah itu dia akan kembali. 13  Sebelum berangkat, dia memanggil sepuluh budaknya, memberi mereka sepuluh mina, dan berkata, ’Pakai uang ini untuk berbisnis sampai saya pulang.’+ 14  Tapi, penduduk negeri itu membenci dia. Mereka mengirim sekelompok utusan untuk berkata kepadanya, ’Kami tidak mau kamu jadi raja kami.’ 15  ”Setelah menjadi raja, dia akhirnya pulang. Lalu, dia memanggil budak-budak yang telah diberinya uang. Dia ingin tahu berapa hasil bisnis mereka masing-masing.+ 16  Lalu datanglah budak yang pertama. Budak itu berkata, ’Tuan, dengan satu mina Tuan, saya dapat untung sepuluh mina.’+ 17  Maka dia berkata kepada budaknya, ’Bagus. Kamu budak yang baik! Karena kamu setia dalam hal yang sangat kecil, kamu akan berkuasa atas sepuluh kota.’+ 18  Lalu datanglah budak yang kedua. Budak itu berkata, ’Tuan, dengan satu mina Tuan, saya dapat untung lima mina.’+ 19  Dia juga berkata kepada budak ini, ’Kamu akan berkuasa atas lima kota.’ 20  Tapi datanglah budak yang lain dan berkata, ’Tuan, ini uang mina Tuan. Saya menyimpannya dalam kain. 21  Begini, saya takut pada Tuan karena Tuan itu orang yang jahat. Tuan mengambil uang yang tidak Tuan tabung, dan Tuan memanen apa yang tidak Tuan tanam.’+ 22  Dia berkata kepada budak itu, ’Budak yang jahat! Saya akan menghakimi kamu menurut kata-katamu sendiri. Kamu sudah tahu saya orang jahat, yang mengambil uang yang tidak saya tabung dan memanen apa yang tidak saya tanam.+ 23  Jadi, kenapa kamu tidak taruh uang saya di bank? Jadi waktu saya pulang, saya bisa ambil uang itu dengan bunganya.’ 24  ”Kemudian, dia berkata kepada orang-orang yang berdiri di situ, ’Ambil uang mina itu dari dia dan berikan kepada budak yang punya sepuluh mina.’+ 25  Tapi mereka berkata, ’Tuan, dia sudah punya sepuluh mina!’ 26  Dia menjawab, ’Saya memberi tahu kalian, setiap orang yang memiliki akan diberi lebih banyak, tapi mengenai setiap orang yang tidak memiliki, bahkan apa yang dia miliki akan diambil darinya.+ 27  Sekarang, bawa musuh-musuh saya ke sini, yang tidak mau saya jadi raja mereka. Bunuh mereka di depan saya.’” 28  Setelah menceritakan semua itu, Yesus pergi lebih dulu ke Yerusalem. 29  Sewaktu sudah dekat Betfage dan Betani di gunung yang disebut Gunung Zaitun,+ dia mengutus dua muridnya+ 30  dan berkata, ”Pergilah ke desa yang ada di depan. Setelah masuk, kalian akan melihat seekor anak keledai yang terikat, yang belum pernah ditunggangi siapa pun. Lepaskan anak keledai itu dan bawa ke sini. 31  Kalau ada yang tanya, ’Kenapa kalian lepaskan dia?’ katakan, ’Tuan memerlukannya.’” 32  Dua murid itu pun pergi dan menemukan anak keledai itu seperti yang Yesus katakan.+ 33  Tapi saat mereka melepaskan anak keledai itu, para pemiliknya berkata, ”Kenapa kalian lepaskan anak keledai itu?” 34  Mereka menjawab, ”Tuan memerlukannya.” 35  Kemudian mereka membawa anak keledai itu kepada Yesus, lalu menaruh baju luar mereka di atas anak keledai itu, dan dia duduk di atasnya.+ 36  Sewaktu Yesus lewat, orang-orang menghamparkan baju luar mereka di jalan.+ 37  Begitu dia sampai di dekat jalan yang menurun dari Gunung Zaitun, semua muridnya mulai bersukacita dan berseru memuji Allah, karena semua tindakan penuh kuasa yang mereka lihat. 38  Mereka berkata, ”Diberkatilah dia yang datang sebagai Raja dengan nama Yehuwa! Damai di surga, dan dimuliakanlah Allah yang ada di tempat tertinggi!”+ 39  Tapi, beberapa orang Farisi di antara orang-orang itu berkata kepada Yesus, ”Guru, tegurlah murid-muridmu.”+ 40  Tapi dia menjawab, ”Saya memberi tahu kalian, kalau mereka tetap diam, batu-batu ini yang akan berteriak.” 41  Sewaktu sudah dekat Yerusalem, dia memandangi kota itu dan menangisinya.+ 42  Dia meratap, ”Kalau saja kamu tahu hal-hal yang bisa membawa damai untukmu,+ tapi sekarang hal-hal itu disembunyikan darimu.+ 43  Pada saatnya nanti, musuh-musuhmu akan membuat benteng dari kayu-kayu tajam di sekelilingmu. Mereka akan mengepungmu dan menekanmu dari segala arah.+ 44  Mereka akan membuatmu rata dengan tanah dan memusnahkan anak-anakmu.+ Mereka tidak akan membiarkan satu batu pun tersusun di atas batu lainnya,+ karena kamu telah dihakimi* tapi tidak menyadarinya.” 45  Setelah itu, Yesus masuk ke bait dan mulai mengusir orang-orang yang berjualan.+ 46  Dia berkata kepada mereka, ”Ada tertulis, ’Rumah-Ku akan menjadi rumah doa,’+ tapi kalian menjadikannya gua perampok.”+ 47  Setiap hari, Yesus mengajar di bait. Para imam kepala, ahli Taurat,* dan pemimpin orang Yahudi berusaha membunuh dia.+ 48  Tapi mereka tidak tahu bagaimana harus melakukannya, karena orang-orang terus mengikuti Yesus untuk mendengar ajarannya.+

