Yang Ditulis Lukas 10:1-42

10  Belakangan, Tuan menunjuk 70 orang lain dan mengutus mereka berdua-dua+ untuk mendahuluinya ke setiap kota dan tempat yang akan dia kunjungi.+  Lalu dia berkata kepada mereka, ”Panenan memang banyak, tapi pekerjanya sedikit. Jadi, mohonlah kepada Pemilik panen untuk mengirim lebih banyak pekerja untuk panen-Nya.+  Pergilah! Aku mengutus kalian seperti anak domba ke tengah-tengah serigala.+  Jangan bawa kantong uang, kantong makanan, ataupun sandal,+ dan jangan beri salam di sepanjang jalan.+  Kalau masuk ke sebuah rumah, katakan dulu, ’Semoga ada damai di rumah ini.’+  Kalau di situ ada orang yang suka damai, dia akan mendapat damai yang kalian mohonkan. Tapi kalau tidak ada, damai itu akan kembali kepada kalian.  Tinggallah di rumahnya,+ serta makan dan minumlah apa yang disediakan,+ karena seorang pekerja layak mendapat upahnya.+ Jangan terus berpindah dari satu rumah ke rumah lain.  ”Juga, kalau kalian masuk ke satu kota dan mereka menyambut kalian, makanlah apa yang dihidangkan,  sembuhkan orang sakit yang ada di situ, dan katakan, ’Kerajaan Allah sudah dekat.’+ 10  Tapi, kalau kalian masuk ke satu kota dan mereka tidak menyambut kalian, pergilah ke jalan utamanya dan katakan, 11  ’Sebagai peringatan untuk kalian, kami mengebaskan debu dari kota kalian yang menempel di kaki kami.+ Tapi, ketahuilah ini, Kerajaan Allah sudah dekat.’ 12  Aku memberi tahu kalian, hukuman atas Sodom pada Hari Penghakiman akan lebih ringan daripada hukuman atas kota itu.+ 13  ”Sungguh celaka kamu, Khorazin! Sungguh celaka kamu, Betsaida! Seandainya tindakan-tindakan penuh kuasa yang terjadi di tempat kalian itu+ terjadi di Tirus dan Sidon, pasti mereka sudah dari dulu bertobat dan duduk dengan kain goni dan abu.+ 14  Karena itu, hukuman atas Tirus dan Sidon pada Hari Penghakiman akan lebih ringan daripada hukuman atas kalian. 15  Dan kamu, Kapernaum,+ apa kamu akan ditinggikan ke langit? Kamu akan turun ke Kuburan! 16  ”Siapa pun yang mendengarkan kalian, mendengarkan aku.+ Siapa pun yang mengabaikan kalian, mengabaikan aku juga. Dan siapa pun yang mengabaikan aku, mengabaikan juga Dia yang mengutus aku.”+ 17  Kemudian, ke-70 murid itu kembali dengan sukacita dan berkata, ”Tuan,* roh-roh jahat pun patuh kepada kami sewaktu kami menggunakan namamu.”+ 18  Maka Yesus berkata, ”Aku melihat Setan sudah jatuh+ seperti kilat dari langit. 19  Aku telah memberi kalian kuasa untuk menginjak-injak ular dan kalajengking,+ dan untuk mengalahkan segala kekuatan musuh.+ Tidak ada yang akan mencelakakan kalian. 20  Namun, jangan bersukacita karena roh-roh itu patuh kepada kalian, tapi bersukacitalah karena nama kalian sudah ditulis di surga.”+ 21  Saat itu juga, kuasa kudus membuat Yesus merasakan sukacita yang besar dan berkata, ”Aku memuji-Mu di depan umum, Bapak, Tuan atas langit dan bumi, karena hal-hal ini Kausembunyikan baik-baik dari orang yang berhikmat* dan cerdas,+ dan Kausingkapkan kepada anak-anak. Itulah kehendak-Mu, ya Bapak.”