Menjelang satu tahun pelaksanaannya, program dinas sipil alternatif di Armenia berjalan mulus. Yang pertama ikut dalam program baru ini adalah para pemuda Saksi Yehuwa yang melakukan berbagai pekerjaan yang berfaedah bagi masyarakat ketimbang mendekam di penjara sebagai penolak wajib militer karena alasan hati nurani.

Sejak 1985 di Armenia, para pemuda Saksi yang menolak dinas militer karena alasan hati nurani tidak punya pilihan selain masuk bui. Karena tidak ada undang-undang untuk dinas sipil alternatif, lebih dari 450 Saksi dipenjarakan dalam kurun waktu 20 tahun, kerap kali di bawah kondisi yang sangat buruk. Ini berubah pada Juni 2013 ketika Armenia merombak Undang-Undang Dinas Alternatif.

Pada tanggal 23 Oktober 2013, Komite Republik Armenia secara perdana memberlakukan dinas sipil alternatif bagi 57 penolak dinas militer karena alasan hati nurani, semuanya Saksi-Saksi Yehuwa  *. Belakangan, Komite tersebut menyertakan Saksi lainnya dalam program ini. Tujuh puluh satu pemuda Saksi memulai tugas mereka pada pekan per 13 Januari 2014. Pada akhir 2014, lebih dari 126 Saksi menunaikan berbagai tugas dalam dinas sipil alternatif.

Suksesnya Program Ini

Suksesnya program dinas sipil alternatif nyata dari komentar para direktur, pengawas, dan rekan sekerja, yang memperhatikan etos kerja yang baik, sikap suka menolong, dan tingkah laku lurus para pemuda Saksi. Beberapa anggota Komite Republik mengakui bahwa para Saksi memberikan dinas yang berharga bagi pemerintah Armenia dan melakukan tugas mereka dengan rajin.

  • ”Kalian melakukan pekerjaan besar untuk negara dengan upah yang sangat kecil. Kalian memang pekerja keras.”—Pengawas di Layanan Masyarakat Yerevan/Shengavit.

  • ”Bagus sekali! Kalian berupaya hidup menurut prinsip Kristen juga berupaya menjadi orang yang berguna bagi masyarakat.”—Perawat di panti asuhan tempat para Saksi ditugaskan.

  • ”Apakah masih ada lagi orang seperti kalian? Ayo kerja sama saya!”—Direktur di Layanan Masyarakat Yerevan/Arabkir.

Saksi-Saksi dalam dinas sipil alternatif membersihkan dan memperindah sebuah taman di pusat kota Yerevan.

Para Saksi yang masuk dalam program dinas sipil alternatif juga memberikan komentar positif.

  • ”Saya menikmati kasih dan respek dari rekan kerja saya. Sewaktu saya sakit dan harus tinggal di rumah, reka-rekan kerja menghubungi saya untuk tahu keadaan saya. Itu saya anggap berkat, karena memungkinkan saya melayani Allah tanpa stres.”—Gevorg Taziyan, ditugasi sebagai Asisten Pengemudi di Departemen Layanan Penyelamatan Situasi Darurat.

  • ”Di tempat kerja, kami punya hubungan baik dengan manajemen dan para staf. Karena mereka sangat memperhatikan kami, kami juga berupaya membantu mereka. Kadang, kami ditugasi melakukan pekerjaan yang bukan tanggung jawab kami, tapi kami menyelesaikan pekerjaan itu.”—Samvel Abrahamyan, ditugaskan ke Rumah Sakit Jiwa di Sevan sebagai pengurus kebun.

  • ”Ada 13 orang yang bekerja di Kementerian Situasi Darurat pada tanggal 14 Januari 2014. Sampai hari ini, kami semua akur dan positif dengan siapa saja. Tidak ada konflik dengan manajemen. Mereka terkesan dengan kami yang selalu kompak.”—Artsrun Khachatryan, ditugaskan ke Kementerian Situasi Darurat sebagai pengurus kebun.

Kunci sukses perdana program dinas sipil alternatif di Armenia adalah sikap kooperatif para direktur dan pengawas dibarengi sikap positif dan etos kerja yang baik dari pada Saksi. Saksi-Saksi Yehuwa di Armenia berterima kasih atas kesempatan memberikan layanan untuk negeri mereka tanpa harus kompromi soal kepercayaan agama mereka atau dipenjarakan sebagai penolak dinas militer karena alasan hati nurani.