Yang Ditulis Lukas 1:1-80

1  Banyak orang berusaha mengumpulkan dan menulis keterangan tentang hal-hal yang telah terjadi, yang kita percayai sepenuhnya.+  Apa yang mereka tulis sesuai dengan apa yang kita dengar dari para saksi mata+ dan orang-orang yang menyampaikan berita dari Allah.+  Maka, Yang Mulia Teofilus,+ saya juga memutuskan untuk menulisnya secara berurutan untuk Tuan, karena saya sudah dengan cermat menyelidiki semua itu dari awal.+  Dengan begitu, Tuan bisa tahu betapa benarnya hal-hal yang telah diajarkan* kepada Tuan.+  Pada zaman Herodes,+ raja Yudea, ada seorang imam bernama Zakharia dari regu Abiya.+ Istrinya adalah salah satu keturunan Harun,* dan namanya Elisabet.  Mereka berdua benar di hadapan Allah. Mereka hidup* tanpa cela, sesuai dengan semua perintah dan hukum Yehuwa.  Tapi mereka tidak punya anak karena Elisabet mandul, dan mereka berdua sudah lanjut usia.+  Suatu hari, Zakharia sedang melayani sebagai imam, pada waktu regunya+ bertugas di hadapan Allah.  Ketika diundi seperti kebiasaan para imam, dia terpilih untuk mempersembahkan dupa+ di dalam tempat suci Yehuwa.+ 10  Di halaman, ada banyak sekali orang sedang berdoa pada saat dupa dipersembahkan. 11  Malaikat Yehuwa menemui dia dan berdiri di sebelah kanan mezbah dupa. 12  Ketika melihat itu, Zakharia bingung dan diliputi perasaan takut. 13  Tapi malaikat itu berkata, ”Jangan takut, Zakharia. Permohonanmu sudah didengar Allah, dan istrimu Elisabet akan melahirkan anak laki-laki. Kamu harus menamai dia Yohanes.+ 14  Kamu akan bersukacita dan sangat gembira, dan banyak orang akan bersukacita atas kelahiran anak itu,+ 15  karena dia akan menjadi penting di mata Yehuwa.+ Tapi, dia sama sekali tidak boleh minum anggur atau minuman beralkohol lainnya.+ Dia akan dipenuhi kuasa kudus bahkan sebelum dia lahir.*+ 16  Dia akan membuat banyak orang Israel kembali kepada Yehuwa Allah mereka.+ 17  Juga, dia akan pergi lebih dulu daripada Allah dengan semangat dan kuasa yang sama seperti Elia.+ Dia akan membuat hati para ayah menjadi seperti hati anak-anak+ dan membuat orang yang tidak taat mendapat hikmat* orang benar, agar mereka menjadi umat yang siap melayani Yehuwa.”+ 18  Zakharia berkata kepada malaikat itu, ”Bagaimana mungkin? Aku sudah tua, dan istriku sudah lanjut usia.”+ 19  Maka, malaikat itu berkata, ”Aku Gabriel,+ yang selalu berada di hadapan Allah.+ Aku diutus untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu. 20  Kamu tidak percaya kata-kataku, yang akan terwujud pada waktunya nanti. Karena itu, kamu akan jadi bisu dan tidak bisa bicara sampai hal-hal ini terjadi.”+ 21  Sementara itu, orang-orang terus menunggu Zakharia, dan mereka heran karena dia begitu lama di dalam tempat suci. 22  Ketika keluar, dia tidak bisa berbicara kepada mereka. Mereka pun sadar bahwa dia baru saja melihat sesuatu yang ajaib* di bait. Karena tidak bisa berbicara, dia terus membuat isyarat kepada mereka. 23  Setelah hari-hari pelayanan sucinya selesai, dia pulang ke rumahnya. 24  Beberapa waktu kemudian, Elisabet istrinya pun hamil. Selama lima bulan, Elisabet tidak keluar rumah. Dia berkata, 25  ”Inilah yang Yehuwa lakukan untukku sekarang. Dia memperhatikan aku supaya aku tidak lagi dianggap hina.”+ 26  Ketika Elisabet hamil enam bulan, malaikat Gabriel+ diutus Allah ke kota Nazaret di Galilea 27  untuk menemui gadis+ bernama Maria.+ Gadis itu telah bertunangan dengan pria bernama Yusuf, keturunan Daud. 28  Ketika bertemu dia, malaikat itu berkata, ”Orang yang sangat diberkati, salam sejahtera. Yehuwa menyertaimu.” 29  Maria kaget sekali mendengar kata-katanya. Dia berusaha memahami maksud kata-kata* itu. 30  Maka malaikat itu berkata, ”Jangan takut, Maria. Allah berkenan kepadamu. 31  Kamu akan hamil* dan melahirkan anak laki-laki.+ Kamu harus menamai dia Yesus.+ 32  Dia akan menjadi penting+ dan akan disebut Putra dari Yang Mahatinggi.+ Allah Yehuwa akan memberinya takhta Daud, leluhurnya,*+ 33  dan dia akan menjadi Raja atas keturunan Yakub untuk selama-lamanya, dan Kerajaannya tidak akan berakhir.”+ 34  Tapi Maria berkata kepada malaikat itu, ”Bagaimana itu bisa terjadi? Aku masih perawan.”+ 35  Malaikat itu menjawab, ”Kuasa kudus akan datang ke atasmu,+ dan kuasa Yang Mahatinggi akan menaungimu. Karena itu, anak yang akan lahir itu akan disebut kudus,+ Putra Allah.+ 36  Elisabet saudaramu juga sedang mengandung anak laki-laki, dan sudah enam bulan, walaupun dia sudah tua dan disebut wanita mandul. 37  Sebab semua yang Allah katakan pasti terjadi.”+ 38  Lalu Maria berkata, ”Aku budak perempuan Yehuwa! Semoga itu terjadi kepadaku sesuai kata-katamu.” Malaikat itu pun pergi meninggalkan dia. 39  Maka tidak lama kemudian, Maria cepat-cepat pergi ke daerah pegunungan, ke sebuah kota di Yehuda. 40  Dia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. 41  Nah, begitu Elisabet mendengar salam Maria, bayi dalam rahimnya melompat. Elisabet pun dipenuhi kuasa kudus 42  dan berseru, ”Diberkatilah kamu di antara wanita, dan diberkatilah bayi dari rahimmu! 43  Suatu kehormatan aku bisa dikunjungi ibu dari Tuanku! 44  Begitu aku mendengar salammu, bayi dalam rahimku melompat dengan gembira. 45  Dan bahagialah dia yang percaya. Semua yang Yehuwa katakan kepadanya akan menjadi kenyataan.” 46  Lalu Maria berkata, ”Jiwaku mengagungkan Yehuwa,+ 47  hatiku* tidak dapat menahan sukacita karena Allah Penyelamatku,+ 48  karena Dia telah memperhatikan budak perempuan-Nya yang rendah.+ Mulai sekarang semua generasi akan menyebut aku bahagia,+ 49  karena Allah yang kuat telah melakukan banyak hal besar bagiku. Nama-Nya suci,+ 50  dan dari generasi ke generasi, Dia berbelaskasihan kepada orang-orang yang menghormati-Nya.*+ 51  Dia bertindak perkasa dengan lengan-Nya,+ dan mencerai-beraikan orang-orang yang niat hatinya angkuh.+ 52  Dia menurunkan orang yang berkuasa dari takhta,+ dan meninggikan orang rendahan.+ 53  Dia memberikan hal-hal baik kepada orang miskin sampai mereka puas,+ dan menyuruh orang kaya pergi dengan tangan kosong. 54  Dia menolong Israel hamba-Nya, untuk menunjukkan bahwa Dia ingat janji-Nya untuk berbelaskasihan+ 55  kepada Abraham dan keturunannya*+ selamanya, seperti yang Dia katakan kepada leluhur kita.” 56  Maria tinggal bersama Elisabet selama kira-kira tiga bulan, lalu pulang ke rumahnya. 57  Sekarang tiba waktunya bagi Elisabet untuk melahirkan, dan dia melahirkan anak laki-laki. 58  Para tetangga dan saudaranya mendengar bahwa Yehuwa menunjukkan belas kasihan yang besar kepadanya. Mereka pun bersukacita bersamanya.+ 59  Pada hari kedelapan, mereka datang saat anak itu akan disunat.+ Mereka mau menamai dia Zakharia, seperti nama ayahnya. 60  Tapi ibunya berkata, ”Jangan! Dia harus dinamai Yohanes.” 61  Maka mereka berkata, ”Tidak ada saudaramu yang namanya begitu.” 62  Lalu dengan isyarat, mereka bertanya kepada ayahnya nama apa yang dia inginkan untuk anak itu. 63  Maka, dia meminta sepotong papan dan menulis di atasnya, ”Namanya Yohanes.”+ Mereka semua terheran-heran. 64  Saat itu juga, mulutnya terbuka dan lidahnya terbebas. Dia pun mulai berbicara+ dan memuji Allah. 65  Semua orang yang tinggal di sekitar mereka merasa takjub, dan semua hal itu mulai dibicarakan di seluruh daerah pegunungan Yudea. 66  Semua yang mendengarnya terus memikirkannya dan bertanya-tanya, ’Akan jadi seperti apa anak ini nanti?’ Sebab jelas sekali bahwa tangan Yehuwa menyertai anak itu. 67  Lalu Zakharia, ayah anak itu, dipenuhi kuasa kudus dan dia bernubuat, 68  ”Terpujilah Yehuwa Allah Israel,+ karena Dia telah memperhatikan umat-Nya dan membebaskan mereka.+ 69  Dia telah memberi kita tanduk keselamatan+ dari keturunan Daud hamba-Nya,+ 70  seperti yang Dia katakan melalui mulut nabi-nabi-Nya yang suci di zaman dulu,+ 71  keselamatan dari musuh kita dan dari tangan semua orang yang membenci kita,+ 72  untuk menunjukkan kepada kita belas kasihan yang Dia janjikan kepada leluhur kita dan untuk mengingat perjanjian-Nya yang kudus,+ 73  yaitu sumpah-Nya kepada Abraham leluhur kita.+ 74  Setelah Allah menyelamatkan kita dari tangan musuh, Dia akan memberi kita kehormatan untuk memberikan pelayanan suci kepada-Nya tanpa takut, 75  dengan kesetiaan dan perbuatan benar di hadapan-Nya seumur hidup kita. 76  Dan kamu, anakku, kamu akan disebut nabi dari Yang Mahatinggi, karena kamu akan mendahului Yehuwa untuk menyiapkan jalan bagi-Nya,+ 77  untuk memberikan pengetahuan tentang keselamatan bagi umat-Nya melalui pengampunan dosa-dosa mereka,+ 78  karena keibaan hati Allah kita. Dengan keibaan hati ini, cahaya fajar akan menyinari kita dari surga,+ 79  untuk menerangi orang-orang yang duduk dalam kegelapan dan bayang-bayang maut+ serta untuk menuntun kaki kita di jalan kedamaian.” 80  Anak itu pun bertumbuh dan menjadi matang. Dia tinggal di padang belantara sampai tiba saatnya dia tampil ke hadapan orang Israel.