+ 22  Yesus juga berkata, ”Segala sesuatu telah diserahkan kepadaku oleh Bapakku. Tidak ada yang mengenal siapa Putra itu selain Bapak, dan tidak ada yang mengenal siapa Bapak itu selain Putra.+ Orang akan mengenal siapa Bapak itu hanya kalau Putra mau memberi tahu dia tentang Bapak.”+ 23  Lalu ketika tidak ada orang lain, dia berkata kepada murid-muridnya, ”Bahagialah orang yang melihat hal-hal yang kalian lihat.+ 24  Aku katakan kepada kalian, banyak nabi dan raja ingin melihat hal-hal yang sedang kalian lihat, tapi tidak melihatnya.+ Mereka ingin mendengar hal-hal yang kalian dengar, tapi tidak mendengarnya.” 25  Seorang ahli Taurat berdiri untuk menguji dia dan bertanya, ”Guru, apa yang perlu saya lakukan agar mewarisi kehidupan abadi?”+ 26  Yesus berkata, ”Apa yang ditulis dalam Taurat? Apa yang kamu mengerti?” 27  Orang itu menjawab, ”’Kasihilah Yehuwa Allahmu dengan sepenuh hati, sepenuh jiwa, seluruh kekuatan, dan seluruh pikiranmu,’+ dan, ’kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri.’”+ 28  Yesus berkata, ”Jawabanmu benar. Teruslah lakukan itu dan kamu akan mendapat kehidupan.”+ 29  Tapi karena ingin membuktikan dirinya benar,+ orang itu berkata kepada Yesus, ”Sesama saya itu sebenarnya siapa?” 30  Yesus menjawab dengan berkata, ”Ada orang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho, dan dia jatuh ke tangan perampok. Para perampok itu merampas pakaian dan hartanya, memukulinya sampai hampir mati, lalu meninggalkan dia. 31  Kebetulan, seorang imam juga turun lewat jalan itu. Tapi sewaktu melihat dia, imam itu berjalan terus di seberang jalan. 32  Begitu juga dengan seorang Lewi. Sewaktu sampai ke tempat itu dan melihat dia, orang Lewi itu berjalan terus di seberang jalan. 33  Tapi, ada orang Samaria+ yang lewat di jalan itu. Ketika melihat dia, orang itu tergerak oleh rasa kasihan. 34  Jadi orang itu mendekati dia, lalu menuangkan minyak dan anggur pada luka-lukanya dan membalutnya. Kemudian orang itu menaikkan dia ke atas keledainya, membawa dia ke penginapan, dan merawat dia. 35  Besoknya, orang itu mengeluarkan dua dinar, lalu memberikannya kepada pengurus penginapan dan berkata, ’Rawatlah dia, dan kalau yang kamu belanjakan lebih dari ini, saya akan membayarnya saat saya kembali.’ 36  Menurut kamu, siapa dari tiga orang ini yang bertindak sebagai sesama+ bagi orang yang jatuh ke tangan perampok itu?” 37  Dia menjawab, ”Orang yang menunjukkan belas kasihan kepadanya.”+ Lalu Yesus berkata, ”Pergilah dan lakukan itu juga.”+ 38  Mereka melanjutkan perjalanan dan masuk ke sebuah desa. Di situ, seorang wanita bernama Marta+ mengundang Yesus ke rumahnya. 39  Dia juga punya adik bernama Maria. Maria duduk dekat kaki Tuan dan terus mendengarkan kata-katanya.* 40  Tapi Marta tersimpangkan karena sibuk mengerjakan banyak hal. Maka, dia datang dan berbicara kepada Yesus, ”Tuan, apa Tuan tidak lihat bahwa Maria membiarkan aku mengurus semuanya sendiri? Suruh dia bantu aku.” 41  Tuan menjawab, ”Marta, Marta, kamu terlalu khawatir dengan banyak hal. 42  Padahal, yang kita perlu cuma sedikit, bahkan hanya satu.+ Sedangkan Maria, dia memilih bagian yang terbaik,+ dan itu tidak akan diambil darinya.”

