Langsung ke konten

Saksi-Saksi Yehuwa

Pilih bahasa Indonesia

RUSIA

Dipenjarakan Karena Iman Mereka

Dipenjarakan Karena Iman Mereka

Pemerintah Rusia semakin gencar menyerang Saksi-Saksi Yehuwa dengan meneror mereka seperti pada zaman Soviet. Hingga 21 Mei 2019, ada 28 Saksi Yehuwa yang ditahan sebelum kasus mereka disidangkan. Selain itu, ada 24 orang yang dijadikan tahanan rumah dan 75 orang yang dilarang meninggalkan daerah tempat tinggal mereka. Semuanya dituduh terlibat, mengatur, atau membiayai organisasi “ekstremis“. Sedikitnya ada 197 Saksi Yehuwa yang sedang menjalani penyidikan.

Pemerintah berdalih bahwa tindakan mereka didasarkan atas putusan pengadilan yang membekukan badan hukum Saksi-Saksi Yehuwa pada April 2017. Mereka juga salah menerapkan Pasal 282 dari Undang-Undang Kriminal untuk menindas Saksi-Saksi Yehuwa, padahal ibadah para Saksi tidak mengganggu siapa pun. Jika dinyatakan bersalah, beberapa orang yang telah ditahan terancam hukuman penjara hingga sepuluh tahun.

Sejak Februari 2018, aparat kepolisian terus menggunakan alasan yang sama sewaktu menangkap dan menahan Saksi-Saksi Yehuwa. Polisi bersenjata lengkap memaksa masuk ke rumah para Saksi. Polisi sering menodongkan senjata ke kepala orang-orang yang ada di rumah itu, termasuk anak-anak dan lansia, dan memaksa mereka untuk tiarap. Rumah mereka digeledah dan barang-barang mereka disita. Beberapa Saksi juga ditahan untuk diinterogasi. Para penyidik menuduh mereka terlibat dalam kegiatan ekstremis, dan meminta pengadilan untuk menahan mereka sebelum disidangkan. Begitu para Saksi dipenjarakan, jaksa meminta pengadilan untuk memperpanjang masa penahanan mereka sampai persidangan diadakan, dan biasanya permintaan itu dikabulkan.

Pada 15 Februari 2019, aparat di kota Surgut melakukan sesuatu yang sangat sadis. Mereka menganiaya tujuh Saksi pria setelah menggeledah rumah para Saksi di daerah itu. Para korban ditelanjangi, dibekap sampai susah bernapas, disirami air, dipukuli, dan disetrum dengan pistol listrik. Penyiksaan ini terjadi di lantai satu kantor Komite Penyidikan Rusia di Surgut. Ada 19 Saksi Yehuwa (termasuk satu wanita) yang sedang menjalani penyidikan dengan tuduhan ’mengatur kegiatan organisasi ekstremis’. Tiga di antara mereka yang sempat dianiaya itu masih ditahan sebelum kasus mereka disidangkan.

Dennis Christensen Tetap Dijatuhi Hukuman yang Tidak Adil

Dennis Christensen (46 tahun), seorang warga negara Denmark, dijatuhi hukuman penjara enam tahun karena menjalankan keyakinannya sebagai anggota Saksi-Saksi Yehuwa. Dia harus menjalani lebih dari 50 kali persidangan selama hampir satu tahun. Pada 6 Februari 2019, Hakim Aleksey Rudnev dari Pengadilan Negeri Zheleznodorozhniy di kota Oryol menjatuhkan vonis atas Saudara Christensen. Dia dinyatakan bersalah dengan tuduhan palsu melanggar Undang-Undang Kriminal Federasi Rusia Pasal 282.2(1) tentang ’mengatur kegiatan organisasi ekstremis’. Pada 23 Mei 2019, tiga hakim dari Pengadilan Tinggi Oryol menolak permohonan banding Dennis Christensen. Mereka meneguhkan hukuman enam tahun penjara yang dijatuhkan sebelumnya.