Catatan Kaki

 Atau ”pohon ara murbei”.
 Lit.: ”diperiksa”.
 Atau ”penulis”.

Keterangan Tambahan

Zakheus: Dari nama Ibrani, mungkin dari sebuah kata dasar yang artinya ”bersih; murni”. Dia kelihatannya mengepalai para pemungut pajak di Yerikho dan sekitarnya. Daerah di sekeliling kota itu subur dan produktif. Jadi, pajak yang dikumpulkan dari daerah itu cukup besar. Zakheus adalah orang yang kaya, dan dia sendiri mengatakan (Luk 19:8) bahwa setidaknya sebagian dari kekayaannya didapat dengan cara yang tidak benar.

membuat tuduhan palsu: Kata Yunaninya (sykofanteo) diterjemahkan ”peras” atau ”peras dengan tuduhan palsu” di Luk 19:8. (Lihat keterangan tambahan Luk 19:8.) Menurut sebuah sumber, kata kerjanya berarti ”mengambil dengan menunjukkan buah ara”. Ada berbagai penjelasan tentang asal ungkapan itu. Salah satunya, itu berasal dari provinsi Athena zaman dulu, yang melarang buah ara diekspor dari situ. Jadi, orang yang menuduh bahwa seseorang berusaha mengekspor buah ara disebut ”penunjuk buah ara”. Istilah ini akhirnya dipakai untuk orang yang membuat tuduhan palsu demi mendapat untung, atau pemeras.

peras: Atau ”peras dengan tuduhan palsu”.​—Lihat keterangan tambahan Luk 3:14.

empat kali lipat: Dari catatan pajaknya, kemungkinan Zakheus bisa menghitung berapa banyak uang yang dia terima dari orang Yahudi. Dia berjanji untuk menggantinya empat kali lipat, padahal itu lebih dari yang diharuskan Hukum Allah. Menurut Hukum, orang yang mau mengakui dosanya dan bertobat harus membayar ganti rugi sebesar jumlah yang dia peras ’ditambah seperlimanya’, atau 20 persennya. Janji Zakheus membuktikan bahwa dia benar-benar bertobat. Dia menunjukkan bahwa dia mengasihi orang miskin dan mau bertindak adil terhadap orang yang dirugikan.—Im 6:2-5; Bil 5:7.