Catatan Kaki

 Atau ”Majikan”.
 Atau ”bijaksana”.
 Atau ”ajarannya; beritanya”.

Keterangan Tambahan

Belakangan: Peristiwa di Luk 10:1 sampai 18:14 tidak diceritakan di Injil lainnya. Tapi, beberapa topik di pasal-pasal itu tampaknya pernah Yesus sampaikan pada awal pelayanannya, dan itu dicatat oleh para penulis Injil lainnya. Kelihatannya, peristiwa yang dicatat Lukas terjadi setelah Perayaan Tabernakel (Pondok Daun) pada musim gugur 32 M. (Lihat Lamp. A7.) Waktu itu, Yesus tampaknya lebih banyak melakukan kegiatannya di sebelah selatan, yaitu di Yerusalem dan sekitarnya serta di wilayah Yudea dan Perea. Dia berfokus untuk mengabar di sana selama enam bulan terakhir pelayanannya di bumi.

70: Ada manuskrip-manuskrip tua yang menyebutkan ”72”, bukan ”70”, dan itulah yang digunakan di beberapa terjemahan Alkitab. Tapi, banyak manuskrip tua lain yang tepercaya menyebutkan ”70”, termasuk Kodeks Sinaitikus dari abad keempat, juga Kodeks Aleksandrinus dan Kodeks Efraem Siria reskriptus, yang keduanya berasal dari abad kelima. Para pakar Alkitab memberikan berbagai penjelasan tentang perbedaan ini. Tapi, ini sebenarnya tidak memengaruhi makna ayatnya. Yang penting, banyak sekali manuskrip tua dan terjemahan Alkitab sama-sama menunjukkan bahwa Yesus memang mengutus sekelompok besar muridnya untuk mengabar berdua-dua, atau berpasangan.

70 orang lain: Tampaknya memaksudkan 70 murid selain ke-12 rasul yang sudah dilatih dan diutus sebelumnya.​—Luk 9:1-6.

sandal: Kelihatannya, yang dimaksud adalah sandal cadangan, karena Yesus berkata, ”Jangan bawa . . . sandal,” bukan ’Jangan pakai sandal.’ Dulu, orang membawa sandal tambahan jika perjalanannya jauh, karena sol sandal bisa menjadi aus atau talinya putus. Sebelumnya, saat Yesus memberikan petunjuk yang mirip, dia menyuruh murid-muridnya ”memakai” sandal yang sudah ada. (Mrk 6:8, 9) Dan di Mat 10:9, 10, Yesus melarang mereka membawa ”sandal cadangan”.

beri salam: Atau ”peluk siapa pun saat memberi salam”. Dari kata Yunani aspazomai. Kadang, yang dimaksud bukan sekadar sapaan ”halo” atau ”selamat siang”, tapi juga pelukan dan obrolan panjang seperti saat bertemu teman. Yesus tidak menyuruh murid-muridnya bersikap tidak sopan. Tapi, dia ingin agar mereka menggunakan waktu sebaik-baiknya dan tidak tersimpangkan. Nabi Elisa pernah memberikan petunjuk yang sama kepada pelayannya, Gehazi. (2Raj 4:29) Baik Gehazi maupun murid-murid Yesus memiliki tugas yang penting, dan waktunya terbatas. Jadi, mereka tidak boleh buang-buang waktu.

orang yang suka damai: Atau ”sahabat damai”. Lit.: ”putra damai”. Kata-kata Yunaninya mirip dengan ungkapan Ibrani untuk orang yang cinta damai. Di sini, yang dimaksud adalah orang yang menerima ”kabar baik tentang kedamaian” karena ingin didamaikan dengan Allah.​—Kis 10:36.

Jangan terus berpindah dari satu rumah ke rumah lain: Sebelumnya, Yesus pernah memberikan petunjuk yang sama kepada ke-12 rasul. (Mat 10:11; Mrk 6:10; Luk 9:4) Sekarang, ketika mengutus 70 muridnya untuk menginjil, dia memberi tahu mereka bahwa setibanya di sebuah kota, mereka harus tinggal di rumah orang yang menerima mereka. Mereka tidak boleh pindah-pindah untuk mencari tempat yang lebih nyaman, jamuan yang lebih baik, atau lebih banyak hal materi, karena tugas penginjilan mereka lebih penting daripada hal-hal itu.