Saudara Christensen ditangkap pada 25 Mei 2017 sewaktu polisi bersenjata lengkap dan agen Satuan Keamanan Negara (FSB) menyerbu pertemuan ibadah mingguan Saksi-Saksi Yehuwa di Oryol. Sejak itu, dia dijebloskan ke Penjara No. 1 di Wilayah Oryol.

Upaya Tanpa Henti untuk Mengakhiri Pemenjaraan yang Tidak Adil

Meningkatnya penganiayaan Saksi-Saksi Yehuwa di Rusia menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya ingin menutup badan hukum Saksi-Saksi Yehuwa, tapi juga melarang mereka untuk beribadah. Sampai sekarang, para pengacara yang membela para Saksi yang tidak bersalah ini belum berhasil menghentikan pemenjaraan yang tidak adil ini. Mereka telah menyatakan keluhan kepada Komite Hak Asasi Manusia PBB, Kelompok Kerja PBB untuk Penahanan Sewenang-wenang, dan Mahkamah Eropa untuk Hak Asasi Manusia. Saksi-Saksi Yehuwa di seluruh dunia berharap agar pengadilan internasional segera bertindak untuk mengakhiri serangan Rusia terhadap kebebasan beragama mereka.

Urutan Peristiwa

  1. 23 Mei 2019

    Pengadilan Tinggi Oryol menolak permohonan banding Dennis Christensen. Mereka meneguhkan hukuman enam tahun penjara yang dijatuhkan sebelumnya.

  2. 21 Mei 2019

    Ada 28 Saksi yang dipenjarakan.

  3. 26 April 2019

    Polisi menggerebek rumah-rumah di Smolensk. Tiga Saksi pria ditangkap dan dipenjarakan sebelum kasusnya disidangkan.

  4. 19 April 2019

    Polisi menggerebek rumah-rumah di Partizansk, Novosibirsk, Minusinsk, dan Sharypovo. Satu Saksi wanita dan satu Saksi pria ditangkap dan dipenjarakan sebelum kasusnya disidangkan.

  5. 17 Maret 2019

    Polisi menggerebek rumah-rumah di Luchegorsk. Dua Saksi pria ditangkap dan dipenjarakan sebelum kasus mereka disidangkan.

  6. 15 Februari 2019

    Polisi menggerebek rumah-rumah di Surgut dan Lyantor di Daerah Otonomi Khanty Mansi. Tiga Saksi pria ditangkap dan dipenjarakan sebelum kasusnya disidangkan.

  7. 6 Februari 2019

    Polisi menggerebek rumah-rumah di Uray. Satu Saksi pria ditangkap dan dipenjarakan sebelum kasusnya disidangkan.

    Polisi menggerebek rumah-rumah di Saransk. Tiga Saksi pria ditangkap dan dipenjarakan sebelum kasusnya disidangkan.

    Dennis Christensen dinyatakan bersalah oleh Pengadilan Negeri Zheleznodorozhniy dan dijatuhi hukuman enam tahun penjara.

  8. 27 Januari 2019

    Polisi menggerebek rumah-rumah di Ivanovo. Satu Saksi pria ditangkap dan dipenjarakan sebelum kasusnya disidangkan.

  9. 12 Desember 2018

    Seorang Saksi pria langsung ditahan oleh polisi di Neftekumsk sewaktu dia datang ke kantor polisi karena mendapat panggilan dari kepolisian.

  10. 9 Desember 2018

    Polisi menggerebek rumah-rumah di Neftekumsk. Dua Saksi pria ditangkap dan dipenjarakan sebelum kasusnya disidangkan.

  11. 10 November 2018

    Polisi menggerebek pertemuan di sebuah kafe. Beberapa Saksi pria ditangkap dan dipenjarakan sebelum kasus mereka disidangkan.

  12. 9 November 2018

    Polisi menggerebek rumah-rumah di Novosibirsk dan menangkap satu Saksi pria. Dia dipenjarakan sebelum kasusnya disidangkan.

  13. 18 Oktober 2018

    Polisi menggerebek rumah-rumah di Dyurtuli dan menangkap satu Saksi pria. Dia dipenjarakan sebelum kasusnya disidangkan.

