Langsung ke konten

Langsung ke menu sekunder

Saksi-Saksi Yehuwa

Indonesia

KAUM MUDA BERTANYA

Bagaimana Aku Bisa Bicara dengan Orang Tuaku tentang Aturan Mereka?

Yang kamu butuhkan: Keterampilan berkomunikasi

Komunikasi adalah sarana penting yang bisa

  • membantu orang lain mengerti kamu.

  • membantu kamu mengerti mengapa keinginanmu ditolak.

Sebenarnya, jika kamu ingin mendapatkan hak-hak orang dewasa, kamu tentu harus mengembangkan keterampilan berkomunikasi seperti orang dewasa. Bagaimana caranya?

Belajarlah mengendalikan emosimu. Agar komunikasi berjalan dengan baik, perlu pengendalian diri. Alkitab menyatakan, ”Orang bebal mengeluarkan segala rohnya, tetapi ia yang berhikmat menjaganya tetap tenang sampai ke akhir.Amsal 29:11.

Intinya? Jangan merengek, merajuk, membanting pintu atau mencak-mencak. Sikap seperti itu justru bisa mengakibatkan munculnya lebih banyak aturan—bukan lebih banyak kebebasan.

Berupayalah memahami sudut pandangan orang tuamu. Contoh: Katakanlah mereka berkeberatan mengizinkan kamu mengikuti suatu acara ramah tamah. Ketimbang berdebat, kamu bisa bertanya,

”Bagaimana kalau ada teman yang matang dan dapat dipercaya yang mau menemaniku?”

Orang tuamu mungkin tetap tidak mengabulkan permintaanmu. Tetapi, jika kamu memahami apa yang mereka risaukan, kemungkinan besar kamu dapat mengusulkan alternatif yang bisa mereka terima.

Menaati orang tuamu itu seperti membayar utang ke bank—semakin kamu bisa dipercaya, semakin banyak kepercayaan (atau kredit) yang akan kamu dapatkan

Bangunlah kepercayaan orang tuamu terhadap dirimu. Bayangkan seseorang yang mendapat pinjaman uang dari bank. Jika ia membayar kewajibannya secara teratur, ia akan mendapat kepercayaan bank dan bank mungkin bahkan menawarkan kredit yang lebih besar kepadanya di kemudian hari.

Demikian pula di rumah. Kamu berkewajiban untuk taat kepada orang tuamu. Jadi, kalau kamu selalu mengecewakan mereka, jangan heran jika mereka mengurangi atau malah tidak memberikan kepercayaan lagi.

Sebaliknya, jika kamu terbukti bisa dipercaya—bahkan dalam hal-hal kecil—orang tuamu akan lebih percaya kepadamu di masa mendatang.