Langsung ke konten

Langsung ke menu sekunder

Saksi-Saksi Yehuwa

Indonesia

PERTANYAAN ANAK MUDA

Apakah Seks Oral Termasuk Hubungan Seks?

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat mewawancarai anak muda tentang seks oral *. Dari hasil wawancara, setengah dari mereka yang berumur 15 sampai 19 pernah melakukan seks oral. ”Kalau kita bicara ke anak muda [tentang seks oral], mereka pikir itu biasa saja,” kata Sharlene Azam, pengarang buku Oral Sex Is the New Goodnight Kiss. ”Malah, bagi mereka itu bukan hubungan seks.”

 Apa pendapatmu?

Jawablah pertanyaan berikut.

  1. Apakah perempuan bisa hamil karena melakukan seks oral?

    1. Bisa

    2. Tidak bisa

  2. Apakah seks oral membahayakan kesehatan?

    1. Ya

    2. Tidak

  3. Apakah seks oral termasuk hubungan seks?

    1. Ya

    2. Tidak

 Bagaimana kenyataannya?

Bandingkan jawabanmu dengan kenyataannya.

  1. Apakah perempuan bisa hamil karena melakukan seks oral?

    Jawaban: Tidak bisa. Inilah alasan kenapa orang-orang salah menyimpulkan bahwa seks oral itu tidak masalah.

  2. Apakah seks oral membahayakan kesehatan?

    Jawaban: Ya. Orang yang melakukannya bisa menderita penyakit hepatitis (A atau B), benjolan pada kelamin, gonore (kencing nanah), herpes, HIV, dan sifilis.

  3. Apakah seks oral termasuk hubungan seks?

    Jawaban: Ya. Semua tindakan yang melibatkan alat kelamin orang lain, seperti berhubungan badan, melakukan seks oral dan seks anal, serta memasturbasi orang lain adalah hubungan seks.

 Kenapa ini berbahaya?

Pikirkanlah beberapa ayat Alkitab berikut:

Alkitab berkata, ”Inilah yang Allah kehendaki, yaitu agar kamu . . . menjauhkan diri dari percabulan.”—1 Tesalonika 4:3.

Kata Yunani yang diterjemahkan menjadi ”percabulan” memaksudkan semua bentuk hubungan seks di luar pernikahan, termasuk berhubungan badan, melakukan seks oral dan seks anal, serta memasturbasi orang lain. Orang yang melakukannya bisa mendapat akibat yang buruk. Yang paling parah, persahabatannya dengan Allah bisa rusak.1 Petrus 3:12.

Alkitab berkata, ”Ia yang mempraktekkan percabulan berbuat dosa terhadap tubuhnya sendiri.”—1 Korintus 6:18.

Selain bisa merusak kesehatan dan persahabatan seseorang dengan Allah, seks oral juga bisa menguras emosi seseorang. Menurut buku Talking Sex With Your Kids, orang yang melakukan hubungan badan yang tidak pantas biasanya merasa dimanfaatkan, menyesal, dan tidak berharga. Buku itu juga menulis bahwa akibat yang sama bisa dirasakan oleh mereka yang melakukan segala bentuk hubungan seks yang tidak patut. Buku itu menandaskan bahwa apa pun bentuknya, seks tetap seks.

Alkitab berkata, ”Aku, Yehuwa, adalah Allahmu, Pribadi yang mengajarkan hal-hal yang bermanfaat bagimu.”—Yesaya 48:17.

Menurutmu, apakah hukum Allah tentang seks bermanfaat? Atau malah membatasimu? Coba pikirkan ini. Di jalan raya, ada rambu-rambu lalu lintas, misalnya tanda batas kecepatan dan dilarang berhenti. Apakah rambu-rambu itu membatasimu atau melindungimu? Apa yang akan terjadi kalau kamu dan para pengemudi lain mengabaikannya?

Hukum Allah seperti rambu-rambu lalu lintas yang membatasimu, tapi sebenarnya melindungimu

Hukum Allah pun sama. Kalau kamu mengabaikannya, kamu pasti menerima akibatnya. (Galatia 6:7) ”Semakin sering kamu mengabaikan hal-hal yang kamu yakini dan melakukan tindakan yang kamu tahu salah, kamu jadi semakin tidak menghargai dirimu,” kata buku Sex Smart. Sebaliknya, kalau kamu mengikuti hukum Allah, kamu menunjukkan bahwa kamu punya moral yang baik dan benar. Bahkan, kamu bisa tetap punya hati nurani yang bersih.1 Petrus 3:16.

^ par. 3 Seks oral memaksudkan tindakan merangsang alat kelamin seseorang dengan lidah atau mulut.