  14. 9 Oktober 2018

    Polisi dan pasukan khusus menggerebek rumah-rumah di Kirov. Beberapa Saksi pria, termasuk Andrzej Oniszczuk (warga negara Polandia), ditangkap dan dipenjarakan sebelum kasus mereka disidangkan.

  15. 7 Oktober 2018

    Polisi dan pasukan khusus menggerebek rumah-rumah di Sychevka dan menangkap Nataliya Sorokina dan Mariya Troshina. Kedua wanita ini dipenjarakan sebelum kasus mereka disidangkan.

  16. 2 Agustus 2018

    Polisi dan agen FSB menggerebek rumah-rumah di Khabarovsk. Seorang Saksi pria ditangkap dan dipenjarakan sebelum kasusnya disidangkan.

  17. 28 Juli 2018

    Polisi menggeledah rumah seorang wanita lansia. Mereka menangkap putranya yang adalah seorang Saksi. Saksi pria ini dipenjarakan sebelum kasusnya disidangkan.

  18. 25 Juli 2018

    Pasukan anti huru-hara dari Unit Khusus Reaksi Cepat milik Tentara Nasional Rusia menggeledah rumah para Saksi di Kostroma. Seorang Saksi pria ditangkap dan dipenjarakan sebelum kasusnya disidangkan.

  19. 22 Juli 2018

    Polisi dan agen FSB menggerebek rumah-rumah di Berezovskiy. Dua Saksi pria ditangkap dan dipenjarakan sebelum kasus mereka disidangkan.

  20. 15 Juli 2018

    Polisi menggeledah rumah para Saksi di Penza. Seorang Saksi pria ditangkap dan dipenjarakan sebelum kasusnya disidangkan.

  21. 4 Juli 2018

    Polisi menggerebek rumah-rumah di Omsk. Sergey dan Anastasiya Polyakov ditangkap dan dipenjarakan sebelum kasus mereka disidangkan. Saudari Polyakova adalah Saksi wanita pertama yang dipenjarakan di Federasi Rusia dengan tuduhan terlibat kegiatan ekstremis.

  22. 3 Juli 2018

    Polisi menangkap Andrey Stupnikov di bandara di Krasnoyarsk dan dia dipenjarakan sebelum kasusnya disidangkan.

  23. 12 Juni 2018

    Polisi menggerebek rumah-rumah di Saratov. Beberapa Saksi pria ditangkap dan dipenjarakan sebelum kasus mereka disidangkan.

  24. Awal Juni 2018

    Polisi menggerebek rumah-rumah di Tomsk dan Pskov. Seorang Saksi pria ditangkap dan dipenjarakan sebelum kasusnya disidangkan.

  25. Mei 2018

    Polisi menggerebek rumah-rumah di Orenburg, Birobidzhan, Perm, Naberezhnye Chelny, Magadan, dan Khabarovsk. Sepuluh Saksi pria ditangkap dan dipenjarakan sebelum kasus mereka disidangkan.

  26. April 2018

    Polisi menggerebek rumah-rumah di Ufa, Polyarny, Vladivostok, dan Shuya. Beberapa Saksi pria ditangkap dan dipenjarakan sebelum kasus mereka disidangkan.

  27. 19 Februari 2018

    Pengadilan kriminal Dennis Christensen mulai digelar di Pengadilan Negeri Zheleznodorozhniy, dipimpin oleh Hakim Aleksey Rudnev.

  28. 20 Juli 2017–November 2018

    Masa penahanan Dennis Christensen diperpanjang beberapa kali: Pertama oleh Pengadilan Negeri Sovietskiy, lalu oleh Pengadilan Negeri Zheleznodorozhniy.

  29. 26 Mei 2017

    Pengadilan Negeri Sovietskiy di Oryol memutuskan agar Dennis Christensen ditahan dua bulan tanpa persidangan.

  30. 25 Mei 2017

    Pertemuan ibadah di Oryol digerebek polisi, dan Dennis Christensen ditahan.