hukuman atas Sodom . . . akan lebih ringan: Sepertinya, Yesus hanya menggunakan gaya bahasa hiperbol. (Contoh hiperbol lain yang Yesus gunakan ada di Mat 5:18; Luk 16:17; 21:33.) Ketika Yesus mengatakan ”hukuman atas Sodom pada Hari Penghakiman”, itu tidak berarti penduduk Sodom masih hidup pada masa itu. (Bandingkan Yud 7.) Tampaknya, Yesus hanya ingin menandaskan bahwa kebanyakan penduduk kota Khorazin, Betsaida, dan Kapernaum benar-benar tidak tanggap dan patut dihukum. (Mat 11:22, 24; Luk 10:13-15) Lagi pula, apa yang terjadi atas Sodom di zaman dulu sangat terkenal dan sering disebutkan sewaktu orang berbicara tentang kemarahan dan penghakiman Allah.​—Ul 29:23; Yes 1:9; Rat 4:6.

Tirus dan Sidon: Kota-kota di Fenisia, di sepanjang Pesisir Laut Tengah, yang penduduknya bukan orang Yahudi.​—Lihat Lamp. B10.

langit: Di sini menggambarkan kedudukan yang istimewa.

Kuburan: Atau ”Hades”, maksudnya, kuburan manusia secara umum. (Lihat ”Kuburan” di Daftar Istilah.) Di sini, Kuburan menggambarkan keadaan Kapernaum yang akan direndahkan.

70: Ada manuskrip-manuskrip tua yang menyebutkan ”72”, bukan ”70”, dan itulah yang digunakan di beberapa terjemahan Alkitab. Tapi, banyak manuskrip tua lain yang tepercaya menyebutkan ”70”, termasuk Kodeks Sinaitikus dari abad keempat, juga Kodeks Aleksandrinus dan Kodeks Efraem Siria reskriptus, yang keduanya berasal dari abad kelima. Para pakar Alkitab memberikan berbagai penjelasan tentang perbedaan ini. Tapi, ini sebenarnya tidak memengaruhi makna ayatnya. Yang penting, banyak sekali manuskrip tua dan terjemahan Alkitab sama-sama menunjukkan bahwa Yesus memang mengutus sekelompok besar muridnya untuk mengabar berdua-dua, atau berpasangan.

Aku melihat Setan sudah jatuh seperti kilat dari langit: Menurut Why 12:7-9, Setan sebenarnya baru dijatuhkan sewaktu Kerajaan Mesias berdiri, yaitu setelah dia dikalahkan dalam perang di surga. Tapi dari kata-kata Yesus di ayat ini, hal itu seolah-olah sudah terjadi, karena bagi Yesus, kekalahan Setan itu sangat pasti. Dia mengatakan hal ini setelah ke-70 muridnya, yang hanyalah manusia yang tidak sempurna, berhasil mengusir roh-roh jahat dengan kuasa Allah.​—Luk 10:17.

ular dan kalajengking: Di sini, Yesus menyebutkan binatang-binatang ini untuk menggambarkan hal-hal yang mencelakakan.​—Bandingkan Yeh 2:6.

kepada anak-anak: Atau ”kepada orang-orang yang seperti anak-anak”, maksudnya yang rendah hati dan mau diajar.

kepada anak-anak: Lihat keterangan tambahan Mat 11:25.