perumpamaan: Atau ”parabel”. Dari kata Yunani parabole, yang artinya ”penempatan di samping (bersama-sama)”, dan bisa memaksudkan parabel (cerita pendek), peribahasa, atau perumpamaan. Yesus sering menjelaskan sesuatu dengan ’menempatkannya di samping’ hal lain, atau menyamakannya dengan hal lain. (Mrk 4:30) Perumpamaannya singkat dan biasanya berupa cerita karangan yang berisi pelajaran rohani atau moral.

perumpamaan: Atau ”parabel”.​—Lihat keterangan tambahan Mat 13:3.

Kerajaan: Dari kata Yunani basileia, yang memaksudkan suatu pemerintahan yang dipimpin oleh raja, termasuk wilayah dan rakyatnya. Kata tersebut disebutkan 162 kali di Kitab-Kitab Yunani Kristen dan muncul pertama kali di ayat ini. Di buku Matius, kata ini disebutkan 55 kali dan kebanyakan memaksudkan pemerintahan Allah di surga. Matius sangat sering menggunakan kata itu sampai-sampai Injilnya bisa disebut Injil Kerajaan.​—Lihat ”Kerajaan Allah” di Daftar Istilah.

Kerajaan: Di Alkitab, ”kerajaan” bisa memaksudkan berbagai hal, seperti ”wilayah atau negeri yang dikuasai raja”, ”kekuasaan sebagai raja”, dan ”keadaan diperintah oleh raja”. Yang dimaksud dengan ’mewarisi Kerajaan’ di sini adalah menerima manfaat atau berkat karena diperintah oleh Kerajaan Allah dan menikmati kehidupan di wilayah kerajaan itu.

menjadi raja: Atau ”mendapatkan kerajaan”. Kata Yunani basileia, yang biasanya diterjemahkan ”kerajaan”, memiliki arti yang luas dan sering memaksudkan suatu pemerintahan yang dipimpin oleh raja, termasuk wilayah dan rakyatnya. (Lihat keterangan tambahan Mat 3:2; 25:34.) Kata itu juga bisa memaksudkan kedudukan raja, yang terhormat, berkuasa, dan berwenang. Di wilayah kekuasaan Romawi, seorang bangsawan biasanya pergi ke Roma untuk bisa menjadi raja. Perumpamaan Yesus ini mungkin mengingatkan pendengarnya tentang Arkhelaus, putra Herodes Agung. Sebelum Herodes meninggal, Arkhelaus ditunjuk untuk meneruskan kekuasaannya atas Yudea dan daerah-daerah lainnya. Tapi sebelum menjadi raja, Arkhelaus harus menempuh perjalanan jauh ke Roma dan meminta persetujuan Kaisar Agustus.

mina: Mina Yunani bukanlah jenis koin tapi satuan ukuran berat, kira-kira 340 g. Satu mina perak sangat berharga, karena menurut para penulis Yunani zaman dulu, nilainya sama dengan 100 drakhma, dan nilai satu drakhma hampir sebesar satu dinar. (Lihat ”Dinar” di Daftar Istilah.) Mina Yunani berbeda dengan mina Ibrani.​—Lihat ”Mina” di Daftar Istilah dan Lamp. B14.

menjadi raja: Atau ”mendapatkan kerajaan”. Kata Yunani basileia, yang biasanya diterjemahkan ”kerajaan”, memiliki arti yang luas dan sering memaksudkan suatu pemerintahan yang dipimpin oleh raja, termasuk wilayah dan rakyatnya. (Lihat keterangan tambahan Mat 3:2; 25:34.) Kata itu juga bisa memaksudkan kedudukan raja, yang terhormat, berkuasa, dan berwenang. Di wilayah kekuasaan Romawi, seorang bangsawan biasanya pergi ke Roma untuk bisa menjadi raja. Perumpamaan Yesus ini mungkin mengingatkan pendengarnya tentang Arkhelaus, putra Herodes Agung. Sebelum Herodes meninggal, Arkhelaus ditunjuk untuk meneruskan kekuasaannya atas Yudea dan daerah-daerah lainnya. Tapi sebelum menjadi raja, Arkhelaus harus menempuh perjalanan jauh ke Roma dan meminta persetujuan Kaisar Agustus.