Catatan Kaki

 Atau ”diajarkan secara lisan”.
 Atau ”dari antara anak-anak perempuan Harun”.
 Lit.: ”berjalan”.
 Atau ”sejak dia berada dalam rahim ibunya”.
 Atau ”kebijaksanaan”.
 Atau ”mendapat penglihatan”.
 Atau ”salam”.
 Atau ”mengandung dalam rahimmu”.
 Lit.: ”ayahnya”.
 Lit.: ”rohku”.
 Atau ”yang takut kepada-Nya”.
 Lit.: ”benihnya”.

Keterangan Tambahan

Lukas: Lukas adalah penulis dari Injil ini dan buku Kisah Para Rasul. Dia adalah tabib, atau dokter, dan teman seperjalanan Rasul Paulus. (Kol 4:14; lihat juga ”Mengenal Buku Lukas”.) Ada pendapat bahwa Lukas bukan orang Yahudi karena gaya penulisannya berbeda dan namanya adalah nama Yunani. Selain itu, di Kol 4:10-14, nama Lukas disebutkan terpisah, tidak disebutkan bersama orang-orang yang Paulus sebut ”orang Yahudi”. Tapi, pendapat itu bertentangan dengan kata-kata di Rm 3:1, 2, yaitu, ’Pernyataan suci Allah dipercayakan kepada orang Yahudi.’ Jadi, Lukas mungkin orang Yahudi yang berbahasa Yunani dan punya nama Yunani.

Yang Ditulis Lukas: Tidak ada penulis Injil yang mencatat bahwa merekalah yang menulis Injil mereka. Tampaknya tidak ada judul pada teks aslinya. Di beberapa manuskrip Injil Lukas, terdapat judul Euaggelion Kata Loukan (”Kabar Baik [atau, ”Injil”] Menurut Lukas”), Beberapa manuskrip lainnya menggunakan judul yang lebih pendek, yaitu Kata Loukan (”Menurut Lukas”). Tidak bisa dipastikan kapan judul-judul seperti itu ditambahkan atau mulai digunakan. Ada yang berpendapat bahwa itu dilakukan pada abad kedua M, karena judul yang lebih panjang ditemukan di beberapa manuskrip Injil yang berasal dari akhir abad kedua atau awal abad ketiga. Menurut beberapa pakar, kata ”injil” (lit.: ”kabar baik”) digunakan sebagai judul karena kata-kata pertama buku Markus berbunyi, ”Beginilah dimulainya kabar baik tentang Yesus Kristus, Putra Allah.” Kemungkinan, nama penulisnya juga digunakan sebagai bagian dari judul supaya orang bisa mengenali buku-buku itu dengan mudah.

yang kita percayai sepenuhnya: Kata Yunaninya menunjukkan bahwa keterangan tentang Kristus sudah diperiksa dengan teliti. Ini menunjukkan bahwa orang Kristen benar-benar yakin bahwa semua hal yang berkaitan dengan Kristus memang terjadi, terbukti benar, dan bisa dipercaya. Di konteks lain, beberapa bentuk dari kata Yunani ini diterjemahkan ”benar-benar yakin” dan ”memiliki keyakinan yang teguh”.—Rm 4:21; 14:5; Kol 4:12.

orang-orang yang menyampaikan berita dari Allah: Atau ”para pelayan firman.” Dalam dua terjemahan Ibrani untuk Kitab-Kitab Yunani Kristen (referensi J18, 22 di Lamp. C), Tetragramaton disebutkan di ayat ini, dan kata-katanya menjadi ”para pelayan firman Yehuwa.”

menyelidiki: Atau ”menelusuri dengan teliti”. Lukas tidak menyaksikan sendiri peristiwa yang ditulisnya. Selain bimbingan kuasa kudus, sumber-sumber berikut tampaknya menjadi dasar untuk Injil Lukas: (1) Catatan silsilah yang tersedia saat dia menyusun silsilah Yesus. (Luk 3:23-38) (2) Injil yang ditulis Matius dengan bimbingan kuasa kudus. (3) Wawancara dengan banyak saksi mata (Luk 1:2), misalnya dengan para murid yang masih hidup dan mungkin Maria ibu Yesus. Hampir 60 persen isi Injil Lukas tidak dicatat di Injil lainnya.—Lihat ”Mengenal Buku Lukas”.

secara berurutan: Atau ”dalam urutan yang logis”. Dari kata Yunani kathexes, yang bisa berarti susunan berdasarkan waktu, topik, atau urutan yang masuk akal, tapi tidak selalu berarti sesuai urutan peristiwanya. Catatan Luk 3:18-21 menunjukkan bahwa Lukas tidak selalu menulis berdasarkan urutan peristiwanya. Jadi, untuk mengetahui urutan berbagai peristiwa dalam kehidupan dan pelayanan Yesus, pembaca harus memeriksa keempat Injil. Sebagian besar Injil Lukas ditulis berdasarkan urutan peristiwanya. Tapi kelihatannya, ada hal-hal tertentu yang membuat tulisannya tidak selalu seperti itu.