pikiran: Maksudnya, kemampuan berpikir. Untuk mengenal Allah dan semakin mengasihi-Nya, seseorang harus menggunakan kemampuan berpikirnya. (Yoh 17:3, ctk.; Rm 12:1) Dalam teks asli Ibraninya, Ul 6:5 yang dikutip di sini memuat tiga kata: ’hati, jiwa, dan kekuatan’. Tapi, dalam Injil Markus yang ditulis dalam bahasa Yunani, ada empat kata yang disebutkan: hati, jiwa, pikiran, dan kekuatan. Ada beberapa hal yang mungkin menjadi alasan perbedaannya. Kata ”pikiran” mungkin ditambahkan untuk melengkapi makna yang dimaksud di bahasa Ibraninya. Bahasa Ibrani kuno tidak punya kata khusus untuk ”pikiran”. Tapi, maknanya sering kali sudah tercakup dalam kata Ibrani untuk ”hati”, yang menggambarkan seluruh batin seseorang, termasuk pikiran, perasaan, sikap, dan niatnya. (Ul 29:4; Mz 26:2; 64:6; lihat keterangan tambahan untuk hati di ayat ini.) Karena itu, kata ”hati” dalam Kitab-Kitab Ibrani sering diterjemahkan ”pikiran” dalam Septuaginta Yunani. (Kej 8:21; 17:17; Ams 2:10; Yes 14:13) Selain itu, Markus mungkin memakai kata Yunani pikiran karena maknanya mirip dengan kata Ibrani untuk ”kekuatan”. (Bandingkan Mat 22:37, yang memuat kata ”pikiran” dan bukan ”kekuatan”.) Mungkin karena itulah ahli Taurat tersebut memakai kata ”pikiran” sewaktu menjawab Yesus (Mrk 12:33) dan para penulis Injil tidak menggunakan kata yang sama persis saat mengutip Ul 6:5.​—Lihat keterangan tambahan untuk kekuatanmu di ayat ini dan keterangan tambahan Mat 22:37; Luk 10:27.

kekuatanmu: Seperti yang disebutkan di keterangan tambahan untuk pikiran, Ul 6:5 memuat tiga kata dalam teks Ibraninya: ’hati, jiwa, dan kekuatan’. Makna kata Ibrani untuk ”kekuatan” mencakup kekuatan fisik dan kemampuan berpikir. Mungkin itulah salah satu alasan mengapa ”pikiran” disebutkan juga ketika ayat ini dikutip di Kitab-Kitab Yunani Kristen. Dan, bisa jadi itu juga alasannya Mat 22:37 menyebutkan ”pikiran” tapi tidak menyebutkan ”kekuatan” ketika mengutip ayat itu. Apa pun alasannya, menurut Injil Lukas (10:27) yang ditulis dalam bahasa Yunani, ahli Taurat itu menyebutkan empat hal, yaitu hati, jiwa, kekuatan, dan pikiran, ketika dia mengutip ayat yang sama dari Kitab-Kitab Ibrani. Jadi di zaman Yesus, orang-orang tampaknya memahami bahwa makna keempat kata Yunani itu tercakup dalam tiga kata Ibrani di kutipan aslinya.

sesamamu: Lit.: ”orang di dekatmu”. Kata Yunaninya tidak hanya memaksudkan tetangga seseorang, tapi juga siapa pun yang berurusan dengannya.​—Luk 10:29-37; Rm 13:8-10; lihat keterangan tambahan Mat 5:43.

Yehuwa: Dalam teks asli Ibrani, Ul 6:5 yang dikutip di sini memuat nama Allah, yang ditulis dengan empat huruf mati Ibrani (jika ditransliterasi, YHWH).​—Lihat Lamp. C.

hati . . . jiwa . . . kekuatan . . . pikiranmu: Di ayat ini, seorang pria yang adalah ahli Taurat mengutip Ul 6:5, yang dalam teks asli Ibrani memuat tiga kata yaitu hati, jiwa, dan kekuatan. Tapi dalam catatan Lukas yang ditulis dalam bahasa Yunani, pria itu menyebutkan empat hal yaitu hati, jiwa, kekuatan, dan pikiran. Jawaban pria itu tampaknya menunjukkan bahwa di zaman Yesus, orang-orang umumnya memahami bahwa makna keempat kata Yunani itu tercakup dalam tiga kata Ibrani di kutipan aslinya.​—Untuk keterangan lebih lengkap, lihat keterangan tambahan Mrk 12:30.

sepenuh jiwa: Atau ”segenap diri; seluruh kehidupan”.​—Lihat ”Jiwa” di Daftar Istilah.

sesamamu: Lihat keterangan tambahan Mat 22:39.

