Langsung ke konten

Langsung ke menu sekunder

Saksi-Saksi Yehuwa

Indonesia

Bagaimana Kalau Aku Tergoda untuk Berhubungan Seks?

Kamu mungkin berpikir, ”Apakah lebih baik aku menyerah saja? Bukankah semua orang juga melakukannya?”

Tunggu dulu!

Fakta: Tidak semua orang melakukannya.

Memang, kamu mungkin pernah membaca tentang statistik yang tinggi. Misalnya, sebuah penelitian di AS menyingkapkan bahwa setamat SMA, 2 dari 3 remaja di negeri itu sudah aktif secara seksual. Tetapi, itu juga berarti bahwa 1 dari 3—jumlah yang cukup besar—tidak.

Bagaimana dengan yang telah berhubungan seks? Para peneliti mendapati bahwa banyak dari mereka mengalami satu atau beberapa kenyataan pahit berikut.

Kepedihan hati. Sebagian besar kaum muda yang berhubungan seks pranikah mengatakan bahwa mereka menyesal setelahnya.

Melakukan hubungan seks pranikah itu seperti menjadikan lukisan yang indah sebagai keset

Kecurigaan. Setelah berhubungan seks, masing-masing mulai berpikir, ’Dengan siapa lagi dia pernah melakukannya?’

Kekecewaan. Jauh di lubuk hati, kebanyakan perempuan lebih menyukai seseorang yang mau melindungi dan bukan memanfaatkan mereka. Dan, banyak lelaki merasa kurang tertarik pada perempuan yang gampang takluk pada rayuannya.

Intinya: Tubuhmu terlalu berharga untuk diberikan begitu saja. Tunjukkan bahwa kamu punya keteguhan hati untuk menaati perintah Allah yang melarangkan seks pranikah. Kelak, bila kamu menikah, barulah kamu boleh berhubungan seks. Dan, kamu akan dapat benar-benar menikmatinya, tanpa dihantui perasaan khawatir, menyesal, dan waswas yang sering muncul setelah melakukan hubungan seks pranikah.—Amsal 7:22, 23; 1 Korintus 7:3.