yang mulia: Dari kata Yunani kratistos, yang adalah sapaan resmi untuk para pejabat tinggi. (Kis 23:26; 24:3; 26:25) Karena itulah beberapa pakar menyimpulkan bahwa Teofilus mungkin punya kedudukan tinggi sebelum menjadi orang Kristen. Yang lain berpendapat bahwa kata Yunani ini digunakan hanya sebagai sapaan yang akrab atau sopan, atau untuk menyatakan rasa hormat. Kelihatannya, Teofilus adalah orang Kristen, karena hal-hal tentang Yesus Kristus dan pelayanannya ”telah diajarkan secara lisan” kepadanya. (Luk 1:4, ctk.) Kata-kata Lukas yang tertulis pasti meyakinkan Teofilus bahwa hal-hal yang sudah dia pelajari secara lisan memang benar. Tapi, ada beberapa pendapat tentang hal ini. Ada yang berpendapat bahwa ketika Injil Lukas ditulis, Teofilus sudah berminat tapi belum menjadi orang Kristen. Dan menurut pendapat lain, nama Teofilus, yang artinya ”Dikasihi Allah; Sahabat Allah”, adalah sebutan untuk orang Kristen secara umum. Di bagian awal Kisah Para Rasul, Lukas tidak lagi menyapa Teofilus sebagai ”yang mulia”.—Kis 1:1.

terpilih untuk mempersembahkan dupa: Awalnya, dupa di atas mezbah emas dipersembahkan oleh Imam Besar Harun. (Kel 30:7) Tapi anaknya, Eleazar, diberi tugas untuk mengawasi urusan dupa dan hal-hal lainnya di tabernakel. (Bil 4:16) Menurut ayat ini, yang membakar dupa adalah Zakharia, seorang imam bawahan. Jadi tampaknya, imam lain yang bukan imam besar juga boleh melakukan itu, kecuali pada Hari Pendamaian. Pembakaran dupa mungkin dianggap sebagai tugas harian yang paling terhormat di bait. Itu dilakukan setelah persembahan korban. Saat dupa dibakar, orang-orang berkumpul di luar tempat suci untuk berdoa. Menurut kisah turun-temurun para rabi, imam yang bertugas ditentukan berdasarkan undi, tapi imam yang sudah pernah mendapat tugas ini tidak boleh melakukannya lagi, kecuali semua imam yang ada sudah pernah melakukannya. Jika kisah itu benar, seorang imam mungkin mendapat kehormatan itu hanya sekali seumur hidup.

Herodes: Maksudnya, Herodes Agung.—Lihat Daftar Istilah.

Zakharia: Dari nama Ibrani yang artinya ”Yehuwa Telah Mengingat”. Ada terjemahan Alkitab yang menyebut dia dengan nama Yunaninya, yaitu ”Zacharias”.

regu Abiya: Abiya adalah imam keturunan Harun. Pada zaman Raja Daud, Abiya adalah salah satu pemimpin keluarga pihak bapak di bangsa Israel. Daud membagi para imam menjadi 24 regu, yang masing-masing melayani di tempat suci di Yerusalem enam bulan sekali selama seminggu. Berdasarkan undi, keluarga Abiya dijadikan ketua atas regu kedelapan. (1Taw 24:3-10) Istilah ”regu Abiya” tidak menunjukkan bahwa Zakharia adalah keturunan Abiya tapi hanya menunjukkan bahwa dia bertugas di regu tersebut.—Lihat keterangan tambahan Luk 1:9.

Abiya: Dari nama Ibrani yang artinya ”Bapakku Adalah Yehuwa”.

Elisabet: Nama Yunani Eleisabet berasal dari nama Ibrani Elisyeva (Elisyeba), yang artinya ”Allahku Adalah Kelimpahan; Allah Kelimpahan”. Elisabet adalah salah satu keturunan Harun. Jadi, kedua orang tua Yohanes adalah keturunan imam.

Yehuwa: Dalam Injil Lukas di terjemahan ini, nama Allah pertama kali disebutkan di sini. Memang, manuskrip-manuskrip Yunani yang masih ada menggunakan istilah Kyrios (Tuan; Tuhan) di sini. Tapi, ada alasan-alasan kuat untuk menyimpulkan bahwa awalnya, nama Allah ada di ayat ini, dan belakangan nama itu diganti dengan gelar Tuhan. (Lihat Lamp. C1 dan C3 pengantar; Luk 1:6.) Dua pasal pertama dari Injil Lukas berisi banyak rujukan ke ungkapan dan ayat dalam Kitab-Kitab Ibrani yang memuat nama Allah. Misalnya, istilah perintah dan hukum serta istilah-istilah hukum lainnya dipakai di Kitab-Kitab Ibrani, dan kebanyakan konteksnya menyebutkan nama Allah atau menunjukkan bahwa yang berbicara adalah Yehuwa.​—Kej 26:2, 5; Bil 36:13; Ul 4:40; 27:10; Yeh 36:23, 27.

bait: Dari kata Yunani naos, yang di sini bisa memaksudkan seluruh kompleks bait, termasuk halamannya, tidak hanya tempat suci di bagian dalam bait.

tempat suci: Dari kata Yunani naos. Yang dimaksud di sini adalah bangunan utama bait. Di situ ada Ruang Kudus dan Ruang Mahakudus.

Yehuwa: Dalam Injil Lukas di terjemahan ini, nama Allah pertama kali disebutkan di sini. Memang, manuskrip-manuskrip Yunani yang masih ada menggunakan istilah Kyrios (Tuan; Tuhan) di sini. Tapi, ada alasan-alasan kuat untuk menyimpulkan bahwa awalnya, nama Allah ada di ayat ini, dan belakangan nama itu diganti dengan gelar Tuhan. (Lihat Lamp. C1 dan C3 pengantar; Luk 1:6.) Dua pasal pertama dari Injil Lukas berisi banyak rujukan ke ungkapan dan ayat dalam Kitab-Kitab Ibrani yang memuat nama Allah. Misalnya, istilah perintah dan hukum serta istilah-istilah hukum lainnya dipakai di Kitab-Kitab Ibrani, dan kebanyakan konteksnya menyebutkan nama Allah atau menunjukkan bahwa yang berbicara adalah Yehuwa.​—Kej 26:2, 5; Bil 36:13; Ul 4:40; 27:10; Yeh 36:23, 27.

terpilih untuk mempersembahkan dupa: Awalnya, dupa di atas mezbah emas dipersembahkan oleh Imam Besar Harun. (Kel 30:7) Tapi anaknya, Eleazar, diberi tugas untuk mengawasi urusan dupa dan hal-hal lainnya di tabernakel. (Bil 4:16) Menurut ayat ini, yang membakar dupa adalah Zakharia, seorang imam bawahan. Jadi tampaknya, imam lain yang bukan imam besar juga boleh melakukan itu, kecuali pada Hari Pendamaian. Pembakaran dupa mungkin dianggap sebagai tugas harian yang paling terhormat di bait. Itu dilakukan setelah persembahan korban. Saat dupa dibakar, orang-orang berkumpul di luar tempat suci untuk berdoa. Menurut kisah turun-temurun para rabi, imam yang bertugas ditentukan berdasarkan undi, tapi imam yang sudah pernah mendapat tugas ini tidak boleh melakukannya lagi, kecuali semua imam yang ada sudah pernah melakukannya. Jika kisah itu benar, seorang imam mungkin mendapat kehormatan itu hanya sekali seumur hidup.

tempat suci: Dari kata Yunani naos, yang di sini memaksudkan bangunan utama di kompleks bait. Ketika Zakharia ”terpilih untuk mempersembahkan dupa”, dia harus masuk ke ruangan pertama di tempat suci, yaitu Ruang Kudus, tempat mezbah dupa berada.—Lihat keterangan tambahan Mat 27:5; 27:51 dan Lamp. B11.

tempat suci Yehuwa: Seperti yang disebutkan di keterangan tambahan Luk 1:6, dua pasal pertama dari Injil Lukas berisi banyak rujukan ke ungkapan dan ayat dalam Kitab-Kitab Ibrani yang memuat nama Allah. Misalnya, Tetragramaton sering disebutkan dalam istilah untuk ”tempat suci [atau ”bait”] Yehuwa”. (Bil 19:20; 2Raj 18:16; 23:4; 24:13; 2Taw 26:16; 27:2; Yer 24:1; Yeh 8:16; Hag 2:15) Seperti yang dijelaskan di Lamp. C1, ada alasan-alasan yang kuat untuk menyimpulkan bahwa awalnya, nama Allah ada di ayat ini, dan belakangan nama itu diganti dengan gelar Tuhan. Karena itulah nama Allah disebutkan di ayat ini.​—Lihat Lamp. C3 pengantar; Luk 1:9.

