Indonesia
INFO TERKINI—PUTUSAN BARU | Pengadilan Rusia Menolak Banding dari Tiga Saksi Yehuwa
https://cms-imgp.jw-cdn.org/img/p/702020477/univ/art/702020477_univ_sqr_xl.jpg

Dari kiri ke kanan: Viktor Shipilov (pengacara), Saudara Konstantin Bazhenov, Saudari Snezhana Bazhenova, Saudari Vera Zolotova, Viktor Zhenkov (pengacara), dan Maksim Novakov (pengacara)

17 NOVEMBER 2020 | DIPERBARUI: 1 FEBRUARI 2023
RUSIA

INFO TERKINI—PUTUSAN BARU | Pengadilan Rusia Menolak Banding dari Tiga Saksi Yehuwa

INFO TERKINI—PUTUSAN BARU | Pengadilan Rusia Menolak Banding dari Tiga Saksi Yehuwa

Pada 31 Januari 2023, Pengadilan Tinggi Kamchatka memutuskan bahwa Konstantin, istrinya, Snezhana, dan juga Vera kembali dijatuhi hukuman dua tahun masa percobaan. Untuk saat ini, mereka tidak akan dipenjarakan.

Pada 15 Desember 2022, Komisi Yudisial dari Mahkamah Agung Rusia untuk Kasus Kriminal mencabut putusan untuk membebaskan Saudara Konstantin Bazhenov, istrinya, Snezhana, dan Saudari Vera Zolotova. Sekarang, kasus mereka dikembalikan ke tingkat banding pertama. Perwakilan dari sekitar enam kantor kedutaan asing menghadiri persidangan untuk menunjukkan dukungan mereka terhadap Saksi-Saksi Yehuwa.

Pada 10 Juni 2022, Pengadilan Umum Tingkat Kasasi Wilayah 9 menolak permohonan jaksa penuntut, yang meminta agar Konstantin, Snezhana, dan Vera tidak dibebaskan. Jaksa penuntut telah mengajukan permohonan banding ke Mahkamah Agung Rusia.

Pada 18 Januari 2022, Pengadilan Tinggi Kamchatka mengajukan permohonan banding kedua atas Konstantin, Snezhana, dan Vera. Mereka dibebaskan dari semua tuduhan, dan keputusan itu segera diberlakukan. Sekarang, ketiga Saksi Yehuwa itu berhak untuk meminta ganti rugi karena mendapat tuntutan hukum secara tidak adil. Jaksa penuntut akan mengajukan permohonan banding atas keputusan itu.

Pada 17 November 2020, Pengadilan Tinggi Kamchatka menolak banding dalam kasus yang melibatkan Saudara Konstantin Bazhenov, istrinya, Snezhana, dan Saudari Vera Zolotova. Saat ini, mereka memang tidak perlu dipenjarakan. Tapi, vonis masa percobaan selama dua tahun yang sebelumnya dijatuhkan sekarang berlaku. Meski begitu, ketiga saudara-saudari ini tetap teguh dan bersukacita.

Pada saat pembelaan akhir di persidangan 25 September 2020, Saudara Bazhenov dengan berani memberi tahu hakim bahwa dia tidak takut dijatuhi hukuman. Dia juga berkata bahwa dia senang bisa ikut merasakan terjadinya kata-kata di Yohanes 15:20. Di ayat itu, Yesus bernubuat bahwa para pengikutnya akan dianiaya.

Saudara Bazhenov lalu mengingatkan pengadilan bahwa Yesus memerintahkan murid-muridnya untuk memberitakan kabar baik di Matius 28:19, 20. Saudara Bazhenov kemudian bertanya dengan berani, ”Siapa yang berhak membatalkan atau melarang perintah Kristus?” Dia juga berkata, ”Saya tidak akan diam. . . . Saya akan terus memberitakan kabar baik dari Alkitab.”