orang Samaria: Umumnya, orang Yahudi memandang rendah orang Samaria dan sama sekali tidak mau berurusan dengan mereka. (Yoh 4:9) Ada orang Yahudi yang bahkan menggunakan istilah ”orang Samaria” untuk menghina orang lain. (Yoh 8:48) Dalam Misnah, ada kutipan dari seorang rabi yang berkata, ”Orang yang makan roti orang Samaria itu seperti orang yang makan daging babi.” (Shebiith 8:10) Banyak orang Yahudi tidak memercayai kesaksian dari orang Samaria dan tidak sudi dilayani mereka. Yesus tahu bahwa kebanyakan orang Yahudi seperti itu. Karena itulah Yesus memberikan perumpamaan yang jitu ini, yang sering disebut perumpamaan tentang orang Samaria yang baik hati.

menuangkan minyak dan anggur pada luka-lukanya dan membalutnya: Lukas yang adalah seorang tabib (dokter), mencatat perumpamaan Yesus ini dengan terperinci. Catatannya tentang bagaimana luka-luka pria itu diobati sesuai dengan kebiasaan di zaman itu. Minyak dan anggur sering dipakai untuk mengobati luka. Minyak mungkin bisa mengurangi rasa sakit (bandingkan Yes 1:6), sedangkan anggur bisa membunuh kuman serta mencegah infeksi. Lukas juga menyebutkan bahwa luka-luka pria itu dibalut agar tidak semakin parah.

penginapan: Kata Yunaninya berarti ”tempat semua orang diterima atau ditampung”. Orang yang sedang bepergian, termasuk yang membawa binatang, bisa menginap di tempat ini. Penjaga penginapan biasanya menyediakan kebutuhan mereka, dan dia juga bisa dibayar untuk mengurus orang yang dititipkan kepadanya.

dinar: Lihat ”Dinar” di Daftar Istilah dan Lamp. B14.

Orang yang menunjukkan belas kasihan kepadanya: Ahli Taurat itu mungkin tidak mau mengatakan ”orang Samaria”. Tapi, kata-katanya dan jawaban Yesus selanjutnya menunjukkan makna perumpamaan itu dengan jelas: ”Sesama” yang sesungguhnya adalah orang yang berbelaskasihan.

sebuah desa: Tampaknya memaksudkan Betani, desa di sebelah timur tenggara lereng Gunung Zaitun. Letaknya sekitar 3 km dari Yerusalem. Rumah Marta, Maria, dan Lazarus ada di desa ini. Sama seperti Kapernaum dianggap sebagai rumah Yesus di Galilea (Mrk 2:1), Betani bisa disebut sebagai rumah Yesus di Yudea.

Marta: Di ayat ini, Marta-lah yang mengundang Yesus ke rumahnya. Marta biasanya lebih berinisiatif daripada saudara-saudaranya. (Luk 10:40; Yoh 11:20) Jadi, dia mungkin adalah kakak Maria.​—Luk 10:39.

Padahal, yang kita perlu cuma sedikit, bahkan hanya satu: Kata-kata yang ada di beberapa manuskrip kuno lebih singkat, yaitu: ”Padahal, yang diperlukan hanya satu.” Dan itulah yang dipakai di beberapa terjemahan Alkitab. Tapi, kata-kata yang dipakai di terjemahan ini didukung oleh manuskrip yang tepercaya. Tidak soal manuskrip mana yang diikuti, makna nasihat Yesus tetap sama, yaitu tentang mengutamakan hal-hal rohani. Yesus selanjutnya memuji Maria karena dia memilih ”bagian yang terbaik” dengan menomorsatukan hal rohani.

bagian yang terbaik: Lit.: ”bagian yang baik”. Di Septuaginta, kata Yunani untuk ”bagian”, yaitu meris, dipakai untuk memaksudkan porsi atau jatah makanan (Kej 43:34; Ul 18:8) dan juga untuk hal-hal rohani (Mz 16:5; 119:57). Di ayat ini, ”bagian terbaik” yang Maria pilih mencakup makanan rohani yang dia dapatkan dari Putra Allah.