Malaikat Yehuwa: Gabungan dari kata Ibrani untuk ”malaikat” dan Tetragramaton. Mulai dari Kej 16:7, ungkapan ini disebutkan berkali-kali dalam Kitab-Kitab Ibrani. Di Za 3:5, 6 yang terdapat dalam salinan Septuaginta yang cukup tua, kata Yunani aggelos (malaikat; utusan) diikuti dengan nama Allah yang ditulis dalam huruf Ibrani. Potongan ayat itu ditemukan di sebuah gua di Nahal Hever, Israel, di Gurun Yudea, dan berasal dari antara tahun 50 SM sampai 50 M. Manuskrip-manuskrip Yunani yang masih ada memuat ungkapan ”malaikat Tuhan” di Luk 1:11. Tapi, Terjemahan Dunia Baru tetap menggunakan ungkapan ”malaikat Yehuwa” di ayat ini. Alasannya dijelaskan di Lamp. C1 dan C3.

Yohanes: Nama dalam bahasa Indonesia untuk nama Yehohanan atau Yohanan dalam bahasa Ibrani, yang artinya ”Yehuwa Telah Berkenan; Yehuwa Telah Bermurah Hati”.

di mata Yehuwa: Dari ungkapan Yunani enopion Kyriou (lit.: ”dalam pandangan [di hadapan] Tuhan”), yang mirip dengan sebuah ungkapan Ibrani. Kebanyakan manuskrip Yunani yang ada sekarang hanya memakai ungkapan Kyrios (Tuan; Tuhan) di ayat ini. Tapi, ada alasan-alasan yang kuat untuk memakai nama Allah di sini. Dalam salinan-salinan Septuaginta yang masih ada, ungkapan Yunani ini dipakai lebih dari 100 kali untuk menerjemahkan kata-kata Ibrani yang memuat Tetragramaton dalam teks aslinya. (Hak 11:11; 1Sam 10:19; 2Sam 5:3; 6:5) Karena ada dasar dari Kitab-Kitab Ibrani untuk ungkapan tersebut, bisa disimpulkan bahwa Kyrios di ayat ini adalah pengganti nama Allah.​—Lihat Lamp. C3 pengantar; Luk 1:15.

kuasa kudus: Lihat ”Kuasa kudus”; ”Ruakh; Pneuma” di Daftar Istilah.

Yehuwa: Kata-kata malaikat ini kepada Zakharia (ay. 13-17) sangat mirip dengan gaya bahasa di Kitab-Kitab Ibrani. Gabungan kata Kyrios (Tuan; Tuhan), Theos (Allah), dan sebuah kata ganti untuk orang, misalnya seperti kata-kata Yehuwa Allah mereka di ayat ini, sering terdapat dalam kutipan dari Kitab-Kitab Ibrani. (Bandingkan istilah ”Yehuwa Allahmu” di Luk 4:8, 12; 10:27.) Di Kitab-Kitab Ibrani, ”Yehuwa Allah mereka” disebutkan lebih dari 30 kali, sedangkan ”Tuhan Allah mereka” tidak pernah disebutkan. Ungkapan yang diterjemahkan menjadi orang Israel (lit.: ”putra-putra Israel”) di ayat ini juga berasal dari ungkapan Ibrani yang banyak disebutkan di Kitab-Kitab Ibrani. ​—Kej 36:31, ctk.; lihat Lamp. C3 pengantar; Luk 1:16.

di mata Yehuwa: Dari ungkapan Yunani enopion Kyriou (lit.: ”dalam pandangan [di hadapan] Tuhan”), yang mirip dengan sebuah ungkapan Ibrani. Kebanyakan manuskrip Yunani yang ada sekarang hanya memakai ungkapan Kyrios (Tuan; Tuhan) di ayat ini. Tapi, ada alasan-alasan yang kuat untuk memakai nama Allah di sini. Dalam salinan-salinan Septuaginta yang masih ada, ungkapan Yunani ini dipakai lebih dari 100 kali untuk menerjemahkan kata-kata Ibrani yang memuat Tetragramaton dalam teks aslinya. (Hak 11:11; 1Sam 10:19; 2Sam 5:3; 6:5) Karena ada dasar dari Kitab-Kitab Ibrani untuk ungkapan tersebut, bisa disimpulkan bahwa Kyrios di ayat ini adalah pengganti nama Allah.​—Lihat Lamp. C3 pengantar; Luk 1:15.

Yehuwa: Kata-kata malaikat ini kepada Zakharia (ay. 13-17) sangat mirip dengan gaya bahasa di Kitab-Kitab Ibrani. Gabungan kata Kyrios (Tuan; Tuhan), Theos (Allah), dan sebuah kata ganti untuk orang, misalnya seperti kata-kata Yehuwa Allah mereka di ayat ini, sering terdapat dalam kutipan dari Kitab-Kitab Ibrani. (Bandingkan istilah ”Yehuwa Allahmu” di Luk 4:8, 12; 10:27.) Di Kitab-Kitab Ibrani, ”Yehuwa Allah mereka” disebutkan lebih dari 30 kali, sedangkan ”Tuhan Allah mereka” tidak pernah disebutkan. Ungkapan yang diterjemahkan menjadi orang Israel (lit.: ”putra-putra Israel”) di ayat ini juga berasal dari ungkapan Ibrani yang banyak disebutkan di Kitab-Kitab Ibrani. ​—Kej 36:31, ctk.; lihat Lamp. C3 pengantar; Luk 1:16.

Elia: Dari nama Ibrani yang artinya ”Allahku Adalah Yehuwa”.

membuat hati para ayah menjadi seperti hati anak-anak: Kata-kata ini dikutip dari nubuat di Mal 4:6. Artinya, berita Yohanes akan menggerakkan para ayah untuk bertobat, atau menjadi rendah hati dan mudah diajar seperti anak-anak yang taat. Ada yang akan menjadi anak-anak Allah. Sebelumnya, Maleakhi juga bernubuat bahwa hati anak-anak akan menjadi seperti hati para ayah. Maksudnya, orang-orang yang bertobat akan menjadi seperti bapak leluhur mereka yang beriman, yaitu Abraham, Ishak, dan Yakub.

agar mereka menjadi umat yang siap melayani Yehuwa: Kata-kata malaikat ini kepada Zakharia (ay. 13-17) berisi rujukan ke Mal 3:1; 4:5, 6; dan Yes 40:3, yang memuat nama Allah. (Lihat keterangan tambahan Luk 1:15, 16.) Ungkapan yang mirip dengan kata-kata Yunani untuk agar mereka menjadi umat yang siap terdapat dalam Septuaginta di 2Sam 7:24, yang teks Ibraninya berisi: ”Engkau menetapkan umat-Mu Israel, sebagai umat milik-Mu . . ., Yehuwa.”​—Lihat Lamp. C3 pengantar; Luk 1:17.

kabar baik: Pemunculan pertama kata Yunani euaggelion, yang diterjemahkan ”injil” dalam beberapa Alkitab bahasa Indonesia. Kata Yunani yang berkaitan, euaggelistes, yang diterjemahkan ”penginjil”, berarti ”pemberita kabar baik”.​—Kis 21:8; Ef 4:11, ctk.; 2Tim 4:5, ctk.

kabar baik: Dari kata Yunani euaggelion, gabungan dari kata eu, yang artinya ”baik”, dan aggelos, yang artinya ”pembawa kabar; orang yang memberitakan (mengumumkan)”. (Lihat Daftar Istilah.) Kata ini diterjemahkan menjadi ”injil” di beberapa Alkitab bahasa Indonesia. Ungkapan yang berkaitan dengan kata ini, yang diterjemahkan menjadi ”penginjil” (Yunani, euaggelistes) berarti ”pemberita kabar baik”.​—Kis 21:8; Ef 4:1, ctk.; 2Tim 4:5, ctk.

diberitakan di seluruh dunia: Seperti di Mat 24:14, Yesus di sini menubuatkan bahwa kabar baik akan diberitakan di seluruh dunia. Dia juga bernubuat bahwa tindakan pengasih wanita ini akan menjadi bagian dari kabar baik. Dan memang, Allah membimbing tiga penulis Injil untuk mencatat tindakan itu.​—Mrk 14:8, 9; Yoh 12:7; lihat keterangan tambahan Mat 24:14.