uang: Lit.: ”perak”, maksudnya keping perak yang digunakan sebagai uang.

menjadi raja: Atau ”mendapatkan kerajaan”.​—Lihat keterangan tambahan Luk 19:12.

uang: Lihat keterangan tambahan Mat 25:18.

uang: Lit.: ”perak”, maksudnya keping perak yang digunakan sebagai uang.

uang: Lihat keterangan tambahan Mat 25:18.

bank: Dalam perumpamaan tentang mina di Injil Lukas dan perumpamaan tentang talenta di Injil Matius, Yesus menyebutkan tentang bank dan bankir yang meminjamkan dan menerima simpanan uang dengan bunga. (Mat 25:14-30; Luk 19:12-27) Kata ”bank” diterjemahkan dari kata Yunani trapeza, yang artinya ”meja”. (Mat 15:27) Jika kata ini dipakai dalam urusan bisnis, misalnya penukaran uang, yang dimaksud adalah meja tempat menaruh uang-uang logam. (Mat 21:12; Mrk 11:15; Yoh 2:15) Bankir sangat umum di Israel dan negeri-negeri sekitarnya pada abad pertama.

bunganya: Menurut Taurat, orang Israel tidak boleh meminta bunga sewaktu meminjamkan uang kepada orang miskin yang sebangsa dengan mereka. (Kel 22:25) Tapi, mereka boleh menuntut bunga dari orang asing, mungkin untuk urusan bisnis. (Ul 23:20) Di zaman Yesus, sepertinya orang-orang umumnya mendapatkan bunga jika mereka menyimpan uang kepada bankir.

Betfage: Desa yang terletak di Gunung Zaitun ini memiliki nama Ibrani yang mungkin berarti ”Rumah Buah Ara Awal”. Menurut kisah turun-temurun, letaknya ada di antara Yerusalem dan Betani, di lereng tenggara Gunung Zaitun, tidak jauh dari puncaknya, kira-kira 1 km dari Yerusalem.​—Mrk 11:1; Luk 19:29; lihat Lamp. A7, Peta 6.

Betani: Desa di lereng sebelah timur-tenggara dari Gunung Zaitun, kira-kira 3 km dari Yerusalem. (Yoh 11:18) Di kota ini ada rumah Marta, Maria, dan Lazarus, yang tampaknya menjadi tempat Yesus menginap selama berada di Yudea. (Yoh 11:1) Sekarang, di daerah itu ada desa kecil yang namanya berbahasa Arab dan artinya ”Tempat Lazarus”.

keledai yang terikat bersama anaknya: Hanya Matius yang menyebutkan anak keledai itu bersama induknya. (Mrk 11:2-7; Luk 19:30-35; Yoh 12:14, 15) Kelihatannya, Markus, Lukas, dan Yohanes hanya menyebutkan satu keledai karena Yesus hanya menunggangi anak keledai itu.​—Lihat keterangan tambahan Mat 21:5.

anak keledai: Maksudnya, keledai muda. Ketika menceritakan peristiwa ini, Injil Markus, Lukas (19:35), dan Yohanes (12:14, 15) hanya menyebutkan satu binatang, yaitu anak keledai itu. Injil Matius (21:​2-7) menambahkan keterangan bahwa induknya juga ada di sana.​—Lihat keterangan tambahan Mat 21:​2, 5.

seekor anak keledai: Lihat keterangan tambahan Mat 21:2; Mrk 11:2.