Media

Serigala
Serigala

Serigala di Israel biasanya mencari mangsa di malam hari. (Hab 1:8) Sifatnya buas, rakus, nekat, dan serakah. Mereka sering kali membunuh lebih banyak domba daripada yang bisa mereka makan atau bawa pergi. Di Alkitab, binatang serta ciri-ciri dan kebiasaannya sering digunakan untuk menggambarkan sifat yang baik maupun buruk. Misalnya, dalam nubuat Yakub sebelum dia meninggal, suku Benyamin digambarkan sebagai pejuang yang bagaikan serigala (Canis lupus). (Kej 49:27) Tapi, serigala lebih sering digunakan untuk menggambarkan sifat-sifat buruk, seperti garang, serakah, kejam, dan licik. Orang-orang yang diumpamakan seperti serigala mencakup nabi palsu (Mat 7:15), orang-orang yang menentang pelayanan pengikut Kristus dengan sengit (Mat 10:16; Luk 10:3), dan guru palsu yang membahayakan orang Kristen dari dalam sidang (Kis 20:29, 30). Para gembala tahu persis betapa bahayanya serigala itu. Yesus pernah berbicara tentang ”buruh upahan”, yang ”melihat serigala datang” lalu ”lari meninggalkan [domba]”. Tapi, berbeda dengan buruh upahan itu, yang ”tidak peduli dengan domba”, Yesus adalah ”gembala yang baik”, yang ”menyerahkan nyawanya demi domba-domba”.—Yoh 10:11-13.

Tongkat dan Kantong Makanan
Tongkat dan Kantong Makanan

Dulu, orang Ibrani biasa menggunakan tongkat untuk berbagai hal, misalnya untuk menopang tubuh (Kel 12:11; Za 8:4; Ibr 11:21), membela atau melindungi diri (2Sam 23:21), mengirik (Yes 28:27), dan memanen zaitun (Ul 24:20; Yes 24:13). Kantong makanan biasanya terbuat dari kulit dan digantung di bahu oleh orang yang melakukan perjalanan, gembala, petani, dan yang lainnya. Kantong ini dipakai untuk menyimpan makanan, pakaian, dan barang lain. Ketika Yesus mengutus para rasulnya untuk mengabar, salah satu petunjuknya adalah tentang tongkat dan kantong makanan. Para rasul hanya perlu membawa apa yang sudah ada pada mereka, tidak perlu tersimpangkan dengan menyiapkan hal-hal lain, karena Yehuwa akan menyediakan kebutuhan mereka.—Lihat keterangan tambahan Luk 9:3 dan 10:4 untuk penjelasan lebih jauh tentang petunjuk Yesus.

Kapernaum, Khorazin, dan Betsaida
Kapernaum, Khorazin, dan Betsaida

Video ini menunjukkan pemandangan dari sebuah tempat tinggi di Ofir, di dekat pesisir timur laut dari Laut Galilea. Khorazin (2) hanya berjarak sekitar 3 km dari daerah yang diperkirakan adalah lokasi Kapernaum kuno (1). Kota Kapernaum kemungkinan besar menjadi tempat Yesus tinggal sewaktu dia mengabar selama dua tahun lebih di Galilea. Rasul Petrus dan Rasul Andreas tinggal di kota itu, dan kantor pajak Matius juga ada di sana atau di dekatnya. (Mrk 1:21, 29; 2:1, 13, 14; 3:16; Luk 4:31, 38) Petrus dan Andreas, serta Filipus, berasal dari kota yang tidak jauh dari sana, yaitu Betsaida (3). (Yoh 1:44) Yesus membuat banyak mukjizat di ketiga kota itu atau di dekatnya.—Lihat Lampiran A7-D, Peta 3B dan A7-E, Peta 4.

Jalan dari Yerusalem ke Yerikho
Jalan dari Yerusalem ke Yerikho

Jalan (1) dalam video singkat ini mungkin adalah jalan dari Yerusalem ke Yerikho zaman dulu. Panjangnya lebih dari 20 km, dan jalannya menurun tajam karena letak Yerusalem lebih tinggi 1.000 meter daripada Yerikho. Dulu, sering terjadi perampokan di daerah yang sepi itu, sampai-sampai ada pos tentara yang ditempatkan di sana untuk melindungi orang yang lewat. Kota Yerikho yang dibangun orang Romawi (2) terletak di pinggir Padang Belantara Yudea. Kota Yerikho yang lebih tua (3) terletak hampir 2 kilometer dari yang dibangun orang Romawi.