Gabriel: Dari nama Ibrani yang artinya ”Pribadi yang Kuat Milik Allah”. (Dan 8:15, 16) Selain Mikhael, hanya Gabriel malaikat yang namanya disebutkan di Alkitab. Gabriel adalah satu-satunya malaikat yang menyebutkan namanya sendiri ketika menemui manusia.

menyampaikan kabar baik ini: Dari kata kerja Yunani euaggelizomai, yang berkaitan dengan kata benda untuk ”kabar baik”, yaitu euaggelion. Di sini, malaikat Gabriel berperan sebagai pemberita kabar baik, atau penginjil.—Lihat keterangan tambahan Mat 4:23; 24:14; 26:13.

pelayanan sucinya: Atau ”pelayanannya bagi masyarakat”. Dari kata Yunani leitourgia. Kata ini berkaitan dengan kata leitourgeo (melakukan pelayanan bagi masyarakat) dan kata leitourgos (pelayan atau pekerja bagi masyarakat). Di kalangan orang Yunani dan Romawi zaman dulu, ketiga kata itu memaksudkan pelayanan atau pekerjaan yang dilakukan untuk pemerintah sipil dan bermanfaat bagi masyarakat. Misalnya, di Rm 13:6, pemerintah disebut ”pelayan Allah, yang selalu melayani masyarakat” (kata Yunaninya adalah bentuk jamak dari leitourgos). Istilah yang Lukas pakai di sini juga dipakai di Septuaginta untuk memaksudkan hal yang sama. Di Septuaginta, kata kerja dan kata benda dari istilah ini sering kali memaksudkan pelayanan para imam dan orang Lewi di bait. (Kel 28:35; Bil 8:22) Pelayanan di bait tidak hanya mencakup hal-hal biasa yang dilakukan untuk kepentingan masyarakat. Itu juga mencakup hal-hal suci, karena para imam Lewi mengajarkan Hukum Allah dan mempersembahkan korban untuk pengampunan dosa umat Allah.—2Taw 15:3; Mal 2:7.

yang Yehuwa lakukan untukku: Ungkapan rasa syukur Elisabet ini mungkin mengingatkan pembaca dengan pengalaman Sara yang dicatat di Kej 21:1, ayat yang memuat nama Allah. Kata-kata Elisabet bahwa dia tidak lagi dianggap hina karena mandul mirip dengan kata-kata Rakhel di Kej 30:23.​—Lihat Lamp. C1 dan C3 pengantar; Luk 1:25.

Ketika Elisabet hamil enam bulan: Lit.: ”Pada bulan keenam”.

bertunangan: Di kalangan orang Yahudi, pasangan yang bertunangan sudah terikat. Walaupun mereka tidak tinggal bersama sebagai suami istri sampai upacara pernikahan mereka selesai, mereka dianggap sudah menikah.

bertunangan: Lihat keterangan tambahan Mat 1:18.

Maria: Nama ini dalam bahasa Ibrani adalah ”Miriam”. Ada enam wanita yang bernama Maria dalam Kitab-Kitab Yunani Kristen: (1) Maria ibu Yesus, (2) Maria Magdalena (Mat 27:56; Luk 8:2; 24:10), (3) Maria ibu dari Yakobus dan Yoses (Mat 27:56; Luk 24:10), (4) Maria saudara Marta dan Lazarus (Luk 10:39; Yoh 11:1), (5) Maria ibu Yohanes Markus (Kis 12:12), dan (6) Maria yang ada di Roma (Rm 16:6). Pada zaman Yesus, Maria adalah salah satu nama wanita yang paling umum.

Yehuwa menyertaimu: Ungkapan ini dan ungkapan serupa yang memuat nama Allah sering disebutkan di Kitab-Kitab Ibrani. (Rut 2:4; 2Sam 7:3; 2Taw 15:2; Yer 1:19) Kata-kata pertama malaikat ini kepada Maria mirip dengan kata-kata malaikat Yehuwa kepada Gideon, yang dicatat di Hak 6:12, yaitu, ”Yehuwa menyertai kamu, kamu pejuang yang hebat.”​—Lihat Lamp. C1 dan C3 pengantar; Luk 1:28.

Yesus: Sama dengan nama Ibrani Yesyua atau Yosua, kependekan dari Yehosyua, yang artinya ”Yehuwa Adalah Keselamatan”.

Yehuwa: Dalam Injil Lukas di terjemahan ini, nama Allah pertama kali disebutkan di sini. Memang, manuskrip-manuskrip Yunani yang masih ada menggunakan istilah Kyrios (Tuan; Tuhan) di sini. Tapi, ada alasan-alasan kuat untuk menyimpulkan bahwa awalnya, nama Allah ada di ayat ini, dan belakangan nama itu diganti dengan gelar Tuhan. (Lihat Lamp. C1 dan C3 pengantar; Luk 1:6.) Dua pasal pertama dari Injil Lukas berisi banyak rujukan ke ungkapan dan ayat dalam Kitab-Kitab Ibrani yang memuat nama Allah. Misalnya, istilah perintah dan hukum serta istilah-istilah hukum lainnya dipakai di Kitab-Kitab Ibrani, dan kebanyakan konteksnya menyebutkan nama Allah atau menunjukkan bahwa yang berbicara adalah Yehuwa.​—Kej 26:2, 5; Bil 36:13; Ul 4:40; 27:10; Yeh 36:23, 27.

Yehuwa: Kata-kata malaikat ini kepada Zakharia (ay. 13-17) sangat mirip dengan gaya bahasa di Kitab-Kitab Ibrani. Gabungan kata Kyrios (Tuan; Tuhan), Theos (Allah), dan sebuah kata ganti untuk orang, misalnya seperti kata-kata Yehuwa Allah mereka di ayat ini, sering terdapat dalam kutipan dari Kitab-Kitab Ibrani. (Bandingkan istilah ”Yehuwa Allahmu” di Luk 4:8, 12; 10:27.) Di Kitab-Kitab Ibrani, ”Yehuwa Allah mereka” disebutkan lebih dari 30 kali, sedangkan ”Tuhan Allah mereka” tidak pernah disebutkan. Ungkapan yang diterjemahkan menjadi orang Israel (lit.: ”putra-putra Israel”) di ayat ini juga berasal dari ungkapan Ibrani yang banyak disebutkan di Kitab-Kitab Ibrani. ​—Kej 36:31, ctk.; lihat Lamp. C3 pengantar; Luk 1:16.

Allah Yehuwa: Seperti yang dijelaskan di keterangan tambahan Luk 1:6, dua pasal pertama dari Injil Lukas berisi banyak rujukan ke ungkapan dan ayat dalam Kitab-Kitab Ibrani yang memuat nama Allah. Kata-kata malaikat ini tentang takhta Daud adalah rujukan ke janji yang ada di 2Sam 7:12, 13, 16. Ayat-ayat itu berisi kata-kata Yehuwa kepada Daud melalui Nabi Natan, dan Tetragramaton disebutkan beberapa kali di konteksnya. (2Sam 7:4-16) Dalam Kitab-Kitab Yunani Kristen, ungkapan yang diterjemahkan menjadi ”Allah Yehuwa” di ayat ini dan ungkapan serupa lainnya disebutkan berkali-kali, biasanya dalam kutipan dari Kitab-Kitab Ibrani atau di ayat-ayat yang memakai gaya bahasa Ibrani.​—Lihat keterangan tambahan Luk 1:16 dan Lamp. C3 pengantar; Luk 1:32.

saudaramu: Bentuk kata Yunaninya (syggenis) hanya disebutkan satu kali di Kitab-Kitab Yunani Kristen. Tapi, ejaan lain kata ini (syggenes) disebutkan di beberapa ayat. (Luk 1:58; 21:16; Kis 10:24; Rm 9:3) Keduanya memaksudkan saudara atau kerabat secara umum. Jadi, Maria dan Elisabet memiliki hubungan keluarga, tapi hubungan persisnya tidak disebutkan di Alkitab. Zakharia dan Elisabet berasal dari suku Lewi, sedangkan Yusuf dan Maria dari suku Yehuda. Maka, mereka mungkin kerabat jauh.

semua yang Allah katakan pasti terjadi: Atau mungkin ”tidak ada yang mustahil bagi Allah”. Kata Yunani rhema bisa berarti ”firman; kata-kata; pernyataan”. Itu juga bisa berarti ”suatu hal; hal yang dibicarakan”, mungkin suatu peristiwa, suatu tindakan yang dijelaskan, atau hasil dari suatu pernyataan. Walaupun terjemahan teks Yunaninya bisa berbeda-beda, makna utamanya sama, yaitu tidak ada yang mustahil bagi Allah dan janji-Nya pasti terjadi. Kata-kata di ayat ini mirip dengan kata-kata di Kej 18:14 dalam terjemahan Septuaginta. Di ayat itu, Yehuwa meyakinkan Abraham bahwa istrinya, Sara, akan melahirkan Ishak meski sudah tua.