Yehuwa: Dalam teks asli Ibrani, Mz 118:26 yang dikutip di sini memuat nama Allah, yang ditulis dengan empat huruf mati Ibrani (jika ditransliterasi, YHWH).​—Lihat Lamp. C.

batu-batu ini yang akan berteriak: Yesus mengatakan ini karena orang-orang Farisi keberatan dengan perkataan murid-murid Yesus. (Luk 19:37-39) Para murid itu mengatakan apa yang ditulis di Mz 118:26. Nubuat di mazmur tersebut sudah pasti akan menjadi kenyataan dalam peristiwa yang Lukas catat ini, karena kata-kata Yehuwa tidak akan kembali kepada-Nya ”tanpa hasil”. (Yes 55:11) Jika murid-murid Yesus pada saat itu dipaksa untuk diam, batu-batu pun akan berteriak supaya nubuat itu menjadi kenyataan.

menangisinya: Kata Yunaninya sering kali memaksudkan menangis dengan bersuara.

benteng dari kayu-kayu tajam: Dari kata Yunani kharax, yang dalam Kitab-Kitab Yunani Kristen hanya ada di ayat ini. Artinya adalah ”tiang runcing yang digunakan untuk memagari suatu daerah; tiang kayu” dan juga ”pangkalan militer yang menggunakan tiang-tiang; pagar dari kayu-kayu runcing”. Kata-kata Yesus menjadi kenyataan pada 70 M ketika pasukan Romawi yang dipimpin oleh Titus membuat pagar dari kayu-kayu tajam untuk mengepung Yerusalem. Tujuannya supaya orang Yahudi tidak bisa melarikan diri, terdorong untuk menyerah, dan kelaparan sehingga lebih mudah dikalahkan. Untuk membuat pagar tersebut, pasukan Romawi menebang pohon-pohon di daerah sekitar kota itu.

Tidak akan ada satu batu pun yang masih tersusun di atas batu lainnya: Nubuat Yesus ini benar-benar terwujud pada 70 M, ketika pasukan Romawi menghancurkan Yerusalem dan baitnya. Sebagian besar kota itu benar-benar rata dengan tanah, dan yang tersisa hanya beberapa bagian tembok.

Mereka tidak akan membiarkan satu batu pun tersusun di atas batu lainnya: Lihat keterangan tambahan Mat 24:2.

kamu telah dihakimi tapi tidak menyadarinya: Atau ”kamu tidak menyadari ketika kamu diperiksa”. Kata Yunani episkope (pemeriksaan; kunjungan) berkaitan dengan episkopos (pengawas) dan episkopeo (mengawasi; memperhatikan baik-baik). Kata ini bisa memiliki arti positif atau negatif. Selama pelayanan Yesus di bumi, orang Yahudi sebenarnya sedang dihakimi. Mereka yang tidak setia, yang tidak menyadari hal itu, akan dihukum oleh Allah. Tapi, yang menyadarinya dan menggunakan kesempatan itu untuk bertobat dan beriman kepada Allah akan dinyatakan benar oleh Allah. Kata Yunani yang sama juga digunakan dalam Septuaginta di Yes 10:3 dan Yer 10:15 sebagai terjemahan dari istilah Ibrani untuk ”hari penghukuman”.

bait: Maksudnya mungkin bagian bait yang disebut Halaman Orang yang Bukan Yahudi.​—Lihat Lamp. B11.

bait: Lihat keterangan tambahan Mat 21:12.

mengusir orang-orang yang berjualan: Yesus mengusir para pedagang di bait untuk kedua kalinya pada 10 Nisan 33 M. Peristiwa ini diceritakan di Injil Matius (21:12-17), Markus (11:15-18), dan Lukas. Peristiwa pertama, yang dicatat di Yoh 2:13-17, terjadi pada Paskah 30 M.

gua perampok: Atau ”tempat pencuri”. Yesus mengutip Yer 7:11. Dia mungkin menyebut para pedagang dan penukar uang sebagai ”perampok” karena mereka dengan curang meraup untung besar dari penjualan binatang korban dan mengenakan biaya tinggi untuk penukaran uang. Yesus juga marah karena rumah doa, atau tempat ibadah, kepada Yehuwa malah dijadikan tempat bisnis.

gua perampok: Lihat keterangan tambahan Mat 21:13.