Aku budak perempuan Yehuwa!: Kata-kata Maria mirip dengan kata-kata hamba Yehuwa lainnya di Kitab-Kitab Ibrani. Misalnya, Hana pernah berkata dalam doanya yang dicatat di 1Sam 1:11, ”Yehuwa yang berbala tentara, kalau Engkau melihat penderitaan hamba-Mu [atau, ”budak perempuan-Mu”].” Kata Yunani yang ada di 1Sam 1:11 dalam terjemahan Septuaginta sama dengan kata untuk ”budak perempuan” yang ada di catatan Lukas ini.​—Lihat Lamp. C3 pengantar; Luk 1:38.

pergi ke daerah pegunungan: Perjalanan dari rumah Maria di Nazaret ke perbukitan Yudea mungkin memakan waktu tiga sampai empat hari, bergantung di kota mana Zakharia dan Elisabet tinggal. Jaraknya mungkin 100 km atau lebih.

bayi dari rahimmu: Lit.: ”buah kandunganmu”. Dalam bahasa Yunani, gabungan kata ”buah” (karpos) dan kata ”kandungan; rahim” di sini memaksudkan anak yang belum lahir. Istilah ini mirip dengan ungkapan Ibrani yang menyebut keturunan manusia sebagai ”buah”.​—Kej 30:2, ctk.; Ul 28:4, ctk.; Mz 127:3, ctk.; 132:11, ctk.

yang Yehuwa katakan: Dari ungkapan Yunani para Kyriou, yang berarti ”dari Yehuwa”. Maksudnya, kata-kata malaikat itu kepada Maria berasal dari Allah Yehuwa. Di salinan-salinan Septuaginta yang ada sekarang, ungkapan Yunani itu dipakai sebagai terjemahan dari ungkapan Ibrani yang biasanya memuat nama Allah.​—Kej 24:50; Hak 14:4; 1Sam 1:20; Yes 21:10; Yer 11:1; 18:1; 21:1; lihat Lamp. C3 pengantar; Luk 1:45.

Yehuwa: Dalam Injil Lukas di terjemahan ini, nama Allah pertama kali disebutkan di sini. Memang, manuskrip-manuskrip Yunani yang masih ada menggunakan istilah Kyrios (Tuan; Tuhan) di sini. Tapi, ada alasan-alasan kuat untuk menyimpulkan bahwa awalnya, nama Allah ada di ayat ini, dan belakangan nama itu diganti dengan gelar Tuhan. (Lihat Lamp. C1 dan C3 pengantar; Luk 1:6.) Dua pasal pertama dari Injil Lukas berisi banyak rujukan ke ungkapan dan ayat dalam Kitab-Kitab Ibrani yang memuat nama Allah. Misalnya, istilah perintah dan hukum serta istilah-istilah hukum lainnya dipakai di Kitab-Kitab Ibrani, dan kebanyakan konteksnya menyebutkan nama Allah atau menunjukkan bahwa yang berbicara adalah Yehuwa.​—Kej 26:2, 5; Bil 36:13; Ul 4:40; 27:10; Yeh 36:23, 27.

yang Yehuwa lakukan untukku: Ungkapan rasa syukur Elisabet ini mungkin mengingatkan pembaca dengan pengalaman Sara yang dicatat di Kej 21:1, ayat yang memuat nama Allah. Kata-kata Elisabet bahwa dia tidak lagi dianggap hina karena mandul mirip dengan kata-kata Rakhel di Kej 30:23.​—Lihat Lamp. C1 dan C3 pengantar; Luk 1:25.

Aku budak perempuan Yehuwa!: Kata-kata Maria mirip dengan kata-kata hamba Yehuwa lainnya di Kitab-Kitab Ibrani. Misalnya, Hana pernah berkata dalam doanya yang dicatat di 1Sam 1:11, ”Yehuwa yang berbala tentara, kalau Engkau melihat penderitaan hamba-Mu [atau, ”budak perempuan-Mu”].” Kata Yunani yang ada di 1Sam 1:11 dalam terjemahan Septuaginta sama dengan kata untuk ”budak perempuan” yang ada di catatan Lukas ini.​—Lihat Lamp. C3 pengantar; Luk 1:38.

Lalu Maria berkata: Dalam kata-kata pujian yang Maria ucapkan berikutnya di ayat 46-55, ada lebih dari 20 rujukan ke Kitab-Kitab Ibrani. Banyak kata-katanya mirip dengan doa Hana, ibu Samuel, yang juga mendapat anak karena berkat istimewa dari Allah. (1Sam 2:1-10) Maria juga merujuk ke ayat-ayat lain seperti Mz 35:9; Hab 3:18; Yes 61:10 (ay. 47); Kej 30:13; Mal 3:12 (ay. 48); Ul 10:21; Mz 111:9 (ay. 49); Ayb 12:19 (ay. 52); Mz 107:9 (ay. 53); Yes 41:8, 9; Mz 98:3 (ay. 54); Mi 7:20; Yes 41:8; 2Sam 22:51 (ay. 55). Kata-kata Maria membuktikan bahwa dia punya hubungan yang dekat dengan Yehuwa, tahu banyak tentang Kitab Suci, dan sangat bersyukur. Dari kata-katanya, terlihat juga bahwa iman Maria sangat kuat, karena dia berkata bahwa Yehuwa merendahkan orang yang sombong dan yang berkuasa serta menolong orang rendahan dan orang miskin yang ingin melayani-Nya.

Jiwaku: Atau ”Seluruh diriku”. Dari kata Yunani psykhe. Di ayat ini, yang dimaksud adalah seluruh diri seseorang dan bisa juga diterjemahkan sebagai ”aku”.—Lihat ”Jiwa” di Daftar Istilah.

Jiwaku mengagungkan Yehuwa: Atau ”Jiwaku memuji (memberitakan) keagungan Yehuwa”. Maria mungkin mengutip ayat yang ada di Kitab-Kitab Ibrani, seperti Mz 34:3, yang memuat nama Allah, dan 69:30, yang konteksnya memuat nama Allah. (Mz 69:31) Dalam terjemahan Septuaginta, kata kerja Yunani yang dipakai di kedua ayat itu adalah megalyno (”mengagungkan; memuliakan”). Kata itu sama dengan yang dipakai di ayat ini.​—Lihat keterangan tambahan untuk Lalu Maria berkata di ayat ini dan keterangan tambahan Luk 1:6, 25, 38 dan Lamp. C3 pengantar; Luk 1:46.

Yehuwa menunjukkan belas kasihan yang besar kepadanya: Lit.: ”Yehuwa memperbesar belas kasihan-Nya”. Kata-kata ini mirip dengan yang ada di Kitab-Kitab Ibrani, seperti di Kej 19:18-20. Di situ, Lot menyapa Yehuwa dengan berkata, ”Yehuwa! . . . Engkau . . . sangat berbaik hati kepadaku [lit.: ”Engkau memperbesar kebaikan hati-Mu”].”​—Lihat Lamp. C3 pengantar; Luk 1:58.

Yehuwa: Dalam Injil Lukas di terjemahan ini, nama Allah pertama kali disebutkan di sini. Memang, manuskrip-manuskrip Yunani yang masih ada menggunakan istilah Kyrios (Tuan; Tuhan) di sini. Tapi, ada alasan-alasan kuat untuk menyimpulkan bahwa awalnya, nama Allah ada di ayat ini, dan belakangan nama itu diganti dengan gelar Tuhan. (Lihat Lamp. C1 dan C3 pengantar; Luk 1:6.) Dua pasal pertama dari Injil Lukas berisi banyak rujukan ke ungkapan dan ayat dalam Kitab-Kitab Ibrani yang memuat nama Allah. Misalnya, istilah perintah dan hukum serta istilah-istilah hukum lainnya dipakai di Kitab-Kitab Ibrani, dan kebanyakan konteksnya menyebutkan nama Allah atau menunjukkan bahwa yang berbicara adalah Yehuwa.​—Kej 26:2, 5; Bil 36:13; Ul 4:40; 27:10; Yeh 36:23, 27.