Media

Pohon Ara Hutan
Pohon Ara Hutan

Pohon ara hutan, atau pohon ara murbei (Ficus sycomorus), hanya disebutkan sekali di Kitab-Kitab Yunani Kristen, dalam catatan tentang kunjungan Yesus ke Yerikho pada musim semi tahun 33 M. (Luk 19:1-10) Pohon ini masih satu famili dengan pohon ara biasa dan pohon murbei. Buahnya sama seperti buah pohon ara biasa. Tingginya bisa mencapai 10 sampai 15 m. Pohon ini kuat dan bisa hidup sampai ratusan tahun. Pohon ara hutan tumbuh di Lembah Yordan. Menurut Kitab-Kitab Ibrani, pohon ini juga banyak ditemukan di daerah Syefela, antara daerah pesisir dan perbukitan Yudea. (1Raj 10:27; 2Taw 1:15; 9:27) Daunnya selalu hijau sepanjang tahun. Pohon ini rindang sehingga bisa digunakan untuk berteduh. Karena itulah pohon ini sering ditanam di pinggir jalan. Pohon yang pendek ini memiliki batang yang kuat, dan dahan-dahannya yang paling bawah berada dekat dengan tanah. Jadi, orang yang bertubuh pendek seperti Zakheus bisa memanjat pohon itu dengan mudah.

Betfage, Gunung Zaitun, dan Yerusalem
Betfage, Gunung Zaitun, dan Yerusalem

Video pendek ini menunjukkan jalan menuju Yerusalem dari arah timur, yaitu dari desa et-Tur di zaman sekarang (yang bisa jadi adalah Betfage di zaman Alkitab) ke tempat yang lebih tinggi di Gunung Zaitun. Betani ada di sebelah timur Betfage, di lereng timur Gunung Zaitun. Ketika Yesus dan murid-muridnya ada di Yerusalem, mereka biasanya menginap di Betani, yang sekarang menjadi lokasi kota el-Azariyeh (El Eizariya), nama Arab yang berarti ”Tempat Lazarus”. Pastilah, Yesus menginap di rumah Marta, Maria, dan Lazarus. (Mat 21:17; Mrk 11:11; Luk 21:37; Yoh 11:1) Untuk pergi dari sana ke Yerusalem, Yesus mungkin melewati jalan seperti yang terlihat di video ini. Pada 9 Nisan 33 M, Yesus naik anak keledai dari Gunung Zaitun ke Yerusalem. Kemungkinan besar, dia berangkat dari Betfage dan melewati jalan menuju Yerusalem.

1. Jalan dari Betani ke Betfage

2. Betfage

3. Gunung Zaitun

4. Lembah Kidron

5. Gunung Bait

Anak Keledai, atau Keledai Muda
Anak Keledai, atau Keledai Muda

Keledai adalah binatang berkuku keras dari keluarga kuda. Tapi dibanding kuda, keledai lebih kecil, surainya (rambutnya) lebih pendek, telinganya lebih panjang, bulu ekornya lebih pendek, dan hanya bagian ujung ekornya yang bulunya lebat. Meski terkenal bodoh dan keras kepala, keledai sebenarnya dianggap lebih cerdas daripada kuda dan termasuk makhluk yang sabar. Baik pria maupun wanita, bahkan orang-orang Israel yang terpandang, menunggang keledai. (Yos 15:18; Hak 5:10; 10:3, 4; 12:14; 1Sam 25:42) Ketika Salomo anak Daud pergi untuk diurapi sebagai raja, dia menunggangi bagal betina (keturunan campuran keledai jantan) milik ayahnya. (1Raj 1:33-40) Jadi, sangat cocok jika Yesus, yang lebih besar daripada Salomo, menunggangi keledai muda seperti yang dinubuatkan di Za 9:9 dan bukan kuda.

Batu-Batu dari Gunung Bait
Batu-Batu dari Gunung Bait

Batu-batu ini, yang ditemukan di sebelah selatan Tembok Barat, tampaknya adalah bagian dari bangunan di gunung bait abad pertama. Batu-batu yang dibiarkan di sini menjadi pengingat untuk peristiwa suram di masa lalu, yaitu penghancuran Yerusalem dan baitnya oleh pasukan Romawi.