tempat suci Yehuwa: Seperti yang disebutkan di keterangan tambahan Luk 1:6, dua pasal pertama dari Injil Lukas berisi banyak rujukan ke ungkapan dan ayat dalam Kitab-Kitab Ibrani yang memuat nama Allah. Misalnya, Tetragramaton sering disebutkan dalam istilah untuk ”tempat suci [atau ”bait”] Yehuwa”. (Bil 19:20; 2Raj 18:16; 23:4; 24:13; 2Taw 26:16; 27:2; Yer 24:1; Yeh 8:16; Hag 2:15) Seperti yang dijelaskan di Lamp. C1, ada alasan-alasan yang kuat untuk menyimpulkan bahwa awalnya, nama Allah ada di ayat ini, dan belakangan nama itu diganti dengan gelar Tuhan. Karena itulah nama Allah disebutkan di ayat ini.​—Lihat Lamp. C3 pengantar; Luk 1:9.

tangan: Sering kali menggambarkan ”kekuatan; kuasa”. Selain itu, karena tangan bisa bergerak dengan menggunakan kekuatan lengan, kata ”tangan” bisa berarti ”kekuatan yang digunakan”.

tangan Yehuwa: Ungkapan ini sering disebutkan di Kitab-Kitab Ibrani. Ungkapan Ibraninya adalah gabungan dari kata untuk ”tangan” dan Tetragramaton. (Kel 9:3; Bil 11:23, ctk.; Hak 2:15; Rut 1:13; 1Sam 5:6, 9; 7:13; 12:15; 1Raj 18:46; Ezr 7:6; Ayb 12:9; Yes 19:16, ctk.; 40:2; Yeh 1:3) Ungkapan Yunani yang diterjemahkan ”tangan Yehuwa” juga disebutkan di Kis 11:21; 13:11.​—Lihat keterangan tambahan Luk 1:6, 9; dan Lamp. C3 pengantar; Luk 1:66.

Terpujilah Yehuwa: Atau ”Diagungkanlah Yehuwa”. Pujian seperti ini banyak terdapat di Kitab-Kitab Ibrani dan sering kali disebutkan bersama nama Allah.​—1Sam 25:32; 1Raj 1:48; 8:15; Mz 41:13; 72:18; 106:48; lihat Lamp. C3 pengantar; Luk 1:68.

tanduk keselamatan: Atau ”penyelamat yang perkasa”. Di Alkitab, tanduk binatang sering menggambarkan kekuatan, penaklukan, dan kemenangan. (1Sam 2:1; Mz 75:4, 5, 10; 148:14; ctk.) Tanduk juga melambangkan penguasa dan dinasti raja yang sedang berkuasa, tidak soal mereka baik atau jahat. Sewaktu menaklukkan musuh, mereka digambarkan seperti tanduk yang sedang mendorong atau menyeruduk. (Ul 33:17; Dan 7:24; 8:2-10, 20-24) Di ayat ini, ”tanduk keselamatan” memaksudkan Mesias yang punya kuasa untuk menyelamatkan, atau penyelamat yang kuat.—Lihat ”Tanduk” di Daftar Istilah.

memberikan pelayanan suci kepada-Nya: Atau ”menyembah Dia; beribadah kepada-Nya”. Kata Yunani latreuo berarti ”melayani”. Di Alkitab, kata ini memaksudkan pelayanan atau ibadah kepada Allah (Mat 4:10; Luk 2:37; 4:8; Kis 7:7; Rm 1:9; Flp 3:3; 2Tim 1:3; Ibr 9:14; 12:28; Why 7:15; 22:3) atau pelayanan di tempat suci atau bait (Ibr 8:5; 9:9; 10:2; 13:10). Jadi bergantung konteksnya, kata ini bisa juga diterjemahkan ”menyembah” atau ”beribadah kepada”. Dalam beberapa konteks, kata ini dipakai untuk memaksudkan ibadah palsu, yaitu melayani atau menyembah ciptaan.—Kis 7:42; Rm 1:25.

Yehuwa: Dalam Injil Lukas di terjemahan ini, nama Allah pertama kali disebutkan di sini. Memang, manuskrip-manuskrip Yunani yang masih ada menggunakan istilah Kyrios (Tuan; Tuhan) di sini. Tapi, ada alasan-alasan kuat untuk menyimpulkan bahwa awalnya, nama Allah ada di ayat ini, dan belakangan nama itu diganti dengan gelar Tuhan. (Lihat Lamp. C1 dan C3 pengantar; Luk 1:6.) Dua pasal pertama dari Injil Lukas berisi banyak rujukan ke ungkapan dan ayat dalam Kitab-Kitab Ibrani yang memuat nama Allah. Misalnya, istilah perintah dan hukum serta istilah-istilah hukum lainnya dipakai di Kitab-Kitab Ibrani, dan kebanyakan konteksnya menyebutkan nama Allah atau menunjukkan bahwa yang berbicara adalah Yehuwa.​—Kej 26:2, 5; Bil 36:13; Ul 4:40; 27:10; Yeh 36:23, 27.

Yehuwa: Kata-kata malaikat ini kepada Zakharia (ay. 13-17) sangat mirip dengan gaya bahasa di Kitab-Kitab Ibrani. Gabungan kata Kyrios (Tuan; Tuhan), Theos (Allah), dan sebuah kata ganti untuk orang, misalnya seperti kata-kata Yehuwa Allah mereka di ayat ini, sering terdapat dalam kutipan dari Kitab-Kitab Ibrani. (Bandingkan istilah ”Yehuwa Allahmu” di Luk 4:8, 12; 10:27.) Di Kitab-Kitab Ibrani, ”Yehuwa Allah mereka” disebutkan lebih dari 30 kali, sedangkan ”Tuhan Allah mereka” tidak pernah disebutkan. Ungkapan yang diterjemahkan menjadi orang Israel (lit.: ”putra-putra Israel”) di ayat ini juga berasal dari ungkapan Ibrani yang banyak disebutkan di Kitab-Kitab Ibrani. ​—Kej 36:31, ctk.; lihat Lamp. C3 pengantar; Luk 1:16.

agar mereka menjadi umat yang siap melayani Yehuwa: Kata-kata malaikat ini kepada Zakharia (ay. 13-17) berisi rujukan ke Mal 3:1; 4:5, 6; dan Yes 40:3, yang memuat nama Allah. (Lihat keterangan tambahan Luk 1:15, 16.) Ungkapan yang mirip dengan kata-kata Yunani untuk agar mereka menjadi umat yang siap terdapat dalam Septuaginta di 2Sam 7:24, yang teks Ibraninya berisi: ”Engkau menetapkan umat-Mu Israel, sebagai umat milik-Mu . . ., Yehuwa.”​—Lihat Lamp. C3 pengantar; Luk 1:17.

Yehuwa: Dalam teks asli Ibrani, Yes 40:3 yang dikutip di sini memuat nama Allah yang ditulis dengan empat huruf mati Ibrani (jika ditransliterasi, YHWH). (Lihat Lamp. C.) Lukas menunjukkan bahwa orang yang dinubuatkan Yesaya adalah Yohanes Pembaptis. Yohanes menyiapkan jalan bagi Yehuwa dengan membuka jalan untuk Yesus, yang mewakili Bapaknya dan datang dengan nama Bapaknya. (Yoh 5:43; 8:29) Dalam Injil Rasul Yohanes, Yohanes Pembaptis juga menunjukkan bahwa dialah yang dinubuatkan Yesaya.​—Yoh 1:23.

Yehuwa: Nubuat Zakharia di bagian akhir ayat ini mirip dengan kata-kata di Yes 40:3 dan Mal 3:1. Dalam teks asli Ibrani, kedua ayat itu memuat nama Allah, yang ditulis dengan empat huruf mati Ibrani (jika ditransliterasi, YHWH).​—Lihat keterangan tambahan Luk 1:6, 16, 17; 3:4 dan Lamp. C3 pengantar; Luk 1:76.

kamu akan mendahului Yehuwa: Maksudnya, Yohanes Pembaptis akan melayani lebih dulu daripada Yesus, yang mewakili Bapaknya dan datang dengan nama Bapaknya.—Yoh 5:43; 8:29; lihat keterangan tambahan untuk Yehuwa di ayat ini.

waktu itu: Menurut Luk 3:1-3, Yohanes Pembaptis memulai pelayanannya ”pada tahun ke-15 masa pemerintahan Kaisar Tiberius”, yaitu pada musim semi 29 M. (Lihat keterangan tambahan Luk 3:1.) Sekitar enam bulan kemudian, pada musim gugur 29 M, Yesus datang kepada Yohanes untuk dibaptis.​—Lihat Lamp. A7.

tahun ke-15 masa pemerintahan Kaisar Tiberius: Kaisar Agustus meninggal pada 17 Agustus 14 M (menurut kalender Gregorius). Pada 15 September, Tiberius setuju untuk dinyatakan sebagai Kaisar oleh Senat Romawi. Jika dihitung sejak Agustus meninggal, tahun ke-15 masa pemerintahan Tiberius dimulai dari bulan Agustus 28 M sampai Agustus 29 M. Tapi, jika dihitung dari saat dia dinyatakan sebagai Kaisar secara resmi, tahun ke-15 itu dimulai dari bulan September 28 M sampai September 29 M. Kelihatannya, Yohanes memulai pelayanannya pada musim semi (di belahan bumi utara) tahun 29 M, masih pada tahun ke-15 masa pemerintahan Tiberius. Pada tahun ke-15 itu, Yohanes pasti berusia sekitar 30 tahun. Pada usia itulah para imam Lewi mulai melayani di bait. (Bil 4:2, 3) Begitu juga, saat Yesus dibaptis oleh Yohanes dan ”memulai pekerjaannya”, menurut Luk 3:21-23, ”dia berumur kira-kira 30 tahun”. Yesus meninggal pada bulan Nisan di musim semi. Jadi, pelayanannya selama tiga setengah tahun tampaknya dimulai pada musim gugur, kira-kira di bulan Etanim (September/Oktober). Yohanes kemungkinan besar lebih tua enam bulan daripada Yesus, dan dia tampaknya memulai pelayanannya enam bulan sebelum Yesus. (Luk, psl. 1) Maka, bisa disimpulkan bahwa Yohanes memulai pelayanannya pada musim semi 29 M.​—Lihat keterangan tambahan Luk 3:23.

memulai pekerjaannya: Atau ”memulai pelayanannya; mulai mengajar”. Lit: ”mulai”. Lukas memakai kata Yunani yang sama di Kis 1:21, 22 dan 10:37, 38 untuk memaksudkan awal pelayanan Yesus di bumi. Selama pelayanannya, Yesus mengabar, mengajar, dan membuat orang menjadi muridnya.

saatnya dia tampil ke hadapan orang Israel: Maksudnya, saat Yohanes Pembaptis memberitakan kabar baik kepada orang-orang, yaitu pada musim semi 29 M.—Lihat keterangan tambahan Mrk 1:9; Luk 3:1, 23.

Media

Video Mengenal Buku Lukas
Video Mengenal Buku Lukas
Injil Lukas—Beberapa Peristiwa Penting
Injil Lukas—Beberapa Peristiwa Penting

Sebisa mungkin, susunannya dibuat berdasarkan urutan peristiwanya

Setiap Injil memiliki peta dengan keterangan dan rangkaian peristiwa yang berbeda-beda

1. Malaikat Gabriel menemui Zakharia di bait dan menubuatkan kelahiran Yohanes Pembaptis (Luk 1:8, 11-13)

2. Yesus lahir; malaikat-malaikat menemui para gembala di luar Betlehem (Luk 2:8-11)

3. Yesus yang berumur 12 tahun berbicara dengan guru-guru di bait (Luk 2:41-43, 46, 47)

4. Iblis membawa Yesus ke ”puncak tembok bait” dan menggodanya (Mat 4:5-7; Luk 4:9, 12, 13)

5. Yesus membaca gulungan Yesaya di rumah ibadah di Nazaret (Luk 4:16-19)

6. Yesus ditolak di kota asalnya (Luk 4:28-30)

7. Yesus pergi ke Nain, mungkin dari Kapernaum (Luk 7:1, 11)

8. Yesus membangkitkan anak tunggal seorang janda di Nain (Luk 7:12-15)

9. Yesus mengabar di Galilea untuk kedua kalinya (Luk 8:1-3)

10. Yesus membangkitkan anak Yairus, mungkin di Kapernaum (Mat 9:23-25; Mrk 5:38, 41, 42; Luk 8:49, 50, 54, 55)

11. Di perjalanan ke Yerusalem melewati Samaria, Yesus berkata, ”Putra manusia tidak punya tempat untuk meletakkan kepalanya” (Luk 9:57, 58)

12. Yesus mengutus 70 murid, mungkin di Yudea (Luk 10:1, 2)

13. Lokasi jalan menuju Yerikho yang disebutkan dalam perumpamaan tentang orang Samaria yang baik hati (Luk 10:30, 33, 34, 36, 37)

14. Yesus mengajar di kota-kota dan desa-desa di Perea, lalu pergi ke Yerusalem (Luk 13:22)

15. Yesus menyembuhkan sepuluh penderita kusta di perbatasan Samaria dan Galilea (Luk 17:11-14)

16. Yesus mengunjungi Zakheus, pemungut pajak, di Yerikho (Luk 19:2-5)

17. Yesus berdoa di Taman Getsemani (Mat 26:36, 39; Mrk 14:32, 35, 36; Luk 22:40-43)

18. Petrus menyangkal Yesus tiga kali di halaman rumah Kayafas (Mat 26:69-75; Mrk 14:66-72; Luk 22:55-62; Yoh 18:25-27)

19. Di tempat yang disebut Tengkorak (Golgota), Yesus berkata kepada penjahat di sampingnya, ”Kamu akan bersama saya di Firdaus” (Luk 23:33, 42, 43)

20. Yesus menemui dua muridnya di jalan menuju Emaus (Luk 24:13, 15, 16, 30-32)

21. Yesus mengajak murid-muridnya ke Betani; Yesus naik ke surga dari Gunung Zaitun di dekat situ (Luk 24:50, 51)

Jalan Menuju Tempat Suci di Bait yang Dibangun Herodes
Jalan Menuju Tempat Suci di Bait yang Dibangun Herodes

Video ini menunjukkan apa yang mungkin dilihat Zakharia saat menuju pintu masuk tempat suci di bait. Menurut beberapa sumber, tempat suci yang dibangun Herodes itu setinggi bangunan 15 lantai. Kemungkinan besar, bagian di sekeliling pintu masuk tempat suci itu dilapisi emas. Pintu masuk itu menghadap ke timur, jadi bagian itu pasti berkilauan memantulkan sinar matahari yang terbit.

(1) Halaman Kaum Wanita

(2) Mezbah Persembahan Bakaran

(3) Pintu Masuk ke Ruang Kudus

(4) Laut Tembaga

Terjemahan Yunani Karya Simakhus yang Memuat Tetragramaton Ibrani
Terjemahan Yunani Karya Simakhus yang Memuat Tetragramaton Ibrani

Gambar ini menunjukkan potongan perkamen dari abad ketiga atau keempat M, yang berisi terjemahan Mz 69:30, 31 dalam bahasa Yunani (Mz 68:31, 32 di Septuaginta). Terjemahannya dibuat oleh Simakhus pada abad kedua M. Potongan perkamen ini disebut P. Vindobonensis Greek 39777 dan disimpan di Perpustakaan Nasional Austria di Wina. Pada bagian yang terlihat di gambar, nama Allah disebutkan dua kali dalam huruf Ibrani kuno ( atau ) meskipun teks lainnya berbahasa Yunani. Ketika Maria mengucapkan kata-kata pujian di Luk 1:46, dia mungkin mengutip dari Mz 69:30, 31, yang teks asli Ibraninya juga memuat nama Allah. Karena kata-kata Maria didasarkan pada ayat di Kitab-Kitab Ibrani, dan karena Tetragramaton dipakai di terjemahan Simakhus ini, Terjemahan Dunia Baru menyebutkan nama Allah di Luk 1:46.—Lihat keterangan tambahan Luk 1:46 dan Lampiran C.

Papan untuk Menulis
Papan untuk Menulis

Saat Zakharia menulis ”Namanya Yohanes” dalam bahasa Ibrani, dia mungkin memakai papan kayu seperti yang terlihat di gambar. Papan seperti ini digunakan selama berabad-abad di Timur Tengah kuno. Bagian cekung di papan itu diisi dengan lapisan lilin yang tipis. Permukaan yang lunak itu bisa ditulisi dengan alat dari besi, perunggu, atau gading. Alat tulis itu biasanya runcing di satu ujungnya, dan ujung lainnya pipih seperti alat pahat. Ujung yang pipih dipakai untuk menghapus dan meratakan lilin. Kadang, dua papan atau lebih diikat dengan tali kulit. Papan tulis dipakai oleh para pedagang, orang terpelajar, murid, dan pemungut pajak untuk membuat catatan sementara. Papan yang terlihat di foto ini ditemukan di Mesir dan berasal dari abad kedua atau